Susatyo Yuwono
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl A Yani tromol pos 1 Pabelan, Kartasura 57162 Surakarta

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KECERDASAN EMOSI, STRES KERJA DAN KINERJA KARYAWAN Hidayati, Reni; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kecerdasan emosi dan stres kerja pada kinerja karyawan. Hipotesis penelitian ini adalah adanya korelasi antara kecerdasan emosi dan stres kerja pada kinerja karyawan. Subjek penelitian adalah karyawan PT. BRI Kebumen dengan usia minimum 22 tahun, berpendidikan minimal SMA, dan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode pusposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dan stres kerja (R = 0.580 dan Fregresi = 11.909, p < .01) serta dapat digunakan sebagai prediktor kinerja karyawan. Ketika diuji secara terpisah, muncul pula korelasi positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kinerja karyawan (r = 0.527, p < .01), dan korelasi negatif yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja karyawan (r = -0.391, p < .01).
KORELASI KECERDASAN EMOSI DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA Hidayati, Reni; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.BRI Kebumen dengan teknik sampling acak purposive  dengan karakter- istik: usia minimum menandai 22 tahun, tingkat pendidikan minimal SLTA, tahun minimal layanan                  1 tahun. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data instrumen utama adalah kecerdasan emosional skala, skala stres kerja, dan skala appraissal kinerja. Berdasarkan hasil analisis den- gan dua teknik regresi prediktor, nilai R = 0.580 dan FRegresi = 11.909 dengan p &lt;0.01. Hasil ini menunjukkan hubungan yang signifi kan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Artinya kecerdasan emosional dan stres kerja variabel dapat diterapkan menjadi prediktor untuk memprediksi prestasi kerja karyawan. Dari rx1y analisis korelasi parsial = 0.527 dengan p &lt;0.01. Ini berarti ada hubungan positif  begitu signifi kan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja karyawan. Hasil yang lain, korelasi rx2y = -0.391, dengan p &lt;0,01, berarti ada hubungan negatif  begitu signifi kan antara stres kerja dengan prestasi kerja karyawan.
MENGELOLA STRES DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PSIKOLOGI Yuwono, Susatyo
PSYCHO IDEA Vol 8, No 2 (2010): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana kajian stres dalam Islam, khususnya tentang pengelolaan stres. Metode kajian yang dipakai adalah menelaah hasil kajian beberapa ahli terhadap ayat Al Qur’an terkait dengan stres dan pengelolaannya. Agama Islam memaknai stres sebagai cobaan dari Allah SWT yang mampu menyebabkan munculnya penyakit hati. Islam mengajarkan beberapa strategi untuk mengelola stres yaitu niat ikhlas, sabar dan shalat, bersyukur dan berserah diri, doa dan dzikir. Strategi ini juga diungkapkan dalam versi ahli psikologi seperti relaksasi, berpikir positif, dan mengatur waktu. Kata Kunci : mengelola, stress, kajian Islam 
Keragaman Sebagai Modal Untuk Mengembangkan Sumber Daya Unggulan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Yuwono, Susatyo
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memiliki peran strategis dalam mencetak kader persyarikatan sekaligus kader bangsa yang unggulan. Label Muhammadiyah tidak menghalangi adanya keragaman di dalam institusi PTM, baik dari unsur dosen, karyawan maupun mahasiswa. Keragaman yang ada tidak menjadi penghalang untuk maju, bahkan mampu menjadi modal untuk bersaing dengan institusi lain. Artikel ini bertujuan mengungkap bagaimana keragaman di dalam PTM mampu mendukung pengembangan sumber daya unggulan di dalamnya. Dinamika dideskripsikan dengan menggunakan beberapa referensi teoritis maupun hasil penelitian yang sudah ada untuk memperoleh gambaran bagaimana keragaman yang ada dan potensi-potensi untuk pengembangan sumber dayanya. Hasil kajian menunjukkan keragaman yang ada perlu dikelola dengan tepat agar dapat mengoptimalkan potensinya. Pengelolaan dilakukan melalui penempatan yang tepat, sistem komunikasi yang terbuka, fleksibilitas, dan sistem penilaian serta penghargaan yang terbuka. Pengelolaan ini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi sehingga produktivitas organisasi juga akan meningkat.Kata Kunci: keragaman, sumber daya, pengelolaan, muhammadiyah
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL BONDING DAN CITRA KUALITAS PRODUK DENGAN MINAT MEMBELI PADA KONSUMEN Puspitasari, Ika; Hidayat, Thulus; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu, (1) mengetahui hubungan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) mengetahui hubungan antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) mengetahui hubungan antara kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) seberapa tinggi tingkat minat membeli pada konsumen; (5) seberapa tinggi emotional bonding; (6) seberapa tinggi citra kualitas produk; dan (7) variabel yang dominan antara emotional bonding dan citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga di desa Suruh kecamata Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian in iadalah 64 ibu-ibu yang ikut keg- iatan PKK. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah teknik random Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi anareg. Kesimpulan dari hasil analisis data yaitu, (1) ada hubungan positif yang signifi kan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) ada hubungan positif antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) ada hubungan negatif antara citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) minat membeli pada konsumen tergolong sedang; (5) emotional bonding tergolong sangat tinggi; (6) citra kualitas produksi tergolong sedang; (7) variabel emotional bonding mempu- nyai pengaruh lebih dominan dibandingkan variabel citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL BONDING DAN CITRA KUALITAS PRODUK DENGAN MINAT MEMBELI PADA KONSUMEN Puspitasari, Ika; Hidayat, Thulus; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu, (1) mengetahui hubungan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) mengetahui hubungan antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) mengetahui hubungan antara kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) seberapa tinggi tingkat minat membeli pada konsumen; (5) seberapa tinggi emotional bonding; (6) seberapa tinggi citra kualitas produk; dan (7) variabel yang dominan antara emotional bonding dan citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga di desa Suruh kecamata Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian in iadalah 64 ibu-ibu yang ikut keg- iatan PKK. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah teknik random Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi anareg. Kesimpulan dari hasil analisis data yaitu, (1) ada hubungan positif yang signifi kan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) ada hubungan positif antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) ada hubungan negatif antara citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) minat membeli pada konsumen tergolong sedang; (5) emotional bonding tergolong sangat tinggi; (6) citra kualitas produksi tergolong sedang; (7) variabel emotional bonding mempu- nyai pengaruh lebih dominan dibandingkan variabel citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen.
KONFLIK HUBUNGAN INDUSTRIAL Dahlia, Riza; Prastiti, Wiwin Dinar; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4712

