Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KINERJA MENGAJAR DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN IPA DI SD PADA MAHASISWA PROGRAM D2 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN FKIP UNS Warsiti, Warsiti
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.854 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kinerja mengajar dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan IPA di SD pada mahasiswa program D2 PGSD Kampus VI Kebumen FKIP UNS.Penelitian ini dilaksanakan di Kampus VI Kebumen pada mahasiswa semester III Tahun Akademik 2009/2010. Populasi penelitian sebanyak 193 orang mahasiswa dan sampel diambil sebanyak 60 orang dengan teknik random sampling. Metode penelitian adalah metode diskriptif. Pengumpulan data dengan angket dan dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier multipel dan korelasi parsil.Hasil analisis data dihasilkan persamaan regresi y = 26, 0667 + 0, 1292 X1 + 0, 2193 X2. Fhitung dengan dk (2, 57) sama dengan 21, 3312 lebih besar dari Ftabel = 3, 14 dengan taraf signifikansi 5 %, artinya koefisien korelasi multipel tersebut berarti. Untuk uji keberartian koefisien regresi linier multipel ditunjukkan oleh harga thitung lebih besar dari ttabel dengan dk 57 pada taraf signifikansi 5 %. t1hitung  = 2, 1522; t2 hitung = 3, 9129; ttabel = 1, 67. Uji korelasi  parsil ditunjukkan oleh harga ry 1. 2 = 0, 3416; ry 2 . 1 = 0, 4659 dengan N = 60, rtabel = 0, 254. Dan thitung lebih besar dari ttabel, artinya koefisien korelasi parsil berarti. Besarnya sumbangan relatif dari kinerja mengajar dosen sebesar 28, 1162 % dan motivasi belajar 71, 8838 % dan sumbangan efektifnya 12, 0357 % dan 30, 7712 %.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara kinerja mengajar dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan IPA di SD pada mahasiswa program D2 PGSD. Kinerja mengajar dosen memberikan sumbangan lebih kecil dibanding motivasi belajar. Kata Kunci: Kinerja Mengajar Dosen, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA WARSITI, WARSITI
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.919 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penulisan artikel kajian ini adalah (1) Mendiskripsikan pembentukan karakteristik siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPA di SD (2) Mendiskripsikan peran guru IPA di SD dan (3) memberikan informasi tentang strategi pembelajaran IPA di SD dalam pembentukan karakter siswa SD. Metode penulisan artikel kajian ini adalah metode diskriptif kualitatif dengan didasarkan pada hasil pengamatan, pengalaman dan kajian pustaka dari berbagai sumber informasi. Hasil pembahasan dari kajian ini adalah (1) pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD. Hal ini relevan dengan tujuan pembelajaran IPA di SD, dan hakekat IPA sebagai produk, proses, dan pembentuk sikap serta nilai ? nilai yang terkandung dalam IPA. Penerapan dan pengembangan pembelajaran IPA di SD disesuaikan dengan karakteristik siswa SD (2) Peran guru IPA di SD sebagai guru kelas adalah sebagai fasilitator, motivator, inovator, konselor dan evaluator. Dalam usaha membentuk karakter siswa hendaknya guru IPA memiliki kompetensi guru profesional, fisik dan mental sebagai pendidik yang meliputi (a) sehat dan berpenampilan menarik (b) ketulusan akan pengabdian (c) kemauan untuk mengembangkan diri (d) kesabaran dan kasih sayang, serta (e) keteladanan dalam bersikap dan perilaku (3) strategi pembelajaran IPA di SD yang dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD adalah dengan menggunakan pendekatan dan metode yang tepat antara lain pendekatan saling temas, pendekatan discovery inkuiri, pendekatan CTL,pendekatan kooperatif, pendekatan kuantum dengan metode ekspresimen atau  demonstrasi, diskusi presentasi, karya wisata, simulasi, latihan dan penugasan. Kesimpulan dari kajian ini adalah pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD dalam pembentukan karakter siswa SD melalui pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) yang akan menghasilkan pembelajar yang cerdas, antusias, nyaman, tercapai tujuan, (terampil),interatif                              dan komunikatif (CANTIK).   Kata kunci : karakter, siswa SD, Pembelajaran IPA.
ANALISIS SUSUNAN PERKERASAN JALAN PADA TIGA RUAS JALAN ARTERI DI SEMARANG Warsiti, Warsiti; Risman, Risman
Orbith Vol 10, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan jalan mempunyai peranan dalam melancarkan angkutan barang maupun manusia dari suatu daerah ke daerah yang lain. Jalan merupakan prasarana transportasi darat, jika prasarana transpotasi  dalam kondisi baik maka transportasi juga akan berjalan baik, dampaknya bermacam-macam antara lain pengendara merasa nyaman, kecelakaan berkurang, lalu lintas berjalan lancar, perekonomian meningkat. Kondisi perkerasan jalan akan dipengaruhi oleh jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, kualitas bahan material, perawatan, kualitas drainase dsb. Dalam studi ini akan dibahas tentang perkerasan exsisting masih mampu menahan beban LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) yang ada  dengan metode membandingkan  ITP exsisting dengan ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada IndekTebalPerkerasan (ITP exsisting) Jl. Dr. Cipto, Jl.S.Parman dan Jl. Sugiyopranoto diperoleh berturut-turut 11,25 ; 11,2 ; 11,16 dan  ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada berturut-turut sebesar 11,0 ; 10,0 ; 10,5. Sehingga dapat diambil kesimpulan tebal perkerasan dari ketiga jalan raya (Jl. Dr. Cipto, Jl. S. Parman dan Jl. Sugiyopranoto) tahun 2014 masih mampu menahan beban lalu lintas yang ada. Kesimpulan dari studi kasus ini berdasarkan analisis dari data lalu lintas th 2013 maka ketiga jalan tersebut pada tahun 2014 belum perlu dilakukan Overlay atau penambahan tebal perkerasan.
PENGOLAHAN RAMI SECARA BIOLOGI Agustina, Siti; Tuti, Lydia C.H.; Andrianty, Trisny; Warsiti, Warsiti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4977.665 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3585

