Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH NUTRISI DAN INTERVAL PEMBERIANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK RAKIT APUNG Wasonowati, Catur
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.529 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2115

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk ke dalam famili Compositae. Selada merupakan tanaman semusim dan mempunyai ciri diantaranya bentuk bunganya mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrisi dan interval pemberiannya terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Penelitian ini dilaksanakan dalam rumah kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada ketinggian 3 m dpl dengan suhu rata-rata 27-30oC pada bulan Juni-November 2011.  Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan penggunaan formula nutrisi Goodplant dan Greentonik dan interval pemberian nutrisi. Faktor pertama adalah nutrisi, yang terdiri dua faktor yaitu : N1 :Nutrisi Goodplant dan N2: Nutrisi Greentonik. Faktor kedua adalah interval pemberian nutrisi yang terdiri tiga faktor, yaitu P1 :pemberian nutrisi 1 kali sehari, P2 : pemberian nutrisi 2 kali sehari dan P3 : pemberian nutrisi 3 kali sehari.    Terjadi interaksi antara perlakuan jenis nutrisi dan interval pemberiannya pada parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan  luas daun. Perlakuan pemberian jenis nutrisi berpengaruh nyata pada jumlah daun pada umur 21-28 HST, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada saat panen. Perlakuan interval pemberian nutrisi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada semua umur pengamatan
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum) DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 4, No 1 (2011): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v4i1.273

Abstract

Tomato is vegetable that has high economic and nutritional value. Hydroponics is the cultivation of plants without soil but using rice husk charcoal, rockwool, pumice, sand, gravel, perlite water and air media. This research aims to study the effect of nutrients and polybag size on growth and yield of hydroponic tomatoes. The experiment was conducted in Kassa House of Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture Trunojoyo University. Fertilizers used were Hidrogroup and Greentonik while polybag size are 30x30 cm, 30x40 cm and 40x40 cm. The design of this study using Complete Randomized Design (CRD) with 3 replications. The result showed that this research affect to the vegetative phase. No interaction between type of nutrition and polybag size on plant height, leaf number, stem diameter, number of flowers, flowering time of tomato. Type of nutrition significantly affect plant height, leaf number, stem diameter, flower number and wet and dry weight of stems and leaves, whereas the size of polybags significantly affects in the number of leaves, wet and dry weight of stems and leaves of tomato.
Physiological characteristics of two accessions of moringa (Moringa oleifera Lam.) at different planting sites in Madura Catur Wasonowati; Endang Sulistyaningsih; Didik Indradewa; Budiastuti Kurniasih
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 3 (2020): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.47245

Abstract

Moringa plants grow in Sumenep with semi-intensive planting at the moor and several planting sites. Sumenep is one of the districts in Madura Island, which is categorized as a dry area based on the Oldeman climate classification. Based on the color of the leaf stalk, moringa plants growing in Sumenep area are categorized as green and purple moringa. The study aimed to examine the differences in physiological characteristics of two accession of moringa plants at different planting sites in Madura. The study was arranged in Oversite Sub-sampling Design with planting site as first factor consisting of Bluto with E5 climate type and Guluk-guluk with D3 climate type. Meanwhile, the second factor was the type of moringa consisting of moringa with green and purple leaf stalks. The results showed that the different planting sites represented the differences in environmental elements, which influenced the physiological characteristics of moringa plants. Based on the observation in September 2016, moringa plants with green stalks planted in Guluk-guluk had high ANR content. The stomatal opening on moringa leaves with green stalks was larger than that on moringa plants with purple stalks, whereas ANR content in green-stalked moringa was lower than in the purple-stalked ones. Meanwhile, in February 2017, the purple-stalked moringa plants planted at Bluto had the highest transpiration rate and proline content compared to the others.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM) DENGAN SISTEM BUDI DAYA HIDROPONIK Wasonowati, Catur
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.401 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v3i2.2293

