Yeni Rustina
Kelompok Keilmuan Keperawatan Anak, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN TINGKAT EFIKASI DIRI IBU DALAM MERAWAT BBLR Suyami -; Yeni Rustina; Nur Agustini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.716 KB)

Abstract

Kelahiran BBLR menuntut penyesuaian orang tua terhadap pengasuhan bayinya. Keyakinan terhadap kemampuan diri mencakup kepercayaan diri, harga diri, dan kompetensi. Ibu yang mempunyai keyakinan terhadap kemampuan diri yang tinggi berdampak positif terhadap interaksiantara ibu dan bayi prematur. Perawatan BBLR di NICU berdampak perpisahan antara ibu dengan bayinya, sehingga kesempatan ibu untuk kontak dengan bayinya menjadi terbatas. Ibu merasa bersalah, sedih, frustasi, marah, dan cemas dengan kondisi bayinya yang dapat memburuk sewaktu-waktu. Edukasi yang diberikan kepada ibu sebelum bayi dipulangkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku ibu sehingga mengurangi kecemasan dan meningkatkan efikasidiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi dalam perencanaan pulang terhadap kecemasan dan efikasi ibu merawat BBLR. Desain penelitian quasi experiment, pretest posttest with control group. Sampel penelitian 44 ibu BBLR dibagi dua kelompok, 22 kelompokintervensi, dan 22 kelompok kontrol secara consecutive sampling dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HRSA) dan Perceived Maternal Parenting Self Efficacy (PMP-SE). Edukasi diberikan dengan media leaflet, video dan phantom bayi. Hasil penelitian menunjukkan sesudah diberikan edukasi 86,4% responden mengalami penurunan kecemasan dan 18,2% responden mengalami peningkatan efikasi diri. Tingkat kecemasan dan efikasi diri pada kelompok intervensi terdapat perbedaan yang bermakna; sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Kecemasan berhubungan dengan pendapatan dan pengalaman (p<0,05); sedangkan efikasi diri berhubungan dengan pendapatan, pengalaman, dan jumlah anak (p<0,05). Kesimpulan bahwa edukasi memandikan dan perawatan metode kanguru efektif menurunkankecemasan dan meningkatkan efikasi diri. Rekomendasi edukasi dapat diberikan pada ibu dengan bayi berat lahir rendah..Kata kunci: BBLR ,edukasi, tingkat kecemasan, tingkat efikasi diri
Empathy and Compassion as a Caring Personality and Their Functional Neuroimaging in theBrain: A Literature Review Kuntarti Kuntarti; Yeni Rustina
International Conference of Mental Health, Neuroscience, and Cyber-psychology
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/25261

Abstract

The development of caring personalities such as empathy and compassion is crucial for successful therapeutic interaction for human-related professional. The scientific studies have recently revealed functional neural plasticity associated with the training of empathy and compassion. This article reviews the functional neuroimaging of empathy and compassion in the brain. The recent studies have given insights that empathy increased the negative effect and brain activation in the anterior insula and anterior midcingulate cortex brain that associated with empathy for pain and compassion increased the positive effect and brain activation in the ventral striatum, progenual anterior cingulate cortex, and medial orbitofrontal cortex brain. These results indicate that human-related professional such as nurses, psychologists, and other health professionals can feel empathy as pain or distress if these feelings occur continuously as experienced by them. However, the compassion program can reducethis condition. These findings suggest that the cultivation of compassion can be design as a program to maintain empathy and increase resilience and coping strategies in health care, educational setting, and high-stress environment.
Konstruktivisme dalam Keperawatan: Suatu Telaah Pengantar Yeni Rustina
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2005): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v9i2.163

Abstract

AbstrakKeperawatan merupakan suatu disiplin yang menekankan pada partisipasi aktif klien dalam asuhan keperawatan. Hal ini selaras dengan paradigma faham konstruktivisme. Mereka menekankan pada proses pembelajaran aktif pembelajar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. AbstractNursing is a discipline which emphasizes on the client’s active participation in nursing care. This is congruent with the constructivist paradigm. They emphasize on the active learning of learners in enhancing their knowledge and skills.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA III DAN PROSES INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI RSUD KOJA JAKARTA DAN RSUD KOTA BEKASI Justina Purwarini; Yeni Rustina; Yusron Nasution
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.81 KB)

