Santiyo Wibowo
Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Kampus Kehutanan Terpadu Aek Nauli, Sibaganding, Parapat, Sumatera Utara 1174, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SIFAT ANATOMI, SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA KAYU KEMENYAN TOBA (Styrax sumatrana) DAN KEMENYAN BULU (Styrax paralleloneurus) Pasaribu, Gunawan; Jasni, Jasni; Damayanti, Ratih; Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.456 KB)

Abstract

Kemenyan (Styraxsp.) merupakan pohon penghasil getah bernilai ekonomis cukup tinggi yang khas propinsi Sumatera Utara. Pohon yang sudah tua (kurang produktif) ditebang oleh masyarakat dan kayunya umumnya digunakan sebagai kayu bakar saja. Tulisan ini menyajikan tentang perbedaan karakteristik dua jenis kemenyan yaitu kemenyan toba (Styrax sumatrana) dan kemenyan bulu (Styrax paralleloneurus) dari segi anatomi, dan fisik mekanik dalam rangka pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu kemenyan toba (Styrax sumatrana) dan kemenyan bulu (Styrax paralleloneurus, memiliki sifat struktur anatomi yang khas, mempunyai kualitas serat sebagai bahan baku pulp karena termasuk kualitas I. Berdasarkan berat jenis kedua kayu ini tergolong kayu dengan berat sedang, sedangkan penyusutan sedang dan berat. Kedua jenis kayu ini sesuai untuk konstruksi ringan, mebel dan barang kerajinan.
KARAKTERISTIK BIO-OIL SERBUK GERGAJI SENGON MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS LAMBAT Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2537.889 KB)

Abstract

Bio-oil adalah bahan bakar berbentuk cair berwarna kehitaman yang berasal dari biomasa seperti kayu, kulit kayu dan biomasa lainnya dari limbah kehutanan dan industri hasil hutan melalui teknologi pirolisis. Bio-oil dapat digunakan di dalam industri  sebagai bahan bakar untuk boiler atau bahan bakar langsung untuk tujuan pengeringan, seperti minyak bakar. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi teknik pembuatan bio-oil dengan bahan baku serbuk gergaji sengon menggunakan proses pirolisis lambat (slow pyrolysis).  Pada proses ini serbuk gergaji dipanaskan dengan udara terbatas pada suhu 350-5000C, selama 30-60 menit.  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu dan lama pirolisis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang menghasilkan  bio-oil yang optimum adalah suhu 500oC selama 30 menit, dengan karakteristik sebagai berikut; rendemen liquid 43,75% dengan rendemen bio-oil sebesar 7,95%, kadar fenol 3,80, pH 2,84, bobot jenis 1,116 g/cm3, nilai kalor 22,42 MJ/kg dan daya nyala sedang. Bio-oil yang dihasilkan didominasi oleh asam asetat dan fenol, selain itu terdapat beberapa komponen yang termasuk bahan bakar mudah terbakar yaitu 2-propanon (CAS) aseton, benzena, 1,2,4 trimethylbenzena, dan 2-Furanmetanol (furfuril alkohol).
KARAKTERISTIK ASAP CAIR TEMPURUNG NYAMPLUNG Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3130.129 KB)

Abstract

Asap cair dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet pangan. Salah satu bahan penghasil asap cair adalah limbah tempurung nyamplung yang pemanfaatannya masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pirolisis terhadap sifat fisiko kimia asap cair tempurung nyamplung. Penelitian asap cair dilakukan terhadap level suhu 200 °C, 300 °C, 400 °C, 500 °C dan waktu proses 5 jam dan 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair terbaik diperoleh pada suhu perlakuan 500 °C selama 5 jam yaitu; rendemen 45,3%, berat jenis 1,009 g/ml, kadar fenol 3,95%, dan kadar asam 9,47%.
SIFAT FISIKO KIMIA MINYAK CUPRESUS (Cupressus benthamii) ASAL AEK NAULI, PARAPAT SUMATERA UTARA Wibowo, Santiyo; Komarayati, Sri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK ASAP CAIR DARI TIGA JENIS BAMBU Komarayati, Sri; Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK ARANG AKTIF TEMPURUNG BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum Linn) Pari, Gustan; Syafii, Wasrin; Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2591.051 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.1.43-54

Abstract

Limbah tempurung nyamplung dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif untuk bahan penyerap gas dan cairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arang aktif tempurung biji nyamplung. Tempurung nyamplung diarangkan, kemudian direndam dalam larutan H3PO4pada konsentrasi 0%, 5% dan 10% selama 24 jam. Selanjutnya diaktivasi dalam retort pada suhu 700C dan 800 C selama 60 dan 120 menit. Kualitas arang aktif tempurung nyamplung diuji menggunakan SNI 06-3730-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif tempurung nyamplung terbaik diperoleh pada aktivasi perendaman H3PO410% pada temperatur 700 C selama 120 menit. Pada kondisi tersebut diperoleh rendemen sebesar 52%, kadar air 8,25%, kadar zat terbang 7,41%, kadar abu 4,27%, kadar karbon terikat 88,32%, daya serap iod 839,11 mg/g dan daya serap benzena 13,65%.
Characterization of Surface Active Shell Charcoal Nyamplung Seeds (Calophyllum inophyllum Linn) Wibowo, Santiyo; Syafi, Wasrin; Pari, Gustan Pari
Makara Journal of Technology Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.912 KB) | DOI: 10.7454/mst.v15i1.197

Abstract

Chemical and physical activation of nyamplung shell with 0%, 5%, and 10% H3PO4 for 60 and 120 minutes has been carried out to  prepare  activated  charcoal.  The  purpose  of this  experiment  was  to  look  into  the  characteristic  of  nyamplung shell activated  charcoal  surface.  Nyamplung  shell  was  carbonized  into charcoal,  then  activated  by  immersion  in  H3PO4 solution  using  0%, 5%  and  10%,  for  24  hours,  and  heated  in  retort at  two temperatures  (700 and 800 oC) and two duration (60 and 120 minutes). The material were characterized by  fourier transform infra red (FTIR), scaning electron microscope (SEM) and X-ray diffraction (XRD). The FTIR spectrum show that  activated charcoal has OH, C-H, C-O and  C=C bonds. The  bonds  of  OH  and  C-O  indicated  that  the  treatment  was produced  polar  activated  charcoal. The porous  texture  was  influenced by  H3PO4  concentration.  The  porous  with  dimension  <5 μ being predominant at low concentration of H3PO4 (0% and 5%) but larger amount of H3PO4 (10%) produced wide pore with dimension >5 μ.
KARAKTERISTIK BIO-OIL DARI RUMPUT GELAGAH (Saccharum spontaneum Linn.) MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS CEPAT Wibowo, Santiyo; Hendra, Djeni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.347-363

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi teknik pembuatan bio-oil dan sifat fisiko kimianya dari bahan baku rumput gelagah (Saccharum spontaneum Linn.) dengan menggunakan pirolisis cepat dengan alat free fall pyrolisis. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu pirolisis yaitu 550 oC and 600 oC)  dan ukuran bahan yaitu 20, 40 and 60 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen liquid (cairan) tertinggi diperoleh dari rumput gelagah pada ukuran 40 mesh dengan suhu 550oC yang menghasilkan cairan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan karakteristik sebagai berikut; rendemen liquid 30,88%, kadar fenol 7,58%, pH 2,62, bobot jenis 1,1108 g/cm3, nilai kalor 25,29 MJ/kg dan daya nyala lambat. Bio-oil yang dihasilkan didominasi oleh asam asetat,  fenol dan 1-hydroxy 2-propanone.