Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Short-term intravenous zoledronic acid in severe osteogenesis imperfecta : A report of three siblings of children Lim, Hadyanto; Zein, Umar; Siregar, Yahwardiah; Marpaung, Blondina; Sinaga, Jaminsen
Medical Journal of Indonesia Vol 17, No 2 (2008): April-June
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.322 KB) | DOI: 10.13181/mji.v17i2.310

Abstract

This report documented the clinical and biochemical side effects on the first dose of intravenous zoledronic acid therapy in three siblings with severe osteogenesis imperfecta. Zoledronic acid was administered in 50 ml 0.9% saline solution over a period of 30 minutes. All patients had fever during the first 6 to 48 hours after the first infusion. There were no renal side effects, apart from asymptomatic hypocalcemia and hypophosphatemia at 48 and 72 hours after zoledronic acid infusion. The minimal clinical side effects were easily manageable. (Med J Indones 2008; 17: 127-30)Keywords: zoledronic acid, osteogenesis imperfecta, side effects
Sensitivity and Specificity of Nested PCR for Diagnosing Malaria: Cases in Several Areas of Indonesia Arifin, Samsul; Fitri, Loeki Enggar; Sujuti, Hidayat; Hermansyah, Bagus; Endharti, Agustina Tri; Burhan, Niniek; Candradikusuma, Didi; Sulistyaningsih, Erma; Tuda, Josef Sem Berth; Zein, Umar
Journal of Tropical Life Science Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.08.02.11

Abstract

Indonesia is still included in high endemic area of malaria infection. Early detection as well as appropriate and quick treatment is needed to be able to prevent and treat malaria in Indonesia. Laboratory examination using a microscopic method is still used as the gold standard to diagnose malaria cases. However, the morphology similarity of some Plasmodium species and the number of parasites that can be seen under microscopy causes malaria diagnosis become difficult if only relying on microscopy diagnostic method. The purpose of this study is to analyze the sensitivity and specificity of nested PCR compared to microscopic examination in diagnosing malaria cases. A cross-sectional study has been carried out in some areas of Indonesia and the microscopic analysis as well as nest PCR was done in Laboratory of Parasitology and Laboratory of Central Biomedical Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya, Malang East Java Indonesia. A total of 149 blood samples from patients with clinical symptoms of malaria had been obtained from Sumatra, Sulawesi and East Java during December 2011 to December 2013. From 149 sample, 81.9% samples were diagnosed malaria positive by microscopy examination, whereas the PCR results showed that 90.6% of samples were positive. Nested PCR sensitivity is 97.5%, and microscopy 88.2%. Nested PCR specificity is 40.7%, whereas microscopy 78.5%. PPV and NPV for nested PCR are 88,2% and 78.5% respectively, and for microscopy are 97.5% and 40.7% respectively. Nested PCR has a higher sensitivity than microscopy in diagnosing malaria and is able to detect mixed infection better than microscopic examination. However, it is statistically less specific than microscopy examination.
ANALISIS KUALITATIF KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI POLI KLINIK GIGI DAN MULUT DI RSUD TGK CHIK DITIRO SIGLI Rohana Sofyana, Cut; Harahap, Juliandi; Zein, Umar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1175

Abstract

Pada saat ini pelayanan kesehatan gigi perlu mendapatkan perhatian, khususnya masyarakat yang kurang mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Apabila masalah karies/gigi berlubang dibiarkan dan kecenderungan peningkatannya di masa mendatang tidak dicegah, dampaknya akan sangat merugikan. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi di Poliklinik Gigi dan Mulut di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli tahun  2020. Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebanyak 6 orang yang terdiri dari pasien umum sebanyak 2 orang, pasien BPJS/ASKES sebanyak 2 orang dan pasien inhealth sebanyak 2 orang. Teknik analisis data dengan  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 informan rata-rata jawaban mereka adalah : Berdasarkan kehandalan belum puas karena proses penerimaan pasien masih sulit dan pelayanan tenaga kesehatan tidak maksimal.Berdasarkan daya tanggap belum puas karena perawat tidak memberikan penjelasan informasi secara maksimal dan tidak segera datang ketika di butuhkan, berdasarkan jaminan puas karena dokter mampu memberikan jaminan kesembuhan pada pasien. berdasarkan empati belum puas tenaga kesehatan tidak memