Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) SEBAGAI INSEKTISIDA LARVA NYAMUK Aedes albopictus Muhamat Muhamat; Nenci Ratna Dewanti; Maria Dewi Astuti
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.329 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v4i1.1197

Abstract

Kaffir lime is one of the plants that produce secondary metabolites. This plant can be used as intercropping plant in the Agroforestry project. Part lime leaves have been used by communities as a refresher, stimulant and insecticide. This study aims to determine the yield of kaffir lime leaves extract and its toxicity against larvae of Aedes albopictus. The extraction method used in this study was maceration with methanol solvent. Yield of extraction Kaffir lime leaves was 8.16%. Toxicity test of Kaffir lime leaves extract against larvae of Aedes albopictus with 24 hours treatment were 2430 ppm for LC50 and 3760 ppm for LC90. This result is classified to the category of low.Keywords : kaffir lime leave, secondary metabolite, intercrooping, ectract, toxicity.
TOKSISITAS EKSTRAK N-HEKSANA DAN METANOL DAUN KELOPAK TAMBAHAN TUMBUHAN PERMOT (Passiflora foetida L) Maria Dewi Astuti; Dewi Umaningrum; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.54 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2136

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia dan uji toksisitas ekstrak n-heksana dan metanol dari daun kelopak tambahan tumbuhan permot (Passiflora foetida L). Skrining fitokimia dilakukan berdasarkan uji kualitatif dengan pereaksi spesifik untuk fitokimia tertentu dan uji toksisitas dilakukan berdasarkan metode BSLT (Brine Shrimps Lethality Test). Hasil penelitian tentang skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid sedangkan ekstrak metanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid, steroid, dan saponin. Uji toksisitas memperlihatkan bahwa ekstrak metanol lebih toksik (LC50 546,56 ppm) daripada ekstrak n-heksana (LC50 821,41 ppm). Kata kunci: skrining fitokimia, uji toksisitas, permot, Passiflora foetida L, daun kelopak tambahan 
SENYAWA FENOLAT DARI KAYU BATANG Garcinia picrorhiza Miq Maria Dewi Astuti; Taslim Ersam
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.568 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2032

Abstract

Senyawa biflavonoid, 5,7,4',3",5",7",12-heptahidroksi-12-metilhidrofuran-(3''',4''')- 3,8"-biflavanon (1), dan benzofenon, 2,2',4-trihidroksibenzofenon (2), telah diisolasi dari ekstrak etilasetat kayu batang Garcinia picrorhiza Miq (Clusiaceae). Ekstrak etilasetat difraksinasi dengan metode kromatografi berulang. Penentuan struktur dilakukan berdasarkan data spektroskopi (UV, IR, 1H-NMR dan 13C-NMR) dan perbandingan spektrum dengan biflavonoid dan benzofenon ynag telah dikenal. Dilakukan pula uji aktivitas antioksidan (metode DPPH) senyawa hasil isolasi. Kata Kunci: biflavonoid, benzofenon, Garcinia picrorhiza Miq, Clusiaceae. 
Isolation and Characterization of Compounds from Cinnamon Oil (Cinnamomum burmanii) Distillation Residu Maria Dewi Astuti; Lathifah Fauzi; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.468 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12160

