p-Index From 2017 - 2022
17.72
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Jurnal Teknik Sipil Jupiter Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga HomeEC (Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan) Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS SRIWIJAYA Jurnal Penelitian Pendidikan Agriekonomika Ethos Managament Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Pseudocode Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Jurnal Ilmiah Pangabdhi Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Empirika Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA MODELING: Jurnal Program Studi PGMI ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Jurnal Gizi Klinik Indonesia RANCANG BANGUN Jurnal Kimia Terapan Indonesia MENENTUKAN PEMILIHAN APLIKASI NONTON FILM SECARA STREAMING PADA SISTEM OPERASI ANDROID MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Jurnal Irigasi Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia JURNAL TIARSIE AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Jurnal Ilmiah Ecosystem Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) KALPATARU Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Biolearning Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Jurnal Mantik Industrial Engineering Journal (IEJ) Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter) JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) Integrated Lab Journal Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT) Jurnal Medika Hutama Enrichment : Journal of Management TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Just TI (Jurnal Sains Terapan Teknologi Informasi) SMART SPORT Journal of Indonesia Road Safety PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Teknik Sipil (JPTS) Journal of Engineering and Applied Technology Open Access Indonesia Journal of Social Sciences AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo) Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Claim Missing Document
Check
Articles

CARA MENGEMBANGKAN KECEPATAN LARI Widodo, Slamet
Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2010): SMART SPORT Jurnal Kepelatihan Olaharaga
Publisher : Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.851 KB)

Abstract

This writing aims to give the understanding training method to increase speed. Sprinting speed can be improved although improvement of the very limited speed, because limited by talent. Improvement of sprinting speed can be enlarged by increasing speed support components i.e ; power, anaerobic (speed endurance), flexibility, coordination and skill of run technique. Training of speed better be addressed at improvement of motion frequency by exceeding ability of motion frequency before all. Steps that need to be followed to develop speed consisted of: (1) Basic training to develop all qualities of movement to a level that will provide a solid base on which to build each successive step, (2) Weight training to develop functional strength and explosive movements against medium to heavy resistance. (3) Flexibility and ballistics training. Ballistics to develop high-speed sending and receiving movements, (4) Plyometrics to develop explosive hopping, jumping, bounding, hitting, and kicking, (5) Sprinting form and speed endurance to develop sprinting technique and improving the length of time you are able to maintain speed (6) Sport loading to develop specific speed. The intensity is 85 to 100% of maximum speed, (7) Over speed training. This involves systematic application of sporting speed that exceeds maximum speed by 5 to 10% through the use of various over speed training techniques
PENGARUH KAPASITAS AEROB TERHADAP HASIL LATIHAN INTERVAL ANAEROB Widodo, Slamet
Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 2 (2008): Smart Sport
Publisher : Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.482 KB)

Abstract

The aim of this research is to know  (1) Influence of difference of aerob capacity to interval anaerobic training in improving speed runs 100 metre. (2) Group owning the make-up of achievement runs quickly 100 better metres between aerob capacity  of high group and aerob capacity of low group. Method used at this research experiment method. At this research is compared to two experiment groups that is group 1 with capacities classification of aerobic high and group 2 with capacities classification of aerobic low. Both groups given are same treatment that is interval anaerobic training. Intake of achievement data run quickly 100 metre by doing tes run by pass through over 100 metre. Technique analyse data done with statistical analysis, using test of t at level of significant 5%. Result of research of Group 1 and group 2 owning difference which is significant, with value of tcount = 2,190 bigger than ttables 5% = 2.021. Group 1 owning the make-up of speed run 100 metre equal to 10.200%, while group 2 owning the make-up of speed run 100 metre equal to 8.283%. Capacities of aerob influence ability of runner to finish and overcome given practice burden. Capacities of Aerob not bad give base to appearance of speed. Capacities of Aerob represent the condition of common physical which is prerequisite for encumbering up at specialization. Conclusion: (1) There is difference of influence which is significant between aerob capacity of high group and aerob capacity of low group to make-up of achievement run quickly 100 metre. (2) Group aerob capacity of high have the make-up of achievement run quickly 100 better metres from at interval anaerobic training with aerob capacity of low. 
PENGARUH PERBEDAAN RASIO WORK INTERVAL DAN REST INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI Widodo, Slamet
Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 1 (2008): Smart Sport
Publisher : Pendidikan Dan Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.482 KB)

