AGUSTIN KRISNA WARDANI
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

APLIKASI TEKNOLOGI IRADIASI GAMMA DAN PENYIMPANAN BEKU SEBAGAI UPAYA PENURUNAN BAKTERI PATOGEN PADA SEAFOOD : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Putri, Fabryana Noor Anggita; Wardani, Agustin Krisna; Harsojo, Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.043 KB)

Abstract

Seafood merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi, namun seafood juga memiliki umur simpan yang relatif singkat karena rentan terhadap cemaran mikroba patogen. Bakteri patogen yang umumnya terdapat dalam seafood diantaranya Salmonella sp., Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Vibrio sp. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kombinasi iradiasi gamma dan penyimpanan beku. Iradiasi gamma merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan yang bertujuan untuk menurunkan jumlah mikroba patogen  dengan merusak DNA pada bakteri tersebut dan tanpa menyebabkan perubahan sensoris dalam produk tersebut. Untuk memaksimalkan proses iradiasi gamma dilakukan pula dengan kombinasi penyimpanan beku yang dapat menghambat kegiatan enzim dan reaksi kimia dalam sel bakteri sehingga dapat mencegah bakteri memperbaiki DNA pasca iradiasi. Dengan penggunaan aplikasi teknologi iradiasi gamma dan penyimpanan beku diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan pada seafood tanpa mempengaruhi kualitas sensorisnya.   Kata kunci : Bakteri Patogen, Iradiasi Gamma, Penyimpanan Beku, Seafood
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN ORGANOLEPTIK MISO KEDELAI HITAM (Glycine max (L)) [IN PRESS JULI 2015] Andarti, Ika Yuli; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.654 KB)

Abstract

Miso adalah produk fermentasi kacang-kacangan yang berasal dari Jepang. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai, beras, dan garam. Salah satu jenis kacang-kacangan yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah kedelai hitam. Kedelai hitam mengandung antosianin yang dapat mencegah penyakit degeneratif. Penggunaan kedelai hitam sebagai bahan baku pembuatan miso akan meningkatkan flavour miso dan membuat diversifikasi pangan pada produk olahan kedelai hitam selain kecap.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi yang tepat untuk menghasilkan miso kedelai hitam yang mempunyai sifat kimia, organoleptik, dan mikrobiologi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada miso kedelai hitam dengan lama fermentasi 4 minggu dengan kadar protein sebesar 4.16%, N-amino 0.15%, gula reduksi 3.15%, antosianin 8.62%, pH 7.75, dan total mikroba 8.43 cfu/gr. Sedangkan menurut parameter organoleptik perlakuan terbaik juga merupakan miso kedelai hitam dengan lama fermentasi 4 minggu dengan tingkat kesukaan rasa 4.20, aroma 4.15, warna 3.25, dantekstur 3.20.   Kata kunci: Kedelai Hitam, Miso, Waktu Fermentasi
PENGARUH FERMENTASI JALI (Coix lacryma jobi-L) PADA PROSES PEMBUATAN TEPUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA COOKIES DAN ROTI TAWAR [IN PRESS JULI 2015] Syahputri, Dwi Arinda; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.772 KB)

Abstract

Jali (Coix lacryma jobi-L) merupakan serealia yang belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Tepung jali dapat digunakan sebagai alternatif pengganti atau subtituen tepung terigu pada produk cookies dan roti tawar sebagai cara mengurangi penggunaan tepung terigu di Indonesia. Kelemahan cookies yang terbuat dari tepung jali adalah tekstur yang keras dan berpasir. Penggunaan tepung jali untuk substitusi tepung terigu pada pembuatan roti tawar juga menghasilkan tekstur yang bantat. Berdasarkan hal tersebut dilakukan fermentasi jali dengan menggunakan ragi tape untuk meningkatkan sifat fungsional tepungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama fermentasi (24, 48, dan 72 jam) jali pada proses pembuatan tepung terhadap karakteristik cookies dan roti tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies dan roti tawar perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan lama fermentasi 72 jam. Cookies perlakuan terbaik memiliki kadar air 4.07%, kadar protein 5.49%, dan daya patah 2.95 N. Sedangkan roti tawar perlakuan terbaik memiliki kadar protein 8.01%, tekstur 1.95 N, dan daya kembang 249.25%.   Kata kunci: Cookies, Jali, Lama fermentasi, Roti tawar, Tepung fermentasi
DETEKSI CEMARAN BABI PADA PRODUK SOSIS SAPI DI KOTA MALANG DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION [IN PRESS JULI 2015] Safitri, Kharisma Nafia; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim sebesar 89% dari jumlah penduduk. Produk olahan daging yang sering dikonsumsi masyarakat adalah sosis. Selain sosis bermerk juga dijumpai jenis sosis curah yang membuat masyarakat sangsi akan status kehalalannya. Teknik yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kontaminasi babi pada produk pangan salah satunya menggunakan metode PCR. PCR merupakan proses sintesis enzimatis untuk mengamplifikasi nukleotida secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya sosis sapi di Kota Malang yang terkontaminasi babi serta untuk mengetahui suhu annealing yang optimum sehingga diperoleh hasil PCR yang sesuai. Penelitian ini menggunakan sampel berupa 6 sosis bermerk dan 7 sosis curah yang diperoleh dari pasar tradisional dan supermarket di Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu optimum yang digunakan untuk annealing yaitu pada suhu 44oC. Hasil PCR menggunakan primer gen leptin babi pada penelitian ini menunjukkan bahwa gen leptin babi tidak spesifik untuk mendeteksi kontaminasi babi.   Kata kunci:Deteksi babi, Halal, PCR, Sosis sapi
EKSPLORASI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) UNTUK PRODUKSI ENZIM PROTEASE DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI RENNET PADA INDUSTRI KEJU [IN PRESS JULI 2015] Adrian, Muhamad Tommy; Fathimah, Azmi Nahdhiyati; Nabela, Faula Libna; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.232 KB)

