Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Karakteristik Produksi Browns Gas Dengan Menggunakan Tenaga Matahari Widhiyanuriyawan, Denny; Hamidi, Nurkholis; Wijono, Wijono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.847 KB)

Abstract

Renewable energy has potentials to be developed to meet our energy needs in the future. One promising energy source is browns gas. Browns gas is a mixture of di-atomic and mono-atomic of hydrogen and oxygen. One effort to produce browns gas is through the process of electrolysis of water. However, the process of electrolysis still considered a process uneconomical and inefficient, since the energy of electrochemical decomposition of water is relatively high. Thus, the challenge of brown gas production is reducing electrical energy. In this study, we propose to use solar energy for browns gas production plant, since the solar energy is environmentally friendly energy sources available so abundant in Indonesia. The experiment was carried out in two methods. First, the electrolysis was done using electricity produced by the solar panel directly without voltage control. The second method, the voltage of electricity from the solar panel was controlled using a regulator then it used for the water electrolysis. The results show that the direct method generates fluctuative electricity with the rate power of 29.67 Watt. This electricity was used for electrolysis process and produced brown gas 0,1393 g for 4 hours. On the other hand the in-direct method generated power relatively constant at 18.3 Watt and produced the brown gas about 0.1365 g.Keywords: solar energy, browns gas, electrolysis, hydrogen
Pengaturan Injeksi Arus pada Coilgun dengan PWM menggunakan Metode Algoritma Genetika Winarno, Basuki; Wijono, Wijono; Hasanah, Rini Nur
e-Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : e-Jurnal Arus Elektro Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas tentang pengaturan injeksi arus pada coilgun untuk menghasilkan suatu profil kecepatan tertentu. Rancangan konstruksi koil yang diperlukan disusun dari 3 bagian area. Pergerakan proyektil dalam tiap area dibatasi oleh energi maksimal yang disediakan masing-masing koil sesuai kemampuan hantar arus konduktornya. Pengaturan duty cyclepada pulse-width modulation (PWM) digunakan untuk menghasilkan besar tegangan keluaran yang menentukan besar arus injeksi ke dalam koil. Arus yang diinjeksikan ke dalam koil diubah setiap 1 ms selama 24 ms, yaitu waktu tempuh proyektil dalam melewati 3 area, sesuai dengan kebutuhan energi yang berubah terhadap jarak. Jumlah layer pada masing-masing koil ditentukan secara iteratif untuk mempertimbangkanketerkaitan antar parameter koil. Injeksi arus pada ketiga koil dilakukan secara terpisah pada saat yang bersamaan, sehingga untuk setiap posisi proyektil tertentu dalam koil diperlukan pengaturanduty cycleyang berbeda.Algoritma genetika digunakan untuk keperluan tersebut. Setiapduty cycledikodekan menggunakan bilangan biner 8 bit, sehingga untuk setiap injeksi diperlukan pengkodean menggunakan 3x8 bit, yang membentuk populasi duty cycle. Hasil penelitian menunjukkan untuk mencapai kesesuaian yang baik antara profil kecepatan gerak proyektil menggunakan metode yang diusulkan dan profil kecepatan yang digunakan sebagai acuan. Besar arus maksimal untuk koil 1 adalah 1460 A, koil 2 adalah 1752 A, dan koil 3 adalah 1898 A dengan kecepatan akhir sebesar 54,5 m/s.    
Perbaikan Missing value Menggunakan Pendekatan Korelasi Pada Metode K-Nearest Neighbor Irawan, Novta Dany'el; Wijono, Wijono; Setyawati, Onny
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.855 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.286