Abstract

Inisiasi menyusu dini atau permulaan menyusu dini merupakan perilaku bayi di mana ia mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Saat bayi mulai melakukan hentakan kepala ke dada ibu, sentuhan tangan dan hisapan bayi di puting susu ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Oksitosin diperlukan ibu saat persalinan untuk mencegah terjadinya perdarahan dengan mempengaruhi rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan juga membantu proses involusi uteri saat masa post partum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lamanya persalinan kala III dan proses involusi uteri pada ibu post partum. Penelitian kuasi eksperimental ini menggunakan sampel 60 responden, masing-masing kelompok kontrol dan kelompok intervensi 30 responden. Data yang terkumpul dan memenuhi kriteria dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan chi square dan t test independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan lamanya persalinan kala III pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p=0,000;a=0,05). Penelitian ini juga memperlihatkan adanya perbedaan yang siginfikan proses involusi uteri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p=0,000;a=0,05). Diharapkan penelitian ini dapat memberi manfaat bagi peningkatan pelayanan dan pendidikan serta perkembangan ilmu keperawatan dan bagi pengambil kcbijakan untuk menggunakan inisiasi menyusu dini dalam praktek keperawatan profesional.Kata Kunci: Inisiasi menyusu dini, involusi uteri, lama persalinan kala III dan oksitosin
Distribusi dan Utilisasi Lulusan: Suatu Survey Yeni Rustina
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 6 (1999): May
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i6.94

Abstract

Lulusan merupakan hasil dari proses pendidikan. Utilisasi, distribusi lulusan dan relevansi anatara pekerjaan yang ditekuni dengan pengetahuan yang di dapat selama pendidikan dapat member masukan terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi, utilisasi lulusan dan relevansi antara pekerjaan yang ditekuni dengan pendidikan yang didapat. Metodologi yang digunakan adalah berupa survey dengan menyebarkan angket kepada seluruh lulusan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia melalui pos. Pengolahan data dilakukan secara elektrik dengan menggunakan program SSP. Analisa data dibantu uji statistic univariat. Dari 461 angket yang disebar, terkumpul kembali 200 angket (43%). Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa lulusan Fakultas Imu Keperawatan Universitas Indonesia tersebar di 18 provinsi di Indonesia dengan tugas utama bidang pendidikan (70%) dan mayoritas bekerja sebagai dosen (52%) waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama lulusan yang berasal dari Program A mayoritas (61%) kurang dari satu bulan. Dari penelitian ini Fakultas Ilmu Keperawatan mendapatkan beberapa masukan yaitu metoda pembelajaran yang dirasakan paling menunjang keberhasilan proses belajar mengajar adalah praktek klinik (23,5%); dan diskusi kelompok (19,2%) dan perlu lebih meningkatkan mata ajar Pendidikan dalam Keperawatan, Manajemen Keperawatan, dan Riset Keperawatan. Graduate is output of an education process. Graduates utilization, distribution and its relevance between their current position and the gained knowledge during education can provide inputs to the whole education systems. This study was aimed at identifying graduates distribution, utilization and its relevance between the alumni current position and the gained knowledge. The methodology in this study was a survey. Data were collected by sending mailed questionnaires to all graduates of the Faculty of Nursing University of Indonesia throughout the country. The data was analyzed electrically by SSP program. Univariate statistical tests were employed to analyze the data. Four hundred sixty one mailed questionnaires were sent to alumni of Program A & B, and 200 questionnaires were returned (43%). The findings indicated that the graduates of the Faculty of Nursing of University of Indonesia who spread out in 18 provinces in Indonesia have been working in the field of education (70%) and the majority position as faculty members (52%). The waiting period to get the first job for those who were graduated from Program A (61%) was less than 1 month. Through this study, the Faculty of Nursing UI. The inputs identified the methods of learning process which were assumed as very encouraging ways for successful teaching learning processes. There were clinical practice (23,5%) and group discussion (19,2), mean while the courses which were significantly needed to be improved were Leadership & Management in Nursing and Nursing Research.
Gambaran Pelaksanaan sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga pada Bayi Resiko Tinggi Yeni Rustina; Wiwin Wiarsih; Elfi Syahreni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.99

