p-Index From 2017 - 2022
7.404
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal Home Economic and Tourism Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Prosiding Seminar Biologi KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Jurnal Administrasi Perkantoran (JPAP) Rekayasa Teknik Sipil Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Jurnal Social Economic of Agriculture CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Pendidikan Ekonomi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Informatika EQUILIBRIUM QIJIS International conference on Information Technology and Business (ICITB) Jurnal Planta Tropika Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) JESS (Journal of Educational Social Studies) Unnes Science Education Journal Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society JCES (Journal of Character Education Society) Prosiding Seminar Nasional Darmajaya JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) SCIENTIA JOURNAL Shirkah: Journal of Economics and Business YUME : Journal of Management FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Seminar Nasional Lahan Suboptimal Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Jurnal Sastra Indonesia JCER (Journal of Chemistry Education Research) Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Jurnal medika Cendikia Jurnal Administrative Reform Grouper Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains As Sibyan : Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar Prosiding Conference on Research and Community Services STUDI PELAKSANAAN SELFMEDICATION PADA PENDERITA DIARE BERDASARKAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Mabsya : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Jurnal Sylva Scienteae Jurnal Bisnis Mahasiswa Biopedagogia Jurnal Pajak dan Bisnis (Journal of Tax and Business) Research in English and Education Journal Proceedings Series on Health & Medical Sciences Interkom: Jurnal Publikasi Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Verstek
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERSEDIAAN MATERIAL PADA PEMBANGUNAN PROYEK MY TOWER HOTEL & APARTMENT DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) WAHYUNI, TRI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan material merupakan bagian penyusun utama yang berperan sebagai penunjang pada pembangunan proyek konstruksi selain itu dana yang dikeluarkan cukup besar. Untuk menjamin ketersediaan material perlu dilakukan pengendalian persediaan material, agar tidak terjadi keterlambatan datangnya persediaan material. Hal ini dapat mempengaruhi biaya proyek dan total waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan persediaan material pada proyek My Tower Hotel&Apartment Surabaya. Metode persediaan material yang digunakan adalah Material Requirement Planning (MRP). Data yang digunakan berupa gambar perencanaan, jadwal proyek, struktur produk, biaya persediaan dan waktu tunggu. Teknik lotsizing yang digunakan 4 teknik yaitu Lot for Lot (L4L), Economic Order Quantity, Period Order Quantity (POQ), Part Period Balancing (PPB) dari keempat teknik ini akan diperoleh teknik yang menghasilkan jumlah pesanan optimum dan persediaan biaya minimum. Dari hasil analisis MRP yang dilakukan didapat teknik lotsizing yang membentuk biaya persediaan minimum untuk material multipleks 18mm uk 4’’x8’’ adalah teknik Period Order Quantity dan Part Period Balancing. Material kayu 8x12cm, besi beton 8, besi beton D10, besi beton D16, besi beton D19, besi beton D25, beton 25MPa menggunakan teknik Lot for Lot. Kata Kunci : Material Requirement Planning, lotsizing, persediaan Inventories of materials is the main constituent parts that acts as a support to the development of construction projects in terms of  thetotal  amount. To ensure the availability of materials, it is necessary to control the supply of material.  In order to avoid delays in the arrival of material supplies. This can affect the total project cost and project time. This study aim of this study is to analyze the material supply planning in the My Tower Hotel & Apartment Surabaya project. Material Requirement Planning (MRP) metode is used to solve the problem. The data used in the form of an project design, project schedule, product structure, inventory costs and lead time . Four method of Lotsizing techniques care used are Lot for Lot ( L4L ), Economic Order Quantity, Period Order Quantity ( POQ ), Part Period Balancing (PPB ).These will periode the best technique which show optimum number of orders and inventory costs to a minimum. From the analysis conducted MRP obtained lotsizing technique that forms a minimum inventory costs for material 18mm multiplex uk 4'x8 ' is a technique Period Order Quantity and Part Period Balancing. 8x12cm wood materials, iron ∅8 concrete, concrete steel D10, D16 concrete steel, concrete steel D19, D25 concrete steel, concrete 25MPa using techniques Lot for Lot. Keywords : Material Requirement Planning, lotsizing, supplies
Identifikasi Status Hara N, P dan K untuk Tanaman Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang WAHYUNI, TRI; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi sawah (Oryza sativa.L) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah menjadi tradisi umum bagi sebagian besar petani di Indonesia, yang pada mulanya banyak diusahakan di pulau Jawa.  Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan menanam padi di sawah. Produksi padi sawah di Kabupaten Bengkayang  sebesar 124,157 ton/ha per tahun, terdiri dari 101,735 ton pertahun padi sawah dan 22,422 ton padi ladang.  Luas panen 39,139 Ha, dengan produktifitas padi tahun 2015 sebesar 31,72 Kwintal/Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status ketersediaan unsur hara N, P, K pada tanah sawah di Desa Sebente, dan menghitung rekomendasi pemupukan N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan 2 Ha.  Waktu penelitian 3 bulan, dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode sistem diagonal dan metode wawancara, untuk pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0-20 cm, pengambilan sampel tanah komposit diambil 4 petak sawah yang berbeda. Parameter pengamatan adalah reaksi tanah (pH), N total, P tersedia tanah, K tersedia tanah, dan C-Organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, C-Organik  pada lokasi penelitian sangat rendah sampai dengan tinggi, nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sedang, Fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sangat rendah, kalium (K) tersedia tanah dilokasi penelitian tergolong sangat rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN DI SEKTOR PROPERTY, REAL ESTATE & BUILDING CONSTRUCTION YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2008-2012 Wahyuni, Tri; Ernawati, Endang; Murhadi, Werner R.
