Claim Missing Document
Check
Articles

STUDENT CENTERED LEARNING IN ENGLISH ALIVE LEARNING THROUGH COMMUNICATIVE APPROACH Winarsih, Winarsih
IJOTL-TL: Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics Vol. 2 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : Center of Language and Cultural Studies [CLCS]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.582 KB) | DOI: 10.30957/ijoltl.v2i1.232

Abstract

Student Centered Learning ‘SCL’ approach has major pedagogical benefits to identify and know how the responsibility of SCL puts on learners, for their own learning by using variety of English language actively as medium of instruction to class subjects. It involves students in more decision-making processes, and learns English by doing to class subjects learning. They are 90% doing participating and the real thing during class while students practicing English for real-world skills. Learning becomes more active, it becomes more memorable: because it is personalized, and relevant to the students’ own lives and experiences, it brings English ‘alive’, and makes it relevant to the real world. In the process of learning, the more actively involved students are in their own learning, the more they are likely to remember what they learn. By using communicative approach, English again becomes more ‘real’ and part of the students’ lives.
THE SELLING SYSTEM OF PRODUCTION BY LOOKING CUSTOMER CHARACTER WITH DATA MINING METHODE (Case Study in PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company) Susilowati, Dyah; Winarsih, Winarsih
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol 13, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of computer technology influences many companies to use computer for data processing. Most of the activites in the company are product selling. Based-on the research at PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, their product selling activities are still using manual data processing and the computer usage within the company is not optimum yet. Thus, in this paper, system that can assist product selling activities, especially in providing information by making use of customer character, and swift report generator. The approach related to customer character employs data mining model, even though in this case, the existing database can not be categorized in the level of datawarehouse. Hence, modification of data mining approach has been done to match with the existing data.Keyword(s): Infomation system, Selling, Product.Subject Description : H.2. Database Management | H.2.8. Database Applications | Data mining
KETEPAT WAKTUAN PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KANDUNGAN KUALITAS INFORMASI LABA AKUNTANSI DI PASAR MODAL Winarsih, Winarsih
PRESTASI Vol 6, No 01 (2010): Juni PRESTASI
Publisher : PRESTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.745 KB)

