Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan Employee Engagement Pegawai Perguruan Tinggi X Yuniati, Yoanita; Arijanto, Sugih
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.455 KB)

Abstract

ABSTRAKPerguruan tinggi X merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (Institut) di Bandung. Dosen dan pegawai nonakademik merupakan bagian dari Institut yang memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan Institut. Tujuan tersebut akan tercapai apabila didukung produktivitas yang tinggi dari para dosen dan pegawai nonakademik. Penelitian diawali dengan melakukan pengukuran employee engagement berdasarkan Development Dimension International (DDI) dan National Institute of Standards Technology (NIST). Jumlah sampel penelitian adalah 74 dosen tetap, serta 116 pegawai nonakademik di perguruan tinggi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat engagement (skala 1-4) dosen adalah 2,85 dan untuk pegawai nonakademik adalah 2,79. Hal ini menunjukkan para dosen dan pegawai nonakademik belum mencapai tingkat engaged yang tinggi. Item employee engagement dengan nilai indeks terendah adalah mengenai perlakuan yang adil, pertanggungjawaban, dan umpan balik dari hasil pekerjaan. Usulan untuk peningkatan employee engagement terkait item-item tersebut adalah evaluasi sistem penilaian kinerja, penerapan sistem disiplin pegawai, serta pemberian reward untuk pegawai yang berprestasi.Kata kunci: employee engagement, dosen, pegawai nonakademik.ABSTRACTUniversity X is one of private universities in Bandung. Lecturers and non-academic employees are part of the Institute who have an important role in achieving the goals of the Institute. The objectives will be achieved if supported by high productivity of the faculty and non-academic employees. The study has been begun by measuring employee engagement based on Development Dimension International (DDI) and the National Institute of Standards Technology (NIST). The samples consisted of 74 lecturers and 116 non-academic staff. The results show the value of the level of engagement (scale 1-4) lecturer is 2.85 and for non-academic employees is 2.79. This shows that the lecturers and non-academic employees have not reached the high level of engaged. Employee engagement items with the lowest index value is about fair treatment, accountability, and feedback from the job. Proposal to increase employee engagement related to these items are the evaluation of the performance appraisal system, employee discipline system implementation, as well as the reward system for excellent employees.Keywords: employee engagement, lecturer, non-academic employees.
Rancangan Penilaian Kinerja Operator Painting Body Komponen Caliper Guna Pemberian Insentif dengan Menggunakan Metode Rating Scale dan Urutan Kerja Standar Rukmi, Hendang Setyo; Yunita, Yoanita; Kurniawan, Yoga
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.076 KB)

