This Author published in this journals
All Journal Jurnal Telematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan dan Implementasi Payment Gateway dengan metode Concurrency untuk Transaksi Nontunai Yoyok Yusman Gamaliel; Sinung Suakanto; Andreas Andreas
Jurnal Telematika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Nowadays, the use of technology in the non-cash transaction system has started to shift the system of cash transaction. In line with this situation, the issue of concurrency, the system’s ability to handle the large amount of transactions at the same time, is emerging. This matter may result in lost updates, uncommitted dependencies, and inconsistent analysis. Therefore, it is required to build a payment gateway system that is able to handle this issue. In addition, the system must apply the standard format for non-cash transactions. This paper will design a payment gateway system using concurrency mechanism by applying Akka framework and ISO 8583 as a message format for non-cash transaction. The implementation of the payment gateway system will enable the system to handle concurrency and to use standard format transaction. The payment gateway system is tested with 2 parameters, namely functionality and concurrency.Keywords— Concurrency, Non-cash transactions, payment gateway, framework Akka, ISO8583 Abstrak— Sistem transaksi non-tunai yang berbasis teknologi kini telah mulai menggantikan system transaksi tunai. Berkaitan dengan hal tersebut muncul isu tentang concurrency, yaitu kemampuan system dalam menangani jumlah transaksi yang banyak dalam waktu bersamaan. Adanya isu tersebut dapat mengakibatkan lost update, uncommitted dependency, dan inconsistent analysis. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem payment gateway yang mampu menangani isu tersebut. Selain itu, sistem tersebut harus menerapkan standar format untuk transaksi nontunai. Makalah ini akan merancang sebuah sistem payment gateway yang menggunakan mekanisme concurrency dengan menggunakan framework Akka dan ISO 8583 sebagai format pesan untuk transaksi nontunai. Implementasi dari sistem payment gateway tersebut akan membuat sistem tersebut mampu menangani concurrency dan menggunakan standard format data transaksi. Sistem payment gateway ini diuji dengan 2 parameter, yaitu fungsionalitas dan concurrency. Kata kunci— concurrency, transaksi nontunai, payment gateway, framework Akka, ISO8583.
Model Inferensi Konteks Internet of Things pada Sistem Pertanian Cerdas Ventje Jeremias Lewi Engel; Dina Angela; Sinung Suakanto; Maclaurin Hutagalung
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian pertanian di dunia sudah mulai memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan sensor untuk membantu pengelolaan lahan pertanian. Sistem ini biasa disebut sistem pertanian cerdas. Implementasi sistem pertanian cerdas yang sedikit melibatkan para pemangku kepentingan bidang pertanian membuat implementasi sensor kurang bisa mendukung dalam pembuatan keputusan. Teknik inferensi konteks dapat membantu mengatasi celah permasalahan tersebut. Penelitian ini menyajikan pemodelan inferensi konteks untuk sistem pertanian cerdas yang memperhatikan: (1) jumlah data yang akan diproses, dan (2) pengiriman data dari lahan ke gateway yang tidak selalu aktif. Model inferensi konteks yang diperlukan adalah yang mudah dibuat, mudah dikonfigurasi, dan cepat diproses serta mendukung lintas lingkungan operasi. Penelitian ini menghasilkan model inferensi konteks dan strategi implementasinya untuk penelitian lanjutan.Most farms have started to use information technology and sensor networks to manage farming field. This system is called smart farming. Smart farming implementation which less involving stakeholders in agriculture field makes the technology not really able to support decision making. Context inference techniques can help with that gap problems. This research presents context inference modeling which considers: (1) the amount of data transfer, and (2) periodic data transmisions. The model designed has to be easy to configure, fast to process, and interoperability. This research had resulted context inference model and its implementation strategy.
Penerapan NFC Untuk Pembayaran Uang Elektronik pada Self-Payment Machine Ventje Jeremias Lewi Engel; Vincentius Albert; Sinung Suakanto
Jurnal Telematika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumers nowadays use electronic money for buying and selling at the market. They need easier and faster payment system especially to facilitate the needs in payment on delivery. Therefore, a self-payment machine were designed and implemented with NFC to bring out faster and easier transaction. The system was tested for its functionality, time, and distance between tag and NFC reader.  Self-payment machine can communicate with payment gateway, execute transaction, and evaluate tag used for paying. Time average for a transaction is 27.3345 seconds with 4-5 seconds needed for reading and evaluating the tag. Optimal distance between tag and reader is 0-4 cm.Penggunaan uang elektronik sudah menjadi kebutuhan bagi para pelaku transaksi. Konsumen memerlukan sistem pembayaran yang cepat dan mudah terutama untuk memfasilitasi kebutuhan ketika payment on delivery.. Oleh sebab itu, dirancang sebuah self- payment machine yang berbasis NFC untuk dapat mempermudah dan mempercepat transaksi. Sistem yang dibangun diuji secara fungsionalitas, waktu, dan jarak pembacaan tag NFC.  Sistem self-payment machine yang dibangun mampu berkomunikasi dengan payment gateway, melakukan transaksi, dan mengevaluasi tag untuk pembayaran. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk transaksi adalah 27,3345 dengan pembacaan dan evaluasi tag memerlukan 4-5 detik. Jarak optimal antara tag dengan pembaca NFC adalah 0-4 cm.
Penerapan RFID untuk Pencatatan Inventory Barang di dalam Gudang Kelvin Sebastian; Sinung Suakanto; Maclaurin Hutagalung
Jurnal Telematika Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is very important to record the number of goods in the warehouse. However, manual data collection often causes error between actual number of goods and number of goods in the database. In order to solve this problem, we use an RFID reader to record inventory of goods in the warehouse. By using this reader, not only we reduce the time for data recording, but also we reduce the number of miscalculations of inventory. In this paper, we propose an RFID solution for warehouse management.Pendataan sebuah barang yang masuk dan keluar di dalam gudang merupakan hal yang sangat penting. Namun, pencatatan secara manual seringkali menyebabkan kesalahan berupa ketidaksesuaian data antara jumlah barang sesungguhnya dengan catatan. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan sebuah pembaca RFID untuk mencatat jumlah barang yang ada di gudang. Dengan menggunakan RFID, maka waktu pencatatan dapat dikurangi dan kesalahan penghitungan barang dapat dihilangkan. Kami mengusulkan sebuah solusi RFID untuk Manajemen Gudang pada makalah ini.