Thamrin Wikanta
Centre Research for Product Processing and Biotechnology Marine & Fisheries, Jl. K.S. Tubun VI, Jakarta 10260

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan dari Rumput Laut Halymenia harveyana dan Eucheuma cottonii Suryaningrum, Theresia Dwi; Wikanta, thamrin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.231

Abstract

Penelitian uji aktivitas senyawa antioksidan dari rumput laut Halymenia harveyanadanEucheuma cottoniitelah dilakukan. Aktivitas antioksidan dan uji toksisitasnya diamati terhadapekstrak kasar, fraksi n-heksana, dan fraksi metanol dari rumput laut segar dan kering, sertaidentifikasi senyawa aktif menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitasantioksidan ekstrak rumput laut segar lebih tinggi dari pada ekstrak rumput laut kering. Ekstrakfraksi metanol dari Halymenia harveyanasegar memiliki aktivitas antioksidan yang paling poten.Pada kedua jenis rumput laut tersebut, toksisitas ekstrak dari sampel kering lebih tinggidibandingk an dengan ekstrak dari rumput laut segarnya. Ekstrak Halymenia harveyanamengandung senyawa-senyawa antioksidan mirip BHT (butil hidroksi toluen), ester danhidrokarbon aromatis, demikian pula ekstrak Eucheuma cottoniibanyak mengandung antioksidan tetapi mempunyai toksisitas yang tinggi terhadap Artemia salina.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Turbinaria decurrens Terhadap Perbaikan Kerusakan Hati Tikus Putih Wikanta, Thamrin; Rahayu, Lestari; Fajarningsih, Nurrahmi Dewi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.423

Abstract

Turbinaria decurrens mengandung pigmen karoten yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu meredam radikal bebas. Kerusakan sel hati akibat radikal bebas terdeteksi dari peningkatan kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas glutamat-piruvat transaminase (GPT) dalam serum darah. Pengujian toksisitas akut dari ekstrak etanol T. decurrens dilakukan dengan menggunakan mencit secara intraperitonial, sedangkan pengaruh pemberian ekstrak tersebut terhadap perbaikan kerusakan liver menggunakan tikus secara oral. Pengaruh pemberian ekstrak tersebut terhadap perbaikan kerusakan hati diamati menggunakan 6 kelompok tikus yaitu: KI (kelompok normal yang hanya diberi air suling), KII (kelompok kontrol negatif yang diberi air suling), KIII (kelompok perlakuan yang diberi ekstrak dengan dosis 0,2 g/200 g BB (Bobot Badan)), KIV (kelompok perlakuan yang diberi ekstrak dengan dosis 0,4 g/200 g BB), KV (kelompok perlakuan yang diberi ekstrak dengan dosis 0,8 g/200 g BB), dan KVI (kelompok kontrol positif yang diberi vitamin E dosis 5,4 mg/200 g BB). Kelompok II, III, IV, V, dan VI diberi perlakuan selama 12 hari berturut-turut, setelah dua jam pemberian perlakuan yang terakhir tikus diberi CCl 40,11 g/200 g BB, 24 jam kemudian tikus diambil darahnya untuk pengukuran kadar MDA, aktivitas GPT, serta pengambilan organ hati untuk penentuan rasio bobot hati/bobot badan serta pembuatan sediaan histopatologi hati. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak etanol T. decurrenstermasuk dalam kategori toksisitas rendah dan ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dan potensi hepatoprotektor sehingga dapat membantu perbaikan kerusakan hati.
Bioprospeksi Spons, Karang Lunak dan Ascidian Asal Taman Nasional Laut Kepulauan Wakatobi: Antitumor dan Antioksidan Fajarningsih, Nurrahmi Dewi; Nursid, Muhammad; Januar, Hedi Indra; Wikanta, Thamrin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat (bioprospeksi) spons, karanglunak, dan ascidian asal Taman Nasional Laut (TNL) Kepulauan Wakatobi sebagai antitumor dan antioksidan. Sampel makroinvertebrata laut diambil dengan menggunakan scuba diving di empat stasiun pengambilan di perairan TNL Kep. Wakatobi. Sebanyak 74 sampel diuji aktivitas antitumornya terhadap 3 jenis sel lestari tumor (HeLa, MCF7, SKOV3) dengan metode Thiazolyl Blue Tetrazolium Blue (MTT) dan diuji pula aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Sampel yang dapat menghambat >50% sel lestari tumor pada konsentrasi 20 µg/ml dikategorikan sebagai sampel aktif antitumor. Sampel yang memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas >50% pada konsentrasi 100 µg/ml dalam uji DPPH dikategorikan sebagai sampel yang aktif antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel (ascidian W0208; spons W2408 dan W2508) yang aktif terhadap tiga jenis sel lestari tumor, 11 sampel aktif terhadap dua jenis sel lestari tumor dan 22 sampel aktif terhadap satu jenis sel lestari tumor. Dari 74 sampel yang diuji aktivitas antioksidannya, terdapat 8 sampel yang tergolong aktif (7 sampel spons dan 1 sampel karang lunak).
Uji Aktivitas Antioksidan, Toksisitas, The Assays of The Antioxidative Activity, Toxicity, and Cytotoxicity of The Red Algae. Wikanta, Thamrin; Januar, Hedi Indra; Nursid, Muhammad
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.475

Abstract

Riset tentang aktivitas antioksidan, toksisitas dan sitotoksisitas ekstrak Rhodymenia palmata telah dilaksanakan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1‑ difenil‑2­pikrilhidrazil).Uji toksisitas terhadap Artemia salina dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa ditentukan dengan metode MTT (3‑(4,5‑dimetilthiazol‑2yi)‑2,5‑difeniI tetrazolium bromida). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstralk kasar metanol memiliki aktivitas antioksidan rendah (IC .0~464,89 ppm). Fraksi etil asetat memiliki toksisitas paling tinggi (L C50 =5,36 ppm), dan fraksi n‑heksana memiliki toksisitas rendah (LC 0=55,20 ppm), sedangkan fraksi metanol termasuk kelompok tidak toksik (LC 50=39012,95 ppm). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki sitotolksisitas rendah (LC 5,=432,43 ppm), sedangkan fraksi n‑heksana memiliki sitotoksisitas tinggi (LC 5,=29,68 ppm).