p-Index From 2018 - 2023
3.688
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Industri
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERANCANGAN DUDUKAN MESIN GERINDA TANGAN YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTHROPOMETRI TRIONO TRIONO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.347 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.894

Abstract

“perancangan dudukan mesin gerinda tangan yang ergonomis dengan menggunakan metode antropometri” peneliti ini dilakukan untuk mengembangkan hasil perancangan dudukan gerinda bagi pekerja yang menggunakan mesin gerinda tangan agar dapat menggunakan alat tersebut dengan mudah dan meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan membantu pekerja dalam aktivitas kerja menggunakan mesin gerinda tangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode antropometri, dimana data yang dihasilkan berupa angka hasil penggukuran dari 20 responden yang terdiri dari ukuran lebar telapak tangan (Ltt), panjang tangan (Pata), lebar telapak tangan sampai ibu jari (Lttj), diameter gengaman (Dg), diameter paha (Dp). Setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan antropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, percentil yang digunakan dalam perancangan alat dudukan mesin gerinda yaitu P5, P50, P95. Hasil dari Penelitian ini bertujuan agar penggunaan mesin gerinda lebih aman serta meningkatkan keselamatan pengguna, penelitian ini dilakukan untuk membantu pekerja pada saat pemotongan benda kerja. Pengoperasian alat dudukan gerinda ini secara vertical dengan sudut <40° untuk mempermudah pekerja untuk mendapatkan hasil yang presisi. Alat dudukan hasil perancangan ini mengunakan mesin gerinda tangan standar, perubahan pada beberapa bagian seperti tambahan kaki-kaki/pondasi, handle/pegangan per/pegas, jepitan/ragum. Dan ketinggian alat 40cm karena pada saat ini penggunaan mesin gerinda sudah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan oleh setiap pekerja. Oleh karna itu dirancang alat dudukan gerinda yang ergonomis agar lebih merasa aman dan nyaman dalam mengoperasian. Kata Kunci : Perancangan, antropometri, Alat Dudukan Gerinda
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN BRAKE ASSY D14N DENGAN METODE MRP DI PT AKEBONO BRAKE ASTRA INDONESIA LUFTHI YUDA NUGRAHA; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.547 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.704

Abstract

PT. Akebono Brake Astra Indonesia adalah perusahaan manufaktur produk Disc Brake dan Drum Brake untuk mobil, serta Disc Brake dan Master Cylinder untuk sepeda motor. Permasalahan yang dihadapi adalah banyak ditemukan persediaan komponen Brake Assy D14N yang ada di gudang setiap dilakukan stock opname per bulan. Hal ini terjadi karena ketidaktepatan dalam merumuskan pengendalian persediaan sehingga membuat pemborosan dalam biaya penyimpanan. Penelitian dimulai dari pengamatan langsung di lapangan dan hasil wawancara dengan karyawan serta hasil pengolahan data persediaan komponen Brake Assy D14N yang diberikan oleh Kepala Seksi Departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control). Proses pengambilan data tersebut menghasilkan data jadwal induk produksi (master production schedule), data persediaan (inventory record), struktur produk (bill of material), tenggang waktu pengiriman (lead time), data nama komponen, daftar harga komponen, data biaya pesan dan data biaya simpan. Semua data tersebut diolah dan dijadikan acuan sebagai penentuan jumlah lot dari metode FOQ (Fix Order Quantity), EOQ (Economic Order Quantity), dan POQ (Periodic Order Quantity). Berdasarkan hasil perhitungan dengan ketiga metode lot size tersebut, diperoleh total biaya persediaan tahunan (total annual cost) termurah yaitu pada metode lot size POQ (Periodic Order Quantity) sebesar Rp 2.666.724.000 per tahun atau Rp 222.227.000 per bulan. Total biaya persediaan tersebut terdiri atas biaya pesan (order cost) sebesar Rp 46.857.600 per tahun atau Rp 3.904.800 per bulan dan biaya simpan (inventory cost) sebesar Rp 2.619.866.400 per tahun atau Rp 218.322.200 per bulan. Frekuensi pemesanan pada metode ini yaitu 12 kali dalam setahun atau setiap satu bulan dan memiliki jumlah lot yang berubah-ubah mengikuti besarnya kebutuhan permintaan total (gross requirement) dikurangi dengan sisa stock di gudang (projected on hand).Kata Kunci : Jadwal Induk Produksi, Material Requirement Planning (MRP), Fix Order Quantity (FOQ), Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ)
ANALISIS LINE BALANCING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSTIVITAS DI LINE METAL (STUDI KASUS PT. TAIHO NUSANTARA) FACHRUDIN FARID; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.727 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.816