Abstract

The aim of this research is to know (1) the difference in effect between interval anaerobic training with working time ratio and the time off 1 : 5 and 1 : 10 on the achievement of 100 m sprint. (2) Interval anaerobic training its give better influence with working time ratio and the time off 1 : 5 and 1 : 10 on the achievement of 100 m sprint.The research used experiment method with macthed by subjects design. The research population is the male students of Madrasah Aliyah Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. The variable research consist of two independent variable i.e. interval anaerobic training with the ratio of 1:5 and 1:10, and one dependent variable is 100 m sprint achievement. The technique of gathering data used test technique and measurement. The data of 100 m sprint achievement was taken by doing running test as for as 100 m. Data analysis technique is done by analysis t, on significant grade of 5%. The conclusion of the research : (1) There is a significant difference in effect between interval anaerobic training with the ratio of 1 : 10 and 1 : 5 toward the achievement of 100 m sprint. (2) Interval anaerobic training with working time ratio and the time 1 : 10 give better influence to be compared to ratio 1 : 5 the achievement of 100 m sprint.
PENGARUH PENGGUNAAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) Pratama, Nugraha Yuda; Widodo, Slamet; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.283 KB)

Abstract

Aspal merupakan salah satu material yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan raya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan akibat beban muatan kendaraan adalah dengan meningkatkan kualitas dan stabilitas perkerasan tersebut. Oleh sebab itu penggunaan bahan tambah (Additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate) merupakan salah satu jenis sampah yang sulit diuraikan senyawa organik tanah sehingga merupakan salah satu penyebab kerusakan unsur tanah, namun mungkin sampah botol plastik merupakan bahan fleksibel yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan tambah (Additive) pada campuran perkerasan jalan. Pemanfaatan ini dimaksudkan untuk mengurangi keberadaan sampah botol plastik tersebut sehingga tidak akan menyebabkan dampak yang negatif namun dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik aspal dan mengetahui karakteristik Marshall pada campuran laston (AC-WC) dengan bahan tambah sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate).Hasil pemeriksaan aspal dengan penambahan kadar plastik sebesar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7% secara umum dapat memperbaiki sifat-sifat fisik aspal, kecuali pada kadar plastik 0,5% dan 0,7% yang nilai daktilitasnya tidak memenuhi syarat sesuai  spesifikasi umum Bina Marga 2010. Hasil pengujian campuran laston (AC-WC) dengan aspal normal dari 5% sampai 7% diperoleh nilai KAO sebesar 6,1%. Setelah didapat nilai KAO, selanjutnya dilakukan penambahan plastik dalam campuran dengan kadar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7%  dari berat aspal. Berdasarkan hasil Marshall Test pada campuran Laston (AC-WC) didapat nilai stabilitas, flow, MQ, VIM, dan VFB. Nilai stabilitas kadar plastik 0% = (1002,97 kg), 0,1% = (1019,08 kg), 0,3% = (1040,90 kg), 0,5% = (1088,84 kg), dan 0,7% = (1163,22 kg). Nilai flow kadar plastik 0% = (3,13 mm), 0,1% = (3,17 mm), 0,3% = (3,23 mm), 0,5% = (3,37 mm), dan 0,7% = (3,53 mm). Nilai MQ kadar plastik 0% = (320,1 kg/mm), 0,1% = (321,88 kg/mm), 0,3% = (322,63 kg/mm), 0,5% = (325,42 kg/mm), dan 0,7% = (332,13 kg/mm). Nilai VIM kadar plastik 0% = (4,04%), 0,1% = (3,94%), 0,3% = (3,79%), 0,5% = (3,58%), dan 0,7% = (3,45%). Nilai VFB kadar plastik 0% = (80,37%), 0,1% = (80,95%), 0,3% = (81,77%), 0,5% = (82,97%), dan 0,7% = (83,68%). Dari semua parameter Marshall, kadar plastik 0,1% sampai 0,5% telah memenuhi syarat, hanya kadar plastik 0,7% yang tidak memenuhi syarat karena nilai VIM yang lebih kecil dari spesifikasi. Kadar maksimum untuk pengunaan plastik dalam campuran laston (AC-WC) pada KAO 6,1% adalah sebesar 0,63%.Berdasarkan hasil sifat-sifat fisik aspal dan karakteristik Marshall, dapat disimpulkan bahwa kadar penambahan plastik yang dapat digunakan adalah 0,1% - 0,3% dari berat aspal. Penambahan plastik dengan kadar 0,3% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal, karena telah memenuhi syarat dari semua pemeriksaan dan memiliki nilai stabilitas tertinggi pada campuran laston (AC-WC). Kata Kunci : Aspal, Sampah Botol Plastik, Laston (AC-WC
URUTAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) Achmad, Netto; Widodo, Slamet; Suyono, Rudi S.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.042 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35926

