Ika Febianti Buntoro
Universitas Nusa Cendana

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA KUPANG Ignasius Bima Priambada; Ika Febianti Buntoro; Derri Riskyanti Tallo Manafe
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 2 (2019): Agustus (Terbitan 17 Tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.873 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1784

Abstract

Tuberkulosis Paru atau TB Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB Paru ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang karena penyakit ini dapat menyebabkan seseorang menjadi dikucilkan dari masyarakat dan kurang mendapatkan dukungan sosial. Selain kualitas hidup yang dipengaruhi oleh dukungan sosial, kualitas hidup juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pasien TB Paru tersebut karena tingkat pendidikan mempengaruhi apakah pasien tersebut dapat menerima keadaan yang terjadi pada dirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan tingkat pendidikan dengan kualitas hidup pada penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang berjumlah 80 responden. Pengukuran dukungan sosial menggunakan Social Provision Scale oleh Cutrona dan Russel, pengukuran tingkat pendidikan menggunakan data sosiodemografik dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Whoqol-Bref. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitina ini pengukuran dukungan sosial didapatkan 27 responden (33.75%) mendapat dukungan sosial baik dan 58 responden (66.25%) mendapat dukungan sosial sedang. Hasil pengamatan tingkat pendidikan terakhir responden didapatkan 19 responden (23.75%) Perguruan Tinggi, 31 responden (38.75%) Sekolah Menengah Atas, 4 responden (5%) Sekolah Menengah Pertama dan 26 responden (32.50%) Sekolah Dasar. Hasil pengukuran kualitas hidup didapatkan 24 responden (30%) memiliki kualitas hidup baik dan 56 responden (70%) memiliki kualitas hidup buruk. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (p=0.045) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kalitas hidup pasien TB Paru (p=0.092).
STATUS GIZI, KADAR HAEMOGLOBIN DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERCULOSIS PARU SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI OBAT ANTI TUBERCULOSIS KATEGORI 1 DI KOTA KUPANG Ika Febianti Buntoro; Listyawati Nurina; Christina Olly Lada
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 1 (2020): Januari (Terbitan 18 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.252 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2669

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular menduduki urutan tertinggi penyebab kematian karena infeksi tunggal. Sebagian besar obat anti tuberkulosis (OAT) dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik yang potensial diantaranya reaksi hematologic seperti anemia, agranulositosis, eosinophilia dan trombositopenia. Efek gastrointestinal yang paling umum terjadi adalah mual dan muntah, dan dapat mengalami penurunan nafsu makan sehingga akan mempengaruhi asupan gizi pada tubuh pasien, yang kemungkinan dapat menyebabkan penderita kekurangan gizi penderita. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlokasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan dilakukan di 11 Puskesmas di Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah Penderita TB baru yang diterapi dengan obat anti tuberculosis kateboriI yang berada di kota Kupang. Sampel yang diambil berdasarkan teknik consecutive sampling,dengan jumlah sampel minimal 45 penderita. Hasil penelitian ini terdapat 45 responden bersedia bergabung dalam penelitian ini, dengan usia terbanyak pada usia 20-30 tahun dan 27 orang diantaranya merupakan laki-laki. Yang memiliki statusgizi yang normal sebanyak 18 orang atausebanyak 40 % dari total yang terlibat. Sedangkan 26 orang (57,8%) memiliki status gizi yang underweight dan hanya 1 orang (2,2%) yang memiliki status gizi yang overweight. Didapatkan 40 responden dengan hasil pemeriksaan BTA yang positif atau sebanyak 88,9%. Sedangkan sisanya 5 responden memiliki hasil pemeriksaan BTA yang negatif (11,1%). Sedangkan dari hasil survei kualitas hidup didapatkan 30 responden memiliki kualitas hidup yang buruk atau sebesar 66,7%, Sedangkan sisanya sebanyak 15 responden memiliki kualitas hidup yang baik, atau sebesar 33,3%. Kesimpulan dari penelitian ini didapat bahwa sebagian besar penderita TB paru merupakan TB Paru BTA positif dengan kualitas hidup yang buruk.
PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KETUNTASAN PENGOBATAN TB PARU DI PUSKESMAS DI KOTA KUPANG Ni Putu Widaria Atik Lestari; Maria Agnes Etty Dedy; I Made Artawan; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 10 No 1 (2022): April (Number Issue 23, Year 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6802

