Diah Utaminingsih
Unknown Affiliation

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Puspita Mertani; Syarifuddin Latief; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.024 KB)

Abstract

The aim of this research was to find out the increase of student social interaction to the peers through group counseling services. The problem in this research was the low of student interaction to the peers. The method used in this research was apparent experiment with one-group pretest-posttest design. Data collecting technique used in this research were sociometry and observation and the subject in this research were 8 students. The analysis results by wilcoxon test showed that zcant = -2,536bztabel = 1,645. Ho was rejected and Ha was accepted. It indicated that student social interaction to the peers could be increased through group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi siswa yang rendah dengan teman sebaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sosiometri dan observasi. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = -2,536bztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti interaksi sosial siswa dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok.Kata kunci : interaksi sosial, konseling kelompok, siswa.
ANALISIS KOMPETENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SMA NEGERI SE-KOTA METRO Suci Martini; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.89 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the competence of guidance and counseling teachers. The problem of this research is the lowness of the competence of guidance and counseling teachers. The main problem is how the competence of guidance and counseling teachers. This research used a descriptive method and data were got and collected through The Competence Counselor Scale. The population of this research is 22 guidance and counseling teachers at state Senior High School in Metro. The result of this research showed that the competence of guidance and counseling teachers were in good qualification. 25% guidance and counseling teachers were in very good qualification, 75% guidance and counseling teachers were in good qualification, 17% non-guidance and counseling teachers were in good qualifications, 17% non-guidance and counseling teachers were in good enough qualification, and 66% non-guidance and counseling teachers were in not good gualification.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi guru bimbingan dan konseling. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru bimbingan dan konseling. Adapun permasalahannya adalah bagaimana kompetensi guru bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Skala Kompetensi Konselor. Populasi dalam penelitian ini adalah 22 guru bimbingan dan konseling pada SMA Negeri se-Kota Metro. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik. 25% guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi sangat baik, 75% guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik, 17% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik, 17% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi cukup baik, dan 66% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi kurang baik. Kata kunci : bimbingan konseling, guru bimbingan konseling, kompetensi guru bimbingan konseling
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Dalam Belajar Siswa Yulianton Ashzar Ibrahim; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.273 KB)

Abstract

The research objective was to determinethe increase instudents learning self confidence using group counseling services. The data collection technique was the scale of learning self-confidence. The subjects ofthe study were 7 students who had low confidence in learning. Statistical analysis showed zhit=-2.371ztab =1.645, then Ho was rejected and Ha accepted and the result of this research showed increasing 34%.This meant that were significant differences between self-confidencein the learning of students before and after a given group counseling services. Conclusion of this research that self-confidence in students learning could be enhanced using group counseling services in class VIII National JHS 11Bandar Lampung in academic year 2016/2017.Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan rasa percaya diri dalam belajar pada siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Teknik pengumpulan data menggunakan skala percaya diri. Subyek penelitian sebanyak 7orang siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Bandar Lampung yang memiliki rasa percaya diri rendah dalam belajar. Hasil analisis statistik menunjukkan zhit = -2,371ztab = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan hasil analisis memperlihatkan peningkatan sebesar 34%. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rasa percaya diri dalam belajar siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah rasa percaya diri siswa dalam belajar dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, dan rasa percaya diri dalam belajar.
Hubungan antara Self Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik Noviyanti Noviyanti; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.611 KB)

Abstract

The problem in this research is academic procrastination behavior. This study aims to find out how is a significant negative correlation between self regulated learning with academic procrastination using quantitative research methods. The sample of this study was 104 students. The instrument used a scale of self regulated learning and academic procrastination scale. The analysis technique used the product moment technique with a significance level of 5%. Based on the analysis, it is known that the value of r-count = -0.810 from the level of r-table = 0,1622. The results of this study indicate that there is a significant negative relationship between self regulated learning and academic procrastination, meaning that the higher the self regulated learning, the lower the academic procrastination in students, and vice versa is the lower the self regulated learning so the higher academic procrastination for students.Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan yang signifikan negatif antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 104 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala self regulated learning dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisa menggunakan teknik product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisa diketahui nilai r-hitung = -0,810 dari taraf r-tabel = 0,1622. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan negatif antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik, artinya semakin tinggi self regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik pada siswa, begitu juga sebaliknya yaitu semakin rendah self regulated learning maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada siswa.Kata kunci: bimbingan konseling, prokrastinasi akademik, self regulated learning
Penggunaan Konseling Client Centered untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Khairum Laksari; Muswardi Rosra; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.753 KB)

