Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Proteolitik pada Bekasam Wikandari, Prima Retno; Suparmo, Suparmo; Marsono, Yustinus; Rahayu, Endang Sutriswati
Jurnal Natur Indonesia Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.903 KB) | DOI: 10.31258/jnat.14.1.120-125

Abstract

Bekasam is a traditional fermented fish from Indonesia. It is made from fish  in which  the gills and  gut  had been  discarded,  washed,  and  mixed with salt, after two days, it was covered  with  rice  and  salt,  and then  fermented  for  5-7 days  at room  temperature.  Bekasam  is perceived to have antihypertensive activity, which is though to be the activity of bioactive peptides, the product of protein degradation  during  the bekasam fermentation. The research was aim to isolate the indigenous lactic  acid  bacteria  that  produce strong  proteolytic  capabilities.  The lactic  acid bacteria were collected from 3  kinds of bekasam (tilapia, milkfish, and tuna bekasam). Isolation  of the lactic acid bacteria was done         on agar medium containing MRS + CaCO3, and  the screening of the proteolytic bacteria  was done by growing the isolated  culture on  skim agar.   The colonies  that produce clear zone  were identified  as proteolytic  lactic acid  bacteria. Some of 180  isolated strains of acid  producing bacteria   that produce clear zone on MRS agar were found 150 strains of  lactic acid  bacteria, and  84  strains  showed  their  proteolytic activity.  The later  were identified morphologically and biochemical as Lactobacillus, Pediococcus and Leuconostoc genera.  Selection  was further conducted based on the height of the proteolytic and homofermentative fermentation activities. Upon species identification using API CH 50 kit,  the  selected strains belong to species of Lactobacillus plantarum, Lactobacillus pentosus, and Pediococcus pentosaseus.
Potensi Bekasam Bandeng (Chanos chanos) sebagai Sumber Angiotensin I Converting Enzyme Inhibitor Wikandari, Prima Retno; Suparmo , Suparmo; Marsono , Y.; Rahayu , Endang S.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 1 (2011): February 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.935 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i1.69

Abstract

Bekasam adalah produk fermentasi ikan. Bekasam diduga mempunyai aktivitas Angiotensin I Converting Enzyme (ACE) inhibitor, yang disebabkan oleh terbentuknya peptida ACE inhibitor hasil aktivitas proteolitik enzim endogenous ikan dan bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan populasi bakteri asam laktat, pH, total asam, perubahan protein terlarut dan besarnya aktivitas ACE inhibitor selama proses fermentasi bekasam. Jumlah populasi bakteri laktat meningkat dari 5,16 menjadi 8,15 log CFU/g, nilai pH menurun dari 6,5 menjadi 4,41 disertai dengan peningkatan total asam. Bekasam bandeng menunjukkan aktivitas antihipertensi sebesar 51,77% yang terbentuk pada hari ke 6, dan tidak menunjukkan aktivitas penghambatan pada proses fermentasi selanjutnya. Besarnya aktivitas ACE inhibitor berkorelasi dengan terjadinya kenaikan protein terlarut selama proses fermentasi bekasam.
PELATIHAN BUDIDAYA CACING TANAH (Lumbricus rubellus) BAGI PARA TANI DESA SUMBERDUKUN, NGARIBOYO, MAGETAN Rusmini, Rusmini; Kusumawati, Nita; Prahara, Mirwa Adi; Wikandari, Prima Retno
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n2.p114-120

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pelatihan budidaya cacing tanah (Lumbricus rubbelus) kepada para tani Desa Sumberdukun, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan sebagai upaya pengembangan sumber daya daerah. Metode yang digunakan berupa kegiatan pelatihan dengan pemberian materi dan praktek serta pendampingan dan monitoring dari tim pelaksana PKM. Kegiatan pelatihan diamati dengan lembar observasi keterlaksanaan pelatihan, lembar observasi ketrampilan berbudidaya, dan angket respon peserta. Kegiatan PKM diakhiri dengan pemberian bibit cacing tanah sebagai modal untuk memulai berbudidaya. Hasil PKM melaporkan bahwa keterampilan peserta dalam berbudidaya cacing tanah sudah ditunjukkan mulai persiapan media, pembuatan kandang, pembuatan pakan, dan tehnik panen. Seluruh peserta pelatihan tertarik dan menyatakan bahwa pelatihan budidaya cacing tanah ini bermanfaat meskipun ada 20% peserta yang menyatakan pernah mendapatkan pelatihan serupa dan menyatakan jika budidaya cacing tanah tidak mudah dilakukan. Hasil pendampingan dan monitoring menunjukkan bahwa 9 peserta (45%) mengalami perkembangan dalam berbudidaya cacing tanah dan 11 peserta (55%) belum berhasil.
PELATIHAN PEMBUATAN SARI KEDELAI REMPAH UNTUK PENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH DALAM MENGHADAPI PANDEMI Covid-19 Wikandari, Prima Retno; Yuanita, Leny; Cahyaningrum, Sari Edi; Herdyastuti, Nuniek
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n2.p155-160