Abstract

Informasi keuangan menjadi berkualitas atau kredibel dan bermanfaat apabila memiliki sifat relevan dan reliable. Dikatakan relevan, apabila informasi keuangan tersebut memiliki sifat bernilai prediktif, bernilai umpan balik dan tepat waktu. Sedangkan reliabilitas atau keandalan apabila dapat diujikan, penyajian secara jujur dan bersifat netral. Kualitas informasi dapat meningkat bagi investor apabila tingkat asimetri informasi rendah, dimana investor dapat mengamati setiap kebijakan manajemen maupun informasi internal perusahaan. Pada teori signaling berperan dalam mengungkapkan peran ketepatwaktuan sebagai signal yang dapat menunjukkan kandungan kualitas informasi laba akuntansi. Ketepatwaktuan dalam proksi kecepatan manajemen melakukan publikasi laporan keuangan tahunan setelah pengauditan akan berpengaruh positif terhadap nilai return abnormal kumulatif yang sekaligus mencerminkan semakin tinggi kandungan kualitas informasi laba akuntansi.Keyword : Publikasi Laporan Keuangan, Kualitas Informasi, Laba, Pasar Modal
KEBUTUHAN DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI TARUNA ANGKATAN 46 DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Winarsih, Winarsih; Ati, Sri
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.844 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku pencarian informasi taruna angkatan 46 di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang serta sumber informasi apa saja yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deksriptif dengan jenis studi kasus.Informan penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan 8 informan yang terdiri dari 6 taruna dan 2 petugas perpustakaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi,wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini taruna membutuhkan informasi untuk membantu penyusunan skripsi, mengerjakan tugas, dan menambah pengetahuan. Dalam memenuhi kebutuhan informasi tersebut, taruna melakukan pencarian informasi bertahap yang terdiri dari: starting, menentukan topic sebelum mencari informasi;chaining, mencatat daftar informasi yang dibutuhkan; browsing, mencari informasi di sumber-sumber informasi; differentiating, memilah-milah informasi yang dikumpulkan; mentoring, mengikuti perkembangan informasi; extracting, mencari informasi di sumber tertentu; veryfing, pengecekan data; dan ending, akhir pencarian informasi.Sumber informasi yang sering dimanfaatkan taruna adalah buku, jurnal, dan skripsi senior yang disediakan di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Sedangkan sumber lain yang juga mereka gunakan adalah internet
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Winarsih, Winarsih
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 29, No 01 (2017): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 15 Purworejo Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan, dari April 2016 sampai Maret 2017. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa yang terlibat dan aktif mengikuti pembelajaran matematika di kelas dengan pendekatan saintifik. Metode yang digunakan adalah metodekualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Indikator berpikir kritis yang digunakan adalahmenggunakan fakta-fakta secara tepat dan jujur, mengorganisasi pikiran dan mengungkapkannya dengan jelas, logis atau masuk akal, membedakan antara kesimpulan yang didasarkan pada logika yang valid dengan logika yang tidak valid, mengidentifikasi kecukupan data, dan menyangkal suatu argumen yang tidak relevan dan menyampaikan argumen yang relevan. Dari penelitian ini, kemampuan berpikir kritis siswa untuk indikator mengidentifikasi kecukupan data dapat dipenuhi semua subjek dan terdapat subjek yang memenuhi indikator maksimal. Berdasarkan tingkat berpikir kritis (TBK), maka subjek berada pada TBK 0, TBK 1, dan TBK 3. Siswa pada TBK 3 mampu memenuhi kelima indikator berpikir kritis, kemampuan memberikan alasan dan mengkomunikasikan jawabannya dengan baik dan lancar. Dua subjek dengan TBK 1 mampu memenuhi 2 dan 3 indikator, mampu memberikan alasan dan mengkomunikasikan pada beberapa indikator cukup baik. Sedangkan siswa dengan TBK 0 mampu memenuhi satu indikator berpikir kritis untuk keempat soal, kemampuannya untuk memberikan alasan pada jawaban masih kurang tepat dan kemampuannya untuk mengkomunikasikan pada semua indikator masih sangat kurang.   Kata kunci: berpikir kritis
