ARI WAHYUDI
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Paradigma

MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
ANALISIS BIAS GENDER PADA PROGRAM BANK SAMPAH INDUK SURABAYA DIAH NURAINI, ANISA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, menjadikan kota Surabaya menjadi padat penduduk. Beragam aktivitas yang dilakukan pada akhirnya akan menghasilkan sampah. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah yaitu adanya bank sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bias gender di program Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). Bank sampah sering posisikan sebagai ?ranah domestik? sebab banyak dilakukan oleh perempuan. Kegiatan ini diperlukan kesabaran dan kerapian. Adanya batasan antara pekerjaan domestik dan publik menjadi salah satu isu gender termasuk pembagian kerja secara seksual. Bank Sampah Induk Surabaya diplih karena pada kegiatannya melibatkan perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan Perspektif Feminis Liberal dan menggunakan Teknik Analisis Gender Longwe. Penelitian ini mewancarai secara mendalam 11 subjek. Hasil penelitian ini mendeskripsikan 3 mekanisme kerja di Bank Sampah Induk Surabaya: karyawan kantor, karyawan produksi dan karyawan borongan. Bias gender di BSIS disebabkan karena pembagian tugas yang masih menempatkan laki-laki cocok untuk tugas berat, disebut ?Petugas Bankeling?. Sedangkan perempuan diposisikan untuk melakukan pekerjaan dianggap tidak berat seperti ?Petugas Sortir? dan ?Petugas Menjahit Karung.? Konsekuensinya, terdapat kesenjangan upah bagi karyawan laki-laki dan perempuan.Kata Kunci: Bias Gender, Bank Sampah, Feminis Liberal, Feminin, Maskulin
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII PUTRI PRATIWI, DITA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII WAHYUDI, ARI; PUTRI PRATIWI, DITA
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
RESISTENSI SISWA TERHADAP PENARIKAN DANA INVESTASI PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SURABAYA ILHAM MIROJ, MOCH.; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat bantuan dana pendidikan yang murni diatur pemerintah serta lembaga yang berlaku. Demi mewujudkan pendidikan yang maju dan terbuka mengenai dana pendidikan. Kebijakan di MTsN Surabaya merupakan bentuk penarikan dana investasi pendidikan dimulai pada bulan Desember 2017. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Fenomena yang terjadi di MTsN Surabaya yaitu penarikan dana investasi pendidikan merupakan sebuah konstruk yang menjadikan sarana dan prasana di Madrasah, sesuai dengan ekspetasi dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk resistensi siswa MTsN Surabaya, hingga mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi yang ditampakkan dalam kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori resistesi James C. Scott dan penelitian terdahulu. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat dua jenis bentuk penolakan yang pernah dilakukan oleh siswa MTsN Surabaya yakni resistensi semi terbuka dan resistensi tertutup. Resistensi semi terbuka yang dilakukan siswa MTsN Surabaya yakni protes kepada komite sekolah. Bentuk penolakan yang dilakukan siswa secara tertutup yakni dengan merusak fasilitas sekolah, mengeluh dalam hati atas ketidaksetujuan kebijakan penarikan dana investasi pendidikan, meninggalkan sekolah dengan berbagai macam alasan. Kata Kunci: Siswa MTsN, Resistensi, Dana Investasi Pendidikan.
MODAL SOSIAL DISABILITAS INTELEKTUAL KSM HARAPAN MULIA WAHYUDI, ARI; UMAMI RAMADHANSI, FARIDA
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal sosial disabilitas intelektual pada skala komunitas merupakan masalah penting untuk dikaji. Disabilitas intelektual merupakan manusia unik. Keunikan tersebut terletak pada keterbatasan kecerdasan yang dimiliki namun ia tetap mampu mandiri. Kemandirian tersebut terjadi apabila mereka diajarkan dan dituntun dengan komitmen yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial, gambaran kemandirian, dan strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan KSM Harapan Mulia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengupulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori modal sosial Fukuyama dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini adalah trust yang berkembang di KSM Harapan Mulia adalah sikap kerja sama, tolong menolong, persaudaraan, dan rasa senasib dan sepenanggungan. Trust yang terbentuk kepada sesama anggota maupun pendamping menumbuhkan hubungan timbal balik baik kepada pemberi manfaat (pendamping) maupun penerima manfaat (anggota). Nilai dan norma yang terbentuk diantaranya saling membantu dan kesamaan asal membentuk sebuah jejaring sosial dan kerja sama. Kerja sama dilakukan dengan instansi negeri maupun swasta, perseorangan, dan instansi pendidikan. Modal sosial membantu pembentukan kemandirian pada diri anggota dan keberhasilan pengentasan kemiskinan skala komunitas dalam diri setiap anggota disabilitas yang ada di KSM Harapan Mulia. Kata Kunci: Disabilitas, komunitas, modal sosial.
