Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA FAKTOR GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMAJU BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Sari, Meli Maulina; Nuryani, Dina Dwi; Wulandari, Ririn
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i3.578

Abstract

Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan penelitian ini diketahui Analisa Faktor Gaya Hidup Dengan Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung Tahun 2016.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung tahun 2016 yang berjumlah 374, sampel berdasarkan total populasi. Pengambilan data secara langsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian pada analisa multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan mengganti pembalut saat menstruasi dengan nilai p-value 0,001 dan OR=3.069. Kata Kunci : Gaya Hidup, Flour Albus
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PESERTA KE KLUB PROLANIS DI PUSKESMAS PEKURUN KABUPATEN LAMPUNG UTARA 2016 Wulandari, Ririn; Antoni, Eka
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.482

Abstract

Dua dekade terakhir ini, telah terjadi transisi epidemiologis yang signifikan, penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, meskipun beban penyakit menular masih tetap tinggi. Provinsi Lampung memiliki prevalensi penyakit Diabetes Militus (DM) mencapai 0,8%, dan untuk Kabupaten Lampung Utara mencapai 1,1%, lebih tinggi dari prevalensi Provinsi Lampung (Riskesdas, 2013). Puskesmas Pekurun kasus DM sejumlah 120 kasus perbulan. Puskesmas Pekurun Januari-April 2016, hanya terdapat 40% (50 peserta) yang mengikuti kegiatan prolanis. Tujuan penelitian diketahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan peserta prolanis ke Klub prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara 2016.Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian semua peserta Prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara September 2014 sejumlah 141 dengan sampel 101 responden. Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi memiliki pengetahuan yang baik 60.0%, sikap positif 55.2%, keluarga tidak mendukung 50.5%, tidak aktif melakukan kunjungan ke klub Prolanis 61.0%. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p value 0,001 OR = 4,675), sikap (p value 0,002 OR = 4,248), dukungan keluarga (p value <0,001 OR = 7,822) dengan kunjungan ke klup prolanis. Disarankan pada petugas kesehatan lebih akatif sehingga masyarakat mau melakukan kunjungan ke Klub prolanis agar kesehatan dapat tetap terkontrol secara baik.Kata Kunci: Faktor, Prolanis
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SINDROMA PRAMESNTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH AL MU’ADALAH WALISONGO LAMPUNG UTARA Fitriani, Rani; Wulandari, Ririn
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.500

Abstract

Beberapa saat sebelum menstruasi, sejumlah wanita biasanya mengalami rasa tidak enak.Mereka biasanya merasakan satu atau beberapa gejala yang disebut dengan kumpulan gejala sebelum datang bulan atau istilah populernya sindroma pramenstruasi(Burns, 2000).Sindroma pramenstruasi adalah sejumlah perubahan emosional maupun fisik yang terjadi pada hari ke-7 (tujuh) sampai hari ke 14 (empat belas) sebelum menstruasi dan mereda pada menstruasi awal (Saryono, 2009).Hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Madrasah Aliyah Al Mu’adalah kepada 20 remaja putri didapatkan angka kejadian sindroma pramenstruasi sebesar 85 % yang mengalami sindroma pramenstruasi dan dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh) di dapatkan data prevalensi obesitas sebanyak 3 (15%) remaja putri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2013 di Madrasah Aliyah Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara.Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas IV dan V yang ada di MA Al Mu’adalah Lampung Walisongo Utara yang berjumlah 129 orang dengan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Rata-rata remaja putri mengalami sindroma pramenstruasi sedang.Terdapat hubungan antara aktivitas fisik, obesitas, stres dengan kejadian sindroma pramenstruasi pada remaja putri di MA Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara. Tetapi tidak terdapat hubungan antara umur dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri di MA Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN INFERTILITAS SEKUNDER PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI KECAMATAN RAWA PITU KABUPATEN TULANG BAWANG Febriani, Cristin Angelina; Wulandari, Ririn
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.476

Abstract

Terdapat 20 WUS di Desa Andalas Cermin Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 6 orang (30%) berusia 20-35 tahun mengalami gangguan hormon yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan 11 orang (55%), dan infeksi alat reproduksi wanita 3 orang (15%).Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yangmempengaruhi kejadian infertililtas sekunder pada WUS diKecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawangtahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi wanita usia subur (WUS) di Kecamatan Rawa Pitu 5.666 orang, dengan sampel 98 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,001), siklus haid (p= 0,000), infeksi alat reproduksi (p=0,017), status gizi (p=0,001) dan frekuensi hubungan seksual (p=0,001) dengan infertilitas sekunder.Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi adalah usia dengan p=0,001. Disarankan, bagi keluarga muda, jika ingin segera memiliki anak, lakukan senggama 2-3 kali seminggu.Kata kunci: faktor infertilitas sekunder
ANALISIS TINGKAT INFLASI, DANA PIHAK KETIGA, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR DAN PRODUK DOMESTIK BRUTO TERHADAP PERMINTAAN KREDIT PADA BANK UMUM DI INDONESIA wulandari, ririn
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A bank is an institution that collects funds from people who have excess funds and channel these funds back to people who need them on credit. Banking policy that can stimulate economic growth is the demand for credit. Providing credit to producer communities is expected to increase the amount of capital which will later expand the business which will have an impact on economic growth. The demand for credit in general has increased from year to year, considering that the need for money has also increased, demand for credit is the total credit extended by commercial banks including consumer, working capital and investment loans. This study uses a descriptive method with secondary data available at Bank Indonesia and OJK. In addition, for testing and calculating the research data, the researcher uses the classical assumption test and the VAR model. The conclusions from the results of this study indicate that the inflation variable has a significant effect on demand for credit, the TPF variable has no significant effect on credit demand, the interest rate variable has no significant effect on credit demand, the exchange rate variable has no significant effect on credit demand. GDP has an insignificant negative effect on Credit Demand.Keywords: Credit Demand, Inflation, Commercial Banks.
Implementasi self management pada pasien dengan diabetes melitus Nurliyani, Nurliyani; Wulandari, Ririn
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i1.1535