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah keharmonisan hubungan industrial yang belum tercipta antara karyawan, manajemen dan pemegang saham diperusahaan-perusahaan yang ada diseluruh dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang konflik dan bentuk konflik hubungan industrial. Subjek penelitian ini adalah karyawan Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), Tbk. (PTBA). Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan alat pengumpulan data observasi, interviw dan dokumentasi. Sehingga analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan latar belakang konflik yang terjadi di PTBA adalah rintangan dan masalah komunikasi, ketergantungan tugas, perbedaan gender, kekaburan batas-batas bidang kerja dan sifat individu. Berdasarkan latar belakang konflik dapat disimpulkan bahwa bentuk konflik yang terjadi di PTBA antara lain : (1) konflik hirarki, yang dirasakan oleh tenaga kontrak, interaksi yang kurang baik antara pihak karyawan dengan manajemen. (2) konflik cara menyelesaikan masalah yang dialami pihak satuan kerja pengembangan dan latihan. (3) konflik intra perorangan; yang dirasakan subjek DS, para pensiunan dan peserta pelatihan anak putus sekolah. (4) konflik yang timbul karena atasannya yaitu konflik kekuasaan.   
Ibadah Haji sebagai Prediktor Pembeda Intensi Prososial Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensi prososial antara muslim yang sudah menunaikan ibadah haji dan muslim yang belum menunaikan ibadah haji dengan mengendalikan faktor usia yaitu diatas 21 tahun dan bertempat tinggal di wilayah Kotamadya Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan intensi prososial antara muslim yang sudah menunaikan ibadah haji dan muslim yang belum menunaikan ibadah haji, yaitu intensi prososial muslim yang sudah menunaikan ibadah haji lebih tinggi daripada muslim yang belum menunaikan ibadah haji. Alat ukur menggunakan skala intensi prososial dan skala religiutas. Analisis data menggunakan teknik Analisis Kovarians 2 jalan (AB) dengan 1 Kovariabel. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan intensi prososial dengan F = 30.505 dan p . 0,05 , dimana lebih tinggi intensi prososial pada muslim yang sudah menunaikan ibadah haji daripada yang belum menunaikan ibadah haji dengan rerata sesuaian 75.649 berbanding 72.508.
SUKSESI SEBAGAI WUJUD PERENCANAAN KARIR Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4779

