Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Islami Pada Materi Fisika Fitriyani Fitriyani; Hadma Yuliani; Mukhlis Rohmadi
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2020: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2020
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v5i0.46596

Abstract

Abstract:. This research was conducted because of the challenges of 21st century education which requires students to be proficient in learning, digital literate, and have a strong character. The purpose of this study was to conduct a needs analysis for designing physics learning media. Needs analysis is carried out through literature studies and field studies. Study literature by collecting information about instructional media, the importance of character building, and the study of physics material that needs strengthening. Field studies were conducted to determine learning in class. The results of the literature study show that the eXe-Learning application has advantages that can be used in making learning media, character planting is needed according to the curriculum and conditions in the field and it is also known that the material that needs strengthening is Newton's Law of Gravity and Kepler's Law. The results of the analysis of the needs of 22 students of class X IPA obtained that 86.4% did not have handbooks, 68.2% had difficulty learning physics. In fact, 86.4% enjoyed learning with the media. However, based on teacher information shows that the use of media in learning is still rare. And also as many as 90.9% want alternative teaching materials for learning physics and 95.5% agree if there is an electronic module of physics material that contains Islamic character values in it as a learning resource. This was also agreed by the teacher because of the madrasah-based school background. These results indicate that it is necessary to develop instructional media that contains Islamic character values in physics material.Abstrak: Penelitian ini dilakukan karena adanya tantangan pendidikan abad 21 yang menuntut siswa mahir dalam pembelajaran, melek digital, dan memiliki karakter yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan perancangan media pembelajaran fisika. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dengan mengumpulkan informasi tentang media pembelajaran, pentingnya pembentukan karakter, dan pembelajaran materi fisika yang perlu diperkuat. Studi lapangan dilakukan dengan menganalisis pembelajaran di kelas. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa aplikasi eXe-Learning memiliki kelebihan yaitu dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran, penanaman karakter dibutuhkan sesuai dengan kurikulum dan kondisi di lapangan serta diketahui juga bahwa materi yang perlu diperkuat adalah Hukum Newton tentang Gravitasi dan Hukum Kepler. Hasil analisis kebutuhan 22 siswa kelas X IPA diperoleh 86,4% tidak memiliki buku pegangan, 68,2% kesulitan belajar fisika, dan 86,4% menikmati pembelajaran dengan media. Namun berdasarkan informasi guru, penggunaan media masih jarang dilakukan. Sebanyak 90,9% menginginkan bahan ajar alternatif untuk pembelajaran fisika dan 95,5% setuju jika terdapat modul elektronik materi fisika yang memuat nilai karakter islami di dalamnya sebagai sumber belajar. Hal ini juga disetujui oleh guru karena latar belakang sekolah berbasis madrasah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perlu dikembangkan media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai karakter islami dalam materi fisika.
Hasil Belajar Kognitif Siswa dengan Pendekatan Saintifik Pada Sekolah Menengah Pertama Di Palangka Raya Hadma Yuliani; Resa Yulianti; Mariati Mariati; Cici Herianto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 11, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v11i2.6162

