p-Index From 2018 - 2023
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Telematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemodelan Arsitektur Informasi Menggunakan Metode Business System Planning Tamsir Hasudungan Sirait; Evasaria Magdalena Sipayung; Kairupan Elsa Engelin Priska
Jurnal Telematika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – SMPN 7 Manado merupakan sebuah lembaga pendidikan formal di Indonesia yang menyediakan layanan pendidikan untuk siswa pada jenjang pendidikan dasar. Sistem pendidikan di SMPN 7 Manado terdiri dari tiga proses bisnis utama, yaitu proses penerimaan siswa baru, proses kegiatan belajar mengajar, dan proses pelepasan siswa. Dalam mendukung proses bisnis utama, terdapat juga proses pendukung, yaitu proses pengelolaan keuangan dan proses pengelolaan sumber daya manusia dan sarana-prasarana. Dalam menjalankan proses bisnisnya, SMPN 7 Manado didukung oleh beberapa elemen antara lain manusia, informasi, proses bisnis, hardware, software, kebijakan, dan lain-lain. Dari elemen-elemen pendukung tersebut, informasi merupakan salah satu sumber daya paling penting dalam keberlangsungan sebuah proses bisnis. Dengan adanya informasi yang berkualitas, maka SMPN 7 Manado dapat mengambil keputusan dengan tepat dan pada akhirnya berdampak pada keberlangsungan bisnis. Dalam mendapatkan informasi yang berkualitas, maka organisasi harus merencanakannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh organisasi dalam menghasilkan informasi yang berkualitas adalah dengan memanfaatkan sistem informasi. Dengan arsitektur informasi dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab atas terbentuknya data, kapan data terbentuk dan siapa yang menggunakan data. Dalam pelaksanaan perencanaan ini akan digunakan strategi bisnis SMPN 7 Manado berupa rencana strategis sekolah kemudian menjadi sebuah strategi sistem informasi berupa arsitektur informasi. Strategis bisnis yang dimaksud yaitu pengelolaan sumber daya informasi dengan penggunaan teknologi komputer. Dalam mendapatkan arsitektur informasi akan digunakan metode Business System Planning (BSP). Berdasarkan studi BSP yang dilakukan, diperoleh 67 proses bisnis, 68 kelas data, dan arsitektur prioritas untuk pengembangan sistem informasi dimasa mendatang.Kata Kunci : informasi, perencanaan arsitektur informasi, proses bisnis, Business System Planning.Abstract – SMPN 7 Manado is a formal educational institution in Indonesia that provides educational services for students at elementary level. The education system at SMPN 7 Manado consists of three main business processes, namely admission of new students process, teaching and learning process, and student graduation process. In supporting the main business processes, there are also supporting processes, namely financial management process, and human resource and facilities management processes. In running its business process, SMPN 7 Manado is supported by several elements such as human, information, business process, hardware, software and policy. From these supporting elements, information is one of the most important resources in the sustainability of a business process. With the existence of quality information, then SMPN 7 Manado can take decisions appropriately which will ultimately impact on the continuity of SMPN 7 Manado business process. In obtaining a qualified information, the organization must plan it. One way that can be done by the organization in producing a qualified information is to utilize information systems. With the information architecture it can be known who is responsible for the formation of data, when data is formed and who uses the data. The implementation of this plan will use the business strategy of SMPN 7 Manado in the form of a strategic plan of the school, then become an information system strategy in the form of information architecture. Commonly known as the management of information resources with the use of computer technology. In obtaining information architecture, will be used Business System Planning (BSP) method. Based on the BSP study, 67 business processes, 68 data classes and priority architecture were obtained for future information system development.Keywords :  information, information architecture planning, business process, Business System Planning
Sistem Informasi Manajemen Data Historis Artis untuk Mendukung Penilaian Performa (Studi Kasus: XYZ Entertainment) Tamsir Hasudungan Sirait; Yosi Yonata; Tiatira Angkouw
Jurnal Telematika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

XYZ Entertainment adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri hiburan, dalam hal ini menangani manajemen artis dan label rekaman. Manajemen artis yang efektif tidak terlepas dari pengambilan keputusan yang tepat dari owner sebagai top management dalam mengelola maintenance performa artis, di mana keputusan yang dikeluarkan bisa mempengaruhi peningkatan penjualan artis dan juga peningkatan penghasilan perusahaan. Namun, pengambilan keputusan yang tepat oleh owner sulit dilakukan karena belum terdapat penilaian performa artis yang akurat. Hal ini disebabkan oleh proses pengelolaan data historis job dan penjualan lagu artis masih diolah secara konvensional, di mana masing-masing data dikelola oleh pihak yang berbeda dan tidak terpusat, dan owner kadang kala mengalami kesulitan dalam mengakses data. Selain itu, data-data tersebut belum diolah menjadi informasi performa artis yang akurat dengan metode perhitungan performa artis yang tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi manajemen data historis artis yang terintegrasi, sehingga memudahkan owner dalam pengaksesan dan pengevaluasian informasi performa. Sistem informasi manajemen data historis yang terintegrasi secara digital dapat mempermudah pengelolaan data dan mempermudah perhitungan performa artis setiap bulannya dengan perhitungan matematis, sehingga informasi performa artis dapat tersedia dan informasi tersebut dapat membantu owner dalam proses pengambilan keputusan. Hasil dari penelitian ini adalah, melalui sistem informasi manajemen data historis yang sudah terintegrasi dan terotomatisasi, serta pengolahan data oleh sistem yang telah menghasilkan informasi performa artis, maka proses pengelolaan data, akses data, pengevaluasian informasi performa dapat dilakukan lebih mudah dan cepat, dan pengambilan keputusan oleh owner dapat dilakukan dengan lebih akurat berdasarkan nilai performa artis setiap bulannya.