Abstract

ABSTRAKBody caliper merupakan komponen sistem pengereman kendaraan roda dua yang dibuat PT. Tri Dharma Wisesa. Menurut Bagian Quality Assurance proses pengecatan body caliper menghasilkan cacat terbesar. Penyebabnya operator painting kurang termotivasi menjalankan Urutan Kerja Standar (UKS) dengan benar karena upahnya tetap per bulan dan insentif didasarkan atas pencapaian target jumlah produk tanpa dilihat kualitasnya. Untuk memotivasi operator painting menjalankan UKS dengan benar sehingga jumlah cacat turun, perlu dirancang sistem penilaian kinerja baru yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemberian insentif. Metode yang digunakan adalah rating scale karena mudah dan praktis untuk menilai kinerja karyawan yang jumlahnya banyak. Kriteria penilaian ditentukan berdasarkan UKS. Aktivitas-aktivitas dalam UKS diuraikan dan diidentifikasi jenis cacat yang bisa terjadi serta biaya kualitasnya. Skala penilaian setiap kriteria ditentukan berdasarkan jumlah cacat, sedangkan bobot kriteria ditentukan berdasarkan perbandingan biaya kualitas. Pemberian insentif tergantung pada kategori nilai kinerjanya. Hasil rancangan penilaian kinerja menggunakan 6 kriteria. Setiap kriteria memiliki bobot tertentu. Skala penilaian yang digunakan dari sangat buruk sampai dengan sangat baik. Nilai setiap kriteria merupakan perkalian bobot kriteria dengan skala penilaian. Total nilai kinerja merupakan jumlah seluruh nilai setiap kriteria. Kategori total nilai kinerjanya adalah sangat kurang sampai istimewa. ABSTRACTThe body caliper, a motorcycle braking component, is one of the products manufactured by PT. Tri Dharma Wisesa. According to Quality Assurance Department, it was recognized that body caliper painting gave the biggest contribution to the number defective products. The cause was that the painting operators were dismotivated to perform Urutan Standar Kerja (UKS, Standard Works Sequence) correctly, due to the fixed-salaries and the quantity-only (non quality) based incentives. In order to motivate the painting operators in performing UKS correctly, thus reducing the number of defective products, a new performance appraisal system was needed for the basis of incentives program. The method was based on rating scale, due to its simplicity and practicality for a large number of employees. Evaluation criteria were determined by the UKS. The activities in the UKS were decomposed, the defect types and the cost of quality were identified. The rating scale for each criterion was determined based-on the number of defectives, while the weights of criteria were determined by the comparison of their cost of quality. The incentives were based-on the performance rating category. The designed performance appraisal system is based on 6 criterias. All of them have certain weight. Rating scale is from “very bad” to “very good”. The value of each criterion is the multiplication of the weight and the rating scale. The total performance value is the sum of all criterion values. The performance categories are “very poor” to “excellent”.
USULAN RANCANGAN PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PEJABAT STRUKTURAL AKADEMIK DAN PEGAWAI DI ITENAS Kadri, Kerry; Bakar, Abu; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.982 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem pengukuran kinerja yang kurang efektif di lembaga pendidikan Institut Teknologi Nasional (Itenas). Sistem pengukuran yang saat ini dilakukan hanya kepada pegawai administrasi, karyawan, dan dosen. Namun indikator pengukuran tidak terkait dengan tuntutan pekerjaan melainkan hanya pengukuran kompetensi dan indikator masih sama untuk level jabatan yang sama. Selain itu tidak dilakukan pengukuran kepada pejabat struktural akademik. Pada penelitian ini dilakukan rancangan pengembangan sistem pengukuran kinerja untuk pejabat struktural akademik dengan indikator pengukuran terkait pada capaian renstra dan untuk pegawai administrasi dengan indikator pengukuran terkait pada deskripsi kerja. Selain itu dilakukan pengukuran kompetensi dengan indikator terkait pada nilai-nilai Itenas. Kata Kunci: Sistem manajemen kinerja, sistem pengukuran kinerja, indikator pengukuran kinerja, rencana strategis, deskripsi kerja, kompetensi.   ABSTRACT This research discuss concerning the uneffective performance measurement in Itenas. Current performance measurement only done to administrative employees, workers, and lecturers. But, the measurement indicators are not related to employees job description but only to competencies and it applies the same to all positions that have the same level. This research is to develop the performance measurement for academic structural officials with indicators related to strategic planning achievements and for administrative employees with indicators related to job description achievements. In addition, there is also competency measurement with indicators related to Itenas values. Keywords: performance management, performance measurement, indicator, strategic planning, job description, competency.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN PENGUKURAN GAP KOMPETENSI TEKNISI LABORATORIUM UMUM DAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITENAS Ramadhan, Muhammad Rizky; Yuniati, Yoanita; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.997 KB)

Abstract

PTS XYZ merupakan salah satu perguruan tinggi yang perlu melakukan perencanaan sumber daya manusia terkait dengan pegawai teknisi laboratorium. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis beban kerja waktu saat ini sebagai informasi untuk menentukan jumlah pekerja optimal dan dilakukan pengukuran gap kompetensi. Hasil perhitungan analisis beban kerja menghasilkan jumlah laboratorium yang kekurangan teknisi sebesar 22% dan 78% sudah cukup. Selain itu, hasil pengukuran gap kompetensi menghasilkan teknisi yang sudah memiliki kompetensi sesuai dengan kompetensi kebutuhan jabatan sebesar 9%, sedangkan yang belum sesuai sebesar 91%. Kemudian berdasarkan nilai kesenjangan terbesar menghasilkan kompetensi Perhatian Terhadap Kejelasan Tugas (CO) (Kompetensi Generik) dan Pengetahuan dan Pengoperasian Mesin Kerja (Kompetensi Spesifik) yang harus dikembangkan. Kata kunci: Perencanaan Sumber Daya Manusia, Analisis Beban Kerja, Gap Kompetensi   ABSTRACT PTS XYZ is one of the colleges that would need to conduct human resource planning system associated with the laboratory technician. This research will be the analysis of the workload of the current time as the information to determine the optimal number of workers and competency gaps measured workload analysis results of the calculations yield a shortage of laboratory technicians amount by 22% and 78% is enough. In addition, the measurement results competency gaps produce technicians who already have competence in accordance with the competency requirements of office by 9%, while that is not appropriate by 91%. Then based on the value of the largest gaps produce competence Caution Against Clarity Task (CO) (Generic Competence) and Knowledge Engineering and Operations Work (Specific Competencies) that must be developed. Keywords: Human Resource Planning, Workload Analysis, Gap Competences
Peningkatan Employee Engagement Untuk Teknisi Dan Karyawan Non Administrasi Itenas HANIM, MARDIA; Yuniati, Yoanita; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.123 KB)