Abstract

Tuberkolosis adalah suatu penyakit yang disebabkan langsung oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Walaupun telah ditemukan obat-obat dalam mengatasi penyakit TB, namun jumlah kasus TB di Indonesia khususnya Kota Kupang masih banyak. Penyebab terjadinya kegagalan pengobatan TB dapat dipengaruhi oleh faktor obat, penyakit dan penderitanya sendiri. Berdasarkan faktor penderita sendiri, yaitu usia dan jenis kelamin. Semakin bertambahnya usia seseorang dapat mempengaruhi sistem imun seseorang untuk melawan infeksi. Berdasarkan jenis kelamin dapat mempengaruhi ketuntasan pengobatan dilihat dari gaya hidup laki-laki tidak sehat dibandingkan perempuan yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga mempengaruhi ketuntasan pengobatan TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan usia dan jenis kelamin terhadap ketuntasan pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Kupang. Metode penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji beda nonparemetik. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Cluster Sampling, dimana untuk sampel diambil berdasarkan jumlah kasus TB terbanyak di Puskesmas Kota Kupang yaitu pada Puskesmas Oesapa, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Oebobo dan Puskesmas Bakunase dengan jumlah kasus TB paru sebanyak 225 kasus. Dari jumlah kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sebanyak 174 orang. Pengumpulan data menggunakan rekam medic dan dianalisis menggunakan uji Mann-whitney. Hasil berdasarkan penelitian ini dari 174 sampel, berdasarkan usia didapatkan 156 responden tuntas dalam pengobatan. Berdasarkan Jenis kelamin di dapatkan 78 responden perempuan tuntas dalam pengobatan, sedangkan untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 96 tuntas dalam pengobatan. Hasil Uji analisis bivariat diperoleh hasilp=0,251 (p>0,05) pada usia dan p=0,594 (p>0,005) pada jenis kelamin. Kesimpulan penelitian berdasarkan ketuntasan pengobatan Tb paru tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin terhadap ketuntasan pengobatan.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 ANTARA PENYINTAS DENGAN NON PENYINTAS COVID-19 DI KOTA KUPANG Stevanii Isabella Angi; Regina Hutasoit; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 10 No 1 (2022): April (Number Issue 23, Year 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6815

Abstract

Pengetahuan yang benar dapat menjadi kunci bagaimana seseorang dapat melakukan tindakan pencegahan COVID-19 yang benar sehingga mengurangi risiko terinfeksi. Untuk mengetahui seberapa efektifnya pengetahuan terhadap resiko penularan infeksi maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku penyintas COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Terhadap Perilaku Pencegahan COVID-19 Antara Penyintas dengan Non Penyintas COVID-19 di Kota Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan non-probability sampling yaitu jenis accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 265 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu bersedia mengisi kuesioner, merupakan masyarakat berdomisili Kota Kupang, sudah ataupun belum pernah terdiagnosa COVID-19, berusia 17- 64 tahun, dan mampu menggunakan aplikasi google form. Penelitian dianalisis secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada variabel tingkat pengetahuan pengetahuan didapati responden penyintas dengan pengetahuan tinggi sebanyak 206 orang( 78%), pengetahuan sedang 57(21,5%), dan pengetahuan rendah 2 orang (0,5%).Variabel sikap didapati sikap baik 137 orang (51,7%), cukup (46,5%), dan kurang (1,8%). Dan variabel perilaku didapati perilaku baik orang (241%), perilaku kurang orang (24%). Hasil uji bivariat menggunakan uji wilcoxon analisis perbedaan tingkat pengetahuan diperoleh hasil p= 0, 482 (p>0,05) untuk analisis perbedaan sikap diperoleh hasil p = 0,572 (p>0,05) sedangkan untuk analisis perbedaan perilaku diperoleh hasil p= 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan penelitian tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pengetahuan dan sikap tetapi terdapat perbedaan yang signifikan pada perilaku antara penyintas dan non penyintas COVID-19 di Kota Kupang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENANGANAN AWAL PADA BALITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Antonia Mariani; Maria Agnes E D; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 1 (2019): Maret (Terbitan 16 tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.623 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1459