Abstract

This study aimed to isolate and characterize compounds from the distillation residue of cinnamon oil from Loksado, South Kalimantan. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) distillation residue was extracted with methanol as solvent. The methanol extract was fractionated by liquid vacuum chromatography to obtain fractions A, B, C, and D. The crystals contained in fraction C were washed with cold n-hexane to obtain 5.4 mg of yellow isolate (FC1). FC1 isolates were characterized by UV-Vis, IR, 1H-NMR, and 13C-NMR spectrophotometers. UV spectra showed a maximum wavelength at 307, 316, and 321 nm indicating the presence of a conjugated or aromatic system. The infrared spectra showed -C=O, -OH, C-O, C-H, C-N, and C=N groups. The 1H-NMR spectra showed the presence of aromatic protons at 6.38 ppm (1H, d, J=9.5 Hz), 7.67 ppm (1H, d, J=9.5 Hz), 7.29 ppm (1H, d, J=8 Hz), 7.44 ppm (1H, d, J=8 Hz), and 7.49 ppm (1H, t) and there was a methyl proton (acetyl group) at H 2.13 ppm (3H,s). The 13C-NMR spectra showed the presence of a C=O ketone group at 207.26 ppm and there were 9 C-sp2 at 116.9; 119.0;124.6; 128.1;132.0;143.7; 154.3; 161.0 ppm, which δC 161.0 ppm was C-oxyaryl. Based on UV, IR, 1H and 13C-NMR spectra data, FC1 isolate was suggested as an isoquinoline alkaloid substituted by OH and acetyl groups. Keywords: distillation residu, Cinnamomum burmanii, alkaloid, isoquinoline.
ANALISIS PROKSIMAT DAN FITOKIMIA BUAH PEDADA (Sonneratia ovata Back.) Maria Dewi Astuti; Mahrita Wulandari; Kholifatu Rosyidah; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.797 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10728

Abstract

Penelitian tentang analisis proksimat dan fitokimia buah pedada (Sonneratia ovata Back.) telah dilakukan.  Tumbuhan pedada (S. ovata Back.) telah digunakan sebagai bahan pangan ataupun sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Hal ini berkaitan erat dengan zat gizi dan fitokimia dari buah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat dan kandungan fitokimia pada buah S. ovata Back.. Penetapan kadar proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Analisis fitokimia meliputi skrining fitokimia dan penetapan kadar saponin berdasarkan metode gravimetri dan flavonoid berdasarkan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan buah pedada (S. ovata Back.) memiliki kadar air 64,28%, abu 1,04%, lemak 1,80%, protein 9,33%, dan karbohidrat 2,19%. Skrining fitokimia menunjukkan buah pedada mengandung flavonoid, saponin, karotenoid, dan steroid. Kadar saponin total sebesar  0,99% dan kadar flavonoid total sebesar 4,6154 mgQE/g.
PENGARUH FRAKSI DIKLOROMETANA BULBUS BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) PADA STRUKTUR MIKROANATOMI TESTIS TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Maria Muftiana; Anni Nurliani; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.927 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i2.2147

Abstract

Radikal bebas dalam asap rokok dapat menimbulkan efek terhadap system reproduksi antara lain menunjukkan adanya gangguan proses spermatogenesis dan kerusakan struktur tubulus seminiferus testis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu P0 (kelompok tanpa perlakuan), P1 (kelompok perlakuan yang hanya diberi paparan asap rokok), P2 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan diberi ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 90 mg/KgBB), P3 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan diberi fraksi diklorometana bulbus bawang dayak dengan dosis 30 mg/KgBB), P4 (dosis 60 mg/KgBB) dan P5 (dosis 90 mg/KgBB), setiap perlakuan menggunakan 4 kali ulangan. Sebanyak 24 ekor tikus jantan berumur 4-5 bulan dengan berat 250-350 gram sebagai hewan uji. Perlakuan diberikan setiap hari selama 30 hari. Pada hari ke-31 dilakukan pembedahan untuk mengambil organ testis tikus tersebut, selanjutnya dibuat sediaan mikro anatomi dengan metode parafin dan pewarnaan HE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fraksi diklorometana bulbus bawang dayak (E. Americana) berpengaruh terhadap struktur testis tikus yang dipapar asap rokok. Fraksi diklorometana bulbus bawang dayak dengan dosis 90 mg/kgBB merupakan dosis yang efektif dalam mencegah penurunan jumlah lapisan sel spermatid dan spermatozoa. Pemberian fraksi diklorometana bulbus bawang dayak dosis 90 mg/kgBB memiliki pengaruh yang sama baiknya dengan ekstrak etanol bulbus bawang dayak dosis 90 mg/kgBB dalam mencegah penurunan jumlah lapisan sel spermatid dan spermatozoa. Kata Kunci: Eleutherine americana, radikal bebas, fraksi diklometana, testis 
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BULBUS BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) Evi Mintowati Kuntorini; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.083 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i1.2043

