Dedi Wahyudi
PPS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Naturalistik Eksistensial Spiritual wahyudi, Dedi; Agustin, Nelly
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2018): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v9i1.2605

Abstract

The purpose of this study was to find out based on the existential spiritual naturalistic learning model and student learning outcomes. This research is included in the type of research design literature. References obtained in the form of books, journals, articles, and other scientific works. The writing style used in this study is descriptive. This writing is done with an analytical approach and comparison between library sources that have been obtained. Using this naturalistic existential-based expression model can improve student learning outcomes. Both learning outcomes from aspects of cognitive (knowledge), affective aspects (morals) and psychomotrik aspects (skills / skills). The intelligence of students has the potential to improve learning outcomes. No exception on the subject Akidah Akhlak, which is in need of understanding and implementation of the contents of teaching materials. Such intelligence is naturalistic existential and spiritual. It is concluded that these three intelligences are dominantly average owned by the students. When associated with subjects of moral aqid and learning model, existential natural and spiritualistic intelligence is very relevant to teaching materials and learning frames. It appears that student learning outcomes are increasing with the use of this existential spiritualistic-based naturalistic learning model. Increased learning results seen from good morals and good students in accordance with existing norms. Also seen from the results of understanding through the evaluation of side.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENDIDIKAN AKHLAK DENGAN PROGRAM PREZI (Studi di SMP Muhammadiyah 2 Mlati Sleman Tahun Ajaran 2013-2014) Wahyudi, Dedi
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 1, No 1: Agustus 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.037 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v1i1.a1589

Abstract

Proses pembelajaran Pendidikan Akhlak  di SMP Muhammadiyah 2 Mlati gurunya memiliki kendala dalam memotivasi semangat belajar siswa karena metode yang digunakan hanya ceramah. Buku pegangan untuk siswa kurang mencukupi sebab hanya ada satu buku ajar yang dipegang guru sehingga siswa hanya mencatat materi-materi yang diberikan oleh guru. Maka perlu adanya metode pembelajaran yang mengatasi problem tersebut yaitu multimedia pembelajaran interaktif pendidikan akhlak dengan program Prezi yang dikembangkan berdasarkan teori pengembangan Stephen M. Alessi dan Stanley R. Trollip. Prosesnya adalah meliputi perencanaan, desain, dan pengembangan. Hasil penelitian ini yaitu produk multimedia pembelajaran interaktif pendidikan akhlak telah layak digunakan di lapangan dan dapat meningkatkan prestasi peserta didik.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Naturalistik Eksistensial Spiritual wahyudi, Dedi; Agustin, Nelly
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2018): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruaan UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning outcomes are very important for every student, parent, teacher andschool. Learning outcomes are a tool for students to gain an appreciation and a betterlife. The learning result of morality is not only concerned with the cognitive aspect, butalso emphasizes the affective and psychomotor aspects. Using this naturalisticexistential-based expression model can improve student learning outcomes. Bothlearning outcomes from aspects of cognitive (knowledge), affective aspects (morals) andpsychomotrik aspects (skills / skills). The intelligence of students has the potential toimprove learning outcomes. No exception on the subject Akidah Akhlak, which is inneed of understanding and implementation of the contents of teaching materials. Suchintelligence is naturalistic existential and spiritual. It is concluded that these threeintelligences are dominantly average owned by the students. When associated withsubjects of moral aqid and learning model, existential natural and spiritualisticintelligence is very relevant to teaching materials and learning frames. It appears thatstudent learning outcomes are increasing with the use of this existential spiritualisticbased naturalistic learning model. Increased learning results seen from good moralsand good students in accordance with existing norms. Also seen from the results ofunderstanding through the evaluation of side.
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN KONSEP LEARNING REVOLUTION Wahyudi, Dedi; Azizah, Habibatul
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.193 KB) | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.1-28

Abstract

Dalam setiap proses pendidikan, tentu tidak luput dari berbagai kegiatan belajar dan mengajar yang terjadi di dalamnya. Salah satu hal yang menandakan bahwa seorang individu telah melakukan kegiatan pembelajaran adalah terjadinya perubahan baik dari segi tingkah laku maupun pengetahuan pada diri peserta didik baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotornya. Namun, hal tersebut hanya dapat terjadi apabila proses pembelajaran lancar sesuai dengan keinginan pendidik maupun peserta didik. Kegiatan pembelajaran akan berjalan lancar dan sesuai harapan apabila kegiatan pembelajaran berada dalam keadaan yang menyenangkan serta tidak membuat para siswa tertekan dengan kegiatan belajar tersebut. Selama ini, kegiatan pembelajaran cenderung bersifat monoton dan membosankan. Sehingga mereka tidak mempunyai motivasi dan semangat belajar yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang pendidik harus kreatif dengan menerapkan konsep Learning revolution, yang diharapkan mampu membuat suasana belajar menjadi lebih berkesan dan menyenangkan sehingga kualitas pembelajaran akan meningkat. Learning revolution merupakan proses belajar menyenangkan yang tentu sesuai dengan kemauan peserta didik, dengan harapan dapat meningkatkan semangat belajar mereka dan proses pembelajaran akan berjalan lancar sesuai dengan keinginan peserta didik. In any educational process, certainly not escape from a variety of teaching and learning that happens in it. One thing that signifies that an individual has learning activity is the change in terms of both behavior and knowledge on self-learners well on cognitive, affective and psycomotor. However, it can only happen if the learning process smoothly in accordance with the desire of educators and learners. Learning activities will run smoothly and according to expectation when the learning activities in a state of pleasant and not make the depressed student with the learning activities. During this time, the learning activities and to be monotonous and boring. So they do not have the motivation and the spirit of learning. To overcome these problems, an educator must be creative by applying the concept of the learning revolution, which is expected to make learning more memorable and enjyable so that the quality of learning will increase. Learning revolution is a fun learning process that would correspon to the willingness of students, with the hpe of improving their enthusiasm for learning and the learning process will run smoothly in accordance with the wishes of learners. Kata kunci: strategi pembelajaran, pembelajaran menyenangkan, learning revolution
Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Ceringin Asri Dalam Mengembangkan Potensi Desa Wahyudi, Dedi; Hakim, Nasrul; Rofii, Ahmad
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.774 KB)

Abstract

Tulisan ini disusun berdasarkan pada hasil kegiatan pengabdian di Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, selama 40 hari. Desa Ceringin Asri merupakan wilayah yang masih termasuk perkampungan dan dalam bidang agama yang masih perlu pendampingan. Potensi masyarakat Desa Ceringin asri, terletak pada semangat belajar baik dari kalangan anak-anak maupun remaja dengan diadakannya pengabdian berwujud Kuliah Pengabdian Masyarakat ini, Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat keberhasilan yang telah diraih yaitu bertambahnya motivasi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik TPA. Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain: (1) Kurangnya kendaraan dan akses jalan yang curam; (2) Kurangnya dana untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan; (3) Kurangnya waktu dalam memaksimalkan kegiatan.
Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Ceringin Asri Dalam Mengembangkan Potensi Desa Wahyudi, Dedi; Hakim, Nasrul; Rofii, Ahmad
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.774 KB)

Abstract

Tulisan ini disusun berdasarkan pada hasil kegiatan pengabdian di Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, selama 40 hari. Desa Ceringin Asri merupakan wilayah yang masih termasuk perkampungan dan dalam bidang agama yang masih perlu pendampingan. Potensi masyarakat Desa Ceringin asri, terletak pada semangat belajar baik dari kalangan anak-anak maupun remaja dengan diadakannya pengabdian berwujud Kuliah Pengabdian Masyarakat ini, Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat keberhasilan yang telah diraih yaitu bertambahnya motivasi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik TPA. Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain: (1) Kurangnya kendaraan dan akses jalan yang curam; (2) Kurangnya dana untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan; (3) Kurangnya waktu dalam memaksimalkan kegiatan.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENDIDIKAN AKHLAK DENGAN PROGRAM PREZI (Studi di SMP Muhammadiyah 2 Mlati Sleman Tahun Ajaran 2013-2014) Dedi Wahyudi
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 1, No 1: Agustus 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.037 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v1i1.1589

