Yeremia Yordani Putra
Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Gereja dalam Menyikapi Kekerasan Terhadap Istri dalam Lingkup Domestik Yohanes Krismantyo Susanta; Yeremia Yordani Putra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.16269

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dalam konteks pernikahan adalah sebuah persoalan serius dan banyak dijumpai dalam hidup sehari-hari. Tulisan ini bertujuan menyorot persoalan tersebut dari perspektif teologi Kristen sebab kekerasan tersebut juga terjadi dalam konteks keluarga-keluarga Kristen. Kekristenan, dalam hal ini gereja memiliki tanggung jawab guna mengatasi persoalan tersebut. Dengan memanfaatkan studi literatur atas sejumlah tulisan yang membahas problem tersebut, tulisan ini memperlihatkan bahwa kekerasan domestic berdampak negatif terhadap korban. Korban mengalami trauma mendalam, rasa malu, rasa bersalah, dan takut untuk mempercayai orang lain. Kekerasan terhadap istri juga dianggap sebagai fenomena budaya dan dianggap lumrah. Dalam konteks inilah gereja perlu hadir dalam memberikan pelayanan dan pendampingan. Gereja adalah instrument shalom Allah dan perlu menghadirkan pelayanan shalom kepada para istri korban kekerasan rumah tangga sebagai perwujudan dari karya Allah yang merengkuh, menyembuhkan, merawat, menyayangi dan memberdayakan.
Ethics Of Responsibilities According To Emmanuel Levinas And Its Implications For Interfaith Dialogue: Christian Perspectives Yohanes Krismantyo Susanta; Yeremia Yordani Putra; Ivan Christian
Jurnal Dialog Vol 43 No 2 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i2.389

Abstract

Based on the literature study, this paper reveals that the ethical concept of Emmanuel Levinas’s responsibility has implications in the context of interfaith dialogue. By carrying out the theory of responsibility, which is based on authentic friendship, interfaith dialogue is not just a formality but is evidently a part of daily life. The results of this study indicate that a human being has never had a single, complete identity. Having known the multifaceted realm of one’s own identity, it seems that we tend to assume that “there are strangers” who dwell within us. Therefore we are invited to treat others as fellow human beings for the sake of God’s pleasure as He is the Creator of this life. Dengan menggunakan studi pustaka, tulisan ini menunjukkan bahwa konsep etika tanggung jawab Emmanuel Levinas memiliki implikasi dalam konteks dialog antaragama. Dengan mengusung teori tanggung jawab yang dilandasi oleh persahabatan yang otentik, dialog antariman tak hanya sekadar formalitas tetapi sungguh-sungguh menjadi bagian dari hidup keseharian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seorang tidak pernah memiliki sebuah identitas tunggal di dalam dirinya. Dengan mengakui kemajemukan identitas yang ada pada diri, kita dipanggil untuk mengaku bahwa di dalam diri kita terdapat pula “wajah orang asing.” Itulah sebabnya sebagai pribadi kita diundang untuk memperlakukan “yang lain” sebagai sesama dan memperlakukan orang lain itu seolah-olah kita melakukannya untuk Tuhan, Sang Pencipta.