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang. Kematian akibat diare umumnya disebabkan karena dehidrasi. Hal ini dapat dicegah dengan penanganan awal yang baik dan benar. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2015 kematian akibat diare terbanyak terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitain ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penanganan awal pada balita diare di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang pada bulan Desember tahun 2017. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional terhadap 68 orang ibu yang memiliki balita yang pernah menderita diare dan pernah berkunjung ke Puskesmas Bakunase yang dipilih secara simpel random sampling. Pengukuran yang dilakukan yaitu melalui pengisian kuesioner. Hasil uji Korelasi Spearman/Spearman Rho dengan program SPSS 16 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penanganan awal pada balita diare dengan p value = 0,084 dan 0.115(>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penanganan awal pada balita diare di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang.
HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN, RIWAYAT HIPERTENSI, DAN RIWAYAT ABORTUS PADA IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD PROF.DR.W.Z.JOHANNES Maria Lusia Bela Bili; Debora Shinta Liana; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 2 (2019): Agustus (Terbitan 17 Tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.97 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1798

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram. Prevalensi kasus BBLR di NTT pada tahun 2017 adalah sebesar 5.318 (5,6%) dari 94.433 kelahiran hidup yang ditimbang. Bayi berat lahir rendah berkonstribusi sebanyak 60-80% dari seluruh kematian neonatus dan memiliki risiko kematian lebih besar dari bayi dengan berat normal. Terdapat berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu faktor ibu, bayi, dan plasenta. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara jarak kelahiran, riwayat hipertensi dan riwayat abortus pada ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes. Metode yang digunakan case control study dengan 68 sampel. Kasus dan kontrol dalam penelitian ini akan dicocokan (matching) dalam variabel usia ibu saat persalinan.Popoulasi penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes pada tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan 68 sampel dengan 34 kasus dan 34 kontrol. Hasil uji statistik menunjukan bahwa riwayat hipertensi pada ibu (p: 0,000), jarak kelahiran (p: 0,476) dan riwayat abortus (p:0,259). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pada ibu dengan kejadian BBLR .Tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dan riwayat abortus pada ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG MANFAAT DAUN KELOR DENGAN STATUS GIZI KELUARGA PADA WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN SEMIRINGKAI Rr. Listyawati Nurina; Rahel Rara Woda; Christina Olly Lada; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 1 (2020): Januari (Terbitan 18 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.676 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2670

Abstract

Masalah gizi di Indonesia masih besar, tidak hanya masalah gizi kurang tetapi juga masalah gizi lebih. Salah satu faktor penyebab adalah pola makan yang tidak seimbang dan penyakit infeksi. Daun kelor dengan banyak keunggulan nutrisi baik yang sangat populer dapat menjadi salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi di tingkat rumah tangga. Namun Hal ini memerlukan adanya pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat akan manfaat daun kelor. Oleh karena itu, peneliti dan tim telah melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tentang manfaat daun kelor di masyarakat desa Penfui Timur yang memiliki cukup banyak pohon kelor serta untuk mengetahui hubungannya dengan status gizi keluarga. Disain penelitian ini merupakan studicrossectional yang bersifat deskriptif dan analitik. Populasi adalah seluruh rumah tangga di wilayah kerja Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang yang telah disampling sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua subjek (93%) adalah usia orang dewasa tengah sampai dengan dewasa akhir dengan jenis kelamin yang setara antara perempuan (55,5%) dengan laki-laki (44,4%). Ada 33 responden yang memiliki 5 sampai 8 jumlah anggota dalam rumah tangga dan 12 responden lainnya memiliki 3 sampai 4 jumlah anggota dalam rumah tangganya. Dengan uji statistik Fisher menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p= 0,002 dan sikap orang tua (p=0,019) tentang manfaat daun kelor dengan status gizi keluarga pada wilayah lahan kering kepulauan semiringkai. Hal ini dapat diartikan bahwa hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap yang baik tentang manfaat daun kelor memberikan pengaruh yang baik terhadap pemeilihan dan penyediaan makanan bergizi sehingga hamper sebagian lebih status gizi keluarga terpelihara dengan baik. Hal ini terlihat dari hamper sebagian besar responden memiliki status gizi yang baik. Luaran dari penelitian ini adalah lebih optimal dalam pemanfaatan lahan kering semiringkai di sekitar rumah sehingga berguna bagi ketersediaan pangan murah dan bergizi di tingkat rumah tangga
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN TINGKAT PENDAPATAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA KUPANG Agatha D.S. Diamanta; Maria Agnes E D; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 2 (2020): April ( Terbitan 19 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.465 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3340