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi serta mengandung nilai gizi cukup tinggi. Hidroponik adalah budi daya tanaman tanpa tanah tetapi menggunakan media arang sekam, rockwool, batu apung, pasir, kerikil, perlit, dapat juga menggunakan media air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh macam nutrisi dan ukuran polibag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Rumah kassa Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. Pupuk yang digunakan adalah Hidrogroup dan Greentonik sedangkan ukuran polybag 30 × 30 cm, 30 × 40 cm dan 40 × 40 cm. Rancangan dari penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini adalah berpengaruh terhadap fase vegetative. Tidak terjadi interaksi antara jenis nutrisi dan ukuran polybag pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, saat berbunga, bobot basah dan bobot kering akar, batang dan daun tanaman tomat. Perlakuan jenis nutrisi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga dan bobot basah dan bobot kering batang dan daun, sedangkan perlakuan ukuran polibag berpengaruh nyata pada jumlah daun, bobot basah dan bobot kering batang dan daun tanaman tomat. Kata kunci: tomat, hidroponik, nutrisi, ukuran polibag, fase vegetatif AbstractTomatoes is one of vegetables have high economic value and high nutrition. Hydroponic is culture plant without soil but use arang sekam, rockwool, sand, coral, perlit and can use water and air. The objective of this research was to know the effect of fertilizer as nutrient source and size of polibag for production and quality with hydroponic tomatoes. This experiment was conducted from June to November 2010, at Agroecotechnology Experiment Station of The Faculty of Agriculture, Trunojoyo University. The fertilizers used were Hydrogroup and Greentonic, and size of polibag are 30 × 30 cm, 30 × 40cm and 40 × 40 cm. Experimental design used was Randomized Complete Design with three replications. The results of this experiment indicated that have the greatest effect for vegetatif phase. There was no significant difference between fertilizer as nutrient source and size of polybag in high plant, number of leaf, number of flower, fruit set, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf plant. The nutrient source is significant to high plant, number of leaf, number of flower, fruit set, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf tomatoes plant. The size of polybag is significant to number of leaf, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf tomatoes plant. Keywords: tomatoes, hydroponic, fertilizer, size of polibag,vegetatif phase
PENERAPAN PANJANG TALANG DAN JARAK TANAM DENGAN SISTEM HIDROPONIK NFT (Nutrient Film Technique) PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Daviv Zali Vidianto; Siti Fatimah; Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.881 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1488

Abstract

Kailan vegetables is one kind of high economic value that can be grown in hydroponic NFT (Nutrient Film Technique). The purpose of this study to determine the effect of chamfer length and spacing of the system hydroponic NFT (Nutrient Film Technique) on the growth and yield kailan (Brassica oleraceae var. Alboglabra). The research has been done in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University Department Agroekoteknologi Trunojoyo Madura District Kamal village Telang Bangkalan. Tat is was conducted in February-May 2012. Research using methods completely randomized design (CRD) with non factorial treatment chamfer length 2 m with spacing of 15 cm (P1J1), chamfer length 2 m with spacing of 20 cm (P1J2), chamfer length of 4 m with spacing of 15 cm (P2J1 ) and chamfer length of 4 m with spacing of 20 cm (P2J2). The materials used are kailan seeds, fertilizers and hydroponics Goodplant acetic acid (CH3COOH). Observations were analyzed using analysis of variance and Duncan continued Test Distance (UJD) level of 5%. P1J1 (chamfer length of 2 meters and 15 cm plant spacing) gives the best effect on the variable root length, number of leaves and plant canopy wet weight. The treatment does’n effect to variable leaf area, root wet weight, dry weight, and root dry weight of the plant canopyKeyword : Brassica oleraceae var. Alboglabra, hydroponik NFT, chamfer length and spacing
Pengaruh Pupuk N, P, K dan Mg terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Lidah Buaya (Aloe vera chinensis) pada Lahan Gambut Indragiri Hilir Riau Catur Wasonowati; - Sudrajat; Sudirman Yahya
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.891 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.228