Abstract

Engagement menurut DDI adalah “the extent to which people enjoy and believe what they do, and feel valued for doing it”. Penelitian dilakukan di Itenas Bandung, dimana masih terdapat keluhan dari mahasiswa Itenas mengenai pelayanan para karyawan yang dapat menunjukkan bahwa para karyawan tersebut belum engaged. Pengukuran dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, dengan responden 81 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat engagement adalah 2,79 (skala 1-4) yang berada di tingkat sedang. Dua item nilai indeksengagement terendah yaitu item ke-27 (indeks 2,58) dan item ke-7 (indeks 2,52). Usulan perbaikan adalah perbaikan manajemen,seperti: reward dan punishment, perencanaan peningkatan kompetensi kinerja karyawan teknisi dan non administrasi, serta upaya penambahan karyawan untuk mengawasi pekerjaan karyawan ditiap unit.   Kata kunci: Employee Engagement, Teknisi dan pegawai Non Administrasi. ABSTRACT Engagement according to DDI is "the extent to the which people enjoy and believe what they do, and feel valued for doing it". The study was conducted in Itenas where there are complaints from students about the services Itenas employees who showed that it is not engaged. Measurements were made by distributing questionnaires, with 81 respondents. The results show the value of the level of engagement was 2.79 (scale 1-4) who are inthe medium level. Two items index value of the lowest engagement is the 27th item (index 2.58) and Item 7th (index 2.52). Proposed improvements are management improvements, such as: reward and punishment, competency employee performance improvement plan, and increasing employee to supervise the work ofemployeesin each unit. Keywords: employee engagement, non technicians and administrative
Strategi Peningkatan Produktivitas di Lantai Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix AVIANDA, DEA; Yuniati, Yoanita; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.846 KB)

Abstract

PT. Agronesia BMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu, yang menginginkan terjadi peningkatan produktivitas. Tidak adanya pengukuran sistematis untuk meningkatkan produktivitas di lantai produksi membuat target produksi perusahaan tahun 2012 tidak tercapai untuk kategori produk milk cup. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria produktivitas diukur dari tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan tenaga kerja, mesin, dan energi dengan membandingkan 6 rasio produktivitas. Berdasarkan hasil perhitungan OMAX, nilai rasio terendah adalah rasio 5 yaitu total produk yang dihasilkan terhadap pemakaian energi listrik. Analisis pada rasio 5 dilakukan dengan menggunakan metode fault tree analysis (FTA) untuk mendapatkan rekomendasi strategi peningkatan produktivitas.   Kata kunci: Produktivitas, OMAX, indikator performansi, FTA ABSTRACT PT. Agronesia BMC is a company engaged in the field of milk processing, and they want to increase the productivity. The absence of systematic measurement, to improve productivity on the production floor, to make the target company's production in 2012 was not achieved, for the category cup milk products. Productivity measurement could be done by using The Objective Method Matrix (OMAX). Productivity criteria measured from the level of efficiency and effectiveness of the use of labor, machines, and energy by comparing 6 ratio productivity. Based on OMAC calculations, the lowest ratio is the 5th ratio, which is the total products produced with the use of electrical energy. Analysis of the 5th ratio were calculated by using The Fault Tree Analysis (FTA) to get a recommendation strategy of productivity improvement. Keywords: Productivity, OMAX, indicators of performance, FTA
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KEPUASAN DOSEN DAN KARYAWAN TERHADAP SISTEM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA ITENAS Soelastri, Soelastri; Yuniati, Yoanita; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.034 KB)

Abstract

to be edited
PENINGKATAN KEPUASAN KERJA DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PENGAJAR DAN KARYAWAN DI YAYASAN PENDIDIKAN “X” BANDUNG Sentano, Pandu Djati; Arijanto, Sugih; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.529 KB)