Abstract

Pada saat ini proses pengolahan serat rami menjadi China grass dilakukan dengan menggunakan proses secara fisika dan kimia. Hasilnya cukup balk, tetapi proses ini menghasilkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan mengolah serat rami menggunakan mikroorganisme, pada proses delignifikasi dan degumming. Pada penelitian ini adalah jenis-jenis bahan perendam digunakan sebaqai variabel (media mikroorganisme) yaitu: air laut, air kelapa kopyor, air enzim papain, larutan bakteri dan air rawa. Berdasarkan hasil penelitian  untuk proses delignifikasi yang terbaik adalah perendaman serat rami selama 4 hari dengan air laut dan untuk proses degumming adalah perendaman 5 hari oleh bakteri Pseudomonas fluoresence 15%. Spesifikasi china grass yang dihasilkan adalah kuat tarik per helai 320,8 pada kondisi standar 32,7 mN, kehalusan 5,29 Dtex (1,76 Denier) dan kemuluran 1,8% serta warna serat yang dihasilkan berwarna putih dan berkilau.
UPAYA MENINGKATKAN KUALITASPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA TENTANG TATA SURYA DENGAN MENERAPKAN METODE SQ3R Warsiti Warsiti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam usaha memperbaiki kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan sifat materi pembelajaran tersebut. Diantaranya dengan metode Survey, Question, Read. Recite, and Review (SQ3R). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS dan (2) untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya dengan menerapkan metode SQ3R pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan system spiral atau siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program S1 PGSD Kampus Kebumen Semester 2 Tahun Akademik 2011 sebanyak 37 Mahasiswa (1 kelas). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, meliputi (1) reduksi data, penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan metode SQ3R yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan langkah-langkah (a) Survey dari berbagai macam sumber informasi, (b) Question dengan cara diberi pertanyaan-pertanyaan, (c) Read membaca buku sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dipresentasikan dengan menggunakan metode simulasi dan media aphron, (d) Recall dengan membuat peta konsep, (e) Review dengan membuat resume atau rangkuman. Peningkatan proses pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya meliputi aspek kerja sama, keaktifan, kesungguhan, kreativitas dan antusias sehingga mewujudkan pembelajaran PAIKEM. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata proses pada siklus I 75, pada siklus II 90 (peningkatan 15%). (2) Penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I 73 dan siklus II 83 (peningkatan 10%).   Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Tata Surya, Metode SQ3R.
RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER’S PARTICIPATION IN SUPPORT GROUPS WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING PRACTICE IN PUSKESMAS UMBUL HARJO I YOGYAKARTA, INDONESIA Laela, Nur; Ilmiyani, Siti Naili; Astuti, Etni Dwi; Warsiti, Warsiti
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No 1 (2017)
Publisher : Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.205 KB)