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana cara memahami lokasi ketidakseimbangan beban kerja lini produksi untuk meningkatkan kemampuan produktivitas yang optimal. Adapun yang menjadi latar belakang ini karena adanya bottle neck di lini produksi yang meneyebabkan terhambatnya laju produksi sehingga penumpukan work in process (wip) di setiap stasiun kerja. Hal ini akan menimbulkan penurunan output yang pada akhirnya dapat meyebabkan biaya produksi bertambah dikrenakan tidak tercapinya target produksi. Dalam hal ini akan digunakan analisis keseimbangan lini produk dengan metode Rank Positional Weight (RPW). Data yang digunakkan adalah laporan harian priode mei sampai dengan juli untuk menghitung kemampuan, waktu baku untuk menghitung kecepatan mesin (MCT). Hasil menunjukan bahwa bottle neck terdapat pada area stasiun C sebelum line balancing adalah adalah 796,44 detik = 13,27 menit dan sesudah line balancing dengan penerapan line balancing di stasiun C berhasil, terdapat penurunan waktu terjadi sangat dari 796,44 menjadi 738,6 =12,31 menit.Kata kunci: Line Balancing, Rank Positional Weight , Work In Process
ANALISIS PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DENGAN MENGGUNAKAN C.P.M. DI PT KASOEM HEARING CENTRE RUHIMAT RUHIMAT; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.353 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.798

Abstract

PT. Kasoem Hearing Center is one of companies focusing on hearing aid and optic which is located in Jl.Cikini Raya no.18 Jakarta Pusat. A company often get a problem when finishing the project because it is not appropriate with the time agreed before. Therefore, analysis of project time optimalization is needed to know how long the project is finished, and to find out existence of time acceleration possibility of the project implementation by using CPM. Steps in analyzing of PT. Kasoem Hearing Centre office development project are: deciding stages of activity, changing of chart, track lane, critical path, calculating the cost, accelerating of processing time, and counting the project using CPM. Forms of job network of PT. Kasoem Hearing Centre Office Project are: Preparation & Destruction Job – Earthworks, excavation, fill the ground, installation – Structural work & amp; reinforced concrete – Wall work – Roof job – Electrical installation work A – Floor job A – Ceiling job A – Door and window job A – Finishing, painting, etc. B=A-B-C-D-F-H-L-N-O-Q-R-S-U-V (critical path), with optimal time duration of Office development project is 159 days from 174 days normal time. Based on researching result, researcher gives suggestion as follows: The Project Team should use CPM in implementing Office development project. Because the faster completion time of Office development project, then the office also can be operated to support activity needs and employee operational.Keywords : Project, CPM, Project Time, Project Costs
PENERAPAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SABUN BATANG DI PT. CLASSIC INTERMARK, TANGERANG ZULFIKAR TAUFIQURRACHMAN; HARI MOEKTIWIBOWO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.756 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa tingkat kecacatan yang terjadi pada produksi sabun classic white di PT. Classic Intermark, bagaiman penerapan statistical processing control, dan bagaimana perbaikan penyebab kecacatan produk classic white. Akibat dari masalah dalam proses produksi ini maka akan timbul kerugian bagi perusahaan yang diakibatkan banyaknya cacat produksi yang terjadi. Pada metode penelitian yang digunakan adalah Statistical Process Control, check sheet, histogram, diagram pareto, p chart, diagram sebab-akibat, perbaikan 5W1H, yaitu sebuah metode statistik yang digunakan check sheet kemudian diolah kemudian histogram kemudian diagram pareto kemudian pchart kemudian diagram sebab-akibat kemudian perbaikan 5W1H untuk mengukur sejauh mana proses pengendalian kualitas yang dilakukan pada suatu perusahaan, dimana hasilnya dibandingkan dengan standar yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk pada PT. Classic Intermark masih belum terkendali. Jenis kerusakan yang paling banyak terjadi adalah terpotong/retak dengan total 34.405 pcs atau 66,66%, kopong 9.449 pcs atau 18,31% , dan tidak presisi/tidak jelas 7.760 pcs atau 15,03% dari total produk cacat pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara, faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan ini adalah faktor manusia, mesin, lingkungan, metode kerja dan bahan baku. dalam perbaikan 5w1h yang harus diperbaiki yaitu faktor manusia, faktor material, faktor mesin, faktor metode, faktor lingkungan.Kata Kunci: Sabun Batang, Statistical Procces Control (SPC), dan 5W1H
ANALISIS KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI PT. MAP AKTIF ADIPERKASA AREA BEKASI IKBAL NUGRAHA; HARI MOEKTIWIBOWO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.88 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.812

