Claim Missing Document
Check
Articles

KESULITAN MAHASISWA PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING KEPENDIDIKAN DALAM PEMBERIAN LAYANAN INFORMASI Jeras, Panji; KASIH, FITRIA; YANDRI, HENGKI
Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling
Publisher : Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPLBKS or the education guidance and counseling field exsperiencepractis is one of the academic programs obliged to STKIP students which still faces many difficulties it its implementation. The source of difficulty comes either from students themselves or the school environtment. The research purpose is to describe students’ difficulties in 1) information service planning, 2) information service realization, 3) information service evaluation. The research is grouped to descriptive research with the population of all students undertaking PPLBKS in odd semester 2013-2014 amounting to 142 students. The research sample is 31 students using proportional random sampling technique. The instrument of collecting data is questionnaire whereas data analysis uses criterion sturgess. The research result shows that the students’ difficulties during PPLBKS in information service planning are pretty much in category, in realization are pretty much in category and in evaluation are also pretty much in category. Therefore in every stage of information service, the students face quite many difficulties. Based on the research, it is recommended that the guidance and counseling students facing difficulties in the program in order to adapt themselves with environment in carrying out the education field experience practice.
KONSEP DIRI REMAJA YANG BERASAL DARI KELUARGA BROKEN HOME (Studi Deskriptif di SMP Negeri 1 Pantai Cermin Kabupaten Solok) Fauziah, Melda; Kasih, Fitria; Yandri, Hengki
Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling
Publisher : Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research was motivated by the numbers of divorce without thinking about the impact on adolescents. The purpose of this research is to investigate and describe the self-concept teenagers who came from a broken home visits of: (1) knowledge aspect, (2) hope aspect and (3) assessment aspect. This research is a qualitative descriptive study. Informants in this research were young 5 people, informants supporting as many as 12 people (5 friends, 5 the mother and 2 teenage counseling teacher). The technique of collecting data through interviews and documentation studies. The accuracy of the data was tested by using triangulation of data, the data were analyzed with an interactive model that consists of data collection, data reduction, data display and conclusion. The research found that adolescents who self-concept comes from a broken home visits of: (1) knowledge aspect, in general adolescents can not accept her family situation and feel hopeless. The tendency is done often aloof, taciturn and morose, also affect daily activities and learning teens, (2) hope aspect, in general, adolescents have good expectations, (3) assessment aspect, low self-esteem of teenage friends others
Faktor Penyebab Peserta Didik Stres dalam Belajar di Kelas VIII SMP N 4 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Wibowo, Ari; Kasih, Fitria; Yandri, Hengki
Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling
Publisher : Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Factors of causing stress in students learning comes from within themselves and the social environment. Causes of stress in themselves, such as: the pressure exerted inside. While the external self-learners or social environment, such as: family, teachers and friends. The purpose of this study describe: 1) internal factors cause stress in students learning. 2) external factors cause stress in students learning. This research is descriptive. This study population is all students of class VIII High School First State 4 Sutera, amounting to 252 people and for sampling using proportional random sampling, taken 20% of each class by the number 49. Sources of data are primary data and secondary data. The instrument used was a questionnaire, while the formula used for the data analysis Criterium Sturgess and Percentage. The results of the study found the factors causing stress students studying in class VIII in High School First State 4 Sutera in general are pretty much in the category. The results of this study of 1) internal factors are pretty much in the category. 2) external factors are pretty much in the category.
PERAN GURU BK/KONSELOR DALAM PENCEGAHAN TINDAKAN BULLYING DI SEKOLAH Yandri, Hengki
Jurnal Pelangi : Research of Education and Development Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.494 KB) | DOI: 10.22202/jp.2014.v7i1.155

Abstract

Bullying merupakan istilah untuk tindakan kekerasan atau penindasan yang dilakukan oleh pihak yang lebih kuat baik dari segi umur, kekuatan, kekuasaan kepada pihak yang lemah. Bentuk dari perilaku bullying yaitu bullying fisik, bullying verbal dan bullying mental/psikologis yang dapat berdampak buruk kepada korbannya, seperti lebam, luka, sakit, penakut, dan lain sebagainya dan untuk jangka panjang yaitu terganggunya kondisi psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki peranan penting dalam mencegah dan menanggulangi bullying di sekolah, untuk itu diperlukan pelayanan yang efisien dan komprehensif kepada seluruh siswa dengan menggunakan berbagai keterampilan dan media yang dapat membantu kinerja guru BK/Konselor dalam menangani bullying.
SELF CONCEPT AND SELF EFFICACY AS A GROUND POINTS IN A SOCIAL ACTIVITIES (AN ANALYSIS OF PSYCHOLOGY PERSPECTIVE : A SOCIAL COGNITIVE THEORY) Alfaiz, Alfaiz; Yandri, Hengki
Jurnal Pelangi : Research of Education and Development Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.338 KB) | DOI: 10.22202/jp.2015.v7i2.203

