Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ZOO INDONESIA

A Preliminary Study of Aphrodisiac Property from Porcupine Tail Meat Ethanol Extract in Male Mice Anita, Syahfitri; Agusta, Andria; Farida, Wartika Rosa; Nugroho, Herjuno Ari; Wulansari, Dewi
ZOO INDONESIA Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.075 KB)

Abstract

This study aim to examine the aphrodisiac activity of ethanol extract from the tail meat of porcupine (Hystrix javanica F. Cuvier, 1823) that is traditionally believed by people in Java (Indonesia) could enhance male vitality and sexual perfor-mance. Twenty sexually inexperienced male mice were randomly divided into four groups and paired with artificially estrus female mice after one hour of drug an extract administration. Two doses of ethanol extract; 150 and 750 mg/kg were administered (p.o) to male mice. Sildenafil citrate was used as the positive control while 5% Tween 80 solution used as the negative control. Sexual behavior parameters such as mounting and intromission were observed for three hours of mating. Male mice treated with ethanol extract of porcupine tail meat at the dose 750 mg/kg BW showed higher mounting and intromission frequency compared to the group of ethanol extract dose 150 mg/kg. After 2 hours of admin-istration showed the highest frequency compared to all groups. However, the ethanol extract could not reduce the mount-ing and intromission latency as low as sildenafil citrated treated group. Present findings provide preliminary evidence of aphrodisiac properties from the ethanol extract of porcupine tail meat.
Pengaruh (+)-2,2-Episitoskirin A dalam Menurunkan Peradangan Hati Mencit (Mus musculus) yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Phadmacanty, N.L.P. Rischa; Wulansari, Dewi; Palupi, Kartika D.; Agusta, Andria
ZOO INDONESIA Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme. Diaporthe sp. merupakan jamur endofit yang hidup pada tumbuhan gambir. Jamur ini dapat memproduksi metabolit sekunder yang bernama (+)-2,2’-Episitoskirin A. Senyawa tersebut memiliki kemampuan sebagai antimikrobia terutama terhadap Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi terbesar di dunia. Asia merupakan benua dengan kejadian methicillin-resistant S. aureus (MRSA) tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari (+)-2,2’-Episitoskirin A terhadap hati mencit yang terinfeksi S. aureus. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit jantan. Mencit dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Perlakuan pertama merupakan kontrol negatif (tanpa perlakuan), kelompok kedua sebagai kontrol positif (perlakuan S. aureus kelompok ketiga diinjeksi S. aureus dan dicekok (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 50 mg/kg BB (P1), kelompok keempat diinjeksi S. aureus dan dicekok (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 100 mg/kg BB (P2) dan kelompok kelima diinjeksi dengan S. aureus kemudian dicekok (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 200 mg/kg BB (P3). Hewan uji dinekropsi dan dikoleksi hatinya untuk histologi. Hasil pemeriksaan histopatologis memperlihatkan adanya peradangan pada hati semua perlakuan kecuali kontrol negatif. Dosis efektif (+)-2,2’-Episitoskirin A yang dapat mengurangi tingkat peradangan akibat infeksi S. aureus adalah 50 mg/kg BB.