Lena Rahmidar
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Sintesis dan Karakterisasi Selulosa Termetilasi sebagai Biokomposit Hidrogel Neng Rita Nurjannah; Tety Sudiarti; Lena Rahmidar
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 1 (2020): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i1.6490

Abstract

Penggunaan biomaterial di bidang klinis semakin banyak dilakukan, karena biomaterial lebih aman digunakan (tidak toksik) serta ketersediaannya di alam sangat banyak. Salah satu pemanfaatan  biomaterial ini adalah yang berasal serat batang pisang. Serat batang pisang ini merupakan prekursor untuk disintesis menjadi Metil Selulosa (MS) yang bisa digunakan sebagai bahan hidrogel untuk proses penyembuhan luka dan iritasi kulit. Penelitian ini dimulai dari sintesis selulosa mikrobial dari batang pisang dengan menggunakan starter Acetobacter xylinum yang diinkubasi selama 9 hari. Nata yang diperoleh dimurnikan dan dihasilkan selulosa mikrobial. Selulosa mikrobial yang dihasilkan kemudian disintesis menjadi metil selulosa. Metil selulosa disintesis secara swelling, kemudian ditambahkan pelarut dan metilen klorida untuk proses metilasi. Selulosa dan metil selulosa dianalisis FTIR dan dilakukan pengujian pada metil selulosa meliputi warna, titik leleh serta kelarutan, sehingga dapat diperkirakan nilai DS-nya. Hasil karakterisasi FTIR pada selulosa mikrobial terdapat gugus –OH pada bilangan gelombang 3388,93 cm-1 dan gugus -CH pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1. Karakterisasi metil selulosa dengan FTIR dapat diketahui dengan munculnya puncak daerah serapan gugus  –CH yang semakin tajam, yaitu pada MS-air dan MS-aseton terdapat gugus –CH masing-masing pada panjang gelombang 2918,30 cm-1 dan 2900,94 cm-1. Metil selulosa hasil sintesis dari batang pisang tidak dapat larut dalam pelarut air dingin (0-15°C), NaOH 4% dan asam asetat glasial. Nilai Derajat Substitusi (DS) MS-aseton 0,912 dan MS-air 0,834, sehingga pelarut aseton lebih baik untuk mengoptimalkan nilai DS pada metil selulosa.
Preparasi Dan Karakterisasi Edible Film Dari Poliblend Pati Sukun-Kitosan Wini Setiani; Tety Sudiarti; Lena Rahmidar
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.128 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i2.506