Abstract

Ekstraksi dan penentuan aktivitas antioksidan ekstrak bulbus bawang dayak (Eleutherine americana Merr) yang berasal dari Banjarbaru telah dilakukan. Bulbus bawang dayak diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Metode DPPH digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak. Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 25,3339 μg/ml. Kata Kunci: bawang dayak, Eleutherine americana Merr, aktivitas antioksidan, ekstrak etanol
Toxicity Testing of White Kapul Fruit Rind Extract (Baccaurea macrocarpa) and Component Analysis using Chromatography Method Kholifatu Rosyidah; Lisda Karmila; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.405 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12178

Abstract

White Kapul was used in this study. This study aimed to determine the toxicity of the white Kapul fruit rind extract and its chemical content analysis using TLC and GC-MS. The extraction method used was gradual maceration, namely technical n-hexane, technical ethyl acetate, and technical methanol. Toxicity test using the BSLT method with Artemia salina larvae at the nauplii stage. The test showed that the LC50 value of ethyl acetate extract, methanol extract, and n-hexane extract was 350.87 ppm, 485.61 ppm, and 735.932 ppm, respectively. Based on LC50 values, all extracts had the potential as pesticides. The third extract of white Kapul fruit rind was carried out by TLC analysis to determine the pattern of its compound content. The results of the TLC analysis showed that each extract had different polarity compounds according to the polarity of each solvent. The most active extract, ethyl acetate extract, was further analyzed using GC-MS. There were 32 peak compounds at a retention time of 25.384 to 65.725 minutes in GC-MS analysis. Four compounds with the largest percentage area were gynoluton (58.09%), 15-chloro-4-pentadesene (16.25%), 17- (acetyloxy) -2-methyl-, (2α.,5α ,17β) - estra-3-on (6.07%), and methyl-11-octadesenoate (5.98%). Keywords: Baccaurea macrocarpa, Euphorbiaceae, TLC, toxicity, BSLT, GC-MS
ESTERIFIKASI GLISEROL MENJADI TRIBUTIRIN MENGGUNAKAN 4-(N,N-DIMETILAMINO)-PIRIDINA (DMAP) Kamilia Mustikasari; Maulisa Rahmah; Devia Salastiansyah Elwaty; Edi Mikrianto; Maria Dewi Astuti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.096 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9775

Abstract

Penelitian tentang sintesis tributirin menggunakan DMAP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan mol antara gliserol: butanoil klorida dan variasi DMAP terhadap reaksi esterifikasi antara gliserol dan butanoil klorida. Variasi perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang digunakan 1: 5; 1: 7; 1: 9; dan 1:11, sedangkan variasi DMAP yang ditambahkan adalah 0; 3,75; 5; dan 6,25%. Perbandingan rasio mol gliserol: butanoil klorida menggunakan katalis DMAP optimal pada 1: 3, dengan tributirin yang dihasilkan sebesar 55,23% (% GC). Semakin besar perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang ditambahkan, semakin kecil tributirin yang dihasilkan. Begitu juga dengan penambahan DMAP, semakin besar DMAP yang ditambahkan maka semakin kecil tributirin yang dihasilkan.
ISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI KULIT BATANG TUMBUHAN BINJAI (Mangifera caesia) Kholifatu Rosyidah; Siska Siska; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.745 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2084

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa antioksidan dari kulit batang tumbuhan binjai (M. caesia). Aktivitas antioksidan senyawa hasil isolasi memiliki nilai IC50 sebesar 202,0 ppm yang lebih kecil dibandingkan dengan IC50 vitamin C sebesar 3,7 ppm. Kata kunci: binjai, M.caesia, senyawa antioksidan, isolasi