Abstract

AbstrakBelum adanya acuan dalam prioritas pemeliharaan jalan menjadi kendala untuk pemilihan prioritas pemeliharaan jaringan jalan, menyebabkan belum bisa terpenuhinya seluruh kebutuhan pemeliharaan jaringan jalan. Penentuan urutan prioritas pemeliharaan jaringan jalan tersebut harus melihat dari berbagai kriteria sehingga menghasilkan hasil data yang akurat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengurutkan rangking prioritas pemeliharaan jalan. 23 stake holder yang dipilih terdiri dari sistem kelembagaan yang berkaitan dengan masalah transportasi secara umum. Ruas jalan yang ditinjau semua ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten dengan menggunakan berbagai kriteria pilihan. Metode yang digunakan adalah Proses Hirarki Analitik (PHA), Proses Hirarki Analitik adalah suatu pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk membantu pencarian solusi dari berbagai permasalahan multi kriteria. Kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jalan adalah tingkat aksebilitas, tata guna lahan, jenis permukaan jalan dan alokasi anggaran. Urutan prioritas pemeliharaan jalan Kabupaten Kapuas Hulu: 1 Ruas Jalan Nanga Dangkan - Landau Kumpang dengan nilai 0,611. 2 Ruas Jalan Simp. Nanga Kantuk - Jaung dengan nilai 0,467 dan seterusnya. Saran untuk para penulis dalam menyusun kuesioner harus diperhatikan kejelasan pertanyaan dan susunannya, sehingga pada pengisian kuesioner oleh stake holder maksud dan tujuan yang ingin kita dapatkan tersampaikan, karena hasil kuesioner sangat menentukan hasil daripada penelitian ini. Kata kunci : Proses Hirarki Analitik, Urutan Prioritas Pemeliharaan Jalan
STUDI PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PADA PERKERASAN KAKU YANG MENGGUNAKAN AGREGAT BATU PECAH MANUAL DAN AGREGAT BATU PECAH MESIN Bani, -; Widodo, Slamet; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.509 KB)