Abstract

The objective of this research was to study the effect of N, P, K and Mg fertilizers on growth and quality of Aloe vera chinensis in peat soil of Indragiri Hilir Riau.  The research was conducted at PT Bhumireksa Nusasejati Plantation, Indragiri Hilir Riau.  The research was arranged by Factorial Randomized Block Design  with 4 factors, 4 levels, 3 replications.  The first factor was N dosage fertilizer (N0 is equal to 0g, N1 is equal to 5g, N2 is equal to 10g, N3 is equal to 20g N/plant/month), The second factor was P dosage fertilizer (P0 is equal to 0g, P1 is equal to 4g, P2 is equal to 8g, P3 is equal to 16g P2O5/plant/month), The third factor was K dosage fertilizer (K0 is equal to 0g, K1 is equal to 7.5g, K2 is equal to 15g, K3 is equal to 30g K2O/plant/month), The fourth factor was Mg dosage fertilizer (Mg0 is equal to 0g, Mg1 is equal to 2.5g, Mg2 is equal to 5g, Mg3 is equal to 10g MgO/plant/month).  The results showed that the application of N, K and Mg dosage significantly increased plant height, leaf length, leaf width, leaf thickness, and the number of leaf by quadratic response.  Combination of N and P fertilizer  significantly raised the leaf fresh weight.  The complete treatment (NPKMg) and single factor either N and Mg did not increase the total chlorophyll and protein content , in contrast, P and K as a single factor significantly  increased  the total chlorophyll but not protein content. Gel of Aloe vera consisted of 17 essential amino acids
Deteksi perakaran kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan metode geolistrik resistivitas Catur Wasonowati; Endang Sulistyaningsih; Didik Indradewa; Budiastuti Kurniasih
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10064

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai tanaman multiguna dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan bahan pangan alternatif. Tanaman dengan perakaran yang baik mampu tumbuh, berkembang dan berproduksi secara maksimal.  Pengambilan sampel akar kelor dengan cara destruktif membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif serta membutuhkan tenaga kerja. Salah satu metode non destruktif adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas (tahanan jenis) untuk mendeteksi akar tanaman dan mempelajari hubungan tanah dan akar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bluto dan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  2017. Penelitian untuk mengetahui bagaimana pola sebaran akar tanaman kelor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebaran akar primer, sekunder, dan tersier pada tanaman kelor dengan metode geolistrik. Sebaran akar kelor di Bluto dan Guluk-guluk bervariasi terdiri dari akar tersier, sekunder dan primer dapat dilihat hasil resistivitas secara horisontal dan vertikal. Nilai resistivitasnya  lokasi tanam kelor di Bluto lebih tinggi dibandingkan dengan di Guluk-guluk.
PENGARUH TINGGI BEDENGAN PADA DUA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Holish -; Eko Murniyanto; Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 7, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.754 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i2.1442

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif, komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan Jawa Timur yang  sangat fluktuatif  harga maupun produksinya. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan yang berada pada ketinggian ± 3 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah grumusol. Penelitian dilakukan pada bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012. Perlakuan  tinggi bedengan tidak menunjukkan  pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua parameter. Perlakuan tinggi bedengan 40 cm (T1) cenderung menghasilkan jumlah daun ( 29,66), bobot basah pertanaman (43,37 g) dan bobot basah umbi per bedengan (3450 g)  dan bobot kering umbi per bedengan (8,9 g)  lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tinggi bedengan 50 cm (T2) dan 60 cm (T3). Perlakuan jenis varietas tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua parameter. Perlakuan varietas Nganjuk (V2) cenderung menghasilkan tinggi tanaman (26,12 cm)  dan jumlah daun (27) lebih tinggi dibandingkan varietas lokal Madura (V1), sedangkan varietas lokal Madura  (V1) cenderung memberikan bobot basah umbi per tanaman (39,24 g) dan bobot basah umbi per bedengan  (3150 g) lebih tinggi dibanding varietas Nganjuk (V2). Perlakuan tinggi bedengan dan dua varietas bawang merah tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua parameter pengamatan.Kata Kunci : varietas lokal, bawang merah, tinggi bedengan.
PENGEMBANGAN KAPASITAS UKM AL-MANSHURIEN BANGKALAN MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BERBASIS WEBSITE Mochammad Yasir; Laila Khamsatul Muharrami; Catur Wasonowati; Laili Cahyani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.30735