Abstract

Konsep Diri dan Efikasi Diri Sebagai Poin Mendasar Dalam Aktivitas Sosial (Sebuah Analisis Psikologis : Teori Kognitif Sosial). Analisis ini beranjak dari penelitian  terdahulu pada tahun 2014 yang dimulai dari perhatian peneliti tentang system pendidikan no 20 tahun 2013 “ ... Pendidikan membentuk kecerdasan dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk masyarakat dan Negara”. Pendidikan bukan hanya menyampaikan pengetahuan akan tetapi juga mentransfer pengalaman, kesiapan dan seperti halnya keyakinan akan kemampuan dan identitas diri pada mahasiswa sebagai bekal dalam aktivitas sosialnya seperti halnya kesiapan dalam karir. Yakin akan kemampuan ini dikenal dengan efikasi diri, dan identitas diri dikenal dengan konsep diri. Variabel ini yang di uji dalam penelitian selanjutnya tahun 2015 sekarang dan hasilnya ditemukan bahwa kedua variabel ini memiliki kontribusi terhadap kesiapan karir. Maka analisis ini dilanjutkan untuk didiskusikan sebagai poin dasar dari aktivitas sosial dalam perspektif psikologi. Ditemukan bahwa konsep diri dan efikasi diri berkontribusi dan memiliki signifikan korelasi meski tidak semuanya signifikan ketika dilihat koefisien t-tes. Temuan ini akan di diskusikan lebih dalam seperti apa implikasinya konsep diri dan efikasi diri dalam aktivitas sosial manusia secara global.
Burnout pada Guru BK/Konselor Sekolah Yandri, Hengki; Juliawati, Dosi
Konselor Vol 6, No 2 (2017): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.694 KB) | DOI: 10.24036/02017627561-0-00

Abstract

Basically every human being can experience burnout, including counselors, this happens because every human being must be experiencing the pressures in his life as in his work live. Burnout is a condition in individuals who have exhausted physically, mentally, emotionally and lack of motivation to work due to increasing work demands. If it is left alone, it will affect the performance of counselors in schools, so burnout in counselor should be followed up with appropriate solutions and healthy.
PENERAPAN SUGESTI PADA LAYANAN KONSELING PERORANGAN DALAM MENGURANGI PERILAKU MEROKOK PADA SISWA DI SEKOLAH Yandri, Hengki
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.281 KB)

Abstract

Setiap orang menyadari bahwa merokok merupakan kebiasaan hidup yang tidak sehat, namun berbeda dengan siswa di sekolah yang masih berada pada masa remaja. Merokok bagi mereka merupakan salah satu cara untuk bersosialisasi dan menunjukkan kesetiakawanannya kepada teman satu kelompoknya. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan mereka akan bahaya merokok. Guru BK/Konselor di sekolah salah satu pendidik yang memiliki tanggung jawab untuk mengurangi perilaku merokok pada siswa di sekolah, salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh Guru BK/Konselor agar perilaku merokok pada siswa bisa berkurang yaitu dengan menerapkan sugesti pada layanan konseling perorangan terhadap siswa yang terindikasi merokok.
EFEKTIVITAS DIRASAH PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PELAYANAN KONSELING DALAM MEMBENTUK KECERDASAN EMOSI MAHASANTRI MA’HAD AL JAMI’AH IAIN KERINCI Yandri, Hengki
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13 No 1 (2017): Tarbawi
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.903 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya mahasantri yang belum mampu mengelola emosinya dengan baik, sehingga perlu dilakukan perubahan atau peningkatan kemampuan pengelolaan emosi oleh mahasantri dengan memanfaatkan Dirasah Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat Efektivitas Dirasah Pengembangan Diri melalui Pelayanan Konseling dalam Membentuk Kecerdasan Emosi Mahasantri Ma’had Al Jami’ah IAIN Kerinci.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan rancangan pre-experiment: the one group pretest – posttest desing. Kelompok eksperimen dipilih menggunakan purposive sampling yang terdiri dari 10 Mahasantri.Dirasah Pengembangan Diri yang diterapkan yaitu layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan. Data tentang kecerdasan emosi dikumpulkan melalui instrumen kecerdasan emosi dengan menggunakan Skala Likert, kemudian dianalisis dengan menggunakan Wilcoxson Signed Ranks Test. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dirasah Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling dengan memanfaatkan layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosi mahasantri Ma’had Al Jami’ah IAIN Kerinci. Sedangkan secara khusus adalah (1) kecerdasan emosi mahasantri sebelum diberikan perlakuan  pada tahap pretest rata-rata berada pada kategori rendah, (2) kecerdasan emosi mahasantri setelah diberikan perlakuan pada tahap posttest rata-rata berada pada kategori sedang, dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kecerdasan emosi mahasantri setelah diberikan perlakuan dirasah pengembangan diri melalui pelayanan konseling dengan angka probabilitas Asmyp. Sig.(2-tailed) sebesar 0,008 atau probabilitas di bawah alpha 0,05 (0,008 < 0,05).
KEPRIBADIAN KONSELOR DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH Yandri, Hengki
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.764 KB)

Abstract

In general, the purposes of education in Indonesia is to build a character of students, but the fact tell a different version. Until now education in Indonesia still face a crisis in character. As example; found a student cheating, and lack of will to learning in school and at home, more than that we still found a criminalization, ect. A way to handle a problem of build the student character is with a modelling by personalities of counselor as educator.
Prokrastinasi Akademik Mahasantri Ma’had Al Jami’ah IAIN Kerinci Juliawati, Dosi; Yandri, Hengki
Jurnal Fokus Konseling Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/jfk.485.2099

Abstract

This research is motivated by the indication Mahasantri conduct academic procrastination. The purpose of this study to reveal the level of academic procrastination Mahasantri Mahad Al Jamiah IAIN Kerinci with quantitative descriptive research type with a number of research respondents as many as 102 people. Based on the results from the study revealed that the level of academic procrastination Mahasantri Mahad Al Jamiah IAIN Kerinci is in the categorys medium.Keywords: Academic Procrastination, Mahasantri