NOVITA PANAMBE
Program Studi Manajemen Hutan Alam Produksi, Fakultas Kehutanan Manokwari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kehutanan Papuasia (Journal of Papuasia Forestry)

ASOSIASI TALI KUPU-KUPU (Bauhinia acuminata Blume.) DENGAN POHON INANG PADA PLOT MONITORING TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI SIMSON L MANDABAYA; NOVITA PANAMBE; MELIZA S. WORABAI; NOVIKA RUKKA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss1.201

Abstract

Gunung Meja Nature tourist Park is one of the low land tropical forest ecosystems in Manokwari which had various potention of its flora and fauna. The flora potention had relation or complex population, one of them is association between tali kupu-kupu (Bauhinia acuminata Blume.) with its host tree. The purpose of the study was to describe the asociation of B. acuminata with its host tree and its habitat at the low land at Gunung Meja Nature Tourist Park. The method used description with survey technique. The resluts showed that the total population of the trees associating with B. acuminate. There were 10 species i.e. Pometia coreacea, Pometia pinnata, Alstonia scholaris, Artocarpus incissus, Pimelodendron amboinicum, Pterocymbium beccarii, Antiaris toxicaria, Streblus elongate, Medusanthera laxiflora, and Pterygota horsfieldii which dominated by Pometia pinnata 11 trees. The association relation level of B. acuminata with the host tree P. pinnata was very close (2.506 %) while association relation level of B. acuminata was quite close with the host tree of A. scholaris (0.911 %), P. amboinicum (0.911 %), and the association level B. acuminata was not close with the host tree P. coreacea (0.683 %), P. beccarii (0.228 %), A. toxicaria (0.228 %), A. incisus (0.683 %), P. horsfieldii (0.683 %), S. elongata (0.456 %), and M. laxiflora (0.456 %).
Pemanfaatan Tumbuhan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) Sebagai Bahan Bangunan Rumah Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Sembaro Renny Kambu; Matheus Beljai; Novita Panambe
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol7.Iss1.237

Abstract

Hasil hutan non kayu (HHNK) merupakan sumberdaya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat suku asli di Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan HHNK sebagai bahan bangunan rumah tradisional oleh masyarakat suku maybrat di kampung Sembaro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik wawancara semi struktural dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masyarakat suku maybrat memanfaatkan 8 jenis HHNK sebagai bahan bangunan rumah tradisional. Dari 8 jenis tersebut, sebanyak 3 jenis dimanfaatkan untuk pembuatan dinding rumah yang berasal dari bahan kulit kayu dan pelepah sagu. Untuk bahan pembuatan atap rumah digunakan daun sagu, sementara bahan lantai rumah menggunakan bambu. Untuk pengikat bahan rumah, dimemanfaatkan tumbuhan rotan sebagai tali. Pada kondisi saat ini kearifan lokal masyarakat suku maybrat tentang pemaanfaata tumbuhan hasil hutan non kayu sebagai bahan bangunan rumah tradisional sangat menurun, karena daerah ini mengalami kemajuan pembangunan yang cukup pesat.