Roland Silitonga
Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Harapan Bangsa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis Roland Silitonga; Andreas Kurniawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi hasil pelatihan merupakan tahap yang sangat penting dalam pelatihan karena memberikan umpan balik efektivitas training yang dapat digunakan untuk memperbaiki desain pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap hasil evaluasi pelatihan Customer Service (CS) School level 1 dan level 2 dari Kirkpatrick Analysis,  memberikan usulan tindakan yang perlu dilakukan terkait dengan hasil analisis tersebut, dan memberikan usulan berupa alat ukur yang dapat membantu pelaksana training melakukan evaluasi level 3 dari Kirkpatrick Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dimana data-data yang diperoleh, dijabarkan lalu dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar peserta pelatihan merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan CS School dan dapat mengerti dengan baik materi-materi yang diberikan saat pelatihan CS School. Peningkatan kualitas trainer dan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman awal peserta merupakan usulan yang diberikan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Usulan alat ukur berbentuk kuesioner yang dapat mengukur, mengolah, dan menganalisis evaluasi pelatihan CS School pada level 3 dari Kirkpatrick Analysis juga diberikan sehingga pelaksana training dapat mengukur dampak pelatihan ini terhadap perbaikan atau peningkatan performansi kerja dari pesertanya.Training evaluation is a very important step in training design because the feedback it generates in improving training effectiveness. This research aim to conduct training evaluation level 1 and 2 of CS School training using Kirkpatrick Analysis, give suggestions to improve training, and propose level 3 evaluation tools. Descriptive analysis will be used to present and analyze data. The evaluation result shows good trainee satisfaction and adequate understanding of the topic given in training. Selecting higher quality trainer and tailoring training materials to trainee's understanding level are the suggestions given to improve training effectiveness. A quastionnaire to measure level 3 training evaluations was also proposed to the management. 
Analisis Kebijakan Manajemen Persediaan Probabilistik Dengan Model Q dan P Lost Sales Roland Silitonga; Sandria Sarim; Friska Yuli
Jurnal Telematika Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama di karaoke X adalah penumpukan barang di gudang. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di perusahaan, maka dalam penelitian ini akan dilakukan analisis perhitungan kebijakan pengendalian persediaan yang optimal dengan  menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik, yaitu model Q dan model P dengan lost sales. Perhitungan akan dilakukan terhadap lima produk kategori A berdasarkan perhitungan klasifikasi ABC. Model Q dengan lost sales dipilih menjadi model usulan kebijakan yang paling optimal untuk diterapkan di perusahaan. Ongkos total persediaan yang dihasilkan dengan model ini untuk produk Martell VSOP adalah Rp1.081.737.564,86, untuk produk Chivas Regal 12 YO adalah Rp622.624.222,59, untuk produk Sampoerna Mild Red adalah Rp187.862.431,34, untuk produk Jose Cuervo Tequila adalah sebesar Rp124.143.874,97, dan untuk produk Martell Cord. Bleu adalah sebesar Rp 87.437.336,15. Adapun ongkos-ongkos tersebut merupakan ongkos total persediaan paling minimum dengan service level untuk Martell VSOP adalah 99,61%, untuk Chivas Regal 12 YO adalah 99,59%, untuk Sampoerna Mild Red 98,51%, untuk Jose Cuervo Tequila adalah 98,90%, dan untuk Martell Cord. Bleu adalah 94,41%.Main issues on Karaoke X is accumulation of product stocks on warehouse. Based on this issues on this firm, this research will be done with analysis of optimum calculation management on stock policies with using probabilistic stock management model that is using Q model and P model with lost sales. Calculation will be done on five products a category based on ABC classifaction calculation. Q model with lost sales was selected to become proposal policies model for the most optimum for applied to the firm. Stock total cost result from this model is for Martell VSOP product is Rp1.081.737.564,86, for Chivas Regal 12 YO product is Rp622.624.222,59, for Sampoerna Mild product is Rp187.862.431,34 for Jose Cuervo Tequila product is Rp124.143.874,97 and for Martell Cord. Bleu product is Rp87.437.336,15. As for cost for those product was from inventory total cost with the most minimum and service level for Martell VSOP is 99,61%, for Chivas Regal 12 YO is 99,59%, for Sampoerna Mild Red is 98,51%, for Jose Cuervo Tequila is 98,90%, and for Martell Cord. Bleu is 94,41%.
Dynamic Deterministic Inventory Control in Continuous Manufacturing Company Roland Silitonga; Andreas Kurniawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengendalian yang baik diperlukan untuk memudahkan pengendalian dan meminimalisir biaya, sehingga terdapat kecenderungan untuk mengasumsikan kondisi desterministik untuk kemudian dioptimasi. Walaupun demikian, dalam kenyataan, ketidakpastian dan fluktuasi terkadang ditemukan dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, kondisi probabilistik tersebut dapat didekati dengan penjadwalan deterministik dinamis. Salah satu contoh adalah produksi Perusahaan X yang bersifat kontinyu, namun kebutuhan bahan utilitynya mengalami fluktuasi. Berdasarkan metode ini, biaya inventori dapat dikurangi dibandingkan dengan pengendalian statis yang selama ini dilakukan.Good inventory control system is needed in order to make the control simple, but also to reduce cost. Hence there is intention to assume deterministic condition, and then optimize it. However, uncertainty and fluctuation is found in many cases. Hence, the probabilistic condition can be approached by dynamic deterministic schedule. One of the examples is production of Company X which considered as continuous, with material demand of utility has fluctuation. The application of this method has reduced the inventory cost.