Abstract

Saat ini dunia sedang dilanda wabah penyakit yaitu Covid-19 yang belum ada obatnya. Wabah ini hampir melumpuhkan seluruh sendi-sendi kehidupan manusia, termasuk bidang ekonomi dunia usaha dan wirausaha. Salah satu UKM yang terdampak Covid-19 tersebut adalah UKM Al-Manshurien yang memproduksi minuman kesehatan jamu herbal Naturna beralamatkan di Jl. Yakurt Blok ED/2 Perumahan Taman Gili, Desa Gili Timur Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, dalam bentuk cair dan serbuk. Pada masa Covid-19 terjadi penurunan omzet penjualan. Faktor penyebabnya adalah kenaikan bahan baku, daya beli masyarakat menurun, proses produksi manual, dan kesulitan dalam pemasaran. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah pembuatan website untuk mengatasi kesulitan pemasaran produk yang berdampak pada penurunan penjualan produk dengan menyertakan hasil sertifikasi halal dan uji nutrisi pada sampel Naturna berbahan temulawak, kunyit putih, sirih pinang, berbentuk cair dan serbuk. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas UKM Al-Manshurien Bangkalan melalui inovasi teknologi berbasis website. Metode yang dilakukan adalah 1) survei lapangan untuk melihat kondisi dan permasalahan yang dialami mitra; 2) pembuatan website pemasaran produk; 3) pelatihan pengoperasian website pemasaran produk. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemasaran penjualan produk UKM Al-Manshurien yang didukung dengan adanya legalitas produk dapat meningkat melalui inovasi teknologi berbasis website untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kapasitas UKM di Indonesia.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOI (Brassica juncea L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK Balia Perwitasari; Mustika Tripatmasari; Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 5, No 1 (2012): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v5i1.304

Abstract

Pakchoi (Brassica juncea L.). is one kind of a vegetable crop that has high economic value and high nutrition. The technology of hydroponic is one of alternative cultivation using other media than soil substrates and nutrients. The purpose of this research is to determine the effect of media composition and nutrition on growth and yield of  pakchoi crops and find out which treatment is best for plant growth and yield of pakchoi. Researchcarried outinthe gardenexperiment ina plastichouse, Faculty ofAgriculture, University ofTrunojoyoMadura, at an altitude of±5 mabove sea level, temperature29ºC, and± 75% RH. The research was conductedin December2011 toFebruary2012.The analysis was usednonfaktorialRAL. Treatmentwithcomposemediatypes(raw rice husk, rice huskcharcoal, sand) andnutrients(no nutrients, premiumnutrition, nutritiongoodplant). There are ninetreatment, threereplicationsandthreesamples ofthe plant, furthertestswere analyzed byDMRT5%. Results showedthe treatmentcompositionandnutrientmediaprovidesignificantly differentresultsatdifferent ages ofobservationson eachvariableobservation. The besttreatmentcompositioncontained in thehusk charcoalandnutrientmediagoodplant(M2N2). Evidenced by theaverage ofthe highestresultson the length ofthe plant(29.38cm), number of leaves(22.22 strands), leaf area(3226.79 cm2), wetweight(242.19 g) and dry weight(13, 27g) totalplantpakchoiat age4 MST.