Abstract

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang retail premium di Indonesia. Salah satu store yang dimilikinya adalah Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi. Toko ini menjual kebutuhan olahraga dan casual seperti sepatu, apparel, dan berbagai aksesoris lainnya. Dengan adanya data yang diperoleh peneliti dari pihak store dan observasi langsung bahwa penjualan dari tahun sebelumnya mengalami penurunan serta adanya keluhan dari para pelanggan, maka disini peneliti akan menganalisis penyebab turunnya performance pada Toko Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner sebagai data primer yang dibagi menjadi dua katagori yaitu pertama dengan menyebarkan kuesioner pendahuluan (pretest) sebanyak 30 responden, setelah itu kembali disebar sebanyak 155 kuesioner untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari minimum sampel sebnyak 135 responden, setelah itu diuji kecukupan datanya lalu masuk dalam tahap pengolahan data. Metode analisis yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD) dengan representasi House of Quality (HOQ) serta berpedoman pada metode Servqual yang menggunakan lima dimensi kualitas yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasilnya terdapat beberapa faktor yang mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi tetapi tingkat kepuasan pelanggan sangat lemah, diantaranya adalah faktor reliability yaitu ketersedian barang yang diinginkan tersedia dari ukuran, model, dan warna (9,50%), diikuti oleh faktor responsiveness yaitu kecekatan pegawai memberikan pelayanan terhadap pelanggan (9,47%), setelah itu dari faktor tangible yaitu kebersihan ruang belanja (7,73%). Disamping itu juga peneliti memberikan elemen pelayanan dengan urutan prioritas untuk dapat menjadi solusi perbaikan dan pengembangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pada Toko Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi.Kata kunci : Servqual, Quality Function Deployment, House of Quality
PENGENDALIAN KUALITAS KOMPONEN MOBIL DENGAN METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) SINTIYA KRISDAYANTI; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.478 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.202

Abstract

Demi menjaga kepercayaan konsumen untuk menghasilkan produk yang berkualitas, PT XYZ telah menerapkan manajemen mutu yang baik dan sesuai dengan pedoman standar mutu yang berlaku. Adapun kendala yang masih dihadapi oleh perusahaan yaitu masih tingginya cacat pada pendistribusian komponen mobil ke dealer, sehingga masalah tersebut dapat menurunkan kualitas komponen. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara yang dapat mengurangi jumlah kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik yang digunakan dalam mengimplementasikan perubahan untuk mengurangi produk cacat. Pokok permasalahan penelitian ini adalah (a). Kerusakan komponen apa yang mempunyai jumlah besar di Parts Warehouse?, (b). Berapa jumlah prosentase kerusakan komponen yang terbesar?, dan (c) Apa penyebab kerusakan pada komponen mobil? Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa jumlah komponen yang diperiksa sebanyak 2543 pieces Lamp Unit dengan nilai CL (0,0951), UCL (0,0971), dan LCL (0,0941. Berdasarkan diagram pareto, prosentase kerusakan komponen tertinggi pada kerusakan patah (55,79%). Prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan patah sebanyak 135 pieces dan dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kerusakan komponen berasal dari faktor manusia dan metode kerja, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas komponen. Kata Kunci : Kualitas Komponen, Alat Bantu Statistik, Pengendalian Kualitas
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KOSMETIK EYESHADOW DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT CEDEFINDO SATRIO FITRANANDA; HARI MOEKTIWIBOWO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.478 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.705

