Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EDUKASI POLA PANGAN HARAPAN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN KAMPUNG SATU Sekar Inten Mulyani; Nia Kurniasih Suryana; Etty Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i1.2489

Abstract

Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan indikator kinerja di bidang Ketahanan Pangan. Keberhasilan ketahanan pangan dapat dilihat dari ketersediaan pangan yang cukup dan kemudahan masyarakat dalam mengakses panga. Pola Konsumsi Pangan  Penduduk Indonesia masih terdapat ketimpangan yaitu masih tingginya konsumsi kelompok padi-padian terutama beras dan masih rendahnya konsumsi pangan hewani dan umbi-umbian serta buah dan sayur. Kualitas konsumsi pangan masyarakat yang ditujukan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH)  masih belum mencapai kondisi ideal. Pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal seperti umbi, jagung dan sagu masih rendah. Diperlukan upaya untuk penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat menuju skor PPH yang ideal agar hidup sehat, aktif dan produktif. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu anggota PKK di Kelurahan Kampung Satu. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra adalah : 1) Masih tingginya ketergantungan konsumsi pangan rumah tangga pada komoditas beras;2) Keanekaragaman konsumsi pangan lokal yang berasal dari bahan pangan lokal misalnya umbi-umbian dan jagung masih rendah; 3) Pengetahuan mitra mengenai Pola Pangan Harapan masih rendah sehingga keberagaman pangan baik kualitas dan kuantitas masih kurang.  Kegiatan ini akan dilaksankan di Kelurahan Kampung Satu pada bulan Juni Sampai Dengan November 2020. Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi dan pendampingan pada anggota PKK Kelurahan Kampung Satu dengan partisipasi aktif dari mitra.Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pemahaman masyarakat (96%) terhadap Pola Pangan Harapan dan pentingnya penganekaragaman pangan dalam keluarga guna mencapai ketahanan pangan keluarga, masyarakat sangat antusias daan berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi, masyarakat mampu secara mandiri memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga
PERAN PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (PT PNM) DALAM PEMBIAYAAN PELAKU USAHA AGRIBISNIS DI KOTA TARAKAN Sekar Inten Mulyani; Afnan Afnan
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i1.1409

Abstract

Lembaga  ULaMM mendukung pembiayaan pelaku usaha di Kota Tarakan sejak tahun  2016 sampai sekarang telah melayani 99 pelaku usaha diberbagai bidang usaha jasa dan barang. Pelaku usaha dibidang agribisnis yang terlayani sebanyak 30 nasabah yang memiliki usaha di bidang subsistem hilir agribisnis. Tujuan penelitian ini: 1) Mengetahui peranan PT PNM bagi pelaku usaha agribisnis di Kota Tarakan, 2) Mengetahui persepsi  pelaku usaha terhadap  layanan PT PNM di Kota Tarakan, dan 3).Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi nasabah pada  pelayanan PT PNM. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tarakan dengan objek kajian di Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). Waktu Penelitian Bulan September – Desember 2019.  Responden ditentukan dengan mengunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan pada penentuan kriteria responden, diambil sebanyak 30 responden yang merupakan nasabah ULaMM yang bergerak disektor usaha agribisnis. Analisis data yang digunakan untuk tujuan pertama dengan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan tujuan kedua Mengetahui persepsi  pelaku usaha terhadap  layanan PT PNM di Kota Tarakan. Faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi nasabah dianalisis menggunakan regresi berganda melalui aplikasi SPSS  sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh (R2) kualitas layanan (tangible, realibility, responsiveness, assurance dan emphaty). Hasil menunjukan peranan PT PNM bagi pelaku usaha di Kota Tarakan adalah sebagai lembaga pembiayaan modal usaha dan memberikan bimbingan serta pelatihan bagi nasabah PT PNM. Persepsi nasabah terhadap kualitas layanan PT PNM di kota Tarakan 97% menyatakan kualitas layanan yang diberikan dalam kategori baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kualitas pelayanan memiliki R2 sebesar 97,1% dan secara parsial x1,x2,x3,x4 dan x5 berpengaruh signifikan terhadap Y.
TINGKAT MOTIVASI PETANI DAN KUALITAS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN di KAWASAN PERBATASAN (STUDI KASUS di KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN) Sekar Inten Mulyani; Anang Sulistyo; Rayhana Jafar
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i1.629