Abstract

Background: By the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012, infant mortality rate in Indonesia is still quite high at 32 deaths per 1,000 live births. The majority of infant deaths occur in the neonatal period. The main capital in achieving quality health starts since the beginning with breastfeeding without any additional food in this case of exclusive breastfeeding. Many mothers do not provide exclusive breastfeed due to social factors (maternal employment, social, cultural, supportfamily). Aims: This paper explains the relationship between the rate of participation in maternal supporting group with the success of exclusive breastfeeding program in Community Health Centers Umbulharjo I Yogyakarta in 2014. Methods: This study employed correlation analytical survey with cross sectional approach. The samples were 30 mothers who having a baby age 6 to 12 months, and participated in a maternal supporting group. Results: Of the 30 respondents, 26 (86.7%) of respondents successfully breastfeed exlusive. Of which 23 respondents (76.7%) with a participation rate of mothers in support groups with good category, 22 (73.3%) were successful exclusive breastfeeding and 1 (3.3%) of respondents who did not give exclusive breastfeeding, in the medium category 3 respondents (10.0%), 2 respondents (6,7%) were successful exclusive breastfeeding, and 1 (3.3%) of respondents who did not give exclusive breastfeeding, and low category 4 respondents (%13.3), 2 respondents (6,7%) were successful exclusive breastfeeding and 2 (6.7%) of respondents who did not give exclusive breastfeeding. The participation rate of mothers in maternal supporting group affects the success of exclusive breastfeeding with the P value = 0.026. Conclusion: There was a significant relationship between the rate of participation of mothers in maternal supporting group success exclusive breastfeeding mothers. The social relations become very important to increase the exclusive breastfeeding through mother support groups. 
STUDI FENOMENOLOGI : FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK PEREMPUAN DI KABUPATEN WONOSOBO Setiani, Fibrinika Tuta; Handayani, Sri; Warsiti, Warsiti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 4 No 2 (2017): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v4i2.414

Abstract

Kasus kekerasan seksual setiap tahun mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya dari kalangan dewasa namun sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Tindakan kekerasan seksual pada anak membawa dampak emosional dan fisik kepada korbannya.Untuk memperoleh gambaran tentang faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak perempuan di Kabupaten WonosoboPendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Informan utama adalah anak yang mengalami kekerasan seksual dan informan pendukung orang tua atau wali, orang terdekat yang dipercaya responden dan petugas unit pelayanan informasi perempuan dan anak. Pengambilan data melalui purposive sampling.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak adalah faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor nilai dan faktor individu.Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak adalah faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor nilai dan faktor individu.
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KELUARGA POSITIVE DEVIANCE DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS NGUMPAKDALEM KABUPATEN BOJONEGORO Luthfia, Erien; Yanti, Yanti; Warsiti, Warsiti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 4 No 2 (2017): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v4i2.415