Abstract

Kasus konflik yang muncul dalam beberapa kali pergantian jabatan (suksesi) menunjukkan kurang lancarnya proses suksesi. Proses suksesi harus dipahami sebagai salah satu wujud perencanaan karir yang akan dialami oleh setiap orang. Suksesi juga harus dipahami sebagai usaha untuk melakukan penyegaran terhadap iklim kerja. Untuk itu dibutuhkan sistem manajemen karir yang baku, terbuka  (transparan) dan konsistensi sehingga karyawan memiiki gambaran yang pasti tentang jalur karir dan dapat memahami bagaimana proses pengembangan karirinya. Sistem ini akan memacu motivasi kerja karyawan karena ia memiliki harapan untuk mampu mencapai puncak karirnya. Proses kaderisasi berjalan sesuai jalur karir dimana atasan membimbing bawahan sebagai kadernya dan bawahan juga harus bekerja sesuai bimbingan atasan agar mampu menggantikan posisinya. Selain itu juga akan memunculkan keikhlasan dari pejabat untuk diganti sebab prosesnya dapat dipahami. Dengan demikian kemulusan proses suksesi dapat dipertahankan. 
PERASALAHAN PSIKOSOSIOSPIRITUAL DALAM FENOMENA KUMUKUS Yuwono, Susatyo; Yuniarto, Iko
Indigenous Vol. 7, No. 2, November 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4646

Abstract

Fenomena kemukus adalah ritual religio-magis berupa ziarah ke makam Pangeran Samudro yang diikuti oleh ritual seksual, yaitu berhubungan seksual dengan lawan jenis. Ritual ini dilakukan dengan keyakinan agar memperoleh apa yang diharapkan seperti pesugihan, berhasil dalam mencocok tanam, atau sembuh dari penyakit. Akan tetapi akhirnya yang lebih menonjol dalam ritual ini adalah praktek prostitusinya. Penelitian ingin mengungkap permasalah prikososiospiritual yang melingkupi fenomena kemukus. Cara penelitian dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu pelaku prostitusi, peziarah, warga masyarakat dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek prostitusi muncul karena kepercayaan yang begitu kuat terhdap alur cerita atau legenda yang sudah menyimpang yang berkembang dalam masyarakat. Selain itu adanya sikap permasif pada warga masyarakat asli atas keberadaan prostitusi terselubung, yang berarti dapat menerima adanya prakek/kegiatan prostitusi. Tingginya ketergatungan pengahasilan masyarakat pendatang atas keberadaan makam menyebabkan praktek prostitusi terus berlangsung, apalagi aparat dan pemerintah daerah juga tidak melakukan penerbitan karena kawasan ini juga menyumbang devisa yang cukup besar.