Abstract

Proses pembelajaran Pendidikan Akhlak  di SMP Muhammadiyah 2 Mlati gurunya memiliki kendala dalam memotivasi semangat belajar siswa karena metode yang digunakan hanya ceramah. Buku pegangan untuk siswa kurang mencukupi sebab hanya ada satu buku ajar yang dipegang guru sehingga siswa hanya mencatat materi-materi yang diberikan oleh guru. Maka perlu adanya metode pembelajaran yang mengatasi problem tersebut yaitu multimedia pembelajaran interaktif pendidikan akhlak dengan program Prezi yang dikembangkan berdasarkan teori pengembangan Stephen M. Alessi dan Stanley R. Trollip. Prosesnya adalah meliputi perencanaan, desain, dan pengembangan. Hasil penelitian ini yaitu produk multimedia pembelajaran interaktif pendidikan akhlak telah layak digunakan di lapangan dan dapat meningkatkan prestasi peserta didik.
Pemberdayaan Masyarakat Masa Pandemi COVID-19 di Desa Sumberejo Pesisir Barat Wahyudi, Dedi; Hakim, Nasrul; Handayani, Wiwik; Aliyandi, Aliyandi
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.043 KB) | DOI: 10.32332/d.v3i1.3080

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa berada di Desa Sumberejo Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat. Selain melakukan kegiatan pengabdian juga menggali potensi yang ada di desa tersebut. Tim pengabdian berbaur dengan masyarakat dan mengikuti peraturan-peraturan yang ada di desa. Masa pandemi seperti sekarang mempersulit semua lini mulai dari kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat, maka perlu pendalaman dan analisis yang cukup tajam terhadap permasalahan ini. Mayoritas masyarakat Desa Sumberejo memenuhi kebutuhan ekonomi dengan bercocok tanam seperti pisang, jagung, pepaya, kelapa, cabai, serta hasil bumi lainnya. Dalam hal ini dibutuhkannya suatu usaha diseminasi aturan, pelatihan soft skill, edukasi dalam mendistribusikan semua hasil cocok tanam sehingga masih tetap pada norma sosial, agama, hukum, dan tidak dirugikan pihak agen maupun pengecer dagangan. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Peraturan, dan Hukum Ekonomi Syariah
PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION: PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DI ERA NEW NORMAL Wahyudi, Dedi; Hakim, Nasrul; Elwandari, Naning
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.994 KB)

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga merupakan suatu peran penting untuk keberlangsungan masyarakat desa di masa New Normal saat ini. Tujuan nya diharapkan sebagai bentuk untuk tetap memberikan perkembangan untuk desanya. Lembaga ini mampu menjadi sebuah aspirasi yang mampu membangun dan mengarahkan masyarakat desa untuk lebih baik lagi untuk kedepannya. Lembaga ini juga mampu menjadi sebuah wadah bagi perempuan-perempuan desa untuk melakukan sebuah gerakan kreatifitas dan memiliki keterampilan. Sehingga dapat menjadikan sebuah keberhasilan pada kegiatan yang dilakukan dan memperoleh keuntungan dalam kegiatannya. Lembaga PKK ini mempunyai berbagai program di dalamnya yaitu ada 10 program: penghayatan dan pengalaman pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Kreasi yang diberikan lembaga PKK harus mengenalkan teori ekonomi kreatif sebagai tambahan untuk menghasilkan berbagai macam manfaat yang di dapat dalam kegiatan PKK. Lembaga ini telah memberikan pelatihan pada program pendidikan dan keterampilan di lingkungan masyarakat desa Bumi Jawa Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur Lampung. Yaitu memberikan pelatihan dan keterampilan pada pembuatan pada kreasi bunga dari kain stoking. Kreasi bunga dari kain stoking ini mampu menjadi sebuah peluang yang besar. Peluang ini mampu dijadikan sebuah usaha bagi ibu-ibu rumah tangga di desa Bumi Jawa. Sehingga dalam New Normal saat ini peran PKK dan kreatifitas menjadi sangat berarti dalam menjaga kestabilan ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat desa Bumi Jawa.
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KLASIK DI NUSANTARA: STUDI TERHADAP LANGGAR Ali, Muhammad; Wahyudi, Dedi; Komalasari, Rofi
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 6 No 01 (2021): Islamic Spiritual
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v6i01.2259