Abstract

Masalah gizi balita masih menjadi masalah serius di berbagai negara. Positive Deviance merupakan pendekatan berbasis keluarga yang mempunyai perilaku positif yang memungkinkan mereka dapat menemukan cara yang lebih baik untuk mencegah kekurangan gizi.Untuk mengungkap pengalaman pemeliharaan kesehatan keluarga Positive Deviance dalam upaya peningkatan status gizi balita.Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif dengan informan utama keluarga Positive Deviance dan informan pendukung keluarga non Positive Deviance, petugas gizi Puskesmas, dan bidan desa, yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, serta studi dokumentasi.Lima informan inti telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Wawancara direkam kemudian dibuat transkrip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan pencegahan sakit dengan imunisasi lengkap, pemberian vitamin, dan jika anak sakit berobat ke Ponkesdes atau Puskesmas.Hasil penelitian memberikan implikasi bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan yang baik dapat mengurangi kejadian gizi kurang. Perlu peningkatan pemberdayaan keluarga dan berbagi pengalaman antar keluarga Positive Deviance dalam upaya peningkatan status gizi balita.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Warsiti, Warsiti; Wardani, Sisca Dwikusuma; Ramadhan, Ardea Achmad; Yuliani, Ratna
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.6526

Abstract

Staphylococcus aureus is an infectious bacteria with pus because of tissue damage. Infectious diseases caused by S. aureus include wound infections, ulcers, pimples, and impetigo. Dayak onions have the benefit of being antibacterial. This research aims to study the antibacterial activity of ethanolic extract of Dayak onions against  Staphylococcus aureus. The antibacterial study was carried out using the disk diffusion method. Identification of bacteria by Gram staining showed Gram-positive bacteria which can ferment mannitol with the mannitol test. A bacterial sensitivity test was conducted using three antibiotics i.e. cefoxitin 30μg, vancomycin 30μg, and linezolid 30μg. The bacteria was sensitive to all of the three antibiotics, with the inhibitory zone of 23.5 mm; 17 mm and 27.5 mm, respectively. Vancomycin 30μg was used as a positive control, resulted in average diameter of the inhibitory zone of 17.83  2.25 mm, whereas a control solvent DMSO (Dimethyl sulphoxide) did not produce zones. The ethanolic extract of Dayak onion in the concentration of 25%; 50%; 75% and 100% showed the average diameter of inhibitory zones of 8.17  0.29  mm; 10.67  1.44 mm; 10.33  1.53 mm; and 12.33  1.61  mm, respectively
Kajian Perilaku Debit Alat Ukur Ambang Lebar Terhadap Profil Aliran Risman, Risman; Warsiti, Warsiti; Mawardi, Mawardi; Martono, Martono; Satriyadi, Lilik
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2, Oktober (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2, Oktober.863

Abstract

Kajian ini dilakukan di laboratorium hidrolika dengan menggunakan skala model alat ukur debit ambang lebar yaitu dengan mengasumsikan bahwa bilangan Froude yang terjadi pada model sama dengan bilangan Froude yang terjadi pada kondisi di lapangan. Sehingga dengan demikian skala debit, waktu, kecepatan dan volume akan dapat mewakili kondisi sesungguhnya di lapangan. Metodologi yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium hidrolika dengan memvariasikan debit mulai dari Q1, Q2, Q3, Q4, …. Qn, untuk mendapatkan variasi tinggi muka air di atas mercu, di hulu dan di hilir mercu pelimpah ambang lebar, sehingga akan didapatkan hubungan antara debit aliran dengan tinggi muka air di atas mercu, di hulu dan di hilir mercu pelimpah ambang lebar. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan debit dengan tinggi muka air di hulu dengan persamaan Y=0,88X 0,359, hubungan debit dengan tinggi muka air di hilir dengan persamaan Y=0,266X 0,236, hubungan debit dengan muka air di atas ambang lebar dengan persamaan Y=3,863X 0,666, dengan Y adalah debit aliran pelimpah ambang lebar dalam m3/detik dan X adalah tinggi muka air dalam m.Kata Kunci: Pelimpah Ambang Lebar, Debit