Abstract

Abstrak   Plastik biodegradable dan terbuat dari bahan terbarukan seperti edible film merupakan salah satu solusi permasalahan lingkungan. Bahan baku utamanya yaitu pati, karena keberadaannya melimpah serta beragam di Indonesia, salah satunya pati sukun yang memiliki kandungan pati cukup tinggi (60 %). Namun edible film berbahan dasar pati saja memberikan sifat mekanik dan ketahanan air yang masih rendah. Pada penelitian ini akan dipreparasi edible film dari poliblend pati sukun-kitosan dengan plasticizer sorbitol. Metode yang dilakukan yaitu preparasi dan karakterisasi pati sukun kemudian preparasi dan karakterisasi edible film. Hasil karakterisasi pati sukun yang diperoleh yaitu kadar pati total 76,39 %, kadar amilosa dan amilopektin berturut-turut 26,76 % dan 73,24 %, suhu gelatinisasi pati sukun 73,98 ºC, kadar air 22,38 % serta derajat kecerahan yang menunjukkan karakteristik cerah dan berwarna abu-abu pucat. Hasil karakterisasi edible film menunjukkan, dengan bertambahnya kitosan maka kuat tarik dan ketahanan air cenderung meningkat. Secara umum hasil terbaik edible film adalah pada formulasi pati sukun-kitosan 6:4 dengan nilai water uptake sebesar 212,98 %, nilai kuat tarik sebesar 16,34 MPa, nilai elongasi sebesar 6,00 % dan modulus young sebesar 2,72 MPa. Meskipun demikian, hasil analisis morfologi edible film pada formulasi pati sukun-kitosan 6:4 masih terdapat pori dan retakan.   Kata kunci : edible film, pati sukun, kitosa.   Abstract   Biodegradable and renewable plastic such as edible film is one of solution the environmental problem. The main raw material is from starch, because of it is abundant and varied in Indonesia, one of them is breadfruit starch which has enough high starch content (60 %). But edible film based on starch give less mechanical properties and less water resistance. In this research the edible film was made from poliblend of breadfruit starch-chitosan with sorbitol addition. The Method was done, preparation and characterization of breadfruit starch then preparation and characterization of edible film. The characteristic result of breadfruit starch was obtained for total starch content 76.39 %, content of amylose and amylopecktin were 26.76 % and 73.24 % respectively, the gelatinitation temperature of breadfruit starch was 73.98 ºC, water content 22,38 % and the degree of brightness showed bright characteristic and pale grey colour. The characteristic result of edible film showed the increasing of chitosan concentration, the tensile strength and water resistance tended to rise. Generally the best result of edible film was on breadfruit starch-chitosan formulation 6:4 g/g by the value of water uptake was 212.98 %, tensile strength was 16.34 MPa, elongation was 6,00 % and modulus young was 2,72 MPa. However, the result of mhorphology analysis showed that the edible film of breadfruit starch-chitosan formulation 6:4 are still pores and cracks.   Keywords : edible film, breadfruit starch, chitosan.
Pemanfaatan Nanopartikel Logam Mulia untuk Mengukur Kadar Logam Berat dalam Berbagai Sampel Cair Lena Rahmidar; Hudzaifah Al Fatih; Afianti Sulastri
PendIPA Journal of Science Education Vol 4, No 3 (2020): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.4.3.70-74

Abstract

Nanopartikel logam mulia, seperti emas dan perak, saat ini menjadi trend topik penelitian karena kemampuannya yang istimewa dalam mendeteksi berbagai analit seperti logam berat. Hal ini disebabkan oleh sifat unik nanopartikel logam mulia yang disebut dengan surface plasmon resonance, yang salah satunya disebabkan oleh kecilnya ukuran serta besarnya luas permukaan nanopartikel logam mulia. Selain itu, nanopartikel logam mulia juga memiliki kelebihan lain, seperti mudahnya prosedur kerja, biaya pembuatan yang ekonomis, cukup selektif dan sensitif. Dalam artikel ini, kami menuliskan hasil penelitian dari beberapa nanopartikel logam mulia, khususnya logam perak dan emas. Logam berat yang diteliti diantaranya adalah Pb, Cr, dan Hg. Mekanisme yang terjadi dalam mendeteksi kadar logam berat menggunakan nanopartikel logam mulia secara kolorimetri adalah karena adanya perubahan warna dari nanopartikel ketika bergabung dengan logam berat. Metode yang digunakan adalah reduksi secara kimia serta deteksi menggunaka spektrofotometer UV-Visible. Perubahan warna dari sensor nanopartikel disebabkan oleh reaksi reduksi – oksidasi atau pun rekasi kimia lainnya seperti terbentuknya ikatan hidrogen dan gaya tarik menarik Van der Walls antara analit dengan nanopartikel. Selain untuk menentukan kadar logam berat di dalam sampel lingkungan, metode ini juga bisa dikembangkan lebih lanjut untuk analit lainnya dan dari sampel makanan atau pun untuk bidang biomedis.
Karakterisasi Metil Selulosa Yang Disintesis Dari Kulit Jagung (Zea Mays) Lena Rahmidar; Intan Nurilah; Tety Sudiarty
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.141 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.2.1.117-122