Abstract

Sistem komunikasi merupakn suatu sistem sarana yang menunjang kesinambungan asuhan keperawatan bayi risiko tinggi di komunitas setelah bayi pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah merupakan tanggung jawa keluarga dan dipantau oleh perawat puskesmas melalui kunjungan rumah. Perawatan lanjutan dapat dilaksanakan secara optimal apabila terjalin komunikasi yang baik antara RS-Puskesmas-Keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bermaksud untuk mengevaluasi sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga dan keluarga yang ada saat ini dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel terdiri dari 3 kelompok yaitu ibu-ibu dengan bayi risiko tinggi berjumlah 61 orang, perawat RS dan perawat Puskesmas yang merawat bayi risiko tinggi masing-masing berjumlah 66 orang dan 15 orang. Lokasi penelitian dilakukan di RSUPN Ciptomangunkusumo, RS Persahabatan, dan 6 puskesmas kecamatan di wilayah Jakarta Timur (Duren Sawit, Kramat Jati, makasar, Pasar Rebo, Cipayung, Cakung).Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga yang ada saat ini kurang begitu baik. Hal ini digambarkan oleh rendahnya kunjungan rumah perawat Puskesmas (6,56%), sementara itu ibu-ibu bayi risiko tinggi (83,61%) menyatakan perlunya kunjungan rumah perawat Puskesmas. Kurangnya kesadaran ibu-ibu bayi risiko tinggi akan pentingnya surat rujukan terlihat melalui survey ini, karena hanya 26,67% perawat Puskesmas yang menerima surat rujukan. Materi penyuluhan yang didapat ibu-ibu bayi risiko tinggi dari perawat (RS dan Puskesmas) kurang memenuhi kebutuhan karena hanya mencakup perawatan umumdan pencegahan penyakit, serta sistem rujukan, tidak mencakup pertumbuhan dan perkembangan anak. One of the important facilities in the community health care services for the high risk babies is improvement of the communication system. Home visit and care have to be done and it’s the responsibility of the Community Health Nurses and families. Home care It can be effective if there is a good communication system between Hospital, Community Health Centre and the families. This study is a descriptive research design which has a purpose to evaluate the communication system in Indonesian’s Health care  institution and the families.The sample consist of three group, namely mothers with high risk babies, nurses in the hospital and community health service in East Jakarta.The result shown in this study is that most of the mother’s of high risk perceived that there is lack home careservice and they received lack of information (health education materials).
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Anak Thalassemia Beta Mayor Dini Mariani; Yeni Rustina; Yusran Nasution
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v17i1.375

Abstract

Thalasemia ß termasuk penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan. Hal tersebut berdampak terhadap kualitas hidup anak. Tujuan  penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak dengan thalasemia beta mayor. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang berasal dari dua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas hidup dengan kadar  Hb  pre-transfusi (p= 0,003, α= 0,05), dukungan keluarga (p= 0,003, α= 0,05) dan  penghasilan (p= 0,046, α= 0,05). Hasil multivariat didapatkan bahwa kadar Hb pre-transfusi merupakan faktor yang paling memengaruhi. kualitas hidup anak. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan waktu yang lebih lama dan mengembangkan variabel-variabel lain yang belum diteliti.  Abstract Analysis Factors Affecting the Quality of Life of Children Beta Thalassemia Mayor. Beta thalasemia is a disease that requires sustainable medication and treatment. Iit affects on the quality of life of children. The purpose of this study to identified and explained factors that affect the quality life of children  with beta  thalasemia  major. This study used cross-sectional design, with a sample 84 respondents from two hospitals. The results showed a significant relations between quality of life  with  pretransfusi  Hb levels (p= 0,003; α= 0,05),  family support (p= 0,003; α= 0,05), and income (p= 0,046; α= 0,05). Multivariate results obtained that pretransfusi Hb levels are the most affecting factors. Recommendations from  this  study  is  necessary  to study  further with a  longer  of  time  and   develop   other  variables  that  have not been studied.  Keywords: child’s quality of life, thalasemia
PENERAPAN MODEL KONSERVASI LEVINE PADA BAYI PREMATUR DENGAN INTOLERANSI MINUM Zubaidah -; Yeni Rustina; Elfi Syahreni
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.261 KB)