Abstract

The purpose of this research was to find out the used of client centered counseling to improve students learning motivation. The method of this research was descriptive qualitative by using case study. The research subjects as many as 3 students who have low learning motivation. Data collection techniques using interview counseling. The data analysis using coding. The result of research showed that client centered counseling can be improve students learning motivation. This proved by the change of the three subjects after the implementation of the counseling, that was paying attention to the teacher when explaining the lesson, doing his or her own tasks though difficult, daring to ask when not understanding the lesson, and using the free time to learn. The conslusion of this research was client centered counseling can be used to improve students learning motivation in the VIII grade at SMP Negeri 28 Bandar Lampung in academic year 2016/2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan konseling client centered untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Subyek penelitian sebanyak 3 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik Pengumpulan data menggunakan wawancara konseling. Analisis data menggunakan koding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling client centered dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan ketiga subyek setelah pelaksanaan konseling, yaitu memperhatikan guru saat menerangkan pelajaran, mengerjakan tugas sendiri meskipun sulit, berani bertanya saat tidak memahami pelajaran, dan memanfaatkan waktu luang untuk belajar. Simpulan penelitian ini adalah konseling client centered dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling client centered, motivasi belajar
PENGGUNAAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SISWA PADA SAAT PRESENTASI Ferlysta Ayu Febbyanti; Giyono Giyono; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.979 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether students' anxiety during a presentation can be reduced by desensitization techniques systematically for class X students of SMK Negeri 1 Metro in the academic year 2012/2013. The problem In this study is that students who experience anxiety at the time of presentation. The problem in this research is "whether the anxiety of students during a presentation can be reduced by systematic desensitization techniques for class X students of SMK Negeri 1 Metro in the academic year 2012/2013?"..The method used in this research is a quasi experimental design with one-group pretest-posttest. Subjects of this study five students of class X who experience anxiety at the time of presentation. Data collection techniques in this study using observation. Based on calculations by the 5% significance test obtained p value = 0.043, p 0.05. So there is a significant difference in students 'anxiety during a presentation before and after implementation of systematic desensitization techniques. Thus Ha is accepted, which means anxiety students during a presentation can be reduced by systematic desensitization techniques. The conclusion of this research is the anxiety of students at the time of the presentation can be reduced by systematic desensitization techniques for class X students of SMK Negeri 1 Metro Academic Year 2012/2013. The advice given is (1)students who experience anxiety to consult the teacher guidance and counseling in order to help. (2)Guidance and Counseling teachers should help students who are experiencing anxiety by systematic desensitization techniques. (3)To the researchers should research first before determining there search title.Kata kunci: presentasi,kecemasan siswa, teknik desentisasi sistematis
Pengembangan Perilaku Prososial Melalui Aktivitas Permainan Tradisional (Studi Kasus) Sheirta Anggraini N; Ari Sofia; Diah Utaminingsih
Jurnal PG-PAUD Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was "whether traditional games can develop children prosocial behavior". This study aimed to develop prosocial behavior with traditional games for student in Group B at Tunas Melati II Kindegarten Sub district of Natar, South Lampung Regency. The research method was used eksperiment with treatment by subject designs (one group eksperiment). The population was 105 children. Sample research were 10 children with purposive sampling technique. Data were collected by observation. The data was analysed by wilcoxon test, the results was Zhitung -2.823 Ztable 0.005, so Ha was accepted and Ho was rejected. From hypothesis testing can be concluded that there is improvement in posocial behaviour through tradisional game for student in Group B in at Tunas Melati II Kindegarten Sub district of Natar, South Lampung Regency.Masalah penelitian ini adalah apakah aktivitas permainan tradisional dapat mengembangkan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perilaku prososial dengan menggunakan aktivitas permainan tradisional pada anak kelompok B di TK Tunas Melati II Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain treatment by subject designs (one group eksperiment). Populasi penelitiannya berjumlah 105 anak. Sampel penelitiannya berjumlah 10 anak dengan pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian yang diperoleh Zhitung -2.823 Ztable 0,005, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dari pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengembangan perilaku prososial melalui aktivitas permainan tradisional pada anak kelompok B di TK Tunas Melati II Kecataman Natar Kabupaten Lampung Selatan.Kata kunci : anak usia dini, perilaku prososial, permainan tradisional.
STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING DALAM KONTEKS MEMBANGUN DISASTER RESILIENCE BAGI SISWA DI DAERAH RAWAN PROPINSI LAMPUNG Utaminingsih, Diah; Abdurrahman, Abdurrahman; Kadaryanto, Budi; Saputra, Andrian; Maulina, Hervin
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Bagi siswa yang berada pada daerah rawan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), merupakan kemampuan yang sangat esensial. Penelitian ini akan memberikan strategi alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan memecahkan masalah (problem solving),  pada anak-anak dalam konteks membangun resiliensi bencana (disaster resilience) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran sains melalui strategi learning community. Penelitian kualitatif dengan tipe psikososial etnografi ini dilakukan terhadap 34 orang siswa di Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah yang paling potensial mengalami bencana gempa bumi dan tsunami. Data penelitian diperoleh menggunakan strategi focused group discussion dan depth interview terhadap unsur  komunitas sekolah yaitu guru, dan orang tua. Tujuan dari terlibatnya komunitas sekolah untuk mendapatkan data dalam memahami resilience siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,12% responden masih memiliki rasa takut jika mendengar suara keras dan melihat gejala alam seperti hujan deras, angin kencang, dan tanah bergoyang. Lebih lanjut, 61,76% responden merasakan kecemasan dan 29,41% responden menunjukkan emosi sedih berkaitan dengan gejala alam. Hasil penelitian membuktikan bahwa resilience berada pada taraf yang masih rendah dan kondisi ini selanjutnya memberikan rekomendasi terkait strategi alternatif untuk pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi siswa di daerah rawan bencana.
Relationship between Parenting Parents and Student Learning Discipline Mega Sentya Saputri; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.572 KB)