Abstract

AbstrakKulit jagung memiliki kandungan selulosa cukup banyak yaitu sekitar 42%, yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metil selulosa  dari selulosa limbah kulit jagung. Metil selulosa merupakan salah satu turunan selulosa yang banyak dimanfaatkan di industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Sintesis metil selulosa ini melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji titik leleh dan uji kelarutan. Sintesis metil selulosa dilakukan dengan dua variasi pelarut yaitu metil selulosa-air dan metil selulosa-aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang dihasilkan, maka diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3444,87 untuk O-H, 2899,01 untuk C-H pada metil selulosa-air dan 3429,43 untuk O-H, 2926,01 untuk C-H pada metil selulosa-aseton. Dari hasil uji kelarutan juga diketahui bahwa metil selulosa-air dan metil selulosa-aseton larut dalam NaOH. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metil selulosa yang dihasilkan memiliki derajat substitusi sekitar 0,4-0,6. Kata kunci: Kulit jagung; selulosa; metil selulosa; derajat substitusi; limbah pertanian
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI METIL SELULOSA DARI BONGGOL DAN KULIT NANAS (Ananas comosus) Lena Rahmidar; Seruni Wahidiniawati; Tety Sudiarti
ALOTROP Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/atp.v2i1.4807

Abstract

[MAKING AND CHARACTERIZATION OF CELLULOSE METHOD OF BONGGOL AND LEATHER LEATHER (Ananas comosus)] Wastes of core and  peel of pineapple are often not utilized properly, in fact the waste has nutritional content that can be useful. Carbohydrate content in the waste is large enough and allows to be utilized. The purpose of this research is for converting glucose into cellulose and synthesized into methylcellulose. The first stage is glucose from core and peel of pineapple converted into microbial cellulose with Acetobacter xylinum bacteria with the addition of nitrogen and carbon sources. The second stage is synthesis of methylcellulose with methylene chloride and the solvent aquadest/acetone. The dried microbial cellulose was firstly swelled with NaOH addition, then methylation by addition of solvent and methylene chloride and then refluxed at 50-60. Then methyl cellulose neutralized, washed and dried at 50.The FTIR results showed typical cellulose uptake for cellulose microbial pineapple core at wave number 3377.36 cm-1 for OH bonds and 2935.66 cm-1 for CH bonds and in cellulose microbialpineapple peel at wave number 3377.36 cm-1 for OH bonds and 2935.66 cm-1 for the CH bonds. The ratio OH/CH of methyl cellulose-acetone has a smaller value in the core and peel of pineapple concluded that acetone is more efficient to use as a solvent at the methylation. The substitution value of the core and peel of pineapple skin is estimated to below based on the solubility test results.
Efektivitas low fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melakukan bantuan hidup dasar Hudzaifah Al Fatih; Lena Rahmidar
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3159