Abstract

Terjadinya krisis bahan baku yang berkepanjangan terutama bahan baku utama pembuat beton jalan yaitu batu mengakibatkan harga batu meningkat. Maka perlu dicari bahan baku alternatif pengganti yang lebih ekonomis. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton maksimum, kuat lentur balok beton maksimum yang menggunakan campuran berbeda agregat pengelolaanny sebagai campuran dengan memiliki nilai mutu tekan 30MPa dan mutu lentur 45Kg/cm2 pada umur 28 hari. Metodelogi penulisan penelitian ini adalah kuat tekan dan kuat lentur, dengan benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan untuk kuat lentur menggunakan benda uji balok beton dengan ukuran lebar 15 cm, tebal 15 cm, dan panjang 60 cm. Metode perencanaan campuran beton menggunakan metode SNI. Setelah dilakukan pengujian dan penelitian, maka didapat hasil pengujian kuat tekan silinder pada beton dengan menggunakan batu pecah mesin menghasilkan kuat tekan sebesar 34,53 MPa dan untuk beton dengan menggunakan batu pecah manual 30,70 MPa. Kuat tekan beton maksimal tercapai pada variasi penggunaan kedua agregat tersebut dengan rencana awal 30 MPa, untuk penggunaan agregat batu pecah mesin  mengalami peningkatan sebesar 11% dari penggunaan agregat batu pecah manual. Hasil pengujian kuat lentur balok pada beton dengan menggunakan batu pecah mesin menghasilkan kuat lentur sebesar 46,77 Kg/cm2 dan untuk beton dengan menggunakan batu pecah manual 45,46 Kg/cm2. Kuat lentur beton maksimal tercapai pada variasi penggunaan kedua agregat tersebut dengan rencana awal 45 Kg/cm2, untuk penggunaan agregat batu pecah mesin  mengalami peningkatan sebesar 2,8% dari penggunaan agregat batu pecah manual. Nilai stabilitas pada penggunaan agregat batu pecah mesin memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi di bandingkan secara manual. Hal ini dapat diartikan bahwa batu yang terbentuk secara pecah mesin memiliki ukuran agregat yang standar ukurannya sehingga dalam pembentukan terhadap beton tidak membuat rongga-rongga lebih besar dan memiliki kepadataan yang lebih baik dibadingkan batu pecah manual, sedangkan untuk batu yang diolah secara manual pembentukan dengan alat seadanya tidak dapat di pastikan memiliki nilai standar.   Kata kunci : kuat tekan beton, kuat lentur, agregat batu pecah mesin, agregat batu pecah manual
PEMANFAATAN LIMBAH BATU BARA SEBAGAI FILLER PADA PERKERASAN BERASPAL LATASIR DITINJAU DARI KARAKTERISTIK MARSHALL Minardi, -; Widodo, Slamet; Azwansyah, Heri
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan filler limbah batu bara terhadap campuran beraspal Latasir terhdap parameter ? parameter Marshall. Perancanaan campuran dibuat kedalam tiga variasi filler. Varian pertama menggunakan filler abu batu bara jenis bottom ash. Varian kedua menggunakan filler debu batu (stone dust). dan varian ketiga menggunakan filler abu bottom ash + stone dust. Komposisi Agregat yang digunakan untuk semua variasi campuran yaitu batu pecah 1-1 (5%), batu pecah 0,5 (22,5%), pasir (60%), dan filler (12,5%). Kadar aspal untuk masing-  masing varian yaitu rentang 6% - 8%. Satu jenis varian campuran dengan kadar aspal tertentu dibuat tiga buah benda uji. Total benda uji empat puluh lima buah. Berdasarkan Hasil analisa dan pengujian didaptkan hasil terbaik untuk filler bottom ash  dan juga filler bottom ash + stone dust  yang memenuhi spesifikasi Marshall terletak di kadar aspal 7,4%. Untuk penggunaan filler stone dust hasil terbaik yang memenuhi seluruh spesifikasi Marshall terletak pada kadar aspal 7,5%. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan filler abu batu bara jenis bottom ash dapat diterapkan pada perkerasan beraspal Latasir. Penggunaan bottom ash sebagai filler membuat kebutuhan akan kadar aspal lebih kecil. Sementara untuk karakteristik campuran memenuhi spesifikasi walaupun tidak sebaik penggunaan filler stone dust. Kata kunci: abu batu bara; bottom ash; latasir; marshall 
KAJIAN KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN PADA RUAS JALAN DI AREA KOMERSIAL KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS: JL. TEUKU UMAR – JL. HOS COKROAMINOTO, KOTA PONTIANAK) Sahari, Wira; Widodo, Slamet
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.925 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.16419