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research is to understand the factor affecting the Value of the Firm for Property, Real Estate & Building Construction enterprises enlisted in Indonesian Stock Exchange period 2008-2012. The related theories being used in this research are Dividend Theory, Signaling Theory and Agency Theory. This research uses quantitative perspective with Least Square (LS). Objects used in this research are Property, Real Estate & Building Construction enterprises enlisted in Indonesian Stock Exchange period 2008-2012. About 110 object are investigated (17 Property & Real Estate and 5 Building Construction). After conducting this research, the author found that Investment Decision (PER), Size and Profitability has significant positive effect to the Value of the Firm. Financing Decision (DER) variable has significant negative effect to the Value of the Firm. Furthermore, Dividend Policy has insignificant positive effect to the Value of the Firm. Institution Ownership has insignificant negative effect to the Value of the Firm.
PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS I SDN 1 KUWARASAN Wahyuni, Tri
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 3, No 5.1 (2015): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.828 KB)

Abstract

Abstract: The Application of Learning Approach of Realistic Mathematic Education (RME) with Visual Media in Improving Mathematic Learning of the First Grade of SDN 1 Kuwarasan. The objectives of this research are: (1) to describe the application of learning approach of RME e with visual media and (2) improve Mathematic learning. This research is a collaborative Class Action Research (CAR) that was conducted in three cycles. Subject of this research are first grade student of SDN 1 Kuwarasan in academic year of 2014/2015 totalling 23 students. The results show that: (1) the application of learning approach of RME technique with visual media has been carried out through five steps, namely: (a) giving contextual problem, (b) explain contextual problem by visual media; (c) solution of contextual problem with visual media; (d) discuss and compare of solution; (e) drawing conclusion with together and (2) the application of learning approach of RME with visual media can improve Mathematic learning.  Keywords: RME, visual media, learning, Mathematic Abstrak: Penggunaan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dengan Media Visual dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika di Kelas I SDN 1 Kuwarasan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penggunaan pendekatan PMR dengan media visual dan (2) meningkatkan pembelajaran Matematika. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 1 Kuwarasan tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) penggunaan pendekatan PMR dengan media visual dilaksanakan melalui lima langkah, yaitu: (a) pemberian masalah kontekstual menggunakan media visual; (b)  penjelasan masalah kontekstual dengan media visual; (c) penyelesaian masalah kontekstual dengan bantuan media visual; (d) membandingkan dan mendiskusikan jawaban; (e) penyimpulan jawaban secara bersama dan (2) penggunaan pendekatan PMR dengan media visual dapat meningkatkan pembelajaran Matematika. Kata kunci: PMR, media visual, pembelajaran, Matematika
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BAMBOO DANCING DAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR Wahyuni, Tri; Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.53 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA biologi di SMP Negeri 2 Tangen, Kabupaten Sragen. Pembelajaran yang cenderung bersifat deklaratif, menyebabkan pembelajaran menjadi tidak menarik dan membosankan sehingga peserta didik menjadi pasif. Kondisi ini kurang sesuai dengan hakikat IPA dimana pembelajaran IPA seharusnya tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep sebagai produk sains, tetapi juga dapat memberi kesempatan pada peserta didik agar dapat berinteraksi aktif melakukan keterampilan proses sains serta mengembangkan sikap ilmiah.                Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dan tipe NHT terhadap hasil  belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan  menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dan tipe NHT. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Tangen, Kabupaten Sragen, semester gasal tahun pelajaran 2010/2011 pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup. Data berupa nilai hasil belajar yang dijaring dengan menggunakan teknik tes serta sikap kooperatif yang diperoleh melalui penilaian ranah afektif yang dilengkapi dengan rubrik penilaian.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara umum penggunaan model pembelajaran kooperatif baik tipe Bamboo Dancing maupun tipe NHT dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik; 2) Hasil belajar peserta didik model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe NHT (75,32) lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing (68,38); 3) Penggunaan model pembelajaran kooperatif baik tipe Bamboo Dancing maupun tipe NHT dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup mendapat respon positif dari peserta didik. Kata kunci : Pembelajaran kooperatif, Bamboo Dancing, NHT, Hasil belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA JURUSAN IPS MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI SMA N 6 SIJUNJUNG Wahyuni, Tri; Akhirmen, Akhirmen; Areva, Desi
Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Genap 2013-2014
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe purpose of this study is (1) Determine the influence of students perceptions about the variety of teaching styles to students learning motivation of economic subjects majoring in social studies class XI SMA 6 Sijunjung. (2) Determine the influence of instructional media on the students motivation of economic subjects majoring in social studies class XI SMA 6 Sijunjung. (3) Determine the influence of discipline on students motivation to learn social studies department of economic subjects in class XI SMA 6 Sijunjung.  (4) Determine the influence of students perceptions about the variety of teaching styles, instructional media and learn the discipline of the students motivation majoring in social studies class XI economics subjects SMAN 6 Sijunjung.This research is descriptive and associative, population in this study were all students majoring in social studies classes XI SMA 6 Sijunjung as many as 79 people. The samples are 66 people with the proportional random sampling method. Primary data and secondary data that has been collected is then statistically analyzed with descriptive and inductive analysis through multiple regression analysis using SPSS version 16.0.Results of the analysis of data obtained that (4) There is a significant influence on students perceptions of variety of teaching styles, instructional media and learn discipline together on motivation to learn the sig of 0.000, which is smaller than α = 0.05. (1) There is a significant influence on students perceptions of variety of teaching styles on motivation to learn with sig for 0.030 < 0.05 0.366 level influences. (2) There is no significant impact on students perceptions of instructional media on motivation to learn the sig of 0.406 > 0.05 with a 0.127 degree of influence. (3) there is a significant influence on motivation to learn the discipline of learning to sig 0.00 <0.05 with a 0.571 degree of influence.Based on the above results it can be concluded that a variety of teaching styles and learning discipline are two factors that can impact the motivation to learn . While learning media does not affect students motivation . It is thus suggested to students majoring in social studies class XI economics subjects SMA N 6 Sijunjung to increase again to learn discipline and to teachers in order to increase the variety of teaching styles to the learning process. Keywords : Variations in style of teaching , learning media , learning discipline        and motivation
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI I GIRITIRTO KECAMATAN KARANGGAYAM TAHUN AJARAN 2012/2013 wahyuni, tri
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 3, No 1 (2015): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.559 KB)

Abstract

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI I GIRITIRTO KECAMATAN KARANGGAYAM TAHUN AJARAN 2012/2013   Oleh: Tri Wahyuni 1, Warsiti 2,Joharman 3 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret 1 Mahasiswa S1 PGSD FKIP UNS 2, 3 Dosen S1 PGSD FKIP UNS e-mail: cunyl_imutz@yahoo.co.id Abstrak: Penerapan Model Kooperatif Tipe TGT dalam Peningkatan Pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto. Penelitian ini bertujuan: meningkatkan pembelajaran baik hasil maupun proses tentang energi dan perubahannya dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto yang berjumlah 30 siswa. Sumber data berasal dari siswa, teman sejawat dan peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Validitas data menggunakan  triangulasi teknik dan  triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT dengan langkah-langkah antara lain: 1) pengajaran; 2) belajarn tim; 3) game/turnamen; 4) rekognisi tim dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto.   Kata Kunci: Model Kooperatif Tipe TGT, Pembelajaran, IPA .   Abstract: Aplication of  the Cooperative Learning  tipe TGT models to improve the learning of sains learningElementarySchool StudiesIVGrade students of Giritirt I . This researchaimed to:improve learning outcomes sains about of energy changing. The research was conductedin twocycles. Subjects of this study is the IV grade of Elementary SchoolGiritirto I, which has 30 students. Data sourcescame from teachers ,  students and researchers. Data collection techniquesusing observation, documentation and testing. The validity ofdata usingtriangulation technical andmethods.Analysis ofthe data usedby thequalitative and quantitative analysis. The resultsshowedthat the application of the Cooperative learning tipe TGTmodels the steps are: 1) class presentation; 2) team work; 3) games/tournament; 4) team recognition ,canincreasestudent in the IV grades Sains learning Elementary School Giritirto I. Keywords: Cooperative learning  type TGT,learning , SAINS. PENDAHULUAN   Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan (UU Sisdiknas, 2003). Kurikulum yang sekarang berlaku adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai diberlakukan oleh pemerintah sejak tahun 2006. KTSP ini disusun serta