Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ESTETIKA KETIDAKSADARAN: KONSEP SENI MENURUT PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Zaenuri, Ahmad
Imajinasi Vol 4, No 2 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sigmund Freud lahir di Moravia pada tahun 1856. Pada akhir abad kesembilan belas, Freud mulai memformulasikan teorinya yang kontroversial mengenai seksualitas infantil dan interpretasi mimpi, keduanya merupakan pusat teori psikoanalisis. Psikoanalisis memberikan gagasan yang mendasar bahwa semua pikiran dan tindakan sadar adalah proses yang tidak disadari yang diringkas dalam frase pikiran yang tidak sadar. Perilaku dalam kehidupan sehari-hari merupakan perilaku sadar dalam ketidaksadaran. Represi atas ketidaksadaran akan termanifestasikan dalam perilaku tidak sadar seperti pada keseleo lidah, kekeliruan perilaku, fantasi, dan mimpi. Tekanan-tekanan psikologis dalam diri seniman dapat berupa harapan, impian, cita-cita, keinginan, perasaan senang atau tidak senang, pengalaman traumatis, kecemasan neurotik (anxiety), ketakutan (pobhia), baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosialnya. Proses represi terhadap libido oleh fiksasi terendap dalam alam bawah sadar oleh seniman, energinya diubah dalam proses berkarya seni. Simbol-simbol yang tertuang dalam seni surealistis merupakan gambaran sederhana dari dorongan libido dan merupakan kode yang perlu dipecahkan oleh audiens tentang apa yang terkandung dalam karya seni.  
Estetika Ketidaksadaran: Konsep Seni menurut Psikoanalisis Sigmund Freud (1856-1939) (Aesthetics of Unconsciousness: Art Concept according Sigmund Freud Psychoanalysis) Zaenuri, Ahmad
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 3 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i3.811

Abstract

Psikoanalisis Sigmund Freud mendasarkan pemikirannya pada ketidaksadaran sebagaianalisis ilmiah. Ketidaksadaran dalam perilaku digambatkan sebagai kesalahan-kesalahanperilaku, keseleo lidah, kelupaan, imajinasi, fantasi dan mimpi yang disebabkankarena dorongan psikis tidak sadat yang disebut sebagai libido. Libido, dalampsikoanalisis merupakan energi psikis yang mendasari segala perilaku manusia sejakkeberadaan manusia di dunia. Libido sebagai energi yang paling dalam pada individubersifat naluriah, instinktif dan primitif yang mendorong makhluk hidup untuk bertahanhidup, memiliki hasrat seksual dan naluri kematian. Libido (id), mendorongmanusia untuk melakukan segala sesuatu yang berprinsip pada kesenangan, namundorongan ini dibatasi oleh ego yang berprinsip pada realitas sehingga perilaku yangdimunculkan adalah super ego. Dorongan yang terpendam karena represi menekanpsikis sehingga muncul perilaku tidak sadar sebagai manifestasinya. Ketidaksadaran,oleh seniman Surealisme bermanfaat sebagai ide untuk menciptakan karya seni yangimajinatif dan fantastik. Seni Surealisme merupakan bentuk estetika ketidaksadarandalam kesadaran manusia yang menggambarkan mimpi-mimpi sebagai produk fantasidari dorongan energi psikis yang direpresi. Surealisme adalah otomatisme murni dariperilaku yang terlepas dari kontrol kesadaran dan masuk dalam permainan pikiran.Kata kunci: Psikoanalisis, Seni, Surealisme, Esatetika
SENI PEMBEBASAN : ESTETIKA SEBAGAI MEDIA PENYADARAN Lestari, Wahyu; Zaenuri, Ahmad
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v9i1.663

Abstract

Aesthetic is not only presents beauty that give pleasure without any interest of thesense, but also gives an recognition for people in terms of developing social,economic, politic, and culture phenomenon. Aesthetic which gives beauty has essenceof recognition social and culture phenomenon changes system and culture, changesvalue system in society. Reality life is imagination, fantasy, and absurd dreams,whereas the truth and kindness of beauty only occur in ideas which create beauty of lifemanagement and the value of culture system itself. Art as a media of freedom is aneffective alternative as a means of massage delivery about situation of social life thatgrow attempts of policies of decision maker and global capitalism who create system ofculture value in society for capitalist interest.Kata Kunci : estetika, penyadaran, seni, pembebasan
SENI PEMBEBASAN : ESTETIKA SEBAGAI MEDIA PENYADARAN Zaenuri, Ahmad; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v9i1.663