Abstract

Krayan merupakan salahsatu Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsungdengan Malaysia. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, sehingga perlumengoptimalkan kegiatan penyuluhan pertanian agar dapat meningkatkan pengetahuan,sikap danketerampilan petani dalam berusahatani. Tujuan penelitian ini adalah :1) Mengetahui tingkat motivasipetani mengikuti penyuluhan pertanian di Kecamatan Krayan ;2) Mengetahui kualitas Pelayananpenyuluhan pertanian di Kecamatan Krayan dan 3) Menganalisis hubungan antara motivasi petani dankualitas pelayanan penyuluhan di Kecamatan Krayan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan KrayanKabupaten Nunukan pada Bulan Agustus sampai dengan November 2018. Tujuan pertama dan keduadianalisis menggunakan metode deskritif kuantitatif yaitu menggunakan bantuan kuesioner kemudiandata diolah dengan metode skoring berdasarkan skala likert dan dari hasil tabulasi data akandideskripsikan mengenai tingkat motivasi petani dan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian diKecamatan Krayan.Tujuan ketiga menggunakan analisis korelasi Spearman Rank (ρ) dengan bantuanSPSS untuk menganalisis hubungan antara motivasi petani dan kualitas pelayanan penyuluhan diKecamatan Krayan. Responden yang diambil sebanyak 40 petani dengan metode quota sampling.Tingkat motivasi dengan indikator motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Tingkat kualitas pelayananpenyuluhan dilihat dari lima dimensi yaitu aspek fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap(responsiviness), jaminan (assurance) dan empati (emphaty). Hasil penelitian menunjukkan tingkatmotivasi petani 60% dalam kategori tinggi dan 40% sangat tinggi. Persepsi petani mengenai tingkatkualitas pelayanan penyuluhan adalah 5% menyatakan cukup, 42,5% baik dan 52,5% sangata baik.Hubungan antara tingkat motivasi dan tingkat kualitas pelayanan penyuluhan sebesar 0,566 (korelasisedang) dengan signifikansi 0,000 (signifikan).
TINGKAT ADOPSI PETANI HIDROPONIK MENDUKUNG AGROPOLITAN DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN TARAKAN TENGAH) Sekar Inten Mulyani; Sofea Sofea
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1673

Abstract

Hidroponik menjadi inovasi di Kota Tarakan sejak Tahun 2010 melalui program CSR yang dilakukan Pertamina. Seiring perjalanan waktu perkembangan adopsi teknik hidroponik mengalami perlambatan hal ini diakibatkan oleh Skill yang kurang dan minat yang menurun Selain itu teknologi hidroponik juga membutuhkan biaya dan modal yang lumayan banyak karena alat-alat hidroponik cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses adopsi inovasi teknologi hidroponik yang dilakukan oleh Petani Hidropoik; 2). Menganalisis tingkat adopsi petani terhadap teknologi hidroponik di Kota Tarakan dan 3). Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi petani Hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  Agustus sampai dengan September  2020 dengan mengambil 39 responden. Metode analisis yang digunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan bantuan SPSS 18.00. Adapun proses proses adopsi melalui beberapa tahapan yaitu Kesadaran (awareness), Tahap minat (Interest), Tahap penilaian (Evaluation), Tahap mencoba (Trial), Tahap adopsi (Adoption). Tingkat adopsi petani dalam kategori tinggi (49%), sedang (46%) dan rendah (5%). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi dapat dituliskan dalam persamaan: Y=9,938+1,066X1+2,766X2+1,370X3+0,729X4+e, dimana,x1=umur,x2=tingkat pendidikan,x3=lama hidroponik dan x4=pendapatan. Koefisien regresi sebesar R2= 58,6%, uji t menunjukkan dari ke empat variabel x1,x2 dan x3 signifikan (sig0,05) sedangkan x4 tidak signifikan (sig0,05).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI INOVASI INSEMINASI BUATAN (IB) PADA PETERNAK SAPI DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN Sekar Inten Mulyani; Yusuf Yusuf
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.910

Abstract

Program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Nunukan telah dilaksanakan sejak tahun 2008 hingga sekarang. Program ini mendukung program swasembada daging dengan menghasilkan sapi unggul. Program IB harus mendapat dukungan dari peternak,salah satunya adalah kemampuan peternak dalam mengadopsi inovasi inseminasi buatan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi Inseminasi Buatan (IB) pada peternak sapi di Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2017 di Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel dengan quota sampling diambil sebanyak 36 responden peternak sapi dari 70 peternak yang telah mendapatkan program Inseminasi Buatan (IB).Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia (x1),pendidikan (x2),pengalaman beternak (x3) dan jumlah ternak (x4) berpengaruh sebesar 61,4% terhadap tingkat adopsi peternak (y) dengan R2 = 0,614. Uji F (Uji Anova) signifikan (0,00) dan uji t menunjukkan x1,x3 dan x4 signifikan (sig0,00) dan x2 tidak signifikan (0,3050,00), Persamaan regresi Y=24,610–0,141X1-0,740X2+4,994X3+3,479X4+e
TINGKAT ADOPSI PETANI PADI METODE SRI (System Of Rice Intensification) DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Sekar Inten Mulyani; Hendris Hendris
Jurnal Borneo Humaniora Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v1i2.871