Abstract

Intoleransi minum merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penerapan Model Konservasi Levine pada bayi prematur dengan intoleransi minum. Model Konservasi Levine berfokus pada peningkatan adaptasi melalui prinsip konservasi untuk mencapai interigritas diri. Metode penelitian ini adalah studi kasus terhadap lima bayi prematur yang mengalami intoleransi minum dengan pendekatan proses keperawatan. Penerapan Model Konservasi Levine tertuang dalam lima kasus terpilih dan ditemukan masalah keperawatan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh intoleransi minum. Adapun masalah keperawatan lainnya adalah bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pola napas, gangguan termoregulasi, risiko infeksi, risiko gangguan perkembangan dan gangguan proses keluarga. Masalah-masalah tersebut dapat memperberat intoleransi minum dan menghambat proses adaptasi bayi prematur dalam mencapai integritas diri.
Pengalaman Orang Tua Menerima Perilaku Caring Perawat dalam Memfasilitasi Bonding Attachment Bayi Prematur Laviana Nita Ludyanti; Yeni Rustina; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.438

Abstract

Perpisahan dengan orang tua akibat perawatan pada bayi prematur berpengaruh terhadap proses bonding attachment. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif pada tujuh partisipan ini menggunakan teknik purpossives sampling yang bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman orang tua menerima perilaku caring perawat dalam memfasilitasi bonding attachment bayi prematur di Ruang NICU. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil analisis data mendapatkan tujuh tema, yaitu proses peningkatan pengetahuan, mampu melakukan perawatan terhadap bayinya, respons ibu terhadap tindakan perawatan yang diberikan, termotivasi dalam melakukan perawatan bayi prematur, terpenuhinya kebutuhan bayi selama dilakukan perawatan,  keterlibatan dalam asuhan keperawatan, dan kepuasan terhadap perawatan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan dan bonding attachment pada bayi prematur.  Abstract Experience Caring Parents Receive The Behavior of Nurses in Premature Infants Facilitate Bonding Attachment. Separation between parents and premature babies in intensive care unit affects in bonding attachment process. This study was a qualitative research design with descriptive phenomenology approach took 7 participants used Purpossive Sampling Technique. This study aims to explore mother’s experience received nursing caring in facilitated bonding attachment of premature babies. Data were collected with indepht interview and analized with Colaizzi method. The results of data analysis got seven themes: knowledge improving process; capable to cared their babies; mother’s respons with nursing care; was motivated to cared their premature babies, the premature babies needed was fullfiled well; participated in nursing care; and nursing care satisfaction. The result is expectedto be inputin improvingnursing care and bonding attachment in premature babies. Keywords: premature babies, mother’s experiences, nursing caring, neonatus intensive care
The unmet needs of family caregivers in the management of childhood community-acquired pneumonia in Indonesia: a qualitative study Nyimas Heny Purwati; Yeni Rustina; Bambang Supriyatno
Paediatrica Indonesiana Vol 62 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi62.1.2022.32-6

Abstract

Background Childhood community-acquired pneumonia (CAP) is one of the leading causes of morbidity and mortality in children under five years of age. Objective To explore the unmet needs of family caregivers of children with community-acquired pneumonia. Methods A qualitative study using in-depth interviews was conducted at one referral hospital located in Jakarta, Indonesia. Convenience sampling was used to select participants. Data were analyzed using qualitative content analysis. Results Ten family caregivers participated in our study. The results of this research are shown in five main themes: (1) the burden of persistent symptoms; (2) exposure to cigarette smoke at home; (3) home remedies as initial treatment; (4) fulfilling the children’s nutritional needs; and (5) health promotion needs. The care of children with CAP involves more than antibiotic treatment and vaccines. Conclusion This study found several unmeet needs of family caregivers in caring for children with CAP, particulary pertaining to health promotion and the fulfilment of nutritional needs.