Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sintesis Nanofiller Dari Rumput Alang-Alang untuk Pembuatan Film Bioplastik Berbahan Dasar Pati-Kitosan Endang Widiastuti; Ari Marlina
Fluida Vol 15 No 1 (2022): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v15i1.3268

Abstract

Indonesia saat ini menempati urutan ke-2 sebagai negara penghasil sampah plastik. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang plastik ramah lingkungan yang dikenal sebagai bioplastik sedang digalakkan. Bioplastik yang terbuat dari bahan alam, sifat mekaniknya tidak sebaik plastik jenis LDPE (Low Density Proly Ethylene). Salah satu bioplastik tersebut adalah berbahan dasar pati-kitosan, yaitu pati yang digunakan dari singkong atau disebut tapioka/pati. Pada penelitian ini, campuran pati-kitosan ditambahkan nanoselulosa dari rumput alang-alang sebagai nanofiller. Pertama, nanoselulosa diasetilasi kemudian dicampur dengan pati-kitosan. Bioplastik yang dibuat pada penelitian ini menggunakan perbandingan tapioka dan kitosan yakni 9 : 0,3. Bioplastik yang dibuat dari campuran pati-kitosan-nanoselulosa , memiliki kekuatan tarik 7,01 MPa, modulus Young atau kekuatan luluh 4,69 MPa dan perpanjangan putus 29,72% untuk ketebalan film 0,28 mm. Dari penelitian ini diketahui bahwa penambahan nanoselulosa dapat meningkatkan sifat mekanik bioplastik pati-kitosan, meskipun belum menyamai sifat mekanik bahan plastik LDPE. Indonesia is currently the 2nd largest producer of plastic waste. Therefore, research on environmentally friendly plastics, known as bioplastics, has been promoted in recent years. Bioplastic is made from natural materials, and its mechanical properties are not as good as LDPE (Low-Density Poly Ethylene) plastic. One of the bioplastics is made from starch-chitosan, the starch used from cassava or called tapioca/starch. In this study, a mixture of starch-chitosan was added with nanocellulose from alang-alang grass as a nanofiller. The first, nanocellulose was acetylated and then mixed with starch-chitosan. Bioplastics were made in this study using a tapioca-chitosan ratio of 9: 0.3. Bioplastic Bioplastic made from a mixture of starch-chitosan-nanocellulose has a tensile strength of 7.01 MPa, Young's modulus or yield strength of 4.69 MPa and elongation of break 29.72% for a film thickness of 0.28 mm. This research shows that the addition of nanocellulose can improve the mechanical properties of starch-chitosan bioplastic. However, it has not matched the mechanical properties of LDPE plastic material.
Studi Awal Pembuatan Nano Serat Selulosa Alang-Alang (Imperata Cylindrical (L) Beauv) Sebagai Bahan Pengikat Komposit Endang Widiastuti; Ari Marlina
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.017 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2098

Abstract

Rumput alang-alang atau ilalang (Imperata cylindrical (L) Beauv) sangat mudah dijumpai, karena dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga kerap kali menjadi gulma di lahan pertanian. Daun rumput alangalang mengandung selulosa yang cukup tinggi, yang pada saat ini belum banyak dimanfaatkan. Melaluipenelitian ini selulosa tersebut akan dibuat menjadi nano serat selulosa, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan pengikat komposit yang ramah lingkungan. Untuk memperoleh nano serat selulosa dilakukan proses ekstraksi dengan NaOH terhadap alang-alang kering, selanjutnya dihidrolisis dengan H2SO4 dan terakhir dilakukan proses mekanik ultrasonikasi. Hasil uji FTIR menunjukkan puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1031cm- merupakan daerah vibrasi tekuk dari gugus C-OH, vibrasi ulur C-C, C-O dari selulosa dan hemiselulosa, dan tidak ditemukan puncak serapan pada 1508 cm- yang artinya tidak ditemukannya senyawa lignin. Aplikasi nano serat selulosa sebagai pengikat komposit, diujicobakan dengan mencampur serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1. Hasil Particle board diuji fisis kandungan air dan kerapatannya. Dari penelitian ini, serat selulosa dapat diperoleh dari alang-alang, perlakuan mekanik secara ultrasonifikasi saja menghasilkan serat selulosa ukuran mikro sehingga particle board yang dihasilkan masih sangat rampuh meskipun kadar air 9,3% dan kerapatan 0,61 g/cm3. Sifat fisis tersebut sesuai dengan standar SNI 03-2015-2006.
Studi Awal Pembuatan Bio-Insektisida dari Bunga Krisan (Chrysantemum Morrifolium) Ari Marlina; Endang Widiastuti
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.479 KB)

Abstract

Studi Awal Pembuatan Bio-Insektisida dari Bunga Krisan (Chrysantemum Morrifolium)
Sintesis Nanofiller Dari Rumput Alang-Alang untuk Pembuatan Film Bioplastik Berbahan Dasar Pati-Kitosan Endang Widiastuti; Ari Marlina
Fluida Vol 15 No 1 (2022): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v15i1.3268

Abstract

Indonesia saat ini menempati urutan ke-2 sebagai negara penghasil sampah plastik. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang plastik ramah lingkungan yang dikenal sebagai bioplastik sedang digalakkan. Bioplastik yang terbuat dari bahan alam, sifat mekaniknya tidak sebaik plastik jenis LDPE (Low Density Proly Ethylene). Salah satu bioplastik tersebut adalah berbahan dasar pati-kitosan, yaitu pati yang digunakan dari singkong atau disebut tapioka/pati. Pada penelitian ini, campuran pati-kitosan ditambahkan nanoselulosa dari rumput alang-alang sebagai nanofiller. Pertama, nanoselulosa diasetilasi kemudian dicampur dengan pati-kitosan. Bioplastik yang dibuat pada penelitian ini menggunakan perbandingan tapioka dan kitosan yakni 9 : 0,3. Bioplastik yang dibuat dari campuran pati-kitosan-nanoselulosa , memiliki kekuatan tarik 7,01 MPa, modulus Young atau kekuatan luluh 4,69 MPa dan perpanjangan putus 29,72% untuk ketebalan film 0,28 mm. Dari penelitian ini diketahui bahwa penambahan nanoselulosa dapat meningkatkan sifat mekanik bioplastik pati-kitosan, meskipun belum menyamai sifat mekanik bahan plastik LDPE. Indonesia is currently the 2nd largest producer of plastic waste. Therefore, research on environmentally friendly plastics, known as bioplastics, has been promoted in recent years. Bioplastic is made from natural materials, and its mechanical properties are not as good as LDPE (Low-Density Poly Ethylene) plastic. One of the bioplastics is made from starch-chitosan, the starch used from cassava or called tapioca/starch. In this study, a mixture of starch-chitosan was added with nanocellulose from alang-alang grass as a nanofiller. The first, nanocellulose was acetylated and then mixed with starch-chitosan. Bioplastics were made in this study using a tapioca-chitosan ratio of 9: 0.3. Bioplastic Bioplastic made from a mixture of starch-chitosan-nanocellulose has a tensile strength of 7.01 MPa, Young's modulus or yield strength of 4.69 MPa and elongation of break 29.72% for a film thickness of 0.28 mm. This research shows that the addition of nanocellulose can improve the mechanical properties of starch-chitosan bioplastic. However, it has not matched the mechanical properties of LDPE plastic material.