Abstract

Beras merupakan bahan pangan utama sebagian besar masyarakat di Indonesia. Begitu juga di Kota Tarakan, dengan jumlah penduduk sebesar 235.565 jiwa  pada tahun 2015 (BPS, 2016) maka dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk diikuti dengan bertambahnya konsumsi beras dan kebutuhan akan stok bahan pangan khususnya beras. Daerah sentra penghasil beras di Kota Tarakan adalah di Kecamatan Tarakan Timur. Para petani melalui pendampingan PPL (Petugas Penyuluh Lapang) Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Kota Tarakan, berusaha untuk melakukan peningkatan produktitivitas tanaman padi melalui metode SRI ( System Of Rice Intensification). Metode sistem pertanian SRI telah  dikenalkan pada petani padi di Kota Tarakan yaitu  di Kelurahan Mamburungan sejak tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat adopsi petani dalam usaha tani padi metode SRI (System Of Rice Intensification) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Mapan Sejahtera Kelurahan Mamburungan dan kelompok tani Serumpun di Kelurahan Mamburungan Timur. Responden yang diambil sebanyak  40 petani dengan  teknik quota sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan memberikan skor pada jawaban responden yang ada pada kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat adopsi petani termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 35 petani (87,5%). Tingkat adopsi dilihat dari pengetahuan 25 petani (62,50%) termasuk kategori sangat baik, sikap 21 petani (52,5%) sangat baik dan keterampilan sebanyak 24 petani (60%) termasuk dalam kategori sangat baik.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN COVID 19 DI KELOMPOK WANITA TANI “ANGGREK” KOTA TARAKAN Sekar Inten Mulyani; Nia Kurniasih; Ahmad Mubarak; Galih Yogi Rahajeng; Nurlela Machmuddin; Muhammad Arbain; Zulhafandi Zulhafandi; Wanda Intan Kristanti; Danang Danang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i3.2986

Abstract

Sektor Pertanian memiliki beragam kekayaan hayati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan  untuk  menjaga  imun  dan  pencegahan  covid-19.  Beberapa  tanaman yang mudah didapat dan tersedia di beberapa pekarangan rumah memiliki khasiat yang sangat baik untuk diramu menjadi minuman maupun produk antiseptik untuk melindungi tubuh dari virus maupun kuman..Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan handsanitaser berbahan alam yaitu dari tanaman lidah buaya dan pembuatan acar bawang putih sebagai suplemen peningkat imun tubuh. Program dilaksanakan  di  Kelurahan  Juata  Kerikil  dengan  sasaran  anggota  Kelompok Wanita Tani  “Anggrek”.  Metode yang  digunakan  adalah  melalui  penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi.. Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok tani “Anggrek yakni : tahap pertama, melalui sosialisasi/edukasi peserta dapat mengenali pemanfaatan berbagai macam TOGA untuk imunitas dan handsanitizer. Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari bahan dasar lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih. Tahapan terakhir ialah melakukan evaluasi  dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas masyarakat puas dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PERTAMINA EP DI KECAMATAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA Sekar Inten Mulyani; Budi Rosen Nover Saragih; Karina Austrina Putri; Frisca Ririn Amelia
Jurnal Borneo Saintek Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v5i2.4153

Abstract

The people's livestock program is one of PT Pertamina EP Asset 5's CSR (Corporate Social Responsibility) programs in the field of community empowerment agriculture. This program aims to empower farmers to carry out sustainable broiler farming activities. The research objectives are 1). To know the characteristics of CSR program breeders and 2) To analyze the CSR program satisfaction index. This research was conducted in the Harapan Baru Farmers Group, Bunyu District, Bulungan Regency, North Kalimantan. Implementation time from May to July 2021. The level of farmer satisfaction was analyzed using the Customer Satisfaction Index (CSI) with five dimensions of service quality, namely tangibles (physical evidence), Empathy (Empathy), Reliability (Reliability), Responsiveness (Responsiveness) and Assurance (Guarantee). The measurement of the level of satisfaction with the service quality of the CSR program uses a Likert scale based on scores. Characteristics of livestock CSR program respondents aged 63-70 years (44.44%), junior high school education (44.44%), farming experience 14-22 years (33.33%) and livestock farming experience 2-3 years (77.78%). Physical evidence can be seen from the satisfaction of farmers from livestock cultivation facilities and infrastructure provided in the CSR program as needed. Empathy from technical officers and CSR assistants in conducting technical guidance. Reliability in providing innovation and technical information on livestock, quickly responding and providing solutions to group problems and guaranteeing the sustainability of the CSR program. The results of the CSI (Customer Satisfaction Index) score reached 82.95 in the very satisfied category (80-100). CSI was measured by the value of MIS (Mean Importance Score), MSS (Mean Satisfaction Score), WF (Weight Factors), WS (Weight Score).