SOSIAL EKONOMI ORANGTUA, TEMAN SEBAYA MEMPENGARUHI SEKOLAH LANJUTAN ALDIKA NURFATIMAH, MUTIARA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memilih SMA/SMK untuk sekolah lanjutan bagi siswa-siswi SMP merupakan pilihan yang dapat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu faktor yaitu pengaruh Status Sosial Ekonomi Orangtua dan pengaruh Teman Sebaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah Status Sosial Ekonomi Orangtua dan Teman Sebaya Berpengaruh Pada Pilihan Sekolah Lanjutan. Jumlah sampel 80 responden siswa-siswi SMP Kartika IV-11 Surabaya. Menggunakan metode pengambilan sampel proposional stratified rendom sampling. Teknik analisis menggunakan SPSS 17.0 versi Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan Status Sosial Ekonomi orangtua berpengaruh sangat lemah sebesar 14,5% dan Teman sebaya tidak memiliki pengaruh sebesar 0% pada pilihan sekolah lanjutan. Diperoleh t hitung untuk status sosial ekonomi orangtua secara parsial adalah tidak signifikan. Sebesar 1,275 lebih kecil dari t tabel ( df = 80; ? / 2 ) = 1,99 dengan sig. = 0,206 (lebih besar dari ?=0,05). Diperoleh t hitung untuk teman sebaya secara parsial adalah tidak signifikan. Sebesar -0,006 lebih kecil dari t tabel ( df = 80; ? / 2 ) = 1,99 dengan sig. = 0,996 (lebih besar dari ?=0,05). Kemudian tindakan rasional yang diambil adalah rasionalitas substantive. Menyangkut pilihan sarana dalam mencapai tujuan pada situasi nilai. Dengan adanya sarana yang telah diberikan baik dari orangtua maupun teman sebaya. Siswa tidak lagi perlu khawatir dalam memilih sekolah lanjutan dengan memanfaatkan sarana dalam mencapai tujuan pada situasi nilai tersebut.Kata kunci: Kuantitatif, Status sosial ekonomi, Intensitas Keakraban, Pendidikan
KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI APRILIA, ADELA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI Adela Aprilia Program Studi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya adelaaprilia@mhs.unesa.ac.id Abstrak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering dikonstruksi negatif oleh masyarakat karena adanya anggapan yang salah tentang gangguan jiwa. Sejatinya Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) perlu untuk direhabilitasi agar bisa hidup normal. Namun meskipun telah direhabilitasi seperti di Desa Bandung Kecamatan Diwek terdapat konstruksi yang berbeda terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger. Analisis data dilakukan sesuai dengan teori konstruksi sosial Berger dimana konstruksi sosial dapat dipahami melalui tiga momentum yakni eksternalisasi, obyektivikasi, dan internalisasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara kepada perangkat desa setempat, dan masyarakat sekitar, dan teknik observasi. Hasil penelitian mengenai konstruksi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Ada yang berpandangan positif dan ada yang berpandangan negatif. Adapun konstruksi lainnya yakni Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi karena faktor keturunan, faktor menganut ilmu hitam, dan faktor mengkonsumsi obat terlarang serta minuman keras. Kata Kunci: konstruksi masyarakat, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Abstract People with Mental Disorders (ODGJ) are often negatively constructed by the community because of the wrong perception of mental disorders. Indeed, people with mental disorders (ODGJ) need to be rehabilitated so they can live a normal life. But even though it has been rehabilitated as in Bandung Village, Diwek Subdistrict, there is a different construction for post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). This research method is qualitative with phenomenology approach, Peter L. Bergers social construction approach which is externalization, objectification, and internalization. The subjects in this study used a purposive technique. Data was collected using interview techniques to local village officials, and surrounding communities, and observation techniques. The results of the study on the construction of the community of Bandung Village, Diwek Subdistrict, Jombang Regency after people with mental disorders (ODGJ) post rehabilitation showed that the people of Bandung Village, Diwek District, Jombang Regency had different views on post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). Some have a positive outlook and some have a negative outlook. The other constructions are people with mental disorders (ODGJ) after rehabilitation due to heredity, black magic, and illegal drugs. Keywords: community construction, People with Post-Rehabilitation Mental Disorders (ODGJ).
DISKRIMINASI PENYANDANG DISABILITAS DI SEKOLAH INKLUSI (STUDI TENTANG SISWA DISABILITAS DI SEKOLAH INKLUSI SDN SIDOSERMO 1 SURABAYA) WAHYUDI, ARI; NOVITASARI PRATIWI, CARLYSTA
Paradigma Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui diskriminasi siswa disabilitas di sekolah inklusi serta peran sekolah inklusi dalam memberikan keadilan bagi siswa disabilitas. Jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu. Lokasi penelitian di SDN Sidosermo, Jl.Sidosermo,Wonocolo Kota Surabaya. Hasil penelitian diskriminasi siswa disabilitas disekolah inklusi berasal dari guru dan siswa non disabilitas diskriminasi cenderung ke arah kekerasan simbolik. Diskriminasi siswa disabilitas lebih pada pemberian labeling mendapatkan perkataan, dan peringatan. Siswa disabilitas juga mendapatkan perlakuan yang berbeda dikucilkan dan dibedakan.Sekolah berperan untuk memberikan kualitas pendidikan bagi siswa khususnya siswa disabilitas, peran sekolah melakukan pendampingan pada siswa disabilitas dalam pembelajaran dan aktivitas di luar sekolah serta sekolah juga mengadakan pertemuan orang tua untuk mengetahui perkembangan siswa disabilitas