Mokhamad Fakhrul Ulum
Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penanganan distokia karena schistosomus reflexus pada sapi friesian holstein Lestari, Nurul Aeni Ayu; Ulva, Dhenok Maria; Nsereko, .; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.063 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.1.9-10

Abstract

Schistosomus reflexus merupakan kelaianan kongenital berupa dorsoflexi tulang belakang sehingga saat palpasi perektal akan teraba kepala dan ekstremitas fetus yang berdekatan. Rongga thoraks dan abdomen fetus gagal menutup sehingga terjadi paparan organ viseral. Tulisan ini melaporkan kasus schistosomus reflexus yang terjadi pada fetus dari seekor induk sapi Friesian Holstein. Keadaan induk sapi sudah 6 jam mengalami perejanan tanpa disertai adanya kelahiran. Pemeriksaan palpasi perektal ditemukan kaki belakang fetus melipat ke kepala fetus di jalan kelahiran. Kantung amnion sudah pecah dan disertai oleh keluarnya intestin fetus. Penanganan dilakukan melalui bedah sesar, namun setelah fetus berhasil dikeluarkan, beberapa organ fetus menempel pada uterus induk. Jaringan dari organ fetus yang sulit untuk dikeluarkan dari uterus dibiarkan dan uterus dijahit. Penjahitan kulit, lemak, dan otot dilakukan sekaligus dengan tipe jahitan interlocking menggunakan benang nilon. Induk sapi kemudian di culling karena persembuhan pascabedah kemungkinan akan sulit bagi induk sapi untuk kembali bereproduksi akibat sisa jaringan fetus yang masih berada dalam uterus.
Pembiusan Babi Model Laparoskopi untuk Manusia dengan Zoletyl, Ketamin dan Xylazin -, Gunanti; Siswandi, Riki; Soehartono, Raden Harry; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Sudisma, I Gusti Ngurah
Jurnal Veteriner Vol 12 No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.394 KB)

Abstract

In the last decade the use of pig as animal model for trining in laparoscopic surgery showed onincreased in Indonesia. The training for laparoscopy surgery involved cholecystectomy, ovariohysterctomy,hysterectomy, nefrectomy, spleenectomy, and cardiosurgery. The success of such training depends on themethod and the process as such as the proper used to handle the animal. The study was a retrospectivestudy over 2009-2010 laparoscopic training on 62 pigs. The objective of this study was to elucidate theprocedure of pig laparoscopic surgery, anesthesia methods, obstacle, and the solutions. Method ofanesthesia induction was performed by using combination of tiletamine-zolazepam (8 mg/kg bw), ketamineHCl (6 mg/kg bw), and xylazine HCl (2 mg/kg bw) /ZKX without premedication. Anesthetized pigs weremaintained with combination of ketamine HCl (5 mg/kg bw)-xylazine HCl (2 mg/kg bw) without anyanalgesic agent. Onset of ZKX induction induction was 3-5 minutes. Time of surgery varied from 40 to 120minutes, depend on surgery procedures. Heart beat and respiration rate per minute were remain stableduring surgery procedure, with observed at 68.4±12.1 and 41.3±14.1 respectively. The anesthetic methodused for Indonesian local pigs appeared to be suitable for laparoscopic surgery model for human.
Chemical Castration Using Iron (III) Chloride Hexahydrate (KEBIRI KIMIAWI MENGGUNAKAN FERIKLORIDA HEKSAHIDRAT) Ulum, Mokhamad Fakhrul; Paramitha, Devi; Sariningrum, Arlita; Maharani, Anizza Dyah Kartika; Tumbelaka, Ligaya ITA; Noviana, Deni
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.659 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.360

Abstract

Chemical castration is a method that can be applied easily without any surgical intervention in animals. This study utilized iron (III) chloride hexahydrate (FeCl3.6H2O) as a new material for chemical castration in mice. Twenty seven adult male mice were divided into five groups: FeCl3 20% (n = 6), FeCl3 10% (n = 6), FeCl3 5.0% (n = 6), FeCl3 2.5% (n = 6), and control NaCl 0.9% (n = 3). A 0.2 mL of NaCl 0.9% or FeCl3 in various concentrations was injected intra-testicularly on each testis of the mice. Post-castration survival rate with LD50 values was obtained at the concentrations between 2.5-5.0% of FeCl3 groups, and 100% mice survived in the control group. The size of testis and concentration of spermatozoa decreased, in contrast with the increased concentration of FeCl3 solution used seven days post-injection compared to the control group. ABSTRAK Kebiri/kastrasi kimiawi secara injeksi intra-testis merupakan metode pengebiriam yang dapat dilakukan dengan mudah tanpa prosedur bedah pada hewan. Penelitian ini memanfaatkan larutan besi (ferri/III) klorida (FeCl3) sebagai bahan baru untuk tindakan kebiri kimiawi pada mencit. Mencit jantan dewasa umur lima bulan sebanyak 27 ekor dibagi dalam lima kelompok yaitu FeCl3 20% (n=6), FeCl3 10% (n=6), FeCl3 5,0% (n=6), FeCl3 2,5% (n=6) dan kontrol NaCl 0,9% (n=3). Larutan FeCl3 sebanyak 0,2 mL diinjeksikan secara intra-testikel pada setiap organ testis. Daya hidup pascakebiri injeksi nilai LD 50 diperoleh pada kelompok FeCl3 konsentrasi di antara 2,5-5,0 % dan kelompok kontrol 100 % hidup. Organ testis dalam skrotum mengalami pengecilan ukuran dan konsentrasi spermatozoa mengalami penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi larutan FeCl3 yang digunakan setelah tujuh hari pasca injeksi dibandingkan dengan kontrol.
Pencitraan Ultrasonografi Organ Hepatobiliari pada Ular Sanca Lestari, Nurul Aeni Ayu; Pertiwi, Amira Putri; Kombo, Muhammad Piter; Tumbelaka, Ligaya ITA; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.666 KB) | DOI: 10.29244/avl.1.2.29-30