Abstract

Abstrak Langgar atau sering disebut dengan mushola merupakan suatu pendidikan Islam tertua yang ada di Indonesia dan sudah tumbuh kemudian berkembang disuatu komunitas lainnya. Langgar ini sudah didirikan lebih dahulu dari sekolah, pesantren dan suatu madrasah. Langgar sudah mengambil peran yang amat penting dalam mempersiapkan suatu generasi khusunya generasi al-Qur’an, yang utamanya pada sebuah tingkat dasar untuk suatu waktu yang sangat lama. Metodologi penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara dan observasi untuk menjadikan bukti yang sebenarnya, metode yang digunakan yaitu antara lain wawancara dan observasi. Didalam metode pendekatan fenomenologi yaitu wawancara ini adalah dengan melakukan pembicaraan tentang langgar ataupun yang sering disebut dengan mushola ini di desa Talang Jali tepatnya berada di Kotabumi, Lampung Utara. Didalam sebuah pengamatan langsung atau observasi ini, langgar atau biasanya sering disebut dengan mushola didesa Talang Jali ini tepatnya berada di Kotabumi, Lampung Utara ini berbentuk seperti rumah kecil namun berfungsi sebagai adanya orang beribadah seperti sholat, belajar mengaji dan juga untuk bermusyawarah. Dengan adanya langgar ini membantu masyarakat yang jauh dari masjid besar untuk beribadah dan berkegiatan yang dapat bermanfaat bagi mereka. Langgar atau yang sering disebut dengan mushola ini memiliki konteks yang sangat luas yaitu untuk membantu para masyarakat menyelesaikan permasalahan dalam satu ruang dan membantu belajar mengajar dengan ajaran Islam untuk masyarakat umat Islam. Kata langgar didalam sebuah ejaan bahasa Indonesia yang menurut KBBI pada tahun 2018 merupakan sebuah masjid kecil sebagai tempat mengaji ataupun bersholat, namun dalam hal ini langgar tidak digunakan sebagai sholat jum’at untuk para jama’ah. Didalam suatu langgar terkadang digunakan untuk sebuah ruang berbagi pendapat atau ruang untuk bermusyawarah antar masyarakat umat Islam yang akan menjadikan para umat Islam terjalin sebuah hubungan silaturahmi yang cukup harmonis. Didalam suatu ruang lingkup pendidikan Islam di negara Indonesia ini langgar dikenal dengan masyarakat yaitu sebagai salah satu suatu lembaga pendidikan Islam tradisional. Didalam masa yang cukup panjang ini, lembaga pendidikan tersebut sudah mengambil peran yang cukup besar ataupun tidak kecil lagi dalam sebuah pewarisan nilai-nilai yang ada di agama Islam antar suatu generasi dan terutama lagi yaitu untuk yang tingkatan pemula atau tingkatan dasar. Dalam bentuk bangunan yang sangat sederhana dan memiliki sebuah pola pembelajaran yang sangat berbeda jauh kesannya dari kesan formal yang menyebabkan sebuah langgar ini banyak ditemukan di sekitar masyarakat bahkan dirumah-rumah penduduk. Lembaga pendidikan langgar ini menggunakan metode pembelajaran yaitu sorogan, maka dari itu suatu pembelajaran al-Qur’an yang dilakukan secara langsung ayaitu dengan harus tatap muka antara pendidik dan peserta didik, yaitu dengan metode santri yang membaca al-Qur’an sedangkan guru atau pendidik yang menyimaknya. Metode pembelajaran terhadap suatu keterampilan untuk beribadah teresebut dilakukan dengan secara langsung juga dengan cara melalui kegiatan praktikum, seperti pembelajaran tentang tata cara bersholat, dari santri secara individu maupun santri yang berkelompok atau berjama’ah dengan diminta untuk mempraktikkan atau melakukan bacaan sholat dan juga gerakan sholatnya tersebut. Didalam kajian lapangan yang dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi ini, dengan metode ini peneliti akan lebih tahu tentang apa yang akan diteliti dan yang akan dibahas pada kajian ini. Kata kunci: Langgar, Metodologi dan kualitatif.