This Author published in this journals
All Journal Jurnal Telematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Star Skeletonization untuk Menghitung Jumlah Pejalan Kaki pada Citra Natanael Natanael; Ken Ratri Wardani
Jurnal Telematika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghitung pejalan kaki secara otomatis, dilakukan dengan mendeteksi dan menganalisis objek-objek yang terlihat bergerak. Masalah yang ada jika dua orang atau lebih berjalan berdekatan dan menempel,  orang dalam keadaan diam ditempat atau duduk, dan ketika objek yang bergerak bukan saja pejalan kaki tetapi orang naik sepeda, mobil, atau objek bukan pejalan kaki lainnya. Metode Star Skeletonization diterapkan untuk mengenali objek pejalan kaki berdasarkan 3 dan 5 garis yang ditentukan. Pra pemrosesan yang dilakukan background subtraction untuk mendapatkan objek bergerak, opening untuk menghilangkan noise, closing untuk menghilangkan celah pada objek, dan ekstraksi border untuk mendapatkan segmentasi objek. Hasil pengujian nilai threshold 5, structuring elemen berbentuk rect 3x3 untuk proses opening, structuring elemen berbentuk rect 5x5 untuk proses closing, dan Star Skeletonization tiga garis memberikan hasil terbaik untuk pengenalan pejalan kaki. Hasil pengujian untuk rentetan citra diam dengan pejalan kaki tunggal dan tidak berdempetan tingkat akurasi  90%, artinya objek pejalan kaki dapat dikenali dengan baik.  Ketika ramai pejalan kaki tingkat akurasi 32.5%, hal ini disebabkan banyaknya pejalan kaki yang berdekatan sehingga nampak saling bergabung menjadi satu objek. Hal itu menyebabkan kesalahan perhitungan. Pra pemrosesan awal tidak dapat memisahkan objek yang tumpang tindih. Count up of pedestrians are automatically, performed by detecting and analyzing objects appear to move. The problem occurs when two or more runs adjacent and attached, people who do not move or sit, and when a moving object is not only pedestrians but people ride bicycles, cars, or other objects rather pedestrian. Star Skeletonization methods applied to recognize objects pedestrians by 3 and 5 lines are determined. Initial processing done that background subtraction to get moving objects, opening to remove noise, closing to eliminate the gap on the object, and the border extraction to get the object segmentation. Results of testing the threshold value 5, 3x3 rect-shaped structuring element for the process of opening, 5x5 rect-shaped structuring element for the process of closing, and Star Skeletonization three lines provide the best results for the introduction of a pedestrian. The test results for a series of still image with a single pedestrian and not huddled get a 90% accuracy rate, meaning that the object of pedestrians can be recognized well. When crowded pedestrian accuracy rate of 32.5%, this is due to the many pedestrians adjacent to each other seem to merge into one object. That caused a calculation error. Initial processing can not separate the objects that overlap.
Penerapan Sistem Pakar Berbasis Aturan dan Metode Freeman Chain Code pada Aplikasi Pengukuran Isi Botol Ken Ratri Wardani; Ari Setiawan; Yohanes Setiawan
Jurnal Telematika Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the field of the food or beverage industry, particularly in the beverage industry, a tool is needed to measure the contents of the bottle volume which is useful to supervise the process of bottle filling so that the contents of the bottle is not less or no more than the company limit. Rule-based expert systems can be used to calculate the estimated volume contents of a bottle by giving facts to the bottle and the fact of the bottle tolerance. From these facts will be calculated the estimated volume of the image to be tested and determine whether the image is included in the company standard or not. The chain code method can also be used in a wide screening process that serves to filter unwanted pixels for the purpose of searching the region over the bottle and surface area of the bottle contents. Testing the threshold value of the chain code is performed to find the most optimal threshold value for widespread filtering. Based on the results of testing the most optimal threshold value is 200 and 300 with 100% accuracy and 0.89 milliliter accuracy.Pada bidang industri makanan atau minuman, khususnya pada industri minuman dibutuhkan alat untuk mengukur isi volume botol yang berguna untuk mengatasi masalah dalam pengisian botol sehingga isi botol tidak kurang atau tidak lebih dari batas perusahaan. Sistem pakar berbasis aturan dapat digunakan dalam menghitung perkiraan isi volume suatu botol dengan memberi fakta berupa citra botol berisi volume neto dan fakta berupa citra botol berisi volume toleransi. Dari fakta-fakta tersebut akan dihitung perkiraan volume dari citra yang akan diuji dan menentukan apakah citra tersebut masuk dalam standar perusahaan atau tidak. Metode kode rantai juga dapat digunakan dalam proses penyaringan luas yang berfungsi menyaring piksel-piksel yang tidak diinginkan  untuk keperluan proses pencarian wilayah atas botol dan wilayah permukaan isi botol. Pengujian nilai threshold luas area kode rantai dilakukan untuk mencari nilai threshold paling optimal untuk penyaringan luas. Berdasarkan hasil pengujian nilai threshold paling optimal adalah 200 dan 300 dengan akurasi 100% dan tingkat ketelitian 0,89 mililiter.