Gunawan Wijonarko
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK TEPUNG JAGUNG TERMODIFIKASI MELALUI PROSES FERMENTASI SPONTAN, MENGGUNAKAN Lactobacillus casei DAN RAGI TAPE Aprilliani, Lintang; Aini, Nur; Wijonarko, Gunawan; Budiyanto, Budiyanto
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 7 No 02 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.652 KB)

Abstract

In order to take advantage of commodity diversification with the local non-wheat flour processing can be used to substitute the manufacture of food products in order to overcome the dependency on flour. One of the local commodity that can be processed into flour is corn. Cornmeal likely replace wheat flour in the manufacture of a wide range of processed products such as bread and biscuits Cockies. The study aims to determine the best methods in the manufacture of corn to produce corn starch with physical and chemical properties either through spontaneous fermentation, using Lactobacillus casei fermentation and using tape yeast. Corn used in this study is the heroine of white maize varieties. Statistical analysis showed that the fermentation process effect on ash content, soluble protein content and total protein content of corn flour produced. For the other variables are not affected by the process of fermentation. Best Samples owned by J2L3 sample with the highest soluble protein content of 2.3%, which is fermented using Lactobacillus casei for 3 days.Keywords: maize, white heroine, fermentation, Lactobacillus casei, yeast tape, soluble protein
SIFAT KIMIAWI MENTEGA KETAPANG (Catappa butter) (Pengaruh Lama Sangrai Dan Lama Rendam) wijonarko, Gunawan; erminawati, erminawati; Handayani, isti
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.762 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.470

Abstract

Biji ketapang mempunyaicita rasa yang enak dan komposisi kimia yang mirip dengan kacang tanah. Oleh karena itu biji ketapang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dibuat menjadi produk pangan baru. Salah satu produk pangan tersebut adalah mentega ketapang (Catapa butter). Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untukmengevaluasi sifat kmiawi mentega ketapang yang dibuat pada berbagai : (1) lama penyangraian (2) lama perendaman  (3) lama penyangraian dan perendaman.Rancangan yang digunakan dalam peneltian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang dicoba adalah lama penyangraian (4 ; 8 ; dan 12 menit) dan lama prendaman (0 dan 12 jam). Perlakuan disusun secara faktorial sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan. Percobaan diulang 4 kali dengan 24 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah kadar air, abu, serat kasar, lemak dan protein. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Uji F. Jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Rentang Jamak Duncan (DMRT) untuk menentukan perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik kemudian dibandingakn dengan selai kacang tanah non komersial. Hasil penelitian menunjukkan lama penyangraian berpengaruh nyata terhadap kadar air dan abu sedangkan perendaman berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu dan protein. Kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang nyata hanya terhadap kadar protein. Penyangraian 8 menit menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,8% dan abu 2,6% sedangkan perendaman 0 jam menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,5%, abu 2,7% dan protein 26,5%. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh terhadap kadar air, abu dan protein mentega ketapang. Dibandingkan dengan SNI selai kacang tanah, mentega ketapang mempunyai karakter kimiawi yang mirip kecuali pada kadar abu yang cenderung lebih tinggi yaitu sebesar 2,7%.  Penyangraian 8 menit dan perendaman 0 jam menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,7%, abu 2,5%, serat kasar 1,8%, lemak 50,6% dan protein 27,6%.
EVALUASI TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Rahmatunisa, Risma; Wijonarko, Gunawan; Haryanti, Pepita
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 3, No 1 (2018): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMakanan jajanan di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) cukup bervariasi. Pada umumnya konsumen dan pedagang tidak banyak mengetahui tentang  keamanan pangan padahal pada makanan jajanan mungkin  terdapat bahaya?bahaya seperti bahaya fisik, kimia, maupun mikrobiologis yang dapat mengganggu kesehatan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan serta mengetahui bahaya-bahaya yang terdapat pada makanan jajanan di sekitar kampus UMP. Penelitian dilakukan secara survey pada pedagang dan konsumen dengan teknik wawancara dan secara laboratorium untuk menguji sampel makanan jajanan yang diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan pada pedagang dan konsumen mempengaruhi tingkat keamanan pangan makanan jajajan di sekitar kampus UMP. Pada sampel yang diambil ditemukan bahaya fisik berupa rambut dan kerikil pada 3 sampel makanan jajanan (21%) dan semua  sampel uji positif mengandung mikroba E. Coli. Akan tetapi untuk bahaya kimiawi, pada semua sampel tidak terdeteksi adanya methanyl yellow. Kata Kunci : Keamanan Pangan, Makanan jajanan, bahaya fisik, methanyl yellow, Eschericia coli 
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PRODUK UMKM BERBASIS GULA KELAPA KRISTAL YANG MENJADI PRIORITAS PENGEMBANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS Mela, Ervina; Wijonarko, Gunawan; Maksum, Ali; Fadhillah, Nurul
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.9

Abstract

Gula kelapa kristal merupakan salah satu produk yang sudah dikembangkan di Kabupaten Banyumas. Dengan segala keunggulan yang dimiliki, gula kelapa kristal  berpotensi untuk dikembangkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi berbagai produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  produk berbasis gula kelapa kristal dan mendapatkan urutan prioritas alternatif produk berbasis gula kelapa kristal untuk dikembangkan pada skala UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian terdiri atas identifikasi produk berbasis gula kelapa kristal yang dilakukan dengan metode studi pustaka, dan penentuan produk prioritas dengan kuesioner, wawancara pakar, dan metode Bayes. Penelitian menunjukkan produk berbasis gula kelapa kristal yang dapat dikembangkan untuk UMKM meliputi sirup asam jawa, abon ikan, jahe merah instan, temulawak instan, cincau hijau instan, bumbu gado-gado, dan enting-enting kacang. Sirup Asam Jawa merupakan produk pada ranking pertama prioritas untuk dikembangkan di Kabupaten Banyumas.