Abstract

Teknologi pencitraan ultrasonografi memiliki peranan penting dalam manajemen kesehatan pada ular sanca. Struktur sistem organ di dalam tubuh seperti hepatobiliari dapat dipantau secara non-invasif menggunakan teknologi ultrasonografi. Citra ultrasonografi organ hepatobiliari pada tiga spesies ular sanca, yang terdiri atas sanca batik, sanca bodo, dan sanca bola dilaporkan dalam tulisan ini. Pencitraan organ hepatobiliari dilakukan menggunakan trasnduser linear dengan frekuensi 10 MHz. Ukuran organ hepatobiliari diukur berdasarkan nomor dan jumlah sisik ventral tubuh. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa organ hati pada ketiga sanca memiliki ukuran yang bervariasi dan berada di antara persinggungan nomor sisik ventral 72-102. Organ kelenjar empedu berukuran 7-9 sisik dan berada di antara nomor sisik ventral yang bervariasi. Derajat ekogenitas organ hepatobiliari di antara ketiga sanca tidak menunjukkan adanya perbedaan. Ekogenisitas organ hati pada ketiga sanca tampak hipoekoik dengan dinding hiperekoik di antara bayangan organ paru-paru yang tampak hiperekoik. Kelenjar empedu tampak anekoik dengan dinding hiperekoik berada diantara organ limpa yang tampak hiperekoik dan organ pankreas yang tampak hipoekoik.
Radiographic measurement of cardiac size in laboratory mice Ulum, Mokhamad Fakhrul; Noviana, Deni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.575 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.19-20

Abstract

This study was to establish quantitative reference range measurements that could be used to support basic data of cardiac size in the laboratory animals. Right and left lateral recumbency (R/L view) and ventral and dorsal recumbency (VD/DV view) radiographs were obtained in 6 normally laboratory mice (Mus musculus). The R/L view heart measurements were the apicobasal length (AB); the maximum width (CD); the distance between the cranial edge of the fifth rib and the caudal edge of the seventh rib (R5-7); the vertical depth of the thorax (H). The VD/DV view cardiac silhouette measurements were maximum length (L); maximum width (W); the width of the thorax (T). In order to determine vertebral heart scale score (VHS), the length and width of the heart were measured and then superimposed to the thoracic vertebrae starting at fourth vertebral (T4) caudally. In order to determine intercostals space (ICS), the CD were measured perpendicularly and superimposed on the intercostals space from fourth costal caudally. The cardiac silhouette was evaluated objectively to describe the cardiac appearance. Lengths of the parameter were determined with a caliper and a ruler in millimeters scale. The result showed that all measurements have not differed significantly between radiographic views (p>0.05).
Abses pada gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) Ubaidillah, Hamdan; Frantika, Niluh Selly; Purnamasari, Laily; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.933 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.3.45-46

Abstract

Abses merupakan kasus yang sering terjadi pada jaringan kulit gajah. Seekor gajah Sumatera dewasa mengalami kebengkakan pada jaringan otot di sekitar tuber ischii, sedangkan anak gajah mengalami kebengkakan di daerah sekitar vagina. Gajah dikekang dan ditangani oleh keeper menggunakan tali dan rantai. Pemeriksaan klinis dilakukan oleh dokter hewan dan gajah didiagnosa mengalami abses dengan prognosa baik (fausta). Jaringan kulit daerah bengkak pada gajah Sumatra dewasa dan anak gajah disayat dan ditemukan adanya akumulasi nanah. Terapi yang diberikan pada kedua gajah yaitu pembersihan luka menggunakan 3%H2O2 dilanjutkan dengan pemberian iodine dan pemberian antibiotik topikal. Terapi pada kedua gajah dilakukan setiap hari sekali selama kurang lebih 2 minggu. Persembuhan pascaterapi berupa pengurangan kebengkakan dan tampak luka yang mengering.
Pengambilan contoh biologi secara noninvasif untuk penilaian status reproduksi pada landak jawa (Hystrix javanica) Wahid, Muhammad Risman; Prawira, Andhika Yudha; Nisa’, Chairun; Agungpriyono, Srihadi; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.635 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.3.53-54