Abstract

Keju merupakan produk susu yang bergizi tinggi karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Pada umumnya keju dibuat dari susu sapi dengan proses penggumpalan menggunakan enzim rennet yang diperoleh dari lambung anak sapi yang harganya semakin hari semakin mahal karena sulit didapat. Penelitian ini dimaksudkan untuk dapat memanfaatkan enzim protease dari buah mengkudu sebagai pengganti enzim rennet pada proses pembuatan keju. Proses pembuatannya dengan menggunakan cara ekstraksi mengkudu yang dihomogenisasi menggunakan blender dan ditambah stabilisator dengan Sembilan perlakuan. Perlakuan penambahan stabilisator terbaik didapatkan pada penambahan asam askorbat 0.30% dan EDTA 15 mM dengan aktivitas spesifik 1.67 U/mg. Enzim protease tersebut lalu dilakukan pemurnian sederhana dan karakterisasi. Tahapan kedua yaitu pembuatan keju dengan tiga perlakuan penambahan protease (0.02%, 0.04% dan 0.06%). Karakteristik keju yang mendekati keju menggunakan rennet yaitu dengan penambahan protease mengkudu dengan konsentrasi 0.06%. Hasil yang didapatkan yaitu kadar air 51.77%; kadar protein 29.30 mg; kadar lemak 17.98% dan rendemen 10.86. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan gelas beker sebagai tempat penggumpal susu dengan penambahan enzim protease dari buah mengkudu pada suhu serta konsentrasi enzim protease yang divariasikan sehingga diperoleh hasil yang terbaik.   Kata kunci: Buah Mengkudu, Enzim Protease, Keju, Rennet
DETEKSI MOLEKULER CEMARAN DAGING BABI PADA BAKSO SAPI DI PASAR TRADISIONAL KOTA MALANG MENGGUNAKAN PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Wardani, Agustin Krisna; Sari, Elok Puji Kurnia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Kehalalan merupakan isu penting dalam indutri makanan terutama cemaran daging babi pada produk olahan. Metode PCR adalah salah satu teknik analisis molekuler untuk mendeteksi cemaran daging babi pada produk olahan misal bakso. Optimasi Suhu annealing merupakan faktor penting dalam proses PCR. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimum suhu annealing pada metode PCR dengan menggunakan primer gen leptin dan cytochrome b untuk mendeteksi ada atau tidaknya cemaran daging babi pada bakso sapi di pasar tradisional wilayah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa primer gen Leptin dengan kontrol negatif daging ayam mampu mengamplifikasi DNA sampel bakso pada kondisi optimum PCR suhu annealing 440C dalam 37 siklus dengan konsentrasi gel agarosa 3%. Primer gen Cytochrome b tidak mampu mengamplifikasi DNA sampel bakso menggunakan PCR karena tidak terlihat pita DNA pada hasil elektroforesis. Penggunaan primer gen Leptin tidak direkomendasikan untuk deteksi cemaran daging babi karena pada penelitian ini gen leptin juga mengamplifikasi DNA sapi.   Kata kunci: Annealing, Cemaran Babi, Gen Leptin, PCR  
PRETREATMENT AMPAS TEBU (Saccharum oficinarum) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL GENERASI KEDUA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Wardani, Agustin Krisna; Kusumawardini, Indah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Ampas tebu (bagas) mengandung lignoselulosa yang dapat dipecah menjadi glukosa yang akhirnya nanti diubah menjadi etanol dengan proses fermentasi. Untuk memecah lignoselulosa menjadi gula sederhana yang siap difermentasi diperlukan metode pretreatment yang tepat. Proses pretreatment yang dilakukan adalah dengan membandingkan antara metode kimia (H2O2 dan H2SO4) dan biologi (jamur tiram putih). Berdasarkan hasil analisa, proses pretreatment yang menghasilkan selulosa tertinggi adalah pretreatment dengan metode hidrogen peroksida konsentrasi 5% yaitu sebesar 56.67%.   Kata Kunci: Ampas Tebu, Selulosa, Pretreatment, Metode Biologi, Metode Kimia
APLIKASI TEKNOLOGI HURDLE MENGGUNAKAN IRADIASI GAMMA DAN PENYIMPANAN BEKU UNTUK MEREDUKSI BAKTERI PATOGEN PADA BAHAN PANGAN : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2014] Cahyani, Annisa Fadlilah Koos; Wiguna, Lauren Chrisya; Putri, Risqia Adinda; Masduki, Vicha Vitalaya; Wardani, Agustin Krisna; Harsojo, Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.615 KB)