Efektivitas Kompres Hangat tehadap Skala Nyeri pada Pasien Gout Kartika Sani, Aida Tyas; winarsih, Winarsih; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gout adalah salah satu penyakit arthritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kejadian gout sering ditemukan pada penderita laki-laki diatas umur 50 tahun. Hampir 85-90% penderita yang mengalami serangan pertama biasanya mengenai satu persendian dan umumnya pada sendi antara ruas tulang telapak kaki dengan jari kaki. Intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap skala nyeri pada pasien gout di Wilayah Kerja Puskesmas Batang III Kabupaten Batang Tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pretest posttes design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan intervensi kompres hangat adalah terjadinya penurunan skala nyeri pada pasien gout. Penatalaksanaan nyeri terdiri atas intervensi yang bersifat independen atau nonfarmakologi dan intervensi kolaboratif atau pendekatan secara individu. intervensi nyeri kolaboratif adalah dengan analgesik seperti Non-narkotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs), analgesik narkotik atau opiat, obat tambahan (adjuvan) atau ko-analgesik. Sedangkan intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres
Efektifitas Kompres Hangat Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Gout Fajriyah, Nuniek Nizmah; Kartika Sani, Aida Tyas; Winarsih, Winarsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gout adalah salah satu penyakit arthritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kejadian gout sering ditemukan pada penderita laki-laki diatas umur 50 tahun. Hampir 85-90% penderita yang mengalami serangan pertama biasanya mengenai satu persendian dan umumnya pada sendi antara ruas tulang telapak kaki dengan jari kaki. Intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap skala nyeri pada pasien gout di Wilayah Kerja Puskesmas Batang III Kabupaten Batang Tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pretest posttes design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan intervensi kompres hangat adalah terjadinya penurunan skala nyeri pada pasien gout. Penatalaksanaan nyeri terdiri atas intervensi yang bersifat independen atau nonfarmakologi dan intervensi kolaboratif atau pendekatan secara individu. intervensi nyeri kolaboratif adalah dengan analgesik seperti Non-narkotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs), analgesik narkotik atau opiat, obat tambahan (adjuvan) atau ko-analgesik. Sedangkan intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Kata Kunci                  : Kompres Hangat, Skala Nyeri, Gout Warm compresses Effectiveness Against Pain Scale In Gout Patients Abstract. Gout is one of the arthritis disease caused by abnormal purine metabolism characterized by increased levels of uric acid in the blood. The incidence of gout is often found in male patients over the age of 50 years. Nearly 85-90% of patients who experienced a first attack usually affects the joints and is generally in the joints between the vertebrae feet with toes. Independent intervention is like setting position, resting, position the physiological, adjust the position of the fixation or immobilization, relaxation techniques, relaxation breath abdomen, and compress. The study aims to determine the effectiveness of warm compresses on the pain scale in gout patients in Puskesmas Batang III, Batang 2013. The design of this study using an experimental approach quasy two group pretest posttes design. The results showed that the change in average pain scale after warm compresses intervention is the decreasing scale of pain in patients with gout. Pain management consists of interventions which are independent or nonpharmacological and collaborative intervention approach or individually. pain is a collaborative intervention with such Non-narcotic analgesics and nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), narcotic analgesics, or opiates, additional drugs (adjuvant) or co-analgesics. While the Independent intervention is like setting position, resting, position the physiological, adjust the position of the fixation or immobilization, relaxation techniques, relaxation breath abdomen, and compress. Keywords: Warm Compress, Scale Pain, Gout
Layanan Bimbingan Pribadi-Sosial dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran AD, Yahya; Winarsih, Winarsih
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3, No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.713 KB) | DOI: 10.24042/kons.v3i1.554

