Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN INSTAGRAM MARKETING UNTUK TENANT INKUBATOR BISNIS TRILOGI M. Lahandi Baskoro; Maulidian Maulidian
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 2, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.551 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v2i1.315

Abstract

Abstract: In 2018, the number of Instagram users in Indonesia has reached 55 million users. A year earlier, Jakarta is the champ on Instagram as the most photographed place, surpassing Sao Paulo, New York and Madrid. This phenomenon shows that Instagram is a social network that is trending in Indonesia right now. Trilogi Business Incubator (Inbistro) is a business incubator belonging to the Universitas Trilogi. From observations and discussions, there are still many tenants which assisted by Inbistro who do not understand digital marketing, especially with Instagram. Albeit, Instagram has become a popular social media in Indonesia, including for product promotion. This community service activity will try to answer the problem: how to increase the capacity of Inbistro tenants so that they understand the basics of Instagram marketing? Our training was designed in 3 (three) sessions which discussed: (1) the importance of using Instagram as a marketing tool for a business; (2) How to find quality, free royalty photos and videos for Instagram content; (3) How to find products and sell them on Instagram. Keywords: Instagram marketing, Trilogi Business Incubator, Inbistro, social media, online marketing Abstrak:  Di tahun 2018, jumlah pengguna Instagram Indonesia telah mencapai 55 juta pengguna. Setahun sebelumnya, Jakarta menjadi juara di Instagram sebagai tempat yang paling banyak difoto, melewati Sao Paulo, New York dan Madrid. Fenomena ini menunjukkan bahwa Instagram adalah jejaring sosial yang sedang diminati di Indonesia saat ini. Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro) adalah inkubator bisnis milik Universitas Trilogi. Dari pengamatan dan diskusi, terlihat bahwa masih banyak tenant binaan Inbistro yang belum memahami tentang digital marketing, terlebih dengan Instagram. Padahal Instagram telah menjadi media sosial yang cukup populer di Indonesia, termasuk untuk promosi produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan mencoba menjawab permasalahan: bagaimana cara meningkatkan kapasitas tenant Inbistro agar mereka memahami dasar-dasar pemasaran melalui Instagram (Instagram marketing)? Pelatihan kami rancang dalam 3 (tiga) sesi yang membahas: (1) Pentingnya memanfaatkan Instagram sebagai sarana pemasaran suatu bisnis; (2) Cara mencari foto dan video berkualitas, tanpa berbayar, untuk konten Instagram; (3) Cara mencari produk dan menjualnya di Instagram. Kata Kunci: Instagram Marketing, Inkubator Bisnis Trilogi, Inbistro, media sosial, pemasaran daring
PELATIHAN HIDROPONIK DI YAYASAN ASOFA AKSELERASI SODAQOH FIQRUL AKBAR, KAB. BEKASI Annisa Nur Ichniarsyah; Heny Agustin; Maulidian Maulidian
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 2, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.408 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v2i2.322

Abstract

Abstract: urban farming means to cultivate and nurture animals in a city or within its rural area. There are variety of plants that could be grown namely vegetables and fruits. Urban agriculture is expeted to help improve the economy of the people in an area because the yields produced can provide economic benefits. The Asofa Foundation tried to capture this opportunity in the context of developing a masjid-based economy through hydroponic training for the surrounding community. Therefore, a series of training was conducted to improve the capacity of the community. The training included training on seeding vegetables in rockwool, training on transplanting, and training in preparing and mixing hydroponic fertilizers. The results of the training were that residents were able to cultivate plants using hydroponics. However, the boundary was the environmental conditions (in this case water) in Bekasi which were not good enough so that the seedlings died after being transplanted into the hydroponic kit. Further training needed can be in the form of training fruit plants using hydroponics which can withstand inadequate water conditions. Another training that can be carried out is training in vegetable cultivation with planting methods other than hydroponics that are able to accommodate environmental conditions Keywords: urban farming, economic development, masjid-based economy, trainings  Abstrak: Pertanian perkotaan adalah menanam dan memelihara binatang ternak di dalam atau sekitar kota. Beragam jenis tanaman dapat dibudidayakan terutama tanaman sayuran dan buah. Pertanian perkotaan mampu membantu peningkatan ekonomi rakyat di suatu daerah karena hasil panen yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan ekonomis. Peluang inilah yang berusaha ditangkap oleh Yayasan Asofa dalam rangka pengembangan ekonomi berbasis masjid lewat pelatihan hidroponik untuk masyarakat sekitar. Oleh karena itu, dilakukanlah serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakatnya. Pelatihan yang dilakukan antara lain pelatihan penyemaian tanaman sayuran di rockwool, pelatihan pindah tanam, dan pelatihan meracik pupuk hidroponik. Hasil dari pelatihan tersebut adalah warga mampu melakukan budidaya tanaman dengan menggunakan hidroponik hanya saja kondisi lingkungan (dalam hal ini air) di daerah Bekasi kurang baik sehingga tanaman semaian mati setelah dipindahkan ke dalam kit hidroponik. Pelatihan lanjutan yang diperlukan dapat berupa pelatihan tanaman buah dengan menggunakan hidroponik yang tahan kondisi air yang kurang memadai. Pelatihan lain yang dapat dilakukan adalah pelatihan budidaya tanaman sayuran dengan metode tanam selain hidroponik yang mampu mengakomodasi kondisi lingkungan. Kata kunci: pertanian perkotaan, pengembangan ekonomi, ekonomi berbasis masjid, pelatihan
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI FAKULTAS BIOINDUSTRI, UNIVERSITAS TRILOGI 2019 – 2021 Maulidian Maulidian; Inanpi Hidayati Sumiasih; Mutiara Dewi Puspitawati; Hermawan Seftiono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.601 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1213

Abstract

Universitas Trilogi memiliki visi untuk mencetak generasi teknososiopreneur yang unggul. Visi ini dicapai melalui program tri darma perguruan tinggi. Salah satu wujud untuk mengimplementasikan visi ini, Fakultas Bioindustri Unviersitas Trilogi di bawah Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha Bioindustri membuat program pengembangan kewirausahaan untuk para mahasiswa dan alumni. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mempersiapkan para mahasiswa dan alumni fakultas bioindustri agar dapat menyelesaikan permasalahan bangsa melalui inovasi dan kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu penseleksian, pendampingan, pendanaan, pelatihan dan kunjungan perusahaan. Program di danai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Hasil dan dicapai dalam program ini wirausaha-wirausaha yang inovatif dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada tahun 2019, terdapat 12 usaha yang inovatif yaitu Biocraft, Moodup, Kinuque, Sooci, Mopizza, Isogen, Otel, Mapaya, Bunatea, Muma, Yoshee, dan Nature-B. Tahun 2020 terdapat 12 usaha yang inovatif yaitu Roti Karkus, Burgernesia, Pyong Ktichen, Bubbly Bob’s, Fancis Jam, Dalcomy, Vegefish, Albedo Candy, Yubbi Nugget, Indorice, Rainbowlu, dan Saritem. Tahun 2021, terdapat 8 usaha yang inovatif yaitu Roti Mila, Shicimol, Pudding Custom, Ngenyangin, Bakso Frozen Prebiotik, S-Hat, Dapur Kakak Gembira, dan Otakin aja. Program-program yang diberikan memberikan dampak positif bagi para peserta sehingga usaha yang dijalankan saat ini dapat berkembang dengan baik.