Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

RANCANG BANGUN PROTOTYPE TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTMH) DI NAGARI KOTO GAEK GUGUK, SOLOK Ardhy, Sanny; Putra, Meiki Eru; Islahuddin, Islahuddin
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.119 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1686

Abstract

Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) Sumbar sebesar 92,80 persen. Masih ada sekitar 7,2 persen atau 78 ribu rumah tangga yang belum menikmati listrik. Dari total tersebut, RE PT. PLN (Persero) sebesar 98,78 persen dan sisanya 1,22 persen berasal dari RE listrik non PLN (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/PLTMH dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS). Dalam hal ini, PLN tidak sepenuhnya menyediakan tenaga listrik, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil. Salah satu solusi, dibangun PLTMH. RE Kabupaten Solok pada tahun 2017, adalah 91,77 persen yang berada di bawah target nasional, 97,15 persen. Dalam penelitian ini, dipilih lokasi Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang. Penelitian ini hanya memfokuskan perancangan prototype turbin air. Dalam proses perencanaan, dibutuhkan data-data berupa debit dan head di lokasi PLTMH berada. Data diperoleh dari data gabungan, instansi terkait dan survei lapangan. Berdasarkan hasil survei didapatkan data berupa debit aliran sebesar 7 m3/s dan tinggi jatuh air (head) sebesar 39,41 m. Selanjutnya, dilakukan perencanaan pemilihan turbin dan perancanaan komponen. Seperti perencanaan dimensi runner turbin, guide vane, dimensi spiral casing dan dimensi poros. Berdasarkan hasil dan pembahasan, didapatkan jenis turbin yang dipakai adalah turbin Francis sebanyak 2 buah dengan daya terbangkit 2.117,48 kW.
Force Reduction of Circular Cylinder using Square Disturbance Body at 600 Angle by 2D Numerical Simulation Unsteady-RANS Nofriyandi, R; Sumiati, Ruzita; Putra, Meiki Eru; Rina, Rina
-
Publisher : Kopertis Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.116 KB)

Abstract

Drag is an aerodynamic force that appears when the flow past the bluff body circular cylinder. Drag strongly influenced by the flow separation point. One of the ways reducing the drag force that is to control the flow by placing the disturbance body on the upstream side at a certain angle. Previous research has found at 60º angle of flow separation is faster than a single cylinder that produced greater drag. Therefore, this research was conducted to reduce the drag force on the corner with disturbance dimension variation. This research was carried out numerically using a FLUENT 6.3.26 CFD software in 2D unsteady viscous-RANS models Turbulence Model-Shear-Stress Transport (SST) k-ω in a narrow channel. The geometry is simulated in a circular cylinder as the main body and the square cylinder as a disturbance body being placed in front of the main body by 0.16 s/D ratio. Dimensions of disturbance body varied at (s) 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 mm with a gap (δ=0,4mm). Reynolds number based on the diameter of the cylinder, ie ReD 2,32x104. The simulation results show that the transition flow on shifting 60º SDB angle for all SDB dimensional variations do not produce turbulent. The best of drag force reduction in this configuration occurs on a cylinder at 0.2 mm disturbance dimensions is 48%.
PEMBUATAN KAPAL NELAYAN FIBERGLASS KOTA PADANG DENGAN METODE HAND LAY UP Ardhy, Sanny; Putra, Meiki Eru Eru; Islahuddin, Islahuddin Islahuddin
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.511 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1103