Abstract

Aesthetic is not only presents beauty that give pleasure without any interest of thesense, but also gives an recognition for people in terms of developing social,economic, politic, and culture phenomenon. Aesthetic which gives beauty has essenceof recognition social and culture phenomenon changes system and culture, changesvalue system in society. Reality life is imagination, fantasy, and absurd dreams,whereas the truth and kindness of beauty only occur in ideas which create beauty of lifemanagement and the value of culture system itself. Art as a media of freedom is aneffective alternative as a means of massage delivery about situation of social life thatgrow attempts of policies of decision maker and global capitalism who create system ofculture value in society for capitalist interest.Kata Kunci : estetika, penyadaran, seni, pembebasan
Estetika Ketidaksadaran: Konsep Seni menurut Psikoanalisis Sigmund Freud (1856-1939) (Aesthetics of Unconsciousness: Art Concept according Sigmund Freud Psychoanalysis) Zaenuri, Ahmad
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 3 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i3.811

Abstract

Psikoanalisis Sigmund Freud mendasarkan pemikirannya pada ketidaksadaran sebagaianalisis ilmiah. Ketidaksadaran dalam perilaku digambatkan sebagai kesalahan-kesalahanperilaku, keseleo lidah, kelupaan, imajinasi, fantasi dan mimpi yang disebabkankarena dorongan psikis tidak sadat yang disebut sebagai libido. Libido, dalampsikoanalisis merupakan energi psikis yang mendasari segala perilaku manusia sejakkeberadaan manusia di dunia. Libido sebagai energi yang paling dalam pada individubersifat naluriah, instinktif dan primitif yang mendorong makhluk hidup untuk bertahanhidup, memiliki hasrat seksual dan naluri kematian. Libido (id), mendorongmanusia untuk melakukan segala sesuatu yang berprinsip pada kesenangan, namundorongan ini dibatasi oleh ego yang berprinsip pada realitas sehingga perilaku yangdimunculkan adalah super ego. Dorongan yang terpendam karena represi menekanpsikis sehingga muncul perilaku tidak sadar sebagai manifestasinya. Ketidaksadaran,oleh seniman Surealisme bermanfaat sebagai ide untuk menciptakan karya seni yangimajinatif dan fantastik. Seni Surealisme merupakan bentuk estetika ketidaksadarandalam kesadaran manusia yang menggambarkan mimpi-mimpi sebagai produk fantasidari dorongan energi psikis yang direpresi. Surealisme adalah otomatisme murni dariperilaku yang terlepas dari kontrol kesadaran dan masuk dalam permainan pikiran.Kata kunci: Psikoanalisis, Seni, Surealisme, Esatetika
PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA (QUALITY OFWORKLIFE) DAN KETIDAKAMANAN KERJA (JOB INSECURITY) TERHADAP NIAT KARYAWAN UNTUK MENINGGALKAN PEKERJAAAN (TURNOVER INTENTION) DENGAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL (ORGANIZATIONAL COMMITMENT) Zaenuri, Ahmad; Eric Santosa, Markus S urkamta
Jurnal Ilmiah Telaah Manajemen Vol 14 No 1 (2017): VOL. 14 NO. 1 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Telaah Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.111 KB)

Abstract

This study to determine the effect of the quality of work life and job insecurity on turnover intention with the mediation of organizational commitment. This research was conducted contract employee in Semarang PT.AST with the number of respondents as many as 293 people. The research instrument used a questionnaire that tested the validity and reliability, and to explain the influence of independent variables on the dependent variable using a multiple linear regression equation, whereas hypothesis testing using F-test, t test and the beta coefficient. The sampling technique in this research is proporsionl stratified random sampling. The results showed that the quality of work life positive and significant effect on organizational commitment, job insecurity does not affect the organizational commitment, the quality of work life does not affect the turnover intention, job insecurity positive and significant effect on the turnover intention, organizational commitment does not affect the turnover intention, organizational commitment does not mediated the effect of the quality of work life and job insecurity with turnover intention. Keywords: Quality of work life, job insecurity, organizational commitment, turnover intention
PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN (KONSEP METODE PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN) Zaenuri, Ahmad
Al Ghazali Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasan ini berusaha mengungkap metode-metode pendidikan yang terdapat dalam al-Qur’an. Metode tersebut kemudian disinergikan dengan tema-tema kekinian. Dengan menggunaan penelitian literatur (library research), dan pendekatan tafsir, diharapkan akan diperoleh pengetahuan tentang metode pembelajaran yang sejalan dengan semangat al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan, sedikitnya terdapat lima bentuk metode pembelajaran yang diajarkan oleh al-Qur’an. Metode-metode tersebut antara lain; Metode cerita atau ceramah. Metode ini sejalan dengan al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 66-67. Metode diskusi, tanya jawab dan dialog. Metode ini sejalan dengan al-Qur’an surat al-Anbiya ayat 52-61. Metode penyadaran, metode ini sejalan dengan al-Qur’an surat Luqman ayat 13. Metode pemberian hukuman. Metode ini sejalan dengan al-Qur’an surat al-Nisa ayat 34. Selanjutnya, metode yang terakhir yaitu metode keteladanan. Metode ini sejalan dengan al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 21.
Pesantren Al-Khairaat of Gorontalo; Hadrāmī Tradition and Habāib Domination Zaenuri, Ahmad; Yusuf, Habibie
Jurnal Penelitian Volume 18 Nomor 1 2021
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v18i1.3492