dikembangkan berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Searah dengan pemikiran tersebut, telah dijelaskan tujuan dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Hal ini diharapkan KTSP dapat menjadi jembatan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan lebih bervariasi agar dapat menarik perhatian siswa. Namun pada saat ini, pembelajaran IPA masih didominasi oleh ceramah-ceramah dari guru yang seharusnya IPA lebih menekankan pada pembelajaran mencari tahu dan berbuat. Setelah peneliti mengamati proses pembelajaran yang berlangsund di SD Negeri I Giritirto, ternyata pembelajaran IPA terasa monoton karena tidak adanya satu media yang digunakan sehingga penggunaan metode sudah tidak diharuskan lagi. Monoton dalam pembelajaran IPA dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pemikiran anak yang mengakibatkan anak malas untuk berfikir, mencari tahu dan bertindak terlebih lagi anak tidak ada rasa ketertarikan terhadap suatu materi. Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang diinginkan, seorang guru harus memilih metode yang tepat untuk digunakan dalam membuat perencanaan. Seorang guru harus lebih kreatif dan tanggap terhadap situasi dan kondisi di dalam kelas. Metode yang digunakan diharapkan mampu merubah pembelajaran yang sebelumnya monoton menjadi lebih variatif serta menarik. Kenyataan yang ada di SD Negeri I Giritirto dalam pembelajaran IPA adalah selalu di dominasi oleh pembelajaran yang monoton. Siswa terlihat tidak antusias dalam mengikuti pelajaran karena siswa hanya disuguhi materi saja. Tidak ada alat peraga ataupun suatu perencanaan. TGT digunakan dalam pembelajaran IPA agar setiap siswa ikut berperan aktif dalam pembelajaran serta dituntut untuk menguasai semua materi agar mampu menyumbangkan skor bagi kelompoknya. TGT sangat baik digunakan di sekolah dasar agar dapat menarik perhatian siswa serta dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa serta menjadikan pembelajaranmenjadi lebih menarik. Materi yang tepat dalam IPA adalah Energi dan Perubahannya. Dalam materi tersebut, siswa dapat belajar secara berkelompok untuk mengidentifikasi berbagai sumber energi dan dapat mencari tahu tentang berbagai macam model perubahan energy yang ada. Maka dari itu, TGT tepat digunakan untuk mengajarkan IPA dengan materi energy dan perubahannya. Dalam KTSP 2006 disebutkan bahwa Standar kompetensi untuk IPA kelas IV semester II yaitu memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada materi ini, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan berbagaienergi yang ada di sekitar peserta didik. Pada pembelajaran ini, siswa dapat diajarkan dengan model kooperatif yaitu dengan mengelompokkan siswa yang selanjutnya dipadukan dengan eksperimen kemudian pada akhir minggu dilaksanakan game atau tournament. Pada penyajian kelas dalam TGT dapat  dipadukan dengan metode eksperimen. Suprijono (2012) mengungkap- kan bahwa ?pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru? (hlm. 54).Menurut Eggen and Kauchah (1996) mengemukakan bahwa ?Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama? (Trianto, 2011: 59). Dari beberapa pengertian model kooperatif di atas dapat diambil kesimpulan bahwa model kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran dengan membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil yang anggotanya heterogen untuk bekerja sama dalam mempelajari sebuah materi sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. ?TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki   kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda? (Isjoni, 2012: 83). TGT dimulai dari guru membagi kelompok dan kemudian guru menyampaikan materi, semua siswa bekerja dalam kelompoknya masing-masing. Tugas yang diberikan oleh guru menjadi tanggung jawab setiap kelompok, apabila ada siswa yang belum mengerti dengan tugas yang akan dikerjakan maka teman satu kelompoknya bertanggung jawab memberikan penjelasan yang sebelumnya dapat ditanyakan kepada guru terlebih dahulu. Sebagai tanda bahwa siswa telah mengerti dan memahami pembelajaran, maka seluruh siswa diberikan sebuah turnamen atau kuis. Slavin (2005) mengemukakan bahwa secara umum TGT sama dengan STAD kecuali satu hal yaitu TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka. Nasikan (2006) mengungkapkan Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah ?Pola interaksi siswa dengan guru didalam kelas yang menyangkut strategi, tipe, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas? (Ridhaazza, 2012). Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah suatu pembelajaran kooperatif yang mengelompokkan siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan homogen dalam pembelajaran di kelas. Adapun langkah-langkah TGT menurut Slavin yaitu: 1) Pengajaran, pengajaran dalam hal ini adalah menyampaikan pembelajaran seperti pembelajaran yang dilakukan guru setiap hari. Yang perlu dipersiapkan dalam pengajaran ini yaitu rencana pelajaran yang dibuat oleh guru; 2) Belajar Tim, para siswa mengerjakan lembar kegiatan dalam tim mereka untuk menguasai materi. Dalam belajar tim ini membutuhkan dua lembar kegiatan untuk tiap tim dan dua lembar jawaban untuk tiap tim. Tugas utama dari belajar tim ini adalah siswa benar-benar menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Lembar kegiatan dan lembar jawaban ini digunakan oleh para tim untuk melatih kemampuan selama proses pengajaran; 3) Turnamen, para siswa memainkan game akademik dalam kemampuan yang homogen, dengan meja turnamen tiga peserta; 4) Rekognisi tim, skor tim dihitung berdasarkan skor turnamen anggota tim, dan tim tersebut akan direkognisi apabila mereka berhasil melampaui kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Rustaman, N, dkk (2010) mengemukakan bahwa pembelajaran IPA merupakan implikasi dari pandangan kontruktivisme di sekolah. Pandangan ini berpendapat bahwa pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa, namun secara aktif dibangun oleh siswa sendiri melalui pengalaman nyata (hlm.2.7).Pada pelajaran IPA kelas IV SD Negeri I Giritirto, pada pokok bahasan energi dan penggunaannya yang meliputi energi bunyi, energi panas, serta energi alternatif dapat di ajarkan dengan berbagai metode yang ada. Rustaman, N,dkk (2010), menerangkan bahwa untuk mengajarkan IPA di SD dapat dimulai dari macam-macam energi yang ada kemudian sampai pada pemanfaatnya atau kegunaannya bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Di dalam KTSP (2006) diuraikan bahwa ?Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga suatu proses penemuan?. Dalam kehidupan sehari-hari IPA merupakan suatu mata pelajaran yang erat kaitannya dengan alam dan sekitarnya, hal tersebut sesuai dengan pernyataan Wahyana (1986) bahwa : IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi olehadanya metode ilmiah dan sikap ilmiah (Trianto, 2012: 136) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa IPA adalah suatu kumpulan dari pengetahuan tentang alam yang tersusun secara sistematik untuk menghasilkan suatu penemuan dengan menerapkan metode-metode ilmiah serta dengan menerapkan sikap ilmiah. Model  koperatif tipe TGT dapat meningkatkan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari komponen-komponen TGT. Dari penyajian kelas, siswa yang biasanya hanya mendengarkan ceramah dari guru, dengan TGT dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil hal ini dapat digunakan sebagai perantara untuk membuat siswa menjadi aktif. Komponen berikutnya yaitu turnament, pada turnament ini siswa diberikan permainan atau kuis sesuai dengan materi yang telah diajarkan yaitu energy dan perubahannya. Selain pembelajaran menjadi lebih menarik perhatian siswa, dengan TGT dapat pula menjadikan siswa aktif serta berlatih berfikir positif dan bekerja sama. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1)Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto Kecamatan Karanggayam Tahun Ajaran 2012/2013?; (2)Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto Kecamatan Karanggayam Tahun Ajaran 2012/2013? Tujuan dari penelitian ini adalah : (1)Untuk menjelaskan bagaiman penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournamen (TGT) dalam meningkatkan pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto; (2)Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournamen (TGT) dapat meningkatkan pembelajar IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto.       METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di 1 Sekolah Dasar pada semester II tahun ajaran 2012/2013, yakni bulan November 2012 sampai dengan bulan Mei 2013. Subjek dalam penelitian ini yaitu: siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto yang berjumlah 30 siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa, peneliti, dan teman sejawat. Teknik pengumpulan data menggunakan tes observasi dan dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan data menggunakan  soal tes, lembar observasi, foto kegiatan dan video. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik meliputi observasi, dokumentasi, dan tes untuk sumber data yang sama. Sedangkan triangulasi sumber meliputi siswa, peneliti, dan observer. Triangulasi sumber dilakukan dengan pengecekan kembali data yang telah diperoleh melalui ketiga sumber tersebut untuk menarik suatu kesimpulan tentang hasil tindakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis data statistik deskriptif kuantitatif  untuk  menganalisis hasil belajar siswa mengenai pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Selain digunakan juga data kualititif untuk menganalisis peningkatan dalam pembelajaran IPA pada saat pembelajaran berlangsung. Data tersebut diolah dengan model interaksi dengan langkah-langkahnya yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verivikasi. Prosedur penelitian tindakan kelas berupa perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus tiga pertemuan. Indikator capaian penelitian tindakan kelas ini meliputi langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe TGT sebanyak 80% dan penilaian hasil belajar siswa sebanyak 85%. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal, guru menentukan materi dan mempersiapkan media pembelajaran. Selain itu, guru juga menyampaikan materi pembelajaran pada siswa dengan model kooperatif tipe TGT. Pada kegiatan inti, guru melaksanakan tindakandengan menggunakan model kooperatif tipe TGT yang terdiri dari empat langkah yaitu pengajaran, belajar tim, game/turnamen dan rekognisi tim. Pada pengajaran, guru menyampaikan materi kepada siswa. Penyampaian materi ini dapat dipadukan dengan metode lain yaitu demonstrasi atau dengan percobaan serta dengan menyediakan beberapa alat peraga. Setelah pengajaran selesai, guru kemudian membagikan ringkasan kepada siswa untuk dipelajari dengan teman satu kelompok (belajar tim).setelah belajar tim selesai kemudian guru membagi siswa ke dalam beberapa tim dan menempatkan siswa ke dalam meja turnamen (game/turnamen) kemudian merekognisi tim atau pemberian penghargaan kepada tim terbaik. Pada pertemuan I, materi yang akan di ajarkan adalah energipanas, sedangkan pada pertemuan II dan III tentang energi bunyi. Sebelum pembelajaran, guru membentuk kelompok dengan kemampuan yang berbeda dan diperoleh 6 kelompok dan masing-masing terdiri dari 5 orang siswa. Selama proses pembelajaran guru memberikan penilaian kepada siswa. Pada kegiatan akhir, guru menyimpulkan materi dan mengadakan evaluasi tentang materi yang telah dipelajari. Semakin baiknya langkah pembelajaran yang diterapkan, maka semakin baik pula pembelajaran yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dan terhadap proses pembelajaran siswa. Pada siklus I, pelaksanaan  pembelajaran masih kurang baik, terbukti dengan masih rendahnya persentase proses pembelajaran siswa yang diamati oleh observer dalam pembelajaran. Namun, untuk hasil evaluasi atau ketuntasan pada penilaian hasil yang dicapai siswa cukup baik. Karena proses pembelajaran siswa masih kurang, maka masih perlu diperbaiki pada siklus II. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terjadi peningkatan. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan hasil penilaian  proses dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Hasil siklus II  memuaskan dan sudah mencapai target atau capaian penelitian sehingga peneliti mengakhiri penelitian tindakan kelas ini. Berikut tabel 1 persentase hasil  belajar siswa dengan menerapakan  model kooperatif tipe TGT siklus I dan siklus II:   Tabel 1. PerbandinganHasilBelajarIPASiswaKelasIV No Tahap Prosentase Belum Tuntas Tuntas 1. Pretes 80% 20% 2. Siklus I 13% 87% 3. Siklus II 7% 93%   Berdasarkan tabel 1 Dapat diketahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT. Sebelum dilaksanakan tindakan, guru mengadakan pretes terlebih dahulu. Hasil pretes menunjukkan bahwa 26 siswa atau 80% siswa belum memenuhi nilai KKM sedangkan 4 siswa atau 20% sudah memenuhi KKM. Pada siklus I, hasil belajar IPA kelas IV mengalami peningkatan yaitu menjadi 4 siswa atau 13% siswa belum memenuhi KKM dan sisanya 26 siswa atau 87% sudah tuntas dalam belajar. Pada siklus II peningkatan terjadi kembali untuk hasil belajar IPA kelas IV, yaitu menjadi 2 siswa atau 7% yang belum tuntas sedangkan sisanya 28 siswa atau 93% sudah memenuhi nilai KKM. Observasi pada saat pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan teman sejawat dan peneliti yang juga berperan sebagai observer. Adapun presentase hasil observasi untuk pembelajaran dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini:   Tabel 2. Hasil Observasi Pembelajaran IPA No. Hasil Observasi Guru dan Siswa Tahap Siklus I Siklus II 1. Pertemuan I 2,7 3,3 2. Pertemuan II 3,1 3,4 3. Pertemuan III 3,1 3,6 Rata-rata 3,0 3,4 Prosentase 73% 86%   Penilaian atau observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan tabel 2, persentase pelaksanaan pembelajaran selalu mengalami kenaikan setiap siklusnya dan dapat mencapai indikator capaian ³80%. Selain observasi pelaksanaan pembelajaran, juga dilaksanakan observasi khusus terhadap proses pembelajaran terhadap siswa. Berikut tabel 3. Hasil observasi penilaian proses pada tiap siklus:   Tabel 3. Hasil Observasi Penilaian Proses No Siklus Aspek yang diamati Rata-rata prosentase observasi Komunikasi kerjasama 1 I 69.9% 69.2% 68.9% 69% 2 II 79.3% 79.4% 79.9% 80%   Dari tabel 3, Diketahui bahwa pembelajaran proses pada siklus I dan siklus II meningkat. Dilihat dari rata-rata prosentase yaitu 69% meningkat menjadi 80%. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan proses pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Dan telah mencapai indikator capaian penelitian yaitu ³80% dari pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan tindakan baik oleh peneliti ataupun observer, penggunaan model kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto. H. M Surya,dkk (2006) mengemukakan bahwa perkembangan emosional anak usia SD antara lainkesadaran akan aturan bermain, permainan sebagai perwujudan aktivitas fisik yang lebih besar  serta berkurangnya hal-hal yang bersifat berpusat pada diri sendiri. Model kooperatif tipe TGT sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran IPA kelas IV SD. Siswa yang semula tidak tertarik dengan pembelajaran yang biasanya disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, setelahpeneliti menggunakan model kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA menjadi lebih menarik perhatian siswa. Dalam pembelajaran IPA, siswa tidak hanya menerima apa yang telah diketahui oleh guru akan tetapi siswa diajak untuk ikut terlibat dalam pembelajaran serta menghadirkan sebuah permaianan yang menuntut kekompakan siswa. Hasil observasi dari keseluruhan hasil pembelajaran menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran telah melebihi indikator capaian target yang harusdicapai yaitu ³80% dari keseluruhan kegiatan pembelajaran. Hasil pembelajaran menunjukkan pada siklus II bahwa 93%siswa memperoleh nilai lebih dari KKM. Ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran telah mencapai kriteria indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti sebelumnya yaitu ³85% siswa tuntas dalam belajar. Karena seluruh indikator dalam penelitian yang sudah ditetapkan oleh peneliti, maka penelitian ini berhenti pada siklus II. Penggunaan model kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto dapat meningkatkan hasil pembelajaran secara signifikan.Siswa tidak hanya sekedar mengerjakan soal-soal yang ada dibuku paket kemudian dikumpulkan dan diberi nilai, akan tetapi sebelum diadakan evaluasi guru mengadakan game/turnamen. Setelah diadakan game/turnamen siswa selalu diberikan penghargaan atau  hadiah sehingga siswa lebih semangat untuk belajar. Pada saat evaluasi, secara otomatis pada diri siswa telah ditanamkan untuk giat belajar sehingga memperoleh hasil yang terbaik. Maka dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri I Giritirto, mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu ³85% siswa harus tuntas dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan baik oleh observer atau oleh peneliti, proses pembelajaran IPA dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu ³80% dari seluruh kegiatan pembelajaran. Kegiatan observasi ini mengamati jalannya pembelajaran. Sebelum diadakan tindakan, pada saat pembelajaran siswa hanya mendengarkan guru berceramah tanpa ada tanya jawab atau siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Guru hanya menggunakan buku pembelajaran sebagai media saja. Pada saat peneliti telah menggunakan model kooperatif tipe TGT, hampir seluruh siswa ikut aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran semakin menarik.   SIMPULAN DAN SARAN Penerapan model kooperatif tipe TGT dalam  peningkatan pembelajaran IPA dikelas IV, dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto Kecamatan Karanggayam tahun ajaran 2012/2013 sudah sesuai dengan langkah-langkah atau komponen yang ada dalam model kooperatif tipe TGT yaitu: (1) pengajaran; (2) belajar tim; (3) game/turnamen dan (4) rekognisi tim yang dilaksanakan dengan dua siklus masing-masing tiga kali pertemuan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri I Giritirto Kecamatan Karanggayam  tahun ajaran 2012/2013. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar dan hasil observasi selama melaksanakan tindakan.     DAFTAR PUSTAKA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen. (2008). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Kebumen: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H. M. Surya, dkk. 2006. Kapita Selekta Kependidikan SD. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Isjoni. (2012).Pembelajaran Kooperatif.Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ridhaazza. 2012. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Diperoleh 30 November 2012, dari http://model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tgt.html   Rustaman, N, dkk. 2010. Materi dan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Slavin, R.E. 2008. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung : Nusa Media. Suprijono, A. 2012. Cooperatif Learning. Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tim LPMP. (2011). Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010. Diklat Pengawas. Semarang: LPMP Tim LPMP. (2011). Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Diklat Pengawas. Semarang: LPMP Tim LPMP. (2011). Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Diklat Pengawas. Semarang: LPMP Tim LPMP. (2011). Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Diklat Pengawas. Semarang: LPMP Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Uno, H. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.                                                                                
IMPLEMENTASI SANDWICH GRAPHIC ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ESEI MAHASISWA SEMESTER III Irawati, Lulus; Lestari, Sri; Wahyuni, Tri
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientation:Using media is used to improve students cerativity and ability in writing that help students in process of prewriting, especially outlining in brainstorming students idea. There are some steps that must students do in using sandwich graphic organizer: (1) reading article that related with topic, (2) listing and clustering based on data, (3) outlining by using sandwich graphic organizer map, (4) writing phase, (5) editing phase, (6) revising phase, (7) evaluating. Research purpose: This research is aimed at finding out whether: (1) using Sndwich Graphic Organizer improved students ability in writing essay, (2) The strengthen and weaknesses of using sandwich graphic organizer. Sandwich graphic organizer is a media to help students in writing essay. Research design: The research method was action research. Technique of collecting data was kuantitative data; writing test result and quessionaire, and documentation of the writing process and learning. Technique of analisys of data were: Comparative Method and statistic descriptive. Main Finding: The research findings show that: (1) the ability of students in writing argumentative essay improve. It can be seen by students result score in postest of cycle 2 from 75 in cycle 1 to 79 in cycle 2; (2) the strengthen of using sandwich graphic organizer were: (a) students were active in process of teaching and learning, (b)sandwich helped students in making outlining, (c) by using sandwich can support students to read many articles. In contrast, the weaknesses of using Sandwich Graphic Organizer were; (a) need much time , (b)some students difficult to fill sandwich pattern.Keywords: essay writing, sandwich graphic organizer, classroom action research