Abstract

Kawasan komersial sudah pasti ramai dikunjungi orang baik menggunakan kendaraan maupun dengan berjalan kaki. Salah satu kawasan komersial yang masih minim akan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki adalah pada kawasan sekitar Jalan Teuku Umar dan Jalan HOS Cokroaminoto khususnya pada kawasan Pontianak Mall dan Pasar Mawar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian akan kebutuhan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki dan memberi rekomendasi jenis fasilitas penyeberangan yang tepat di Jalan Teuku Umar pada kawasan sekitar Telkom dan Pontianak Mall dan di Jalan HOS Cokroaminoto pada kawasan Pasar Mawar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey langsung ke lokasi yang akan diamati pada jam-jam sibuk selama tiga hari pengamatan meliputi hari sibuk dan hari libur. Data-data yang diambil adalah volume kendaraan, volume pejalan kaki dan penyeberang jalan, waktu tempuh kendaraan, headway kendaraan, geometrik jalan. Data yang diperoleh digunakan untuk memperoleh nilai P.V2 yang akan menentukan kriteria tipe fasilitas penyeberangan mana yang sesuai untuk kawasan yang telah ditinjau. Analisa nilai P.V2 menghasilkan kesimpulan bahwa dari enam area yang telah diamati terdapat empat area yang layak untuk dibangun fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki yaitu pada area sekitar gerbang kedua Pontianak Mall berupa pelican crossing, area di ujung Jalan Teuku Umar pada kawasan Pasar Mawar berupa zebra cross dengan lampu kelap-kelip, area di kaki persimpangan Pasar Mawar berupa zebra cross dan zebra cross dengan lampu kelap-kelip dan yang terakhir area di jalan keluar sekunder Pasar Mawar berupa pelican crossing. Kata kunci: fasilitas penyeberangan, zebra coss, pelican crossing
ANALISIS KINERJA JALUR ANGKUTAN BARANG DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS JALUR LINTAS TRUK KONTAINER Adriansyah, .; Widodo, Slamet; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.582 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18676

