Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

CD133, CD44, and ALDH1A1 as cancer stem cell markers and prognostic factors in epithelial ovarian cancer Pelupessy, Nugraha Utama; Andrijono, Andrijono; Sutrisna, Bambang; Harahap, Alida Roswita; Kanoko, Mpu; Nuranna, Laila; Siregar, Budiningsih; Wulandari, Dewi
Medical Journal of Indonesia Vol 28, No 1 (2019): March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.415 KB) | DOI: 10.13181/mji.v28i1.2863

Abstract

BACKGROUND Ovarian cancer is a heterogeneous disease, and most patients are diagnosed at an advanced stage. Epithelial ovarian cancer type II is characterized by rapid tumor growth and is genetically more labile than type I. This study was aimed to demonstrate the prognostic value of CSC by using the markers CD133, CD44, and ALDH1A1 in EOC.METHODS Clinicopathological and demographic data were collected from medical records. The markers CD133, CD44, and ALDH1A1 were examined with flow cytometry and immunohistochemistry. Cancer stem cell (CSC) marker expression in patients with ovarian cancer types I and II were related to chemotherapy and survival. In multivariate analysis, the prognosis model was tested for ten months.RESULTS The largest demographic consisted of patients aged ≥45 years, with stage I, poor differentiation, and type II, of which there were 40 samples (72.7%), 23 samples (41.8%), 30 samples (54.5%), and 16 samples (29.1%), respectively. There is a high correlation between the 10-month chemotherapy response and the 4 variables, i.e., age ≥45 years, type II, stage III–IV, and CD44, with an ROC of 80.75% and a post-test probability of 82.5%. Using the ROC curve, the highest chemoresistance score was 0.841, based on the combination of CSCs markers and clinicopathological factors, that is stage III–IV, age ≥45 years, poor differentiation, type II, negative CD133, high CD44, and high ALDH1A1.CONCLUSIONS CSC (CD133, CD44, and ALDH1A1) markers and clinicopathological factors are prognostic of epithelial ovarian cancer.
Circulating Tumor Cell and Regulator T-Lymphocyte in Core Biopsy for Breast Cancer Panigoro, Sonar Soni; Kartini, Diani; Wulandari, Dewi; Supono, Arif
The New Ropanasuri Journal of Surgery
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Breast cancer is the most common malignancy found in Indonesia. Core biopsy is one of the modalities used in breast cancer diagnosis with sensitivity of 91-99% and specificity of 96-100%. The procedure causes damage to tumor tissue thus causing tumor cells to enter circulation (CTC) and therefore acute inflammation and infiltration of inflammatory cells. In the final phase of infiltration, the number of Tregs cells will increase, as well as secretion of TGFβ and IL-10, creation of immunosuppresion microenvironment, COX2 stimulation by TGFβ then conversion of CD4+ T cells into FoxP3+ (Tregs), therefore the number of Tregs cells will increase. SOX-4 is activated by TGFβ, and then EMT proccess occurs, tumor cells enter circulation and CTC number will increase. Considering the side effect of core biopsy which is entrance of tumor cells to circulation causing the procedure to be in debate/contradicting opinions. Based on this premise, this study aims to investigate whether there is a change and relationship in Tregs count and CTC count before and after core biopsy procedure. Methods: This study includes 32 blood sample from patients with Stage III and IV breast cancer who went to surgical oncology outpatient clinic in Dr. Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital (RSCM) and Gatot Subroto Army Hospital (RSPAD) before and 2 weeks after core biopsy during August to December 2016. Blood is sent to Clinical Pathology Laboratory of RSCM-FKUI to be measured its Tregs count (CD4, CD25, FoxP3 biomarker) and CTC count (CK19 biomarker) using flow cytometry. Statistical analysis was performed using Wilcoxon to determine the difference in CTC/Tregs count before and after core biopsy. Spearman correlation test was performed to determine the relationship between Tregs count and CTC count. Results: Results showed decrease in number of CTC after core biopsy with P value of 0.569 (p > 0.05). There was a decline in Tregs count after core biopsy with p value of 0.049. Small rho value (r=0.165, r=0.235, r=0.046) and p value greater than 0.05 signifies that there is no association between Tregs count to CTC count before or after procedure. Conclusion: Core biopsy do not cause increase in CTC or Tregs, however it cannot be concluded that the procedure is safe, despite the significant finding is only in the decline of Tregs count but not for CTC count. There is no association between Tregs count to CTC count before or after core biopsy.
PROGRAM SUMBERSARI BERMURAL UNTUK MEMPERINDAH LINGKUNGAN MASYARAKAT KAMPUNG PERKOTAAN Sedayu, Agung; Wulandari, Dewi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud Tri-Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Kegiatan dilaksanakan atas kerjasama dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lokasi kegiatan adalah kampung sekitar kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Sumbersari Kota Malang Jawa Timur. Bentuk kegiatan berupa mural dinding rumah warga dan kawasan kampung Sumbersari sekitar kampus. Mural dinding bertujuan untuk memberikan wadah kreativitas akademik mahasiswa sesuai keilmuan selama kuliah di jurusan Teknik Arsitektur. Manfaat bagi warga dan lingkungan berupa kenyamanan dan keindahan lingkungan. Disamping itu, mural dinding dapat dijadikan media informasi dan edukasi dengan memberikan pesan dan nasehat bagi masyarakat. Mural dinding dengan tema tertentu memberikan makna dan karakter di suatu kawasan. Kegiatan ini juga memberikan edukasi bahwa mural bukanlah aksi merusak lingkungan dan menunjukkan kenakalan pelakunya, namun tujuan yang sebenarnya untuk menata dan memperindah suatu ruang dimana kita hidup di dalamnya. Mural dinding yang dikelola dengan baik dapat menjaga fungsi bangunan dan kawasan tetap baik secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS FAMILY INTERVENTIONS DALAM MENURUNKAN RISIKO RELAPS PADA PASIEN SKIZOFRENIA: A SYSTEMATIC REVIEW Wulandari, Dewi; Keliat, Budi Anna; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12, No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2006.657 KB) | DOI: 10.35730/jk.v12i3.430