Abstract

Komunikasi merupakan bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun non-verbal yang ditanggapi oleh orang lain. Setiap bentuk tingkah laku yang mengungkapkan pesan tertentu, sehingga juga merupakan sebentuk komunikasi. Berdasarkan hasil observasi dan penyebaran kuesioner yang penulis lakukan di SMA Negeri 2 Padang Cermin Kab. Pesawaran masih terdapat peserta didik kelas XI yang memiliki komunikasi interpersonal yang rendah seperti: berbicara pada saat ada yang sedang menyampaikan pesan, terbata-bata saat sedang menyampaikan pesan atau tujuan, sering menggunakan bahasa yang sulit dipahami sehingga mengakibatkan multitafsir, kemauan yang rendah untuk mengakui kesalahan dan cenderung menyalahkan orang lain, kurangnya rasa akrab, membantah perintah. Atas dasar hal tersebut peneliti mencoba menerapkan layanan bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan komunikasi interpersonal peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi interpersonal peserta didik dan untuk mengetahui apakah komunikasi interpersonal dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan pribadi-sosial peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin Kb. Pesawaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian berjmlah 10 peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin Kab. Pesawaran tahun pelajaran 2016/2017 yang memiliki komunikasi interpersonal rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, metode kuisioner, wawancara, dan dokumentasi tehnik pendukung. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan terhadap komunikasi interpersonal peserta didik di sekolah sebelum diberikan layanan konseling kelompok dan sesudah diberikan layanan. Hal ini ditunjukan dari pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (t-test), dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh dalam kelompok eksperimen t hitung = 50.250 > t tabel 0.05 = 2.262, df= n-1= 10-1=9 dengan p value < t tabel (0.000 < 0.005), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang bermakna layanan bimbingan pribadi-sosial dapat meningkatkan komunikasi interpersonal peserta didik. Saran yang diajukan peneliti yaitu kepada guru bimbingan perlu menindak lanjuti jika terdapat peserta didik yang mengalami hambatan atau kesulitan dalam bekomunikasi di lingkungannya. Karena hal ini dapat mempengaruhi peserta didik dalam proses berinteraksi serta belajar mengajar, dengan dapat menerapkan layanan konseling kelompok bimbingan pribadi-sosial.
RELEVANSI YURIDIS MEDIASI PENAL DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PADA MASYARAKAT SUKU SAMIN Winarsih, Winarsih; Wulandari, Cahya
INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Suku Samin merupakan masyarakat adat yang mempunyai perilaku menyimpang dari tradisi masyarakat lain di Indonesia, seperti membangkang dan tidak patuh terhadap pemerintah. Keyakinan orang Samin dalam menjalani kehidupannya yang masih berpegang teguh terhadap nilai dan budaya mengakibatkan Suku Samin mempunyai karateristik yang berbeda dengan yang lain, termasuk dalam tata cara penyelesaian tindak pidana yang tidak menggunakan jalur pengadilan. Penelitian ini bertujuan: Pertama, menggambarkan mediasi penal yang selama ini dijalankan oleh masyarakat Suku Samin. Kedua, mendeskripsikan relevansi yuridis mediasi penal yang dilakukan oleh masyarakat Suku Samin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif serta sumber data primer dan sekunder. Sedangkan dalam menganalisis data penulis menggunakan teknik triangulasi yang digunakan untuk membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan dengan penelitian.  Hasil penelitian pertama, mediasi penal selama ini dijalankan oleh masyarakat Desa Klopoduwur terhadap semua jenis tindak pidana, baik tindak pidana yang terjadi di intern Suku Samin, maupun tindak pidana yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya dengan tata cara yang berbeda. Kedua, berdasar Pasal 42 ayat (2) dan ayat (3) RKUHAP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) mediasi penal yang dilakukan dapat diakui akan tetapi hanya untuk beberapa tindak pidana seperti tercantum dalam Pasal 42 ayat (3) RKUHAP. Dalam RKUHP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) mediasi penal yang dilakukan di Desa Klopoduwur dapat dikualifikasikan dalam Pasal 145 jo Pasal 146 RKUHP. Tribal community of Samin are an indigenous community who have deviant behavior of the tradition from the other communities in Indonesia, such as insubordination and disobeying toward the government. Samin belief in living life that still cling to the values and culture resulted in Samin tribe has different characteristics with the others, including the procedures for the settlement of criminal offenses that do not use the courts procedures. This research aims to: The first, to describe the penal mediation used in Samin tribe. The second, to describe the relevance of the juridical-penal mediation conducted by Samin tribe. The method used in this research is juridical sociological with a qualitative approach as well as primary and secondary data sources. Meanwhile the authors analyzed data using triangulation techniques which used to compare the results of interviews with the contents of a document relating to this research. The results from this reseach are: the first penal mediation has been used by the community of Klopoduwur for all types of crime, both offenses occurred in internal Samin tribe, as well as criminal acts committed by the society in a manner that is different. The second, under article 42 paragraph (2) and (3) RKUHAP (Draft of Criminal Court Procedure) penal mediation conducted can be recognized but only to some of criminal offenses as listed in article 42 paragraph (3) RKUHAP. In RKUHP (Draft of Criminal Code) penal mediation conducted can be qualified at article 145 in conjunction with article 146 RKUHP. 
PENGARUH PENGGUNAAN TOKEN ECONOMIC TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL GRAFIK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AZZALIA KELURAHAN SIDOMILYO BARAT KECAMATAN TAMPAN PEKANBARU Winarsih, Winarsih; Risma, Devi; Solfiah, Yeni
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5: Edisi 2 Juli-Desember 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of tokeneconomic use on the ability to recognize graphs of children aged 5-6 years in RA Azzalia Sidomulyo Barat Tampan District Pekanbaru. This study uses an experimental method with the design of one group pre-test post-test design. The sample used in this study were 15 students. The data collection techniques used are observation. Techniques of data analysis using the t-test using SPSS 23. The research hypothesis is that there is an influence of the use of tokeneconomic on the ability to recognize graphics in children aged 5-6 years in RA Azzalia Village Sidomulyo Barat District Tampan Pekanbaru. Based on data analysis, it is known tcalculated = 7,660 > ttable = 2.145 with Sig. (2-tailed) = 0,000. Because Sig. <0.05, it can be concluded that there are differences in the ability to recognize graphics before and after being given the use of token economic. It can be interpreted that there is an effect of giving token economic use on the ability to recognize graphs of children aged 5-6 years in RA Azzalia Sidomulyo Barat Tampan District Pekanbaru.Keywords: Ability to Know Graphics, Use of Token Economic