EFEKTIVITAS SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK) SEBAGAI KELANCARAN PENANGANAN USULAN BERKAS MASUK PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (BKN) REGIONAL II SURABAYA JAWA TIMUR WAHYUNI, TRI
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang cepat dan informasi yang semakin mudah diakses menuntut sebuah instansi pemerintahan untuk semakin berbenah. Penggunaan sistem aplikasi penerimaan berkas usulan masuk diharapkan dapat membantu petugas pelayanan kepegawaian dalam pengelolaan berkas usulan yang lebih baik, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanganan berkas usulan yang masuk yang ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya Jawa Timur. Adapun poin yang akan diteliti yaitu mengenai: 1). Kinerja Pegawai, 2) Efektifitas sistem, 3). Manfaat sistem, serta 4). Cara kerja dari SAPK tersebut. Subyek penelitian yaitu pegawai Bidang Pensiun. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah sistem pengamatan (observasi), wawancara, serta dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa SAPK dinilai sudah efektif dalam membantu penanganan usulan berkas masuk yang ada di BKN karena mempermudah pekerjaan dari para pegawai, mempersingkat waktu penanganan berkas, serta menghemat biaya operasional dari bidang yang menggunakannya. Kata kunci: SAPK, efektivitas, berkas kepegawaian    
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PELANGGAN BERBASIS WEBSITE PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM WAY RILAU BANDAR LAMPUNG Wahyuni, Tri
Jurnal Informatika Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : IIB Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[In] globalization era [of] where information and technological [of] walking. Swiftly both representing key to step more go forward and the time became very worth where all activity which execute structure have to and earn to give amenity obtained in executing activity. For example [is] the forwarding of information and denunciating in online internet, so that socialize and the client;  subscriber [do] not have to visit upon place or the company.Referning to above matter to make functioned situs web interactive alternatively from process of [is] forwarding of client; subscriber denunciating to company of district of drinking water of Way Rilau Bandar Lampung.This situs web designed, consisted of some page; yard, where this page; yard there [is] using Flash as especial menu appearance with [his/its] extensions file .swf and partial; some again represent solidarity [of] [ among/between] HTML, script ASP with extensions .asp. This situs use Access as data bases.Result form this implementation web [is] situs web of client; subscriber service, this situs web have two facility that is user or wearer and also for operator. Keyword : Website, Flash, HTML, Script ASP, Access as data bases.
Co-Authors A, Ivon A, Yuli A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd.Rasyid Syamsuri Adistina Fitriani Ahmad Jauhari Akhirmen Akhirmen Anita Rahmawati Arif Widiyatmoko, Arif Atang Saepudin Atni Prawati AYU LESTARI Bakhtaruddin Nst. Bancin, Kadri C, Vatim D Cahya Mulat, Trimaya Denah Suswati Desi Areva Dewi Kurniati Diana Achmad Dina Mardiana Dwi Wahyuni Eka Sari, Eka Endang Ernawati Erni Ermawati Eusabinus Bunau F, Eva Fadly Azhar Fahmi Medias, Fahmi Fatah, Haerul Fatchurohman, Fatchurohman H, Hotma M H, Setyo Haedar Akib Halida . Hamdani . Harefa, Kristine Harwi Kusnadi Hasan, Fuad Nur Hasmin Tamsah, Hasmin Henri Henri, Henri Indriyanti Indriyanti, Indriyanti Intami, Eprina Isa Akhlis Iskandar Abdul Samad, Iskandar Abdul Ivanti, Lina K, Hana K, Hanna S Katrin Katrin Kumar, Abdul Malik Kurniawan, Hafiz Muchti Kuswandi, Wildan Yasa Laily, Dona Wahyuning Lulus Irawati, Lulus Luwandi Suhartono M, Yunita R M, Yustinus M. Syukri Mangiliwati Winardi, Mangiliwati Melda Agarina Melda S Suebu, Melda S Miarsyah, Mieke Muntalim, Muntalim Mun’im, Abdul N, Evi I Nanik Setiyawati, Nanik Nugraha, I Ketut Destian Nugraismia, Wilda Nurliza Nurliza Nurul Ichsan Nurul iffah, Jauhara Dian Nurwiani, . O, Antonius S Ochi Marshella Febriani P, Mardi R Parliani Parliani, Parliani Prihatini, Endah Sih Purna, Fitra Prasapawidya Purnama, Jajang Jaya Rachmany, Hasan Rahmiati Rahmiati Ramadhaniyati, Ramadhaniyati Rieno Septra Nery rini hazriani Riska Aryanti Rizhal Hendi Ristanto Rosalina, Linda S, Iman HS S, Lidwina Semuel Sandy Siregar, Pani Akhiruddin Siroj, Muhammad Badrus Slamet Riadi Suasa Suasa Subagyo, Tutut Suciati Sudarisman Sunardi Sunardi Suryadi, Ade Suryani, naning Syswianti, Desy Tandjung, Ratna Tomo Djudin Tri Wahyudi triantoro, dony arung W, Irawati W, Mirna Wahono Widodo Werdiningsih, Sri Werner R Murhadi Wibisono, Bagus Tito Widuri, Anggita Widya Hary Cahyati