Abstract

Background: Diabetes Mellitus Self Management An individual effort using therapeutic techniques that will be given as an intervention to control and direct oneself, and support behavior change towards a healthy lifestyle after being diagnosed with Diabetes mellitus (DM). Indonesia has around 9.1 million people with diabetes, it is estimated that by 2035, the number will reach 14.1 million. Lampung Province as a result of Riskesdes 2018 increased to 1.6%. Metro City for 2018 there are 798 DM women. The Margorejo Health Center itself is a new Public Health Center in 2018 , with 39 patients entering productive age women.Purpose: To obtain an overview or in-depth information about the patient's implementation of DM self-management in women of reproductive age.Method: Qualitatively using a phenomenological approach, with source triangulation technique. This research was conducted in the Margorejo Metro Selatan Public Health Center in February-March 2019. Sampling was carried out by purposive sampling, conducted by in-depth interviews with 5 main informants (women of productive age with diabetes mellitus), and 4 key informants (holders of diabetes mellitus). program at the Margorejo Health Center and 2 cadres).Results: The diet of DM patients in this study was still quite good. Sports/physical activity of DM patients in women of reproductive age is quite good. Blood sugar of DM patients in women of reproductive age has been well controlled. Treatment of DM patients in women of reproductive age is quite good. Problem-solving skills in women of reproductive age are quite good, it can be seen from the information conveyed that all informants handle DM so that diabetes is controlled by taking medication, eating patterns and resting regularly. Measurement of blood pressure and cholesterol levels has not been done properly. Reducing the risk of DM in women of childbearing age is good.Conclusion: Further research is needed to further examine the factors that may contribute to self-management such as stress experienced by DM patients.Keywords: Implementation; Patient; Self management; Diabetes mellitus; Woman; Productive agePendahuluan: Self Management Diabetes Melitus Sebuah usaha induvidu dengan menggunakan teknik terapeutik yang akan diberikan sebagai intervensi untuk mengendalikan dan mengarahkan diri, serta mendukung perubahan perilaku menuju pola hidup sehat setelah terdiagnosa Diabetes melitus (DM). Indonesia memiliki sekitar 9,1 juta pengidap diabetes, diperkirakan pada 2035, jumlahnya akan mencapai 14,1 juta. Provinsi Lampung hasil Riskesdes 2018 meningkat menjadi 1,6%. Kota Metro untuk tahun 2018 terdapat 798 wanita DM. Puskesmas Margorejo sendiri merupakan Puskesmas baru tahun 2018 ini dari pustu menjadi puskesmas, dengan untuk pasien yang masuk wanita usia produktif terdapat 39 pasien.Tujuan: Didapatkan gambaran atau informasi mendalam tentang Implementasi pasien terhadap self management DM pada wanita usia peroduktif.Metode: Kualitatif menggunakan pendekatan Phenomenologi, dengan teknih triangulasi sumber. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Margorejo Metro Selatan Kota Metro pada bulan Febuari-Maret 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang informan utama ( wanita usia produktif penderita diabetes melitus), dan 4 orang informan kunci (pemegang program di Puskesmas Margorejo dan 2 orang kader).Hasil: Pola makan penderita DM dalam penelitian ini masih cukup baik. Olahraga/aktifitas fisik penderita DM pada wanita usia produktif cukup baik. Gula darah penderita DM pada wanita usia produktif sudah terkontrol dengan baik. Pengobatan penderita DM pada wanita usia produktif cukup baik. Keterampilan memecahan masalah pada wanita usia produktif sudah cukup baik telihat pada informasi yang tersampaikan bahwa seluruh informan menangani supaya DM terkontrol dengan meminum obat, pola makan dan istirahat dengan teratur. Pengukuran tekanan darah dan kadar kolesterol belum dilakukan secara baik. Mengurangi risiko penyakit DM pada wanita usia produktif sudah baik.Simpulan: Sangat diperlukan penelitian lanjutan untuk meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang mungkin berkontribusi dalam self management seperti stres yang dialami pasien DM.