Abstract

This study aims to determine the increase in cognitive learning outcomes of students in junior high schools in Palangkaraya using a scientific approach that uses a guided inquiry learning model, CLIS (Children's Learning in Science), and experimental methods in learning physics of simple aircraft subjects. This research uses a quantitative approach and the type of research is descriptive. The instrument used was a cognitive learning achievement test. The population in this study were all junior high schools in Palangka Raya City. In taking a sample using cluster sampling techniques, namely SMP Negeri 7 Palangka Raya and MTs An-Nur Palangka Raya. The research sample is class VIII - B in SMP 7 Palangka Raya, and class VIII-A, and VIII - B for MTs An-Nur Palangka Raya. The results of the study concluded that an increase in students' cognitive learning outcomes in junior high schools in Palangka Raya after applying an approach that uses the guided inquiry learning model, CLIS, and experimental methods obtained an average N-gain in a row of 0.47; 0.57; and 0.50. So, increasing student learning outcomes in junior high schools in Palangka Raya uses a scientific approach that uses the guided inquiry learning model, CLIS, and experimental methods in learning physics in simple aircraft subjects in the medium category.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP MOTIVASI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI POKOK CAHAYA Astupura, Dwi Aprilia; Yuliani, Hadma
EDU SAINS Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengelolaan pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran learning cycle, (2) Motivasi siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran learning cycle, (3) Keterampilan proses sains siswa menggunakan model pembelajaran learning cycle, (4) Hasil belajar kognitif menggunakan model pembelajaran learning cycle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMPN 1 Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014, dan sampel penelitian adalah kelas VIII-6 yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengelolaan pembelajaran, angket motivasi belajar siswa, tes keterampilan proses sains dan tes hasil belajar kognitif siswa. Analisis data menggunakan program Microsoft excel dan SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pengelolaan pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran learning cycle termasuk dalam kategori cukup baik dengan rata-rata sebesar 3,41 (2) Motivasi siswa selama mengikutipembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran learning cycle termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 51 (3) Keterampilan proses sains siswa menggunakan model pembelajaran learning cycle termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 58 (4) Hasil belajar kognitif menggunakan model pembelajaran learning cycle pada materi pokok cahaya dapat menuntaskan 40% siswa dan 60% siswa tidak tuntas dengan ketuntasan TPK sebesar 39% tuntas dan 61% tidak tuntas.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERHEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Komalasari, Retno; Supriatin, Atin; Yuliani, Hadma
EDU SAINS Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.983 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis penilitiannya menggunakan design quasi experimental dalam mengumpulkan datanya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan sikap ilmiah siswa dan tes hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba instrumen tes hasil belajar kognitif diperoleh sebesar 0,529 dengan kategori cukup. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X semester II SMAN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015, dengan sampel penelitian adalah kelas X-IPA 1 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 2 berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data sikap ilmiah siswa, pretest dan posttest tes hasil belajar kognitif siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkan analisis uji hipotesis sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHTdan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada taraf signifikansi 0,05, dengan skor rata-rata kelas eksperimen adalah 64,33 dan kelas kontrol adalah 60,16. (2) Analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak> terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dari hasilpostest pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini dapat dilihat berdasarkan α = 0,05 lebih kecil dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,827 untuk postest hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 78,06 sedangkan kelas kontrol adalah 76,94.
KORELASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP MOTIVASI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI POKOK CAHAYA Astupura, Dwi Aprilia; Yuliani, Hadma
EDU SAINS Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.15 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Terdapat tidaknya hubungan yang signifikan antara motivasi dan hasil belajar kognitif, (2) Terdapat tidaknya hubungan yang signifikan antara keterampilan proses sains terhadap hasil belajar kognitif, (3) Terdapat tidaknya hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap keterampilan proses sains, (4) Terdapat tidaknya hubungan yang signifikan antara motivasi dan keterampilan proses sains secara bersama-sama terhadap hasil belajar kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan jenis korelasional. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMPN 1 Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014, dan sampel penelitian adalah kelas VIII-6 yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengelolaan pembelajaran, angket motivasi belajar siswa, tes keterampilan proses sains dan tes hasil belajar kognitif siswa. Analisis data menggunakan program Microsoft excel dan SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap terhadap hasil belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,016 dalam kategori sangat rendah (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara"> keterampilan proses sains terhadap hasil belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,491 dalam kategori sedang (3) Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara motivasi terhadap keterampilan proses sains dengan koefisien korelasi sebesar - 0,119 dalam kategori sangat rendah (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan keterampilan proses sains secara bersama – sama terhadap hasil belajar siswa dengan F hitung sebesar 6,074 dalam kategori sedang.
Analisis Spektrum Energi dan Fungsi Gelombang Persamaan Schrödinger Potensial Non-Sentral Shape Invariance q-Deformasi Menggunakan Metode Nikiforov-Uvarov Yuliani, Hadma; Suparmi, A.; Cari, C.
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum energi dan fungsi gelombang beberapa potensial non-sentral shape invariance q-deformasi, yaitu potensial Pöschl-Teller termodifikasi plus Scarf dan potensial Rosen-Morse plus Rosen-Morse q-deformasi menggunakan metode Nikiforov-Uvarov (NU). Penelitian ini merupakan studi literatur untuk menyelesaikan persamaan Schrödinger potensial terdeformasi Pöschl-Teller termodifikasi plus Scarf dan potensial Rosen-Morse plus Rosen-Morse dengan q-deformasi secara analitik. Spektrum energi dan fungsi gelombang suatu sistem partikel dapat diperoleh dari penyelesaian persamaan Schrödinger. Spektrum energi dan fungsi gelombang potensial non-sentral diperoleh dengan menggunakan metode Nikiforov-Uvarov. Persamaan Schrödinger untuk potensial non-sentral q-deformasi secara umum dapat diselesaikan secara eksak bila variabel potensialnya terpisahkan ke bagian radial dan sudut. Spektrum energi untuk potensial ini telah diturunkan secara analitis. Spektrum energi dan fungsi gelombang radial yang diperoleh hanya bersifat pendekatan karena adanya faktor sentrifugal, sedangkan fungsi gelombang bagian sudut dan bilangan kuantum orbital diperoleh dari persamaan Schrödinger bagian sudut.
Pembelajaran Fisika menggunakan Media Animasi Macromedia Flash-MX dan Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Yuliani, Hadma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.968 KB) | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v6i1.596