Abstract

Effectiveness of low fidelity simulation toward nursing students’ self-efficacy in doing basic life support Background: The use of simulation as learning method has proven to improved student’s self-efficacy and competency. Various simulators has been developed to achieve these objectives, ranging from low, medium, to high-fidelity simulators. Among others, low-fidelity simulator has the lowest cost with the same effectiveness as other simulators.Purpose: To examine the effectiveness of low-fidelity simulation in increasing nursing students’ self-efficacy in performing Basic Life Support (BLS) skill.Method: A quasi-experimental method with non-equivalent pretest - posttest design was used to answer research questions. One chest manikin for Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) was used as a low-fidelity simulator in practicing BLS skill. 47 students were recruited as respondents using a purposive sampling method with students who undergoing emergency nursing course and agreed to participate in the study as inclusions criteria. Furthermore, without randomization, 23 respondents were included in the control group and 24 respondents in the intervention group. The effect of low fidelity simulation on students' self-efficacy was measured using the Basic Resuscitation Scale Self-Efficacy Scale (BRS-SES) questionnaire consisting of 18 items with responses option ranging from 1 = not confident, 2 = somewhat confident, 3 = confident, 4 = very confident, and 5 = very very confident. Questionnaire were given to respondents before and after the intervention. The collected data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA).Results: The mean score of students’ self-efficacy before intervention was 38.89 (SD = 10.149), and after intervention was 47.17 (SD = 13.099). There was no significant difference in self-efficacy mean score between the control group and the intervention group (F = 0.625, p> 0.05). So, it can be concluded that the use of low-fidelity simulation method did not have a significant effect in increasing nursing students’ self-efficacy.Conclusions: Although the use of low-fidelity simulation method does not have a significant effect in increasing nursing students’ self-efficacy, this method can be used as an effective learning method to improve nursing students’ skills and competencies.Keywords: Low fidelity simulation; Nursing student; Self-efficacy; Simulation.Pendahuluan: Penggunaan simulasi sebagai metode pengajaran dapat meningkatkan self-efficacy dan performa kompetensi siswa perawat. Beragam simulator dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut, mulai dari low, medium, hingga high-fidelity simulator.Diantara ketiganya, low-fidelity simulator merupakan simulator yang paling rendah dari segi pembiayaan, namun secara efektivitas sama dengan simulator lainnya.Tujuan: Mengetahui efektivitas metode low-fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melakukan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD).Metode: Quasi eksperimen dengan non-equivalent pretest -posttest design digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Satu manikin dada untuk Resusitasi Jantung Paru (RJP) digunakan sebagai low fidelity simulator dalam pelaksanaan simulasi BHD. 47 mahasiswa direkrut sebagai responden menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah keperawatan gawat darurat dan setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian. Selanjutnya, tanpa randomisasi, 23 responden dimasukkan dalam grup kontrol dan 24 responden dalam grup intervensi. Pengaruh low fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa diukur menggunakan kuisioner Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES) yang terdiri dari 18 butir pernyataan dengan rentang jawaban 1 = tidak percaya diri, 2 = agak percaya diri, 3 = percaya diri, 4 = sangat percaya diri, dan 5 = sangat sangat percaya diri. Kuisioner diberikan kepada responden sebelum dan sesudah intervensi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA).Hasil: Mean skor self-efficacy mahasiswa keperawatan sebelum intervensi adalah 38.89 (SD=10.149), dan setelah intervensi adalah 47.17 (SD=13.099). Tidak terdapat perbedaan mean yang signifikan antara skor self-efficacy kelompok kontrol dan kelompok intervensi (F= 0.625, p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode low fidelity simulation tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa keperawatan.Simpulan: Meskipun penggunaan metode low fidelity simulation tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa keperawatan, namun metode ini dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa keperawatan. 
Kepuasan dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Keperawatan Terhadap Penggunaan Low Fidelity Simulator Dalam Simulasi Bantuan Hidup Dasar Hudzaifah Al Fatih; Lena Rahmidar