Abstract

Latar belakang masalah: Skizofrenia merupakan gangguan psikiatri yang menimbulkan disabilitas yang cukup luas serta dicirikan oleh suatu siklus kekambuhan. Family interventions memfasilitasi pemulihan pasien skizofrenia di masyarakat dan meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pengobatan sehingga efektif dalam mengurangi risiko relaps dan rehospitalisasi.Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah melakukan systematic review terhadap artikel hasil penelitian yang menguji efektivitas family interventions terhadap risiko relaps pasien skizofrenia.Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian pada database Proquest, ScienceDirect, dan Wiley Online yang dipublikasikan 10 tahun terakhir (2011-2021) untuk mengidentifikasi penelitian eksperimen yang relevan. Kata kunci yang digunakan adalah schizophrenia or psychosis AND “family intervention” or “family psychoeducation”, AND prevent relapse or recurrence.Hasil: Telaah terhadap 8 artikel menunjukkan bahwa family interventions dapat mengurangi gejala, risiko relaps dan rehospitalisasi, serta meningkatkan keterampilan sosial.
Peran Pawang Dalam Pertunjukan Kuda Lumping Sembego Jati Di Desa Candi Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Wulandari, Dewi
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.51835

Abstract

Kuda Lumping atau Ebleg merupakan salah satu jenis kesenian yang merakyat, khususnyabagi masyarakat Kebumen. Fenomena kesurupan yang terjadi dalam pementasannya tentu tidakdatang dengan sendirinya. Hal ini yang paling menarik dari Kuda Lumping yang tentunya tidaklepas dari peran seorang pawang. Perlu adanya koordinasi yang baik antara para pemain danpawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pawang dalam pertunjukan KudaLumping Sembego Jati di desa Candi kecamatan Karanganyar kabupaten Kebumen. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data meliputi metode wawancara,observasi, dan dokumentasi. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi, sedangkan metodeanalisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil dari penelitian ini adalah peran pawang terbagi menjadi empat, yaitu sebagai ketua,penimbul, penjaga dan sesepuh. Peran tersebut ikut terbawa ke dalam lingkungan masyarakat,karena pawang menjadi salah satu tokoh masyarakat
Kekuatan Pembuktian Penggunaan Saksi Testimonium De Auditu Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Negeri Karanganyar Vera Hapsari, Aurelia Dini; Puput P, Chandra Arvintha; Wulandari, Dewi
Verstek Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v3i1.38971

Abstract

    Dalam sidang perkara perdata di Pengadilan Negeri masih banyak penggunaan saksi testimonium de auditudalam pembuktian suatu perkara perdata.Keberadaan saksi testimoniumde Auditu merupakan cara pintas yang digunakan oleh pihak-pihak yang berperkara untuk memperkuat dan mempermudah pada saat pembuktian di persidangan. Hal ini tentu akan menimbulkan perbedaan konsepsi kekuatan pembuktian dari seorang saksi testimonium de auditu oleh Hakim. Penulisan ini berdasarkan metode normatif yang tidak dapat melepaskan fakta empiris yang terdapat di persidangan perkara perceraian melalui penghadiran seorang saksi testimonium de Auditu pada Pengadilan Negeri Karanganyar. Fakta empirik dan aturan dasar normatif perundang-undangan yang dijadikan sebagai dasar untuk kemudian dianalisis menggunakan metode interpretasi dan teknik analisis induksi. Terkait bahan hukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan dari Perpustakaan maupun berkas yang dimiliki Pengadilan Negeri Karanganyar.    Kata Kunci: Kekuatan pembuktian, Testimonium de Auditu, alat bukti, Perceraian