Abstract

Coronavirus disease-19 (Covid-19) adalah penyakit yang memberikan resiko kematian yang sangat tinggi. Alternatif pencegahan adalah dengan konsumsi susu kedelai berempah karena dapat meningkatkan imun dan kaya antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memberikan pengetahuan tentang Covid-19 dan cara penanggulangannya, (2) memberikan keterampilan pembuatan sari kedelai berempah, dan (3) melakukan sosialisasi produk kepada masyarakat oleh peserta latih. Metode pelatihan dilakukan secara daring dan diunggah melalui youtube https://youtu.be/mb_6H2biczA, dilanjutkan praktek mandiri dan sosialisasi produk hasil praktek mandiri kepada masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan peserta latih memberikan respon bahwa materi pengetahuan tentang Covid-19 dan cara pembuatan sari kedelai adalah penting dan cara penyajiannya sangat menarik. Sebanyak 86.7 % peserta menyatakan bahwa materi adalah baru, dan 60% peserta menjawab akan mempraktekkan hasil pelatihan. Satu orang peserta telah mampu menginisiasi tetangganya untuk berwirausaha dan telah menerima pesanan. Sebanyak 86.7 % peserta latih telah melakukan sosialisasi kepada keluarga (46.7%), tetangga (33.3%) dan teman kantor  (13.3%). Tanggapan peserta sosialisasi terhadap  produk sari kedelai rempah menyatakan suka (46.7%) sampai sangat suka (53.3%), Respon peserta sosialisasi menyatakan bahwa mereka menyatakan kegiatan ini cukup manfaat (33.3%) hingga sangat manfaat (66.7%) dan 100 % berkeinginan untuk mengetahui pembuatan sari kedelai rempah.Kata Kunci: Covid-19, imunitas, sari kedelai berempah, pelatihan
BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN YACON (Smallanthus sonchifolius) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI ALAM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ARGOSARI, KECAMATAN SENDURO, KABUPATEN LUMAJANG Yuanita, Leny; Puspitasari, Rinie Pratiwi; Wikandari, Prima Retno; Sabtiawan, Wahyu Budi; Sari, Dhita Ayu Permata
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v2n2.p23-29

Abstract

Target utama yang diharapkan melalui kegiatan Program KKN-PPM meliputi dua hal yaitu 1) memberdayakan masyarakat dan mengembangkan potensi alam, 2) memberi keterampilan mahasiswa keterampilan bersosialisasi dan memecahkan masalah di masyarakat. Luaran utama dari kegiatan ini adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat melalui budidaya dan pemanfaatan tanaman yacon di desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan KKN-PPM dilakukan selama 3 bulan dimulai pada bulan April sampai dengan Juli 2016. Namun untuk pelaksanaan evaluasi hasil budidaya tetap dilakukan sampai panen umbi yacon (sekitar 8 bulan). Hasil kegiatan: Yacon merupakan tanaman yang sesuai untuk ditanam di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tanaman tersebut telah berhasil ditanam dan diolah menjadi teh yacon oleh petani di desa tersebut. Mahasiswa KKN telah mampu bersosialisasi dengan masyarakat Desa Argosari melalui program penanaman yacon. Mahasiswa juga menunjukkan sikap tanggung jawab yang dapat dilihat dari perawatan tanaman yacon selama kegiatan KKN. Mahasiswa telah mampu mengembangkan keterampilan mereka, khususnya dalam hal bercocok tanam yacon. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama KKN meliputi pelatihan penanaman yacon, penanaman bibit, dan perawatan tanaman yacon.