Abstract

The objectives of the study are: (1) to measure the improvement of the conceptual understanding of the students by using Animated Macromedia Flash – MX and Picture in Quantum Physics Subject; (2) to describe the respond of students after using Animated Macromedia Flash – MX and Picture in Quantum Physics Subject. The result of the Study shows that: (1) The Pretest score of understanding before using Animated Macromedia Flash – MX and Picture is 33,02, which is not significantly different than post-test score 46,25, The gain score achieved is 13,23, the N-gain score achieved is 0,19 with low category. There is an improvement of teaching learning Quantum Physics subject using Animated Macromedia Flash – MX and Picture with low category; (2) the students’ response toward teaching and learning of Quantum Physics subject using Animated Macromedia Flash – MX and Picture are positive (100 %), the students consider the media as something new and beneficial (100 %), the students’ response towards Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) application of Schrodinger equation for simple potential system are considered difficult (85%) and the students’ response towards the questions of Schrodinger equation for simple potential system are still considered difficult (90%).Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep mahasiswa dengan menggunakan Media Animasi Macromedia Flash – MX dan Gambar pada mata kuliah Fisika Kuantum; (2) Untuk mengetahui respon mahasiswa setelah diterapkan Media Animasi Macromedia Flash – MX dan Gambar pada mata kuliah Fisika Kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai pretest pemahaman sebelum dilaksanakan pembelajaran oleh peneliti sebesar (33,02) tidak jauh berbeda dengan nilai pada post test (46,25), nilai gain yang diperoleh sebesar (13,23), nilai N-gain yang diperoleh (0,19) dengan kategori rendah. Terdapat peningkatan pembelajaran fisika kuantum dengan menggunakan Media Animasi Macromedia Flash – MX dan Gambar pada mata kuliah Fisika Kuantum dengan kategori rendah; (2) Respon mahasiswa terhadap pembelajaran fisika kuantum dengan menggunakan Media Animasi Macromedia Flash – MX dan Gambar pada mata kuliah Fisika Kuantum pada umumnya siswa menyatakan senang (100 %), siswa merasa baru (100 %), dan siswa merasa bermanfaat (100 %), Respon untuk perasaan mahasiswa terhadap Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) aplikasi persamaan Schrodinger untuk sistem potensial sederhana umumnya menyatakan sulit (85%) dan respon mahasiswa untuk soal-soal aplikasi persamaan Schrodinger untuk sistem potensial sederhana dianggap masih sulit (90%).
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan Pemberian Biografi Ilmuwan Pada Mata Kuliah Fisika Dasar I: Dampak Sikap Ilmiah dan Motivasi belajar Hadma Yuliani
Kappa Journal Vol 5, No 1 (2021): KAPPA JOURNAL
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v5i1.3591

Abstract

The application of PBL along with the biographies of scientists in learning physics is expected to have an impact on scientific attitudes and student motivation to learn. The objectives of this study were: (1) To find out the improvement of students' scientific attitude after PBL was applied by giving scientists biographies in Basic Physics I course; (2) To find out the increase in students' learning motivation after PBL by applying the biographies of scientists in the Basic Physics I course. This study used a quantitative approach with descriptive research type. The data collection technique used a questionnaire for scientific attitudes and learning motivation. The results showed: (1) There was an increase in the ability of scientific attitudes by applying PBL by giving scientists biographies in the Basic Physics I course in the medium category with an N-gain value of 0.523 and (2) There was an increase in learning motivation by applying.
Keterampilan Berpikir Kreatif Pada Siswa Sekolah Menengah Di Palangka Raya Menggunakan Pendekatan Saintifik Yuliani, Hadma; Mariati, Mariati; Yulianti, Resa; Herianto, Cici
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.923 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v3i1.1134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah menengah di palangka raya menggunakan pendekatan saintifik yang menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science), inkuiri terbimbing, metode eksperimen pada pembelajaran fisika pokok bahasan pesawat sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kreatif pada materi pesawat sederhana untuk pelajaran fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama di Kota Palangka Raya. Didalam mengambil sampel menggunakan teknik cluster sampling yaitu MTs An-Nur Palangka Raya dan SMP Negeri 7 Palangka Raya.  Sampel penelitian yaitu kelas VIII-A, dan VIII  - B untuk MTs An-Nur Palangka Raya, dan kelas VIII - Bdi SMP 7 Palangka Raya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di Palangka Raya setelah diterapkan pendekatan Saintifik dengan menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) diperoleh N-Gain rata-rata adalah 0,45,  dengan inkuiri terbimbing diperoleh N-gain rata-rata sebesar 0,34, dengan metode eksperimen diperoleh N-gain 0,40. Jadi,  peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah menengah di palangka raya menggunakan pendekatan saintifik yang menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science), inkuiri terbimbing, metode eksperimen pada pembelajaran fisika pokok bahasan pesawat sederhana dalam kategori sedang. 
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERHEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Retno Komalasari; Atin Supriatin; Hadma Yuliani
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.983 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis penilitiannya menggunakan design quasi experimental dalam mengumpulkan datanya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan sikap ilmiah siswa dan tes hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba instrumen tes hasil belajar kognitif diperoleh sebesar 0,529 dengan kategori cukup. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X semester II SMAN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015, dengan sampel penelitian adalah kelas X-IPA 1 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 2 berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data sikap ilmiah siswa, pretest dan posttest tes hasil belajar kognitif siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkan analisis uji hipotesis sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHTdan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada taraf signifikansi 0,05, dengan skor rata-rata kelas eksperimen adalah 64,33 dan kelas kontrol adalah 60,16. (2) Analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak> terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dari hasilpostest pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini dapat dilihat berdasarkan α = 0,05 lebih kecil dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,827 untuk postest hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 78,06 sedangkan kelas kontrol adalah 76,94.