Abstract

Pada penelitian ini pengambilan data terbagi mejadi data primer dan data sekunder, pengambilan data primer,berupa survey kecepatan kendaraan pada kondisi ada truk kontainer yang melintas dan tanpa truk kontainer yang melintas yang dilakukan pada hari Jum,at,Sabtu, Minggu dan Senin dari Pukul 06.00-18.00 wib dimana kendaraan yang di jadikan contoh pengamatan adalah  minibus, serta survey geometrik dan hambatan samping. Selanjutnya,data pertama yang dianalisis adalah dat kecepatan tempuh kendaraan di lanjutkan analisis volume lalu lintas dalam satuan smp/jam  kemudian dilakukan perhitungan kapasitas jalan hingga di dapat derajat kejenuhan lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut, sehingga dapat diketahu pengaruh truk kontainer ketika melintas dan tingkat pelayanan kinerja di jalan Gusti Situt Mahmud maupun di jalan Khatulistiwa. Berdasarkan hasil analisa diketahui kecepatan kendaraan melamban ketika ada truk kontainer melintas,pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud melamban ± 4 km/jam sedangkan di jalan Khatulistiwa melamban ±3 km/jam, dan berdasarkan analisa volume lalu lintas  derajat kejenuhan Jalan Gusti Situt Mahmud  = 1,610 sedangkan derajat kejenuhan jalan Khatulistiwa = 0,630 sehingga perlu di lakukan upaya peningkatan kinerja jalan dengan  beberapa alternatif peningkatan kinerja jalan di kedua ruas jalan tersebut. Ada lima alternatif untuk jalan Gusti Situt Mahmud yang pertama dengan mengalihkan arus truk kontainer ke jalan 28 Oktober dan jalan Budi Utomo, alternatif ini dapat meningkatkan kecepatan kendaraan tapi tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat kejenuhan, kedua dengan melakukan pelebaran jalan menjadi empat lajur –dua arah – tak terbagi alternatif ini mampu mengurangi derjat kejenuhan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud menjadi 0,926  tetapi hal ini belum mampu menyelesaikan permasalahan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud, yang ketiga adalah dengan melakukan pelebaran dikedua ruas jalan menjadi empat lajur-dua arah- terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud menjadi 0,833, yang ke empat rekayasa lalu lintas pada jalan Gusti Situt Mahmud menjadi jalan satu arah keluar kota Pontianak, ternyata dapat mengurangi derajat kejenuhan menjadi 0,730 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan C yang ke lima adalah rekayasa lalu lintas pada jalan Gusti Situt Mahmud menjadi jalan satu arah ke dalam  kota Pontianak, ternyata dapat mengurangi derajat kejenuhan menjadi 0,689  termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan B, berdasarkan nilai derajat kejenuhan tersebut diketahui pengalihan arus lalu lintas menjadi jalan satu arah ke dalam kota Pontianak merupakan alternatif yang tepat untuk meningkatkan kinerja jalan Gusti Situt Mahmud.Sedangkan pada ruas jalan Khatulistiwa ada dua alternatif, yang pertama pelebaran jalan menjadi empat lajur –dua  arah – tak terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan menjadi 0,410 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan A , hal ini mampu menyelesaikan permasalahan pada ruas jalan Khatulistiwa, yang kedua adalah pelebaran dikedua ruas jalan menjadi empat lajur-dua arah- terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan pada ruas jalan Khatulistiwa menjadi 0,369 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan A Dengan demikian berdasarkan nilai derajat kejenuhannya maka alternatife pelebaran jalan menjadi empat lajur -dua arah – terbagi merupakan solusi paling tepat untuk meningkatkan kinerja jalan Khatulistiwa.   Kata Kunci : Truk Kontainer, Kecepatan, Derajat Kejenuhan, Kinerja Jalan
URUTAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KOTA DI KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HIRARKI ANALITIK Khafizan, -; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.422 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.21887