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.29 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode low fidelity simulation biasanya digunakan untuk melatih keterampilan psikomotor dan terbukti dapat meningkatkan keterampilan klinis, tingkat kepuasan, dan kepercayaan diri peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan kepercayaan diri mahasiswa keperawatan terhadap penggunaan metode low fidelity simulation dalam melakukan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden direkrut melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa keperawatan yang sedang mengambil mata kuliah keperawatan gawat darurat sebanyak 40 orang. Data diambil menggunakan kuisioner Student Satisfaction and Self-Confidence in Learning dari National League for Nursing (2005) yang terdiri dari 2 bagian, yaitu: kepuasan pembelajaran yang terdiri dari 5 pernyataan; dan kepercayaan diri mahasiswa terhadap pembelajaran yang terdiri dari 8 pernyataan. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah dan dideskripsikan dalam bentuk mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan mahasiswa terhadap metode low fidelity simulation menunjukkan skor rata-rata 21.95 dari kemungkinan skor tertinggi 25 poin. Terkait kepercayaan diri mahasiswa keperawatan didapatkan skor rata-rata 32.77 dari kemungkinan skor tertinggi 40. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan kepuasan dan kepercayaan diri yang tinggi dari mahasiswa keperawatan terhadap metode low fidelity simulation. Sebagai salah satu strategi pengajaran yang efektif, metode ini dapat digunakan untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi situasi nyata pada saat bekerja. Kata kunci: Low Fidelity Simulation, Kepuasan Pembelajaran, Kepercayaan Diri, Mahasiswa Keperawatan ABSTRACT Low-fidelity simulation method often used to practice psychomotor skills and has proven to improve clinical skills, satisfaction, and student’s self-confidence. Therefore, this study aims to analyze the level of satisfaction and self-confidence of nursing students towards the use of low fidelity simulation in conducting Basic Life Support (BLS) skill. This research was a quantitative study with cross sectional design. 40 respondents were recruited through purposive sampling techniques with nursing students undergo emergency nursing courses as inclusion criteria. The data was taken using the Student Satisfaction and Confidence in Learning questionnaire from the National League for Nursing (2005) which consisted of 2 parts, namely: learning satisfaction consisting of 5 statements; and student’s self-confidence in learning which consists of 8 statements. Furthermore, the data collected was analyzed and presented using mean and standard deviations. Results showed that the mean score of student satisfaction with low fidelity simulation were 21.95 from the highest possible score of 25. Regarding self-confidence, nursing students obtained a mean score of 32.77 from the highest possible score of 40. Overall study results indicated a high level of satisfaction and self-confidence among nursing students towards low fidelity simulation method. As one of the effective teaching strategies, this method can be used to prepare nursing students before they encountered real situation at work. Keywords : Low fidelity simulation, Nursing students, Satisfaction, Self-confidence
GAMBARAN KEPATUHAN PERAWAT INSTALASI RAWAT JALAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASKER SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Erna Irawan; Tita Puspita Ningrum; Yanti Budiyanti; Lena Rahmidar; Purwo Suwignjo; Leni Irawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) masker menjadi salah satu keharusan yang harus digunakan perawat dalam melayani pasien selama masa pandemic COVID-19. Perawat adalah petugas kesehatan yang paling sering dan paling lama berinteraksi dengan pasien, terutama perawat yang bekerja di bagian rawat jalan, hal ini dikarenakan di rawat jalan pasien dan keluarga dapat kontak erat dengan perawat tanpa lolos tes swab terlebih dahulu, sehingga resiko tertular dan menularkan penyakit sangat tinggi jika tidak benar dalam cara pemakaian dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) Masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana kepatuhan perawat instalasi rawat jalan dalam menggunakan APD masker selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif observational dengan pendeketan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat instalasi rawat jalan yaitu 56 perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebagian besar perawat instalasi rawat jalan dengan angka 46 (82,1%) patuh menggunakan APD Masker, dan yang tidak patuh sebanyak 10 perawat (17,9%). Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perawat sebagai masukan dalam meningkatkan pengawasan terhadap pemaikan APD Masker pada perawat rawat jalan, dan sebagai masukan untuk membuat kebijakan baru yang bisa berupa reward atau punishment yang meningkatkan kepatuhan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Masker.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI RSUD KOTA BANDUNG Anita Putri Wijayanti; Hudzaifah Al Fatih; Sri Hayati; Saparingga Dasti Putri; Lena Rahmidar
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berdampak menimbulkan komplikasi seperti stroke, infark miokard, gagal jantung, demensia, gagal ginjal, gangguan penglihatan dan bisa berujung menyebabkan kematian. Oleh karena itu penderita hipertensi harus minum obat antihipertensi setiap hari untuk mencegah terjadinya kekambuhan dan komplikasi. Kepatuhan pasien minum obat antihipertensi merupakan suatu tindakan yang perlu dilakukan supaya obat selalu di minum setiap hari. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan Antihipertensi pada lansia di Poli Jantung RSUD Kota Bandung. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendektan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 83 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Analisa data dilakukan dengan univariat berupa persentase dan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya responden (55,6%) sebanyak 46 orang tidak patuh terhadap pengobatan hipertensi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan peran sebagai edukator untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan memberitahukan kepada lansia dengan hipertensi untuk selalu minum obat setiap hari dan juga kepada keluarga lansia untuk mengingatkan minum obat antihipertensi.