Abstract

Kapal nelayan dari bahan kayu lambat laun sudah mulai ditinggalkan oleh nelayan. Kini, nelayan sudah banyak beralih menggunakan kapal dari material fiberglass. Ini dikarenakan jumlah bahan kayu yang sudah semakin terbatas, dan harganya juga sangat mahal. Selain itu, kapal kayu membutuhkan banyak sekali perawatan dan masa pakainya juga terbatas. Sementara kelebihan kapal fiberglass antara lain, usia atau masa pakai kapal lebih tahan lama, perawatan jauh lebih mudah dan hemat biaya (cost). Kapal fiber juga jauh lebih ringan, dan lebih maksimal dalam produksi tangkap ikan. Proses pembuatan kapal fiberglass yang banyak dibuat, menggunakan teknik Fiberglass Reinforced Plastic (FRP). Dalam pembuatan kapal fiber, ada dua metode laminasi yang sering digunakan, yakni Hand Lay Up dan Chopper Gun. Metode ini adalah metode laminasi yang paling mudah dan sederhana. Hand Lay Up adalah metode cetakan terbuka (open mould). Metode ini dilakukan dengan cara mengaplikasikan resin pada bahan penguat dengan menggunakan kuas/rol. Penelitian dilakukan di daerah nelayan Pantai Muaro Padang. Ada lima unit kapal nelayan fiberglass yang menjadi sampel. Tujuan penelitian ini untuk membantu nelayan, khususnya memproduksi kapal fiberglass yang jauh lebih baik untuk memaksimalkan hasil tangkapan ikan.Kata Kunci : FRP, hand lay up, resin, open mould, Pantai Muaro
PEMBUATAN KAPAL NELAYAN FIBERGLASS KOTA PADANG DENGAN METODE HAND LAY UP Ardhy, Sanny; Putra, Meiki Eru Eru; Islahuddin, Islahuddin Islahuddin
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Januari 2019 Rang Teknik Journal
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.511 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1103

Abstract

Kapal nelayan dari bahan kayu lambat laun sudah mulai ditinggalkan oleh nelayan. Kini, nelayan sudah banyak beralih menggunakan kapal dari material fiberglass. Ini dikarenakan jumlah bahan kayu yang sudah semakin terbatas, dan harganya juga sangat mahal. Selain itu, kapal kayu membutuhkan banyak sekali perawatan dan masa pakainya juga terbatas. Sementara kelebihan kapal fiberglass antara lain, usia atau masa pakai kapal lebih tahan lama, perawatan jauh lebih mudah dan hemat biaya (cost). Kapal fiber juga jauh lebih ringan, dan lebih maksimal dalam produksi tangkap ikan. Proses pembuatan kapal fiberglass yang banyak dibuat, menggunakan teknik Fiberglass Reinforced Plastic (FRP). Dalam pembuatan kapal fiber, ada dua metode laminasi yang sering digunakan, yakni Hand Lay Up dan Chopper Gun. Metode ini adalah metode laminasi yang paling mudah dan sederhana. Hand Lay Up adalah metode cetakan terbuka (open mould). Metode ini dilakukan dengan cara mengaplikasikan resin pada bahan penguat dengan menggunakan kuas/rol. Penelitian dilakukan di daerah nelayan Pantai Muaro Padang. Ada lima unit kapal nelayan fiberglass yang menjadi sampel. Tujuan penelitian ini untuk membantu nelayan, khususnya memproduksi kapal fiberglass yang jauh lebih baik untuk memaksimalkan hasil tangkapan ikan.Kata Kunci : FRP, hand lay up, resin, open mould, Pantai Muaro
Experimental Study on Flight Time and Frame Toughness of Quadcopter Based on Waste Polystyrene Paper Mastariyanto Perdana; Meiki Eru Putra; Farid Septio Matrilindo
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of natural composite materials for aerial fields has been widely developed. One of the uses of natural composite materials for Unmanned Aerial Vehicle (UAV) frame. In this study, waste polystyrene paper, bagasse powder and eggsheel powder was used for material of UAV frame. Type of UAV was made in this study is quadcopter. Addition of volume fraction of waste polystyene paper to 65 % in green composite material.  The aims this study was determine the flight time and toughness frame of quadcopter based on waste materials. This study showed that there was increase of quadcopter flight time with the addition of  waste polystyrene paper in composites up 65% by volume fraction. Addition of  waste polystyrene paper in composites up 65% by volume fraction, the results showed that the toughness frame of quadcopter was decreased. Photomacro was used to show the stucture and porosity of frame quadcopter based on natural composite material.
Experimental Study on Flight Time and Frame Toughness of Quadcopter Based on Waste Polystyrene Paper Mastariyanto Perdana; Meiki Eru Putra; Farid Septio Matrilindo
Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin Vol.10 No.2 October 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2020.v10.i2.131-140