Abstract

Jaringan jalan cenderung mengalami penurunan kondisi yang diindikasikan dengan terjadinya kerusakan jalan. Program pemeliharaan jalan harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan, seperti keterbatasan anggaran, usulan masyarakat yang terus masuk pada Dinas Pekerjaan Umum, maka diperlukan perencanaan program pemeliharaan jaringan jalan dengan menentukan urutan prioritas pemeliharaanPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mendapatkan urutan prioritas pemeliharaan jalan. Dalam penelitian ini dilakukan pada 4 ruas jalan yang ada di Kota Pontianak yaitu ruas jalan Parit H.Husin II, ruas jalan Sepakat II, ruas jalan Nur Cahaya / Cahaya Baru dan ruas jalan Dr.Sudarso dengan menggunakan berbagai kriteria. Untuk menentukan urutan prioritas pemeliharaan jalan digunakan metode Proses Hirarki Analitik (PHA). Proses Hirarki Analitik adalah suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka pikiran yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan tersebut. Kriteria- kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jalan adalah jenis kerusakan, beban kendaraan, kebijakan dan tata guna lahan.Dengan menggunakan metode Proses Hirarki Analitik maka urutan prioritas pemeliharaan jalan di Kota Pontianak berdasarkan nilai bobot tertinggi sampai dengan bobot terendah adalah ruas jalan Parit H.Husin II dengan bobot 98,2% merupakan prioritas pertama karena memiliki nilai bobot tertinggi. Selanjutnya ruas jalan Dr.Sudarso dengan bobot 53,2%, kemudian ruas jalan Sepakat II dengan bobot 52,1% dan urutan terakhir adalah ruas jalan Nur Cahaya / Cahaya Baru dengan bobot 26,0%. Kata Kunci    : Prioritas Pemeliharaan Jalan, Proses Hirarki Analitik.
Co-Authors - Hermawan - Kamarullah - Nurhayati - Ridwan - Sutarno -, Elkanady -, Islahuzzaman -, Sugihartono -, Sugihartono -, Sugiyoto -, Sumiyattinah ., Mustain ., Sawaluddin ., Soengkono Abu Hasan Abubakar Alwi Achmad, Netto Adi Sutrisman admin admin, admin Adriansyah, . Afriani, Nur Agrista, Pregi Agus Susanto Ahendra, - Ahmad, Anton Royanto Akhmadali . Akhmadali, - Alfianda, - alhadi, alvia Ali Firdaus Amin, M. Miftakhul Amran Laga Amri Amri Andi Hudiah Andreas Setiawan Andri, Oktavianus Andriani, Nety Andy Alfatih Anggri Puspita Sari, Anggri Puspita Anom, Antonius Haryo Pungkas Anwar, Farham Aris Budiyanto Aris Munandar Arum Ratnaningsih Asamat, Armiadi Asnawi, Uray Farizi Atmojo, Andreyas Eko Azmirianda Muhammad Nurhasyiri Azro, Isnaini Bani, - Budi Indra Setiawan Budiawan Budiawan Chusnul Arif Cofriyanti, Ervi Damanik, Lusmi Jumeita Daniel Kussoy, Steven Daryoto ., Daryoto Daud, Pamungkas Daud, Pamungkas Dendy Andrian, Dendy Desembardi, Faried DEWI APRI ASTUTI Dewi Ningsih, Novita Sari Dhianon Supanggih Dwi Utami Eddy Triyono Edy Hartulistiyoso efendi, Usti rustam Eka Priadi Eka Rahma Sari, Eka Rahma Eko Eko Sediyono Elsa Tri Mukti, Elsa Tri Elys Fauziyah Erliani, Nurafni Ermansyah, Derry Erwin Supriadi Eti Sulandari Evy Ernawati, Evy Fadly, Galih Fajarini, Yuniar Ika Fiona, Febzi Fitriyanto, Azis Fuad Hasan Fuadillah, Ghusnul Assa Gawarti, G Goib Wiranto, Goib Gufran D. Dirawan, Gufran D. Gumilar, Rian Doto Gusti Zulkifli Mulki Habibilah, Bagas Hadi, Effed Darta Haerani Haerani