Abstract

Al-Khairaat is an Islamic Boarding School founded by a charismatic cleric of Hadramaut descent, Sayyid Idrus bin Sālim Al-Jufrie in Palu, Central Sulawesi. Since its establishment in 1930, more than 500 branches of Al-Khairaat schools have spread in the central, northern, southeast, and western parts of Sulawesi Island to Gorontalo area. The development of Al-Khairaat became interesting because the school curriculum represents a pattern of Hadrāmī tradition offered in society (ahwal). Besides, the charismatic dominance of Sayyid Idrus bin Sālim Al-Jufrie as a descendant of the Prophet became an appeal in gaining public trust in Al-Khairaat. This research aimed to analyze the extent of how the Hadrāmī tradition applied and the influence of Sayyid Idrus Bin Sālim Al-Jufrie as a descendant of the Prophet to develop Al-Khairaat boarding school. The field research was carried out using an ethnographic method. The research results showed that the tradition of Hadrāmī in the form of wirid, dhikr, and shalawat had become an appeal. It conforms to the social conditions of Gorontalo people, who appear to be traditionalists in the practice of religion and some of their people are similar to the rituals of urban sufism. In addition, people who want their children to become proficient in religion often claim that Al-Khairaat can deliver these values. As for the dominance of habāib, it is more noticeable in culture, social, and symbol in the context of a high appreciation of it in society's social stratification and even things considered non-scientific.
ANALISIS PENGARUH PENCAMPURAN BAHAN BAKAR BIODIESEL MINYAK JELANTAH TERHADAP DAYA DAN TORSI PADA MOTOR DIESEL Zaenuri, Ahmad; Supriyadi, Slamet; Suheli, Suheli
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): Juni - November 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alterktif dari sumber yang tidak ada habisnya, dengan susunan ester lemak tak jenuh dari minyak nabati, antara lain: minyak kemiri, minyak sawit, minyak biji kapuk, dan terdapat lebih dari 30 jenis tumbuhan Indonesia yang kemungkinan dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil pengaruh kombinasi bahan bakar solar, dexlite, dan pertamina dex dengan biodiesel minyak jelantah terhadap daya dan torsi, bahan bakar spesifik dan efisiensi thermalpada motor diesel. Kecepatan putaran mesin yang digunakan adalah pada kisaran 1700 rpm, 2100 rpm, 2500 rpm, 2900 rpm, 3300 rpm, 3700 rpm, dan 4100 rpm. Biodiesel minyak jelantahpada penelitian ini diperoleh dari Perguruan Tinggi Negeri Semarang, khususnya minyak jelantah yang sudah melalui siklus transesterifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencampuran energi mempengaruhi perubahan daya, torsi , bahan bakar spesifik, dan efisiensi thermal pada motor diesel.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN Ahmad Zaenuri
Irfani Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.658 KB)

Abstract

Gagasan pemikiran pendidikan Rahman menitikberatkan pada integrasi keilmuan, baik antara ilmu-ilmu Islam (al-ulum al-diniyyah) dan ilmu-ilmu rasional (al-ulum al-syar’iyyah). Rahman menginginkan bangunan keilmuan yang integral, holistik dan kontekstual. Dengan demikian al-Qur’an dan al-Sunnah tetap menjadi sentral pengetahuan. Akan tetapi terhadap ilmu-ilmu rasional, harus saling berinteraksi, saling memperbincangkan (dialog) dan saling menghargai, serta sensitif terhadap kehadiran ilmu yang lainya, sehingga dikotomi maupun segala bentuk pemisahan ilmu, tidak dikenal lagi.Implikasi dari pemikiran pendidikan Fazlur dalam dunia pendidikan menghasilkan formulasi keterpaduan ilmu (Integratif-interkonektif). Hal ini sejalan dengan semangat al-Quran, yaitu pendidikan al-Qur’an (hadlarah al-nash), juga mendalam dalam kajian-kajian keilmuanya (hadlarah al-‘ilm), serta peduli dengan wilayah ‘amali, praktis nyata dalam realitas dan etika (hadlarah al-falsafah).