puji swismanto
Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Yosua Sebagai Model Hamba Tuhan Dalam Suksesi Kepemimpinan puji swismanto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.599 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.24

Abstract

Abstract:The purpose of this research is to describe that leadership in an institution continues to be sustainable, and a leader must also be ready to be replaced and prepare a substitute for the continuity of the institution being led. However, the fact is that there are many leaders who are not willing to leave their chairmanship and do not prepare a replacement leader. A leader must realize that the age and age factor cannot be denied and inevitably must be ready to be replaced and appoint a substitute. Two Old Testament Bible characters who can serve as models for God's servants in leadership succession. Joshua's point of departure and model provides the reason that Joshua has had a high attitude and character and integrity as a leader and is ready to accept the leadership relay as a substitute for Moses. So that in this work the author focuses on Joshua, as a substitute for the qualitative description method used. focuses on the object of research on the book of Joshua and supporting literature review. To get good results the researcher used descriptive qualitative methods by examining literature research with the main source of the Book of Joshua and supported by the biblical text which is very close to the discussion by describing Joshua as a model of God's servant in leadership succession. The results found from this research are that Moses and Joshua as God's servants have carried out a succession of leadership for the sake of the people who are led in achieving their goals. Abstrak:Tujuan penelitihan ini untuk mendikripsikan bahwa Kepemimpinan dalam sebuah embaga terus berkelanjutan, dan seorang pemimpin juga harus siap untuk digantikan dan mempersiapkan penganti demi kelangsungan lembaga yang dipimpin. Namun fakta yang terjadi tidak sedikit pemimpin yang tidak rela meninggalkan kursi kepemimpinanya dan tidak mempersiapkan seseorang pemimpin pengganti, Seorang pemimpin harus menyadari akan dirinya bahwa masa dan faktor usia tidak dapat dipungkiri dan mau tidak mau harus siap digantikan dan menunjuk penggati. Dua tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang dapat diteladani sebagai model bagi hamba Tuhan dalam suksesi kepemimpinan. Titik tolak dan model  pada diri Yosua memberikan alasan bahwa Yosua telah memilki sikap dan karakter dan intergitas yang tinggi sebagai seorang pemimpin dan siap menerima estafet kepemimpinan sebagai penggati Musa. sehingga dalam karya ini penulis terfokus pada diri Yosua,sebagai pengganti.dengan metode diskripsi kualitatif yang berfokus pada obyek penelitian kitab Yosua dan kajian pustaka yang mendukung. Untuk mendapatkan hasil yang baik peneliti mengunakan metode kualitatif diskriptif dengan meneliti penelitihan literatur dengan sumber utama KitabYosua dan ditunjang dengan teks Alkitab yang erat sekali dengan pembahasan dengan cara mendiskripsikan Yosua sebagai Model hamba Tuhan dalam suksesi kepemimpinan. Hasil yang ditemukan dari peneliti ini Musa dan Yosua sebagai hamba Tuhan telah melaksanakan suksesi kepemimpinan demi umat yang dipimpin dalam mencapai tujuan.      
KARAKTERISTIK NEHEMIA SEBAGAI MODEL BIROKRAT MASA KINI puji swismanto; puji swismanto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 1 (2022): MEI- 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v3i1.36

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan tentang figuratif dari seorang birokrat di era modern agar memiliki karakteristik diri sebagai seorang pemimpin yang ideal dengan meneladani gaya hidup dari Nehemia seorang tokoh politik yang ada di kitab perjanjian Lama.     Nehemia adalah seorang birokrat, sekaligus pemimpin politik  yang sangat ideal dan dapat dipakai sebagai model birokrat, dimana dia dapat memenuhi   lebih dari yang diusahakan oleh seorang birokrat pada umumnya.Permasalahan yang perlu di jawab adalah   pentingya bagi seorang birokrat itu  tidak hanya bertugas memberikan jaminan kesejahteran dan pembangunan infrastuktur saja melainkan banyak hal yang perlu dilakukan sehingga dapat membangun masyarakat secara utuh secara moril dan materiil. Metode penelitihan kualitatif dengan  mendiskripsikan tentang karakteristik Nehemia dengan areal penelitihan  kitab Nehemia dan didukung  dari sumber- sumber kepustakaan baik natural maupun e-literasi menjadi cara yang dipakai oleh penulis dalam menemukan data yang bermanfaat dalam menyusun artikel.Hasil penelitihan menyatakan bahwa seorang birokrat memilki karakteristik religius,bekerja dengan tuntas dalam etos kerja, berintegritas, menjadi teladan dalam hidupnya,membangun strategi kerja yang baik dan seorang  pemimpin politik itu tidak hanya memberikan jaminan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur saja melainkan harus meniti karier dan rela berkorban waktu dan tenaga bahkan materi demi tugas yang diemban, selain itu juga membangun spritual bagi umat sehingga pembangunan itu utuh baik secara moril maupun material.dan Nehemia sebagai modelnya.