Abstract

PT CDF merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kosmetik, saat ini memiliki permasalahan terhadap satu produk yaitu eyeshadow tentang tingginya defect yang terjadi. Adapun jenis defect antara lain cacat grepes, cacat gendut dan cacat under. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya defect, yaitu faktor manusia (Tidak teliti dan kurang pengalaman). Mesin (Perawatan mesin tidak baik). Metode (kemampuan sumber daya manusia yang berbeda). Material (proses pencampuran bahan baku tidak optimal). Lingkungan (temperatur yang tinggi dan kebisingan) Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah Six Sigma dengan metode DMAIC yaitu Define (Pendefisinian jenis cacat yang ada dalam perusahaan). Measure (Pengukuran nilai UCL,CL,LCL,DPMO dan level Sigma). Analyze (Mencari faktor penyebab defect yang dominan). Improve (Melakukan perbaikan dari hasil analisis). Control (Tahap pengendalian setelah improve yang dilakukan). Dalam penelitian ini jenis defect tertinggi yaitu cacat grepes. Berdasarkan analisis didapat DPMO dan level sigma pada periode Oktober s.d Desember 2019 yaitu sebesar 65.800 dengan level sigma 3,01. Hasil dari improvement pada bulan Februari s.d April 2020 bisa dilihat adanya peningkatan kualitas yang diketahui melalui perhitungan kembali nilai DPMO dan level sigma, yaitu sebesar 24.000 DPMO dengan level Sigma 3,48. Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, DPMO, Eyeshadow
OPTIMALISASI BEBAN KERJA OPERATOR MENGGUNAKAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA) PADA OPERATOR FILLING LIQUID HARI MOEKTIWIBOWO; ARI RAHMAWATI; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.087 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.206

Abstract

PT Focusindo Cemerlang sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang cairan pembersih dimana perusahaan tersebut menjual produk-produk retail yang dipakai di rumah tangga yang mana harus berhadapan dengan pesaing pesaing pembersih yang sudah eksisting dipasaran. Selain itu, Di dalam pemasarannya, PT FOCUSTINDO CEMERLANG memiliki kesulitan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang berdampak langsung kepada efektifitas penjualan tiap tahunnya. Pada penelitian ini digunakan metode pendekatan work load analiysis yang digunakan untuk menganalisis elemen-elemen kegiatan beban kerja pekerja filling. Dalam metode work load analysis yang diamati dari sampling setiap baguan kerja,persentase produktifitas dan non produktifitas, performance rating, allowance sampai dengan beban kerja. Dengan metoide ini akan dapat diukur seberapa besar beban kerja filling produk dalam proses pengemasan. Hasil penelitian menunujukan beban kerja dalam filling produk untuk Operator Bagian 1 sebesar 118,03%, untuk Operator Bagian 2 sebesar 92,89%, untuk Operator Bagian 3 Sebesar 79,43% dan Operator Bagian 4 Sebesar 79,20% angka tersebut menunjukan beban kerja terbesar berada pada filling produk operator bagian 1, dari hasil beban kerja yang didapat , karena hasil persentase diatas 100% maka disarankan penambahan karyawan pada operator bagian 1 Kata kunci : Beban Kerja, Produktivitas, Efektif & Efisiensi
PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI KOMPONEN PLATE DI LINE 3 PT GS BATTERY DIAN MAULANA; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.567 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i1.216

Abstract

PT GS Battery merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur komponen kendaraan bermotor yaitu baterai dengan skala besar yang memiliki pangsa pasar di Indonesia dan Dunia dengan bahan baku utama adalah timah yang dibentuk menjadi plate, dimana untuk dapat mengatasi defect pada bahan baku utama tersebut maka perusahaan melakukan pengendalian kualitas pada komponen plate di proses pasting terutama di line 3. Penerapan metode six sigma dalam rangka mengatasi defect komponen plate perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas di perusahaan.Metodologi yang digunakan adalah Six Sigma dengan metode DMAIC yaitu dengan Define (pendefinisian jenis cacat), Measure (pengukuran level sigma), Analize (menganalisis kemampuan perusahaan dalam menghasilkan produk), Improve (melakukan perbaikan dari hasil analisis) dan Control (tahap pengendalian terhadap improve).Dalam penelitian ini, jenis defect tertinggi adalah plate bolong, dimana plate bolong itu adalah permukaan lapisan pasta pada grid amblas. Hasil analisis, didapat nilai DPMO dan level sigma pada line 3 di Seksi Pasting, PT GS Battery sebelum improve pada Bulan Juli sampai September Tahun 2016 adalah 5.304 DPMO dengan level sigma sebesar 4,06 sigma. Hasil FMEA, didapat prioritas penyebab kegagalan pada plate bolong adalah tidak ada SOP pergantian kain roller press kotor dan hanya perkiraan visual saja, sehingga improve yang diberikan peneliti adalah dibuatkan SOP mengenai pengecekan dan pergantian kain roller press satu jam sekali secara berkala.Hasil improvement pada Bulan Nopember Tahun 2016 dapat dilihat adanya peningkatan kualitas diketahui melalui perhitungan kembali nilai DPMO dan level sigma yaitu 4.798 DPMO dengan level sigma 4,09 sigma.Kata kunci : pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC, FMEA, Komponen Plate