Abstract

The problem in the study of the relationship between parenting parents with the discipline of learning for eighth grade students of SMP Negeri 20 Bandar Lampung in Academic Year 2018/2019.  The method used in this study is the korelası method.  The research sample of 100 students from 400 populations, taken using quantitative, with simple random sampling correlation techniques.  The results showed that there was a relationship between parenting parents and student learning discipline, this was indicated by the results of data analysis using product moment correlation obtained value r = 0437 r table = 0.256 at a significant level of 0.01 then Ho was rejected and Ha was accepted.Masalah dalam penelitian ini adalah disiplin belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan disiplin belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. Sampel penelitian sebanyak 100 siswa dari 400 populasi, diambil menggunakan kuantitatif, dengan teknik korelasi simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan disiplin belajar siswa, hal ini ditunjukan hasil analisis data menggunakan korelasi product moment diperoleh r hitung = 0.437 r tabel = 0.256 pada taraf signifikan 0.01, maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata kunci: bimbingan konseling, disiplin belajar, pola asuh orang tua
MENGURANGI KONSEP DIRI NEGATIF MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING PADA SISWA KELAS X SMA Agnes Tiarny; Giyono Giyono; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.237 KB)

Abstract

The purpose of this study was to know whether the use of assertive training techniques can reduce negative self-concept in students. Method used was pre-experimental method with one group pretest and posttest design. Data collection techniques in this study used self-concept scale. Results which were obtained indicated that a negative self-concept in students can be reduced after activity of assertive training techniques. It was shown from the results of data analysis using the Wilcoxon test, pretest and posttest results it obtained that z output -2,805b and z table = 0.05 = 1. Because z output z table then, Ho is rejected and Ha accepted, it means that there is significant increase between the negative self-concept before and after assertive training technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa pengggunaan teknik assertive training dapat mengurangi konsep diri negatif pada siswa. Masalah dalam penelitian ini konsep diri negatif pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan bahwa konsep diri negatif siswa dapat dikurangi setelah kegiatan teknik assertive training. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, hasil pretest dan posttest yang diperoleh zhitung = -2,805b dan ztabel = 0,05 = 1. Karena zhitung ztabel maka, Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan konsep diri negatif yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan assertive training.Kata kunci : konsep diri negatif, teknik assertive training, bimbingan dan konseling.