Abstract

Application of natural composite materials for aerial fields has been widely developed. One of the uses of natural composite materials for Unmanned Aerial Vehicle (UAV) frame. In this study, waste polystyrene paper, bagasse powder and eggsheel powder was used for material of UAV frame. Type of UAV was made in this study is quadcopter. Addition of volume fraction of waste polystyene paper to 65 % in green composite material. The aims this study was determine the flight time and toughness frame of quadcopter based on waste materials. This study showed that there was increase of quadcopter flight time with the addition of waste polystyrene paper in composites up 65% by volume fraction. Addition of waste polystyrene paper in composites up 65% by volume fraction, the results showed that the toughness frame of quadcopter was decreased. Photomacro was used to show the stucture and porosity of frame quadcopter based on natural composite material.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH THERMAL SHOCK TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL KOMPOSIT BERSERAT DAUN NANAS Islahuddin Islahuddin; Meiki Eru Putra; Sanny Ardhy; Rina Rina
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1676

Abstract

Pengunaan material komposit berserat alam seperti serat daun nanas (pineapple leaf) memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya ketersediaan bahan baku yang melimpah di Indonesia. Selain itu, material komposit yang dihasilkan juga memiliki sifat mekanik yang baik, sifat abrasif yang rendah dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini material komposit dari serat daun nanas dibuat secara manual dengan variasi susunan dan orientasi serat, yaitu 1 lapis 45o, 1 lapis 90o, 2 lapis 45o, dan 2 lapis 90o. Untuk mengetahui sifat mekanik dari material ini terlebih dahulu dilakukan pengujian tarik. Standar dimensi dan prosedur pengujiannya akan mengacu pada ASTM D638. Pengujian tarik dilakukan dengan memvariasikan perlakuan thermal shock terhadap orientasi dan susunan yaitu 0 siklus, 5 siklus, 10 siklus, dan 15 siklus. Hasil dari penelitian ini diperoleh kekuatan tarik tertinggi pada susunan dan orientasi 2 lapis 90o tanpa perlakuan thermal shock, yaitu sebesar 14,16 MPa dan kekuatan tarik terendah pada susunan dan orientasi 2 lapis 45o 5 siklus thermal shock sebesar 5,71 MPa.
PEMBUATAN KAPAL NELAYAN FIBERGLASS KOTA PADANG DENGAN METODE HAND LAY UP Sanny Ardhy; Meiki Eru Eru Putra; Islahuddin Islahuddin Islahuddin
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.511 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1103

Abstract

Kapal nelayan dari bahan kayu lambat laun sudah mulai ditinggalkan oleh nelayan. Kini, nelayan sudah banyak beralih menggunakan kapal dari material fiberglass. Ini dikarenakan jumlah bahan kayu yang sudah semakin terbatas, dan harganya juga sangat mahal. Selain itu, kapal kayu membutuhkan banyak sekali perawatan dan masa pakainya juga terbatas. Sementara kelebihan kapal fiberglass antara lain, usia atau masa pakai kapal lebih tahan lama, perawatan jauh lebih mudah dan hemat biaya (cost). Kapal fiber juga jauh lebih ringan, dan lebih maksimal dalam produksi tangkap ikan. Proses pembuatan kapal fiberglass yang banyak dibuat, menggunakan teknik Fiberglass Reinforced Plastic (FRP). Dalam pembuatan kapal fiber, ada dua metode laminasi yang sering digunakan, yakni Hand Lay Up dan Chopper Gun. Metode ini adalah metode laminasi yang paling mudah dan sederhana. Hand Lay Up adalah metode cetakan terbuka (open mould). Metode ini dilakukan dengan cara mengaplikasikan resin pada bahan penguat dengan menggunakan kuas/rol. Penelitian dilakukan di daerah nelayan Pantai Muaro Padang. Ada lima unit kapal nelayan fiberglass yang menjadi sampel. Tujuan penelitian ini untuk membantu nelayan, khususnya memproduksi kapal fiberglass yang jauh lebih baik untuk memaksimalkan hasil tangkapan ikan.Kata Kunci : FRP, hand lay up, resin, open mould, Pantai Muaro
Analisa Eksperimental Pengujian Turbin Angin Propeller Tiga Sudu Horizontal Axis Islahuddin - Islahuddin; Sanny Ardhy; Meiki Eru Putra
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Sistem Mekanik dan Termal (METAL)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.439 KB) | DOI: 10.25077/metal.5.2.98-104.2021