Abstract

Landak jawa (Hystrix javanica) memiliki keunikan pada rambutnya yang termodifikasi menjadi duri. Duri pada landak berperan sebagai pertahanan diri dari predator. Penanganan dan pengekangan landak cukup sulit dilakukan sehingga pengambilan data biologi ladak jawa menjadi terbatas. Penanganan dan pengekangan secara kimiawi menggunakan sediaan bius umum digunakan pada hewan liar. Studi ini menggambarkan metode penanganan dan pengekangan fisik untuk pengambilan contoh biologi secara noninvasif pada landak jawa (H. javanica). Penggunaan kandang jepit yang dimodifikasi dengan penambahan sekat bergerak berbahan logam pada bagian dalam efektif untuk penanganan dan pengekangan landak jawa. Data biologi dari landak jawa yang dapat diambil untuk menilai status reproduksi dengan metode tersebut meliputi gambaran sel epitel vagina dan suhu tubuh.
Penanganan prolaps vagina pada sapi perah Ai Yin, Bong; Bari, Fathul; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.452 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.3.51-52

Abstract

Prolaps organ reproduksi vagina pada sapi perah jarang terjadi dan belum banyak dilaporkan. Prolaps vagina harus ditangani dengan segera untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder yang mengganggu siklus reproduksi. Tulisan ini melaporkan kasus prolaps vagina yang ditemukan di peternakan rakyat, anggota Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU), Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seekor sapi betina Friesien Holstein (FH) pada laktasi kedua seminggu pascamelahirkan dan mengalami protrusi mukosa vagina yang tampak menggantung di vulva. Kasus ini ditangani dengan membersihkan mukosa vagina menggunakan air bersih dari keran dan dialirkan bersamaan dengan proses memasukkan mukosa vagina kembali ke posisi normal secara lege artis. Jahitan tipe simple interrupted di labia vulva dilakukan menggunakan tali rafia untuk mencegah prolaps terjadi kembali. Jahitan kemudian dilepas setelah seminggu. Sapi terjadi persembuhan dan tidak mengalami prolaps yang berulang.
Nefrolithiasis pada red eared slider (Trachemys scripta elegans) Paramitha, Devi; Citraningputri, Intan; Noviana, Deni; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.116 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.3.43-44

Abstract

Kasus nefrolithiasis ini ditemukan pada seekor red eared slider (RES) atau di Indonesia dikenal dengan nama kura-kura Brazil, secara tidak disengaja ketika hewan tersebut diperiksa secara radiografi untuk melihat morfologi normalnya. Kura-kura telah dipelihara selama satu tahun oleh pemilik tanpa ada keluhan apapun. Kura-kura tersebut dipelihara di dalam kolam bersama dengan ikan, pakan yang diberikan pemilik adalah ikan kecil dan sayur. Riwayat kura-kura sebelum dipelihara pemilik tidak diketahui. Radiografi dilakukan melalui 3 standar pandang, yaitu dorsoventral, laterolateral dan craniocaudal. Hasil radiografi dari ketiga standar pandang tersebut menunjukkan adanya massa radiopaque di bagian kanan dan kiri abdomen kura-kura. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dilakukan sebagai diagnosa penunjang. Hasil yang didapat dari pemeriksaan USG ini adalah ditemukan massa hiperekhoik pada ginjal.
Prevalensi Kelainan Ginjal Anjing yang Dirawat Rumah Sakit Hewan Pendidikan dan Klinik Hewan Melalui Pemeriksaan Ultrasonografi Rahmania, Winda; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Zaenab, Siti; Noviana, Deni
Jurnal Veteriner Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.177 KB)

Abstract

Kidney disorders frequently occured in dogs and can be examined using ultrasound. The present study was aimed to know the prevalence of abnormalities that occurs in the kidney through ultrasound examination in dogs in the Veterinary Teaching Hospital Faculty of Veterinary Medicine of IPB University and My Vets Animal Clinic Jakarta. Data from 88 dogs were taken and recapitulated based on the results of medical records through ultrasound examination. Data were analyzed descriptively using parameter of body size, age and sex. The results showed the highest prevalence of kidney disease based on body weight occurred in small breed dogs (13.6%) and large breed dogs (11.4%). Based on age the highest prevalence occurred in geriatric dog that was equal to 50%. The prevalence of renal abnormalities by sex was highest in male than female dogs (52.3%). The prevalence of kidney disorder was influenced by body weight, age, and sex. Based on correlation analysis there was a strong correlation between age and sex.