This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Mesin
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Influence of Drying Duration of Paving Block with the 5% Fly Ash Addition on Compressive Strength (Water Binder) Nurzal; Taufik
Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.1 April 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2016.v6.i1.43-49

Abstract

This study was conducted to determine the effect of variations in drying time with the addition of 5% by weight of fly ash in the manufacture of paving blocks through compressive strength testing. Fly ash is derived from the combustion of coal in a steam power plant of SijantangSawahlunto. The increase of production of fly ash causing negative impacts on the environment, so that one of the solutions to overcome such effects is by utilizing fly ash to mix and improve the quality of the paving block (concrete blocks). The composition used to make paving block that is 100% of paving blocks (cement + sand + water) and 95% of paving blocks (cement + sand + water) plus 5% fly ash with variation drying 7, 14, 21, 28 and 35 days. The result showed paving block with 5% by weight of the composition of the fly ash has a higher compressive strength than 0% by weight of fly ash. Optimal conditions obtained on the composition 5% by weight of fly ash and drying time of 35 days. Average - average compressive strength of 23.1 MPa SNI 03-0691-1996 can be classified according to quality and to the parking lot. All the test results are included in SNI, except on drying 7 days with 0% by weight of the composition of the fly ash.
Effect of Printing Pressure to Paving Block with 5% Weight of Added Fly Ashon Compressive Strength Nurzal; Edison; Krisna
Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.2 October 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2016.v6.i2.104-111

Abstract

This research aims to investigate the effect of compacting pressure variations with the addition of 5 wt.% fly ash (Fa) on paving block (Pb) in the compressive strength test base on SNI 03-0691-1996. Fa is obtain from waste material produced from coal burning thermal power plant from Sijantangsawahlunto. The fly ash composition in the paving blocks manufacture, that is: 0 wt.%, 5wt.% Fa + block paving material (cement and sand), pressure variation 55, 65, 75, 85 and 95 Kg/cm2 with a drying time for 35 days. The addition of 5 wt.%Fa in paving block is taken based on the results of research conducted in 2013 by using a variation of the composition of 0,5,10,15 wt.% Fa and obtained optimum conditions at 5 wt.% Fa, while the optimal time drying 35 days is taken based on the results of research conducted in 2014 by the drying time variation of 7, 14, 21, 28, 35 days. While the pressure used 75 Kg/cm2, so it is necessary to study based on variations of pressure to get the optimum condition of the paving blocks. Form of test specimens by SNI 03-0691-1996 with paving block size of 20 cm x 10 cm x 6 cm. The test results showed The addition of 5 wt.%Fa increases the compressive strength when compared to 0 wt.% Fa. Optimal compressive strength occurred in paving block compacting pressure 95 kg/cm2 in the amount of 36.1 kg/cm2 with a quality that is used for road on the composition 5 wt.% Fa and 0 wt.% Fa of 30.3 kg/cm2 with quality B parking area. This is because the material fly ash contains oxide compounds that have mechanical properties that are very good and and the size of the fly ash used is very small so as to fill the voids between particles and reduce the porosity of the paving blocks and the higher pressure causes the density of paving blocks increases because bond between the particles is getting stronger. All the results that have made the products meet the quality according to SNI 03-0691-1996.
Flying Time Of Quadcopter Based On Green Composites Material Mastariyanto Perdana; Nurzal; Syahrul Firdaus; Rozi Saferi
Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin Vol.8 No.2 October 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2018.v8.i2.73-77

Abstract

Application of green composites material is aerial egineering. Advantages of green composites material are lightweight and relatively strong. This reason that makes green composites can be applied in Unmanned Aerial Vehicle (UAV). In this study, material of quadcopter frame was composites material that made of waste material from styrofoam, bagasse and eggshell. Styrofoam was used as binder of composite material. Bagasse and eggshell was used as reinforcement in green composite material. The investigation focused on effect of volume fraction on flying time of quadcopter that made of green composites material. This study showed that addition of eggshell powder in composites up 25% by volume fraction, result in decreasing the flying time of quadcopter. Addition of eggshell powder in composites up 25% by volume fraction, result in decreasing the porous of green composite. Porous structure affect the flying time of quadcopter based on green composite materials that made of waste material from styrofoam, bagasse and eggshell. Green composite based on styrofoam, bagasse and eggshell can be applied in Unmanned Aerial Vehicle (UAV) materials.
PENGARUH VARIASI LAMA PENGERINGAN PAVING BLOK DENGAN PENAMBAHAN 5% FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN (BINDER PT.X) Nurzal; Adriansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.127-132