Abstract

Energy needs in Indonesia are increasing every year along with the increase of human population. On the other hand, the rate of energy demand in Indonesia is not matched by the current energy availability. The lack of energy availability in Indonesia, one of which can be overcome by the use of alternative energy from nature, for example wind energy. Therefore, a three-blade horizontal axis propeller wind turbine was designed to obtain electrical energy. The design of this turbine uses several stages consisting of designing, assembling and testing the turbine. The test was conducted to determine the characteristics and performance of the wind turbine. Based on the initial design, the turbine sweep area is 2.4 m with three blades. The blade type is based on the NACA 2410 airfoil made of fiber composite and epoxy resin which is very effective at low wind speeds. The test was carried out on January 13-15, 2021 at Dharma Andalas University Padang with 16 hours for three days. Data recording is done with an automatic system using an octocoupler sensor, anemometer, and a voltage sensor integrated with a raspberry pi 3 microcontroller. From the tests carried out, the wind turbine starts to rotate at a Vcut-in of 1.5 m/s. The maximum rotation of the rotor obtained is 65 rpm with the highest wind speed of 3.9 m/s. The average power and average efficiency of the wind turbine are 9.8 Watt DC and 25.47%. The total electrical energy generated for 3 x 16 hours is 0.219 kWh.
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring Data Turbin Angin Berbasis Website Menggunakan Raspberry Pi 3B+ Meiki Eru Putra; Zulkifli Amin; Islahuddin Islahuddin; Sanny Ardhy
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Sistem Mekanik dan Termal (METAL)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3087.847 KB) | DOI: 10.25077/metal.4.2.70-81.2020

Abstract

Indonesia has considerable wind energy potential. Energy generation system performance can be monitored and controlled through the Internet of Things (IoT) technology. However, research and development of IoT technology in wind turbines in Indonesia is still low. Therefore, in this study, the author seeks to conduct research related to the development of a website-based wind turbine control and data monitoring system. This research uses a 3 blade horizontal axis wind turbine (NACA 2410). The monitoring system uses the Raspberry Pi 3B + microcontroller and several sensor devices such as the IR LM393 speed sensor to measure wind speed and shaft rotation speed, and the INA219 current-voltage sensor to measure the voltage and current of a 350 Watt DC generator. The website was created using the Laravel 5.8 PHP framework and Chart.js. Furthermore, the sensor calibration process and system testing are carried out. Based on the test results, it was found that the monitoring data system was functioning properly. The data has been successfully sent to the server and can be monitored in real-time via the website. Based on the results of the IR LM393 sensor calibration test, the linear regression equation y = 0.7881x + 13.837, and the value of R2 = 0.9934 is obtained. And the value of R2 = 0.9934 indicates that the sensor calibration process is well correlated. The results of testing the control system and monitoring of wind turbine data monitored through the website for 1 x24 show that the highest wind potential occurs at 13.00 to 14.00 WIB, namely at a wind speed of 3.74 m / s.