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian. Indonesia merupakan negara dengan insiden tuberkulosis tertinggi ketiga di dunia. Pengobatan yang lama dan harus sesuai dengan aturan akan menimbulkan stres pada penderita. Diperkirakan seorang pasien TB dewasa, akankehilangan rata-rata waktu kerjanya 3-4 bulan, yang berakibat kehilangan pendapatan tahunan rumah tangganya sekitar 20–30%. Adanya perubahan sikap dan stigma terkait TB oleh orang sekitar membawa dampak psikis dan sosial bagi pasien TB.Perubahan akibat penyakit yang diderita dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan tingkat pendapatan dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis Paru di Kota Kupang. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan Cross sectional yang dilakukan di 11 puskesmas di Kota Kupang. Dari pengambilan sampel ini, dengan teknik Stratified sampling, didapatkan sejumlah 87 penderita tuberkulosis paru yang terdaftar di puskesmas tahun 2019. Hasil uji menggunakan metode Korelasi Rank-Spearman, yakni perbandingan nilai antara tingkat stres dengan kualitas hidup, didapatkan nilai p value = 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien korelasi = 0,628 dan arah hubungan positif. Sedangkan dalam perbandingan antara tingkat pendapatan dengan kualitas hidup didapatkan nilai p value = 0,409 (p > 0,05), nilai r = - 0,090 dan arah hubungan negatif. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis Paru di Kota Kupang. Di tempat lain tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis paru di Kota Kupang
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Selama Masa Pandemi Covid-19 Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Ewaldina Yulsiana Dija Ghawa; Kartini Lidia; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 9 No 2 (2021): November (Terbitan 22 Tahun 2021)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.393 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5974

Abstract

Cemas dapat diartikan sebagai perasaan takut, khawatir, dan perasaan tidak sanggup untuk melakakukan sesuatu. Ketika seseorang sedang mengalami kecemasan, orang tersebut cenderung tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dibenaknya dan semakin menghabiskan energi yang dapat menyebabkan terganggunya pola tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel ini adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisa data yang digunakan adalah uji contingency coefficient. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan (p= 0,002) antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur selama masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Univeristas Nusa Cendana. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur selama masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Univeristas Nusa Cendana
Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-19 Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Yunri Anggelina Bako; Regina Hutasoit; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 9 No 2 (2021): November (Terbitan 22 Tahun 2021)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.393 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5984

Abstract

Kebijakan belajar dari rumah (pembelajaran jarak jauh) merupakan penerapan dari physical distancing yang merupakan salah satu bentuk pencegahan penyebaran infeksi COVID-19. Karakteristik pembelajaran jarak jauh yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka, mengharuskan mahasiswa untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Pembelajaran jarak jauh menuntut kemandirian mahasiswa dalam belajar, dimana belajar mandiri membutuhkan motivasi untuk belajar dari mahasiswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tentunya akan ditemui beberapa kendala, sehingga kendala-kendala tersebut dapat mempengaruhi motivasi belajar dari mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner untuk mengukur pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dan tingkat motivasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian dari 140 responden, didapatkan 7,9% dari mahasiswa memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi, 50,7% motivasi belajar tinggi, 38,5% motivasi belajar sedang, 2,9% motivasi belajar rendah, dan tidak ada mahasiswa dengan motivasi belajar sangat rendah (0%). Rata-rata pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada mahasiswa kedokteran telah berjalan cukup baik. Hasil uji analisis bivariat pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,000 (p<0,005). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.