Abstract

Missing value sering terjadi dalam metode klasifikasi dikarenakan informasi tentang obyek tidak diberikan, sulit dicari atau memang informasi tersebut tidak ada. Hal ini menyebabkan menurunnya keakuratan dan kualitas data pada saat data diolah. Pendekatan korelasi dilakukan karena peneliti harus mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variable yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Metode klasifikasi yang digunakan yaitu metode K-NN, karena metode ini termasuk metode klasifikasi yang memiliki konsistensi yang kuat. Metode ini mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama berdasarkan nilai K atau tertangga terdekat. Pendekatan korelasi dapat dilakukan untuk mengatasi missing value, terbukti dengan meningkatnya hasil klasifikasi dan hilangnya data yang belum terklasifikasi. Kuisioner berfungsi sebagai alat ukur, kuisioner berisi beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden, dari hasil kuisioner dilakukan analisa data untuk mengetahui tingkat korelasi data cadangan. Setelah mendapatkan tingkat korelasi data cadangan, maka data cadangan tersebut digunakan sebagai pengganti data yang terdapat missing value. Sebelum dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA sejumlah 88 siswa, jurusan IPS 126 siswa, jurusan bahasa 271 siswa, dan belum terklasifikasi/false 15 siswa. Setelah dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA berjumlah 102 siswa, jurusan IPS berjumlah 316 siswa, bahasa berjumlah 82 siswa, dan tidak ada data yang belum terklasifikasi. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan nilai k = 3, 5, 7, 9, dan 11. Dapat diketahui nilai k = 5 memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan dengan nilai k yang lain yaitu 97%, jadi dalam penelitian ini nilai k yang dipakai pada metode K-NN adalah 5
Analisis Steady State dan Dinamik pada Perencanaan Pengembangan Pembangkit Sistem Gorontalo Surusa, Frengki Eka Putra; Suyono, Hadi; Wijono, Wijono
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Arus Elektro Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya konsumen energi listrik di Gorontalo akan meningkatkan kebutuhan pasokannya. Peningkatan tersebut memerlukan penambahan sumber-sumber pembangkit baru. Untuk memenuhi hal tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah pembangkit baru, yaitu PLTU Anggrek, dengan kapasitas 2x25 MW. Injeksi PLTU Anggrek ini akan secara langsung mempengaruhi aliran daya, dan stabilitas dinamik sistem yang meliputi stabilitas sudut rotor (rotor angle stability), stabilitas frekuensi (frequensi stability), dan stabilitas tegangan (voltage stability). Waktu pemutusan kritis (critical clearing time) juga dianalisis untuk mengevaluasi performance sistem. Hasil analisis steady state menunjukan bahwa profil tegangan pada sistem setelah injeksi terjadi perbaikan dengan nilai rata-rata sebesar 4,61 %. Hasil analisis stabilitas dinamik menunjukan bahwa waktu pemulihan dari sudut rotor, frekuensi dan tegangan menjadi  lebih cepat.Kata Kunci — aliran daya, injeksi daya, PLTU Anggrek, stabilitas frekuensi, stabilitas sudut rotor, stabilitas tegangan.
ANALISIS TEGANGAN DAN ARUS PADA PERANCANGAN ARESTER KASKADE Amaral, Hanifiyah Darna Fidya; Wijono, Wijono; Dachlan, Harry Soekotjo
Transmisi Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.089 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.3.84-89

Abstract

Arester merupakan komponen perlindungan tegangan lebih yang dipasang pada sebuah peralatan listrik. Arester dapat digunakan secara individu maupun gabungan dari jenis arester yang berbeda. Penggabungan dua jenis arester yang berbeda dapat dilakukan secara kaskade. Pada makalah ini dilakukan perancangan kaskade arester dengan menggabungkan komponen MOV dan GDT. GDT dirancang pada stage pertama dan MOV pada stage kedua dikarenakan GDT memiliki tegangan kerja lebih tinggi daripada MOV. Kaskade arester dapat berkoordinasi dengan baik apabila arester yang memiliki tegangan kerja lebih tinggi terletak dibagian depan dan tegangan kerja yang lebih rendah diletakkan di bagian belakang. Sehingga GDT dirancang pada stage pertama dan MOV pada stage kedua. Rangkaian kaskade arester berhasil dilakukan dengan dekopling induktor. Simulasi surja juga berhasil dilakukan dengan menggunakan generator impuls. Tegangan surja disimulasikan oleh generator impuls menghasilkan nilai sebesar 920V dengan rise time 1,2µs, berdurasi 50µs. Simulasi arus surja juga berhasil dilakukan dengan menghasilkan arus sebesar 470A dengan rise time 8µs, berdurasi 20µs. Gelombang arus dan tegangan potong pada GDT telah berhasil dilakukan dengan simulasi. Nilai dekopling induktor yang berbeda juga mempengaruhi nilai arus yang mengalir pada MOV sehingga energi yang mengalir pada peralatan listrik yang diproteksi menjadi lebih rendah. Peningkatan nilai dekopling induktor memberikan distribusi energi yang tepat antara arester GDT dan MOV.
Modeling and Control Design of Quadcopter Motor Mulyadi, Adi; Wijono, Wijono; Siswoyo, Bambang
Frontier Energy System and Power Engineering Vol 2, No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um049v2i2p34-45

Abstract

This paper discussed the modeling and control design of quadcoptermotor. Modeling was performed using the Laplace transformmethod. The quadcopter mathematical model was used as the loadtorque of brushless dc motor to control the stability of altitudevertical take-off motion. Motion stability was influenced by thebody frame mass, propeller speed, and wind disturbance duringhovering. Hence, the quadcopter motion experienced oscillation toreach a steady state. The tuning of Ziegler-Nichols PID and fuzzygain scheduling PID were suggested to overcome the stability ofaltitude vertical take-off motion. The simulation results showed thatfuzzy gain scheduling PID reduced the overshoot 0.1% smaller thanthe Ziegler-Nichols tuning.
ANALISIS KOMPENSASI TEGANGAN SAG DENGAN KONTROL HYSTERESIS DAN ANN PADA GI SENGKALING PENYULANG PUJON Wijono, Wijono; Siswojo, Bambang; Eko Suryo, Arief Trisno
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.22.3.73-79