Abstract

Yayasan Pendidikan “X” Bandung adalah salah satu institusi dalam bidang pendidikan yang berada di kota Bandung. Untuk mencapai visi, misi dan tujuan “X” perlu memiliki pengajar serta karyawan yang berkualitas. Engagement adalah suatu keterkaitan, keterlibatan, komitmen, rasa memiliki, loyalitas dan rasa bangga dengan pekerjaannya (Macey, 2009 dalam Widjaja, 2015). Pada saat ini kerekatan dan kepuasan pengajar serta karyawan di “X” belum optimal, dikarenakan masih terdapat turnover setiap tahunnya. Untuk bisa meningkatkan tingkat kepuasan dan engagement pengajar dan karyawan, diperlukan pengukuran employee engagement dan kepuasan dengan metode regresi dan korelasi untuk mengetahui elemen yang menjadi fokus perbaikan. Hasil dari pengukuran indeks kepuasan adalah 2,887 dan indeks engagement adalah 3,083. Hasil pengukuran indeks kepuasan harus ditingkatkan. Hal ini menjadi fokus perbaikan, salah satu contohnya kesesuaian dalam pemberian benefit. Kata kunci:Kinerja, Engagement, Kepuasan ABSTRACT “X” Bandung Education Foundation is one of the institutions education in Bandung . To achieve the vision , mission and objectives of “X” need to have teachers as well as qualified employees . Engagement is a relationship , engagement , commitment , sense of belonging, loyalty and pride in his work (Macey 2009 in Widjaja , 2015) . At this time adhesion and satisfaction of faculty and employees at “X” is not optimal , because there is still a turnover each year . To be able to increase the level of satisfaction and engagement of teachers and employees , the necessary measure employee engagement and satisfaction with the method of regression and correlation to determine the elements that became the focus of improvement . Results of measurements of satisfaction index was 2.887 and engagement index is 3,083 . Satisfaction index measurement results must be improved . It is becoming the focus of improvement , one example of conformity in the provision of benefits. Keywords: Performance, Engagement, Satisfaction
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES Rizkia, Irma; Adianto, Hari; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.333 KB)

Abstract

Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu pengukuran efektivitas pemakaian suatu mesin/peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi dan kualitas produk yang dihasilkan. Perhitungan six big losses  dilakukan  untuk mengetahui kerugian yang menyebabkan rendahnya nilai OEE. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk berdasarkan potential cause. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2014-Juni 2015 diperoleh rata-rata persentase nilai availability ratio sebesar 84,777%, performance efficiency sebesar 49,740%, dan rate of quality product sebesar 78,368% Kata  Kunci: Overall Equipment Effectiveness  (OEE),  Six Big Losses, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Abstract   Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a measurement of the effectiveness of the use of a machine/equipment with counting machine availability, performance and quality of products produced. Calculation six big losses conducted to determine losses caused low OEE value. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is a procedure to identify potential cause product failures based. The study was conducted in July 2014 - June 2015 gained an average percentage score availability ratio of 84,777 %, performance efficiency of 49,740 %, and the rate of quality product at 78,368 % Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Pengembangan Perangkat Lunak untuk Penempatan Pegawai Itenas Berdasarkan Kompetensi Adiputra, Renaldy Dwityo; Bakar, Abu; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.255 KB)

Abstract

Institut Teknologi Nasional (Itenas) terus berupaya mengembangkan diri melalui perencanaan dan pengembangan sumber daya manusianya. Setiap pegawai memiliki data dan kompetensi individu masing-masing. Untuk pendataan pegawai dan pengukuran nilai kinerja, dibutuhkan suatu perangkat lunak agar proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat. Penelitian ini berisi mengenai perancangan perangkat lunak pendukung sistem sumber daya manusia dirancang guna menyimpan data pegawai dan menghitung nilai kinerja pegawai berdasarkan gap kompetensi antara kebutuhan kompetensi jabatan (KKJ) untuk setiap jabatan administratif yang ada di Itenas dengan kompetensi individu (KI) masing-masing pegawai. Nilai kinerja pegawai digunakan sebagai acuan dalam proses penempatan pegawai pada suatu jabatan. Perangkat lunak ini menghasilkan rekomendasi urutan prioritas 10 jabatan terbaik untuk tiap pegawai berdasarkan nilai kinerja. Perangkat lunak yang dikembangkan menyimpan data mengenai pegawai serta rekomendasi penempatan pegawai sehingga data yang dibutuhkan dalam sistem manajemen sumber daya manusia dapat dengan mudah diakses.   Kata Kunci:MSDM-BK, penempatan pegawai, perangkat lunak