Handayani, Pretty Ramdhawuri Handayani, Raynanda Haris Nugroho Hasanah, Nur Aini Iswati Hendarso, Yoyok Hendri Bustamam Heri Azwansyah Heriyadi, - Herlambang Brawijaya, Herlambang Hermawan, Dessy Hidayati, Ridha Hijrianti, Sri I Wayan Budiastra Indah Asikin Nurani, Indah Asikin Irawati, Titik Islahuzzaman Nuryadin Israk, Galamda Isthiantyari, Rucira Iwan Suhardi Joni M, A.Bahri Judhi, Julius Juliarsih, Santi Junaidi, Lalu Muhamad Juniarti, Mahisza Kadarini, S. Nurlaily Kadir, Kasdy Kalili, Muhammad Kanang S. Hindarto, Kanang Katmoko, Desi Susilo Khaeroni, Rona Khafizan, - Komala Erwan Kurrahman, Taupik Kusumastuti, Salma Fitri M. Miftakul Amin M. Miftakul Amin maranatha, Okta Mardianto Mardianto Marpaung, Zailani Surya Marsudi, - Masyitha Ramadhani, Andi Megavitry, Rissa Meilany Zamad, Vhera Minardi, - Mizoguchi, Masaru Muhammad Aulia Farhan Muhammad fernaldo harefa Muhammad Idrus Muhammad Reinaldo Muhandri, Tjahya Mujiaseh, Mujiaseh Mukhlis, Andi Muhammad Akram Murshal Manaf, Murshal Musa, Mochamad Iqbal Mustaqimah, Mu'minah Nahriana, Nahriana Nasriani, N Nasution Nasution Njume, Akeme Cyril Novianto, Hendrawan Novianto, Verry Nugraha, Nosa Nur Syamsi, Nur Nur’sila, Resti Nurfaijah, - Nurhijrah, N Nurwahyuni Nurwahyuni Okgarianda, Jimmi Oktoviati, Risna Perdiansyah, Perdiansyah Permadi, Agung Satriyo Prasetyo, Hendrig Joko Prasetyo, Julyar Prastika, Dewi Adang Pratama, Aldhi Wahyu Pratama, Nugraha Yuda Pratiwi . Pratiwi, Lilin Kumala Pristianto, Hendrik Puji Sulistiyo Adi, Urip PURNAMASARI, PURNAMASARI Purnomo, Aris Puspita, Anggri Putera, Bung Daka Putra, Aldo Aziiz Putri Ana, Ayu Putri, Gayuh Pangestu Qur’ani, Besse Raden Abdul Hadi Hag Rahadi, - Rajina, - Ratnawati T Rifqi, Didik M Rizal, - Rizal, Ali Syah Rudi Sugiono Suyono, Rudi Sugiono Rudiyanto, - S Nurlaily Kadarini S, Budi Basuki S, Pebriyetti S. Suyono, Rudi Safrizal, Ahmad Sahari, Wira SAID . Saifuddin Sirajuddin Saludung, Jokebet Sam Herodian Samudi Samudi Sanjaya1, Bangkit Theo Saputri, Nining Saputro, Eko Danan Sariaman, Tatang Abdul Majid Sarnando, Nerilius Sarpawi, - Sarwoko, Iwan Semil, Nurmah Setyadi, Tedy Sigit Mujiharjo, Sigit Silaban, Adri Rizky Silvia, Diana Simamora, Herberto Yeremia Siti Mayuni Siti Nurlaily Kadarini, Siti Nurlaily Situmorang, Maruli Soenawan, Rapwansoni Soengkono Slamet Widodo, Soengkono Sofitra, M. Sofwan Noerwidi, Sofwan Sofyan, Diana Khairani Solissa, Natalia Vensya Sonya Sulistyono, Sonya Sri Anggraeni Kadiran, Sri Anggraeni Sudiyono, Dian Sugasta, Hervian Handika Suhartono Suhartono Suhendro Suhendro Sukriati Firman Sulistyarto, Priyatno Hadi Sumiyattinah, - Summiyattinah, - Supani, Ahyar Supratman, Iknatius Eko Supriyono Supriyono Suratman, Fiky Y. Suratman, Fiky Y. Suryana, Syarifah Suryosukmono, Gerry Susetyo, Sugeng Susianto, - Sutrisman, Adi Sutrisna, Dedy Sutrisno, Ady Suyono, Rudi S. Syam, Husain Syamsidah, S Syarifuddin, Adiansyah Tamala, Evi Taufik R.D.A Nugroho Teddy Ariyadi Titania, Tiara Tutik Lestari Wardani, Rizky Kusuma Widyantara, Muhamad Ridwan Widyantara, Muhamad Ridwan Wiradinata, Rizky Wiyono, Widyo Y. Aris Purwanto Yohanes Martono Yolanda Saraswati, Ni Putu Yulaikhah, Siti Yulia Sari, Anggie Yulianti, Yuni Yusni Yusni Zainudin, - Zaqlul Iqbal