Abstract

Iradiasi gamma merupakan teknologi pengawetan pangan yang berpotensi untuk digunakan karena tidak menimbulkan perubahan sensoris seperti halnya pada pengawetan pangan konvensional (penggunaan panas). Teknologi ini mampu mereduksi bakteri patogen pada bahan pangan, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella sp., Vibrio sp., dan Clostridium perfringens dengan cara merusak DNA dari bakteri-bakteri tersebut. Efektivitas iradiasi gamma dalam mereduksi bakteri patogen dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis bakteri, dosis iradiasi, serta kondisi selama iradiasi dan pasca iradiasi. Selain itu, penggunaan teknologi iradiasi gamma masih perlu dikombinasikan dengan pengawetan lainnya seperti penyimpanan beku sebagai teknologi hurdle yang akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Hal ini dikarenakan penyimpanan beku dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mencegah bakteri memperbaiki DNA pasca iradiasi. Dengan aplikasi teknologi hurdle (iradiasi gamma dan penyimpanan beku) diharapkan keamanan pangan dapat ditingkatkan tanpa mempengaruhi kualitas sensoris bahan pangan tersebut.   Kata kunci : Bakteri Patogen, Iradiasi Gamma, Keamanan Pangan, Penyimpanan Beku
POLYMERASE CHAIN REACTION UNTUK DETEKSI Salmonella sp. : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Prayoga, Windra; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Keberadaan bakteri patogen seperti Salmonella sp. dalam makanan tidak dikehendaki sebab bakteri tersebut dapat menyebabkan foodborne disease, maka dari itu keberadaan Salmonella sp. dalam makanan harus dideteksi. Pendeteksian Salmonella sp. dapat dilakukan dengan berbagai cara, satu diantaranya adalah dengan teknik Polymerase Chain Reaction. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu metode molekuler yang bekerja dengan cara memperbanyak potongan DNA yang dikehendaki dari suatu organisme. PCR mampu bekerja pada substansi sampel yang sangat kompleks seperti makanan serta mampu bekerja secara cepat dan spesifik. Karena kelebihannya tersebut, PCR sesuai digunakan untuk mendeteksi keberadaan Salmonella sp. Pendeteksian Salmonella sp. pada menggunakan PCR menyebabkan deteksi dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan keakurasian yang tinggi sehingga dapat dilakukan penanganan yang sesuai pada makanan.   Kata Kunci: Deteksi, Molekuler, Salmonella sp.
Purification of Phage Cocktail and its Inhibition Spectrum to Foodborne Disease Bacteria Nindita, Lia Oriana; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.199 KB)

Abstract

The aim of this research is to purify a phage cocktail to obtain a single phage and evaluate the broad host range of a single phage. The obtained single phage (ФLA-1), was found to attack strains of Shigella flexneri, Shigella dysentri, Eschericia coli, Salmonella thypi, and Listeria monocytogenes, but not members of the strains Staphylococcus aureus, Bacillus cereus and Lactobacillus plantarum. The data showed that ФLA-1 is more  effective to attack the Shigella flexneri than other strain with the burst size of 1.37.108 PFU/ml. It  can reduced the cell numbers of their positive bacteria targets after 8 hr. The complete nucleotide sequence of the genome 21226 basepairs of фLA-1 was determined. Keywords: purification, phage cocktail, plaque, pathogen bacteria, foofdborne disease