Perancangan Sistem Informasi Warning System pada Kegiatan Monitoring Aset Gereja Tamsir Hasudungan Sirait; Heri Kurniawan; Zico Bebeto
Jurnal Telematika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rehoboth Church is a place of worship where Christians people can run Sunday service regularly. At this time Rehoboth Church run 5 worship activities every Sunday. This research focuses on how to monitor all assets that had been use for each activity in where the overall assets can be managed properly. There are two group that are responsible for managing these assets, first is the head of the division and second is the person in charge for each room. This asset monitoring specially for the audio video department and music department assets. Rehoboth had two problems, first, an inaccurate information on asset that had damage and this is a problem for them to monitor the asset condition and, second, a late of reporting for each condition of the assets that have been used during worship activities. Therefore, this research will produces an Asset Monitoring Information System Application that can provide asset condition reports and also the maintenance reports that needed by the Division Head to carry out monitoring. With this monitoring report, the head of the division can take immediately action on all damage assets and will take action to replace or maintenance assets, so it can be ready for the next worship activity. This system also has a warning system feature using SMS as a medium to send a reminder from the division head to the person in charge of the room who is late in reporting the checking of the condition of the asset after the worship activities have been completed.Gereja Rehoboth adalah salah satu tempat ibadah di mana umat Kristiani menjalankan setiap ibadah atau kebaktian secara rutin. Saat ini terdapat 5 kegiatan ibadah yang dilakukan setiap hari minggu pada Gereja Rehoboth. Penelitian ini berfokus pada bagaimana melakukan pemantau semua aset yang digunakan untuk setiap kegiatan dalam berjalan, di mana keseluruhan aset dapat dikelola dengan baik. Terdapat 2 golongan yang bertanggungjawab untuk mengelola aset tersebut, yaitu Kepala Divisi dan Penanggung Jawab Ruangan, khususnya aset video department dan music department audio. Terdapat dua masalah, yaitu tidak akuratnya informasi kerusakan aset sehingga pihak Gereja Rehoboth kesulitan dalam mengetahui keadaan aset dan terlambatnya melakukan pelaporan terhadap setiap kondisi aset yang telah digunakan selama kegiatan ibadah. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi Sistem Informasi Monitoring Aset yang dapat menyediakan laporan kondisi aset dan laporan maintenance yang dibutuhkan oleh kepala divisi untuk melakukan pemantauan. Dengan adanya laporan tersebut, Kepala Divisi dapat melakukan tindakan secepatnya terhadap seluruh aset yang mengalami kerusakan. agar aset-aset tersebut dapat siap untuk dipakai kembali ketika kegiatan ibadah berikutnya dilaksanakan. Selain fitur pelaporan, sistem ini juga memiliki fitur warning system menggunakan SMS sebagai media untuk mengirimkan sebuah reminder dari kepala divisi kepada penanggung jawab ruangan yang terlambat dalam melakukan pelaporan pengecekan kondisi aset, setelah kegiatan ibadah selesai dilaksanakan.
Analisis RFID Pasif Untuk Inventory Monitoring Dalam Mendukung Industri 4.0 Yoyok Gamaliel; Tamsir Hasudungan Sirait; Tunggul Arief Nugroho; Triandi Shafa Juhandi
Jurnal Telematika Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the production process in a factory demandsa rapid adaptation process to keep up with the sustainable market change. Industry 4.0, known as 4 th industry revolution, is a production concept in which all factors of the supply chain production are integrated. The process of gathering, processing and displaying information is significant in the production process of industry 4.0. The product-related information consists of the data of material/product, product location, or product status. The production process starts from the availability of the raw materials in the storage. The list of available materials is defined as inventory. Thus, the monitoring system starts from inventory which monitor the data of material itself. The technology of RFID (Radio Frequency Identifier) sensor helps to identify the materials easily, effectively and efficiently. The RFID tags attached to the materials/products will provide the detailed information about those materials. This research focuses on analyzing the performance of RFID reader using passive tag as well as the process of scanning and parsing of data which then used for monitoring process. The used of writeable tags is recommended. The result of RFID system test show that above 70 percent can be utilized as inventory monitoring.Proses produksi di suatu pabrik sekarang ini memerlukan proses adaptasi yang cepat untuk mengikuti perubahan pasar yang berkelanjutan. Industri 4.0 yang dikenal sebagai revolusi industr keempat adalah konsep produksi di mana semua faktor dalam rantai pasok produksi sudah terintegrasi. Proses produksi yang mendukung Industri 4.0 menjadikan pengumpulan, pengolahan, dan penampilan informasi suatu produksi menjadi hal utama. Informasi yang berkaitan dengan produksi dalam hal ini adalah data tentang produk, lokasi produk, dan status dari produk tersebut di dalam satu proses produksi. Proses produksi dimulai dari keberadaan bahan baku di tempat penyimpanan. Daftar barang yang tersedia di tempat penyimpanan ini disebut sebagai inventory. Oleh karena itu, sistem pemantauan harus dimulai dari inventory. Teknologi sensor RFID (Radio Frequency Identifier) dapat membantu untuk mengenali suatu barang dengan mudah, efektif dan efisien. RFID tag yang dipasangkan pada suatu barang akan memberikan informasi tentang detail barang tersebut. Penelitian ini akan berfokus pada analisis kinerja pasif.