Abstract

Makalah ini mendiskusikan tentang analisis kompensasi tegangan sag. Tegangan sag disebabkan oleh gangguan hubung singkat 3 fasa ke tanah. Gangguan tersebut memiliki dampak besar terhadap kerusakan pada saluran beban Penyulang Pujon. Tegangan sag dapat diatasi dengan kompensasi menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR), yang mana DVR merupakan salah satu dari custom power device yang paling efektif. Hysteresis dan ANN diusulkan untuk mengatur kompensasi tegangan sag dari DVR. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontrol Hysteresis mampu mengkompensasi tegangan beban rata-rata sebesar 95.9 %, dan ANN 104.3%. Kontrol Hysteresis lebih baik dibandingkan dengan kontrol ANN dalam mengkompensasi tegangan beban, yang mana tidak melebihi tegangan beban normal pada saat kompensasi tegangan sag.
DESAIN DAN SIMULASI KONTROL KECEPATAN MOTOR QUADCOPTER Mulyadi, Adi; Wijono, Wijono; Siswojo, Bambang
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.22.4.107-116

Abstract

Pergerakan quadcopter dipengaruhi oleh kecepatan empat baling-baling yang digerakkan oleh motor BLDC. Perputaran baling-baling tersebut akan menghasilkan gaya dorong yang arahnya vertical. Pada pengoperasiannya, dua motor dikendalikan searah jarum jam, dan dua motor lainnya berlawanan jarum jam. Permasalahan yang terjadi pada pembangkitan gaya angkat quadcopter adalah bahwa kecepatan empat motor harus sama, sehingga gerakan quadcopter dapat mencapai ketinggian yang diinginkan. Makalah ini mendiskusikan mengenai desain sistem kontrol kecepatan motor untuk mendapatkan kestabilan dari gerakan altitude vertical take-off quadcopter. Sistem kontrol melibatkan beban motor dan kecepatan gaya angkat. Perhitungan vertical take-off dilakukan dengan menggunakan metode Euler-Newton. Metoda Proportional-Integral-Derivative (PID) diusulkan untuk mendapatkan kestabilan gerakan. Selain itu, simulasi menggunakan MATLAB Simulink digunakan untuk memvalidasi hasil perancangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan kontrol PID pada ketinggian 10 m sampai 90 m didapatkan respon waktu naik lebih cepat 0.01 detik, overshoot 0%, dan waktu steady state 0.06 detik. Sedangkan pengaturan PI pada ketinggian 10 m sampai 90 m menghasilkan respon waktu naik lebih lama 0.013 detik, overshoot 0% dan waktu steady state 0.1 detik.
Unjuk Kerja Performa Turbin Arus Laut Sumbu Vertikal Pada Berbagai Bentuk Sudu Unik Ariefianto, Rizki Mendung; Hasanah, Rini Nur; Wijono, Wijono
Rekayasa Vol 15, No 1: April 2022
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v15i1.13572

Abstract

Efficiency and self-starting capability performances are the main problems in vertical axis turbines. By purposing improves its performance, vertical axis turbines have been developed with various models. One of the developments of this model is to design the turbine blades into unique shapes. This research aims to determine the performance of some unique blade vertical axis turbines conditioned on the same parameters, especially if applied in a marine environment. Turbines with helical blade (HB), eggbeater-shaped blade (ESB), diamond-shaped blade (DSB), Y-shaped blade (YSB), and arrow-shaped blade (ASB) were investigated based on efficiency and self-starting capability using QBlade software. Good performance symmetrical foils such as NACA 634021 are also applied to each turbine. The simulation results show that from the aspect of efficiency performance, turbine ASB HB ESB DSB YSB. Meanwhile, in the aspect of self-starting capability performance, the sequence is similar to efficiency performance, based on the two approaches applied. The highest efficiency achieved by the ASB turbine is 0.391 at the lowest tip speed ratio of λ = 4. The ASB turbine also achieves the best self-starting performance, which has a minimum static torque coefficient of 0.00155 and can produce the required power at the lowest marine current speed of 0.806 m/s. This performance brings the ASB turbine to produce a rated power of 52.52 kW, or more than twice the power production of the lowest efficiency turbine and has an average power gain of 3.75 kW per 0.2 m/s.