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi lama pengeringan dengan penambahan 5% berat fly ash pada pembuatan paving block melalui pengujian kuat tekan. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran dan meningkatkan kualitas paving block (bata beton). Komposisi yang digunakan untuk membuat paving block yaitu 100% paving block (semen + pasir + air) dan 95% paving block (semen + pasir + air) ditambah 5% fly ash dengan variasi pengeringan 7, 14, 21, 28 dan 35 hari. Hasil penelitian didapatkan paving block dengan komposisi 5% berat fly ash mempunyai kuat tekan lebih tinggi dari 0% berat fly ash (100% paving block). Kondisi optimal didapat pada komposisi 5% berat fly ash dengan lama pengeringan 35 hari rata – rata kuat tekan 18,8 MPa Menurut SNI 03-0691-1996 dapat digolongkan pada mutu B untuk pelataran parkir.
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK Nurzal; Zepriady Zakir
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.15-21

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash terhadap kuat tekan pada pembuatan paving block. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran paving block. Komposisi fly ash pada pembuatan paving block yaitu sebesar : 0 %, 5 %, 10 %, 15% berat fly ash + material paving block (semen dan pasir). Bentuk spesimen uji berdasarkan SNI 03-0691-1996 dengan ukuran paving block 20 cm x 10 cm x 6 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan optimal diperoleh pada komposisi 5% berat fly ash, yaitu sebesar 21,346 MPa, diikuti oleh komposisi 10 % dan jika diberikan komposisi lebih dari 10 % berat fly ash, maka kuat tekan akan turun lebih kecil dari jika kita hanya menggunakan 0 % berat fly ash. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dihasilkan menurut SNI 03-0691-1996, paving block dengan komposisi 0 %, 5%, 10 % berat fly ash termasuk dalam mutu B yang digunakan untuk pelataran parkir kecuali 15 % berat fly ash termasuk dalam mutu C yang digunakan untuk pejalan kaki.
PENGARUH WAKTU PENGERINGAN DENGAN PENAMBAHAN 5% BERAT FLY ASH MELALUI DAYA SERAP AIR DAN UJI DENSITAS PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK Nurzal; Wendo Febri Putra
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.2 October 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i2.59-67

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu pengeringan dengan penambahan 5% berat fly ash melalui uji daya serap air dan densitas pada pembuatan paving block serta menentukan kwalitas/mutu berdasarkan SNI 03-0691-1996. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran paving block. Paving block merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan tanah. Paving block dikenal juga dengan sebutan bata beton (concrete block) atau cone blok. Komposisi fly ash pada pembuatan paving block yaitu sebesar : 0 % dan 5 % berat fly ash + material paving block (semen dan pasir) dengan variasi waktu pengeringan: 7, 14, 21, 28 dan 35 hari. Bentuk spesimen uji berdasarkan SNI 03-0691- 1996 dengan ukuran paving block 20 cm x 10 cm x 6 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 5% berat fly ash menghasilkan daya serap air dan densitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan 0% berat fly ash. Daya serap air optimal terjadi pada waktu pengeringan 21 hari dan densitas yang dihasilkan semakin rendah. Berdasarkan nilai Daya serap air yang dihasilkan menurut SNI 03-0691-1996, Semua paving block termasuk dalam mutu A yang digunakan untuk jalan.
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP DAYA SERAP AIR PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK Nurzal; Joni Mahmud
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.2 October 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2013.v3.i2.41-48

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash terhadap daya serap air pada pembuatan paving block. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran paving block. Komposisi fly ash pada pembuatan paving block yaitu sebesar : 0 %, 5 %, 10 %, 15% berat fly ash + material paving block (semen dan pasir). Bentuk spesimen uji berdasarkan SNI 03-0691-1996 dengan ukuran paving block 20 cm x 10 cm x 6 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap air tertinggi terjadi pada komposisi 0 % berat fly ash, yaitu sebesar 2,701 %, diikuti oleh komposisi 5 %, 10 %, 15% berat fly ash (daya serap air sebesar 2,678 %, 2,651 %, 2,614 %). Hal ini disebabkan karena ukuran partikel fly ash lebih kecil dari material lainnya sehingga fly ash menutupi rongga antar partikel atau porositas dari paving block .
PENGARUH TEMPERATUR PEMBAKARAN PADA KOMPOSIT LEMPUNG/SILIKA RHA TERHADAP SIFAT FISIS (APLIKASI PADA BATA MERAH) Ade Indra; Nurzal; Hendri Nofrianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.2 October 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2013.v3.i2.60-65

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Tujuan jangka panjang yaitu tersedianya bahan bangunan khususnya bata merah yang berkualitas dari segi fisik dan mekaniknya. Target khusus yang ingin dicapai untuk menciptakan produk bata merah yang memenuhi standar SNI dan merupakan salah satu bahan bangunan yang ramah terhadap gempa. Metode untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menciptakan komposit lempung/silika RHA yang diaplikasikan langsung pada produk bata merah home industry. Pengujian lanjut ini lebih menfokuskan untuk menaikkan temperatur pembakaran sehingga sesuai dengan kebutuhan sintering matrik dalam hal ini adalah tanah lempung, untuk mendapatkan temperatur yang optimum, maka dalam penelitian ini dibuat beberapa fariasi kecepatan tiupan udara pembakaran (0; 0,25; 0,50; 0,75; 1,0 m/s). Proses pembuatan komposisi disesuaikan dengan hasil penelitian kami sebelumnya dan pencetakan sampel dilakukan sama dengan metode yang dilaksanakan oleh home industry bata merah daerah Payakumbuh. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut, ditinjau dari segi sifat fisis yaitu Densitas meningkat dari 1,36 gr/cm3 menjadi 1,68 gr/cm3 pada kecepatan tiupan udara pembakaran 0,25 m/s, terjadi peningkatan 23,4% (porositas menjadi lebih kecil), relative density meningkat dari 55,34% menjadi 68,24%. Untuk Suction rate turun dari 19,07 gr/dm2 /mnt menjadi 17,98 gr/dm2 /mnt hal ini menunjukkan penyerapan air menjadi lebih kecil dan kecenderungan kualitas bata dari segi sifat mekanik akan menjadi lebih baik.
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH DAN SUHU SINTER TERHADAP KEKERASAN PADA MANUFACTURE KERAMIK LANTAI Nurzal; Antonio Eko Saputra.N
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.1 April 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2013.v3.i1.25-28

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash dan suhu sintering terhadap kekerasan Vickers keramik lantai dari fly ash yang telah di-vitrifikasi. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash yang telah di-vitrifikasi sebagai raw material untuk membentuk keramik lantai. Dalam penelitian ini, komposisi bahan dibuat dengan mencampurkan 50 % berat fly ash vitrifikasi (Fav) + 40 % berat clay + 10 % berat batu kapur, 70 % berat fly ash vitrifikasi (Fav) + 24 % berat clay + 6 % berat batu kapur dan 90 % berat fly ash vitirfikasi (Fav) + 8 % berta clay + 2 % berat batu kapur. Spesimen uji dibuat berbentuk silindris dengan diameter 15 mm dengan tekanan sebesar 120 MPa. Spesimen uji kemudian di-sinter pada suhu 1050, 1100, 1150 oC dengan laju pemanasan 10 oC/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal kekerasan vickers terjadi pada spesimen (50 % berat fly ash vitrifikasi + 40 % berat clay + 10% berat batu kapur) pada tekanan 120 MPa dan suhu sinter 1150 oC, yaitu sebesar 11.006 Kg/mm2 .
PENGARUH PROSES WET PRESSING DAN SUHU SINTER TERHADAP DENSITAS DAN KEKERASAN VICKERS PADA MANUFACTUR KERAMIK LANTAI Nurzal; Okto Siswanto
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.2 April 201`2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2012.v1.i2.1-5

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash dan suhu sintering terhadap densitas dan kekerasan Vickers keramik lantai dari fly ash yang telah di-vitrifikasi. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash yang telah di-vitrifikasi sebagai raw material untuk membentuk keramik lantai. Komposisi material yang dipergunakan yaitu: 50 % berat fly ash vitrifikasi (Fav) + 40 % berat clay + 10 % berat batu kapur. Spesimen uji dibuat berbentuk silindris dengan diameter 15 mm dengan tekanan sebesar 120 MPa. Spesimen uji kemudian di-sinter pada suhu 1050, 1100, 1150 oC dengan laju pemanasan 10 oC/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal densitas dan kekerasan vickers terjadi pada spesimen (50% berat fly ash vitrifikasi + 40 % berat clay + 10% berat batu kapur) pada tekanan 120 MPa dan suhu sinter 1150 oC, yaitu densitas sebesar 3,52 gr/cm3 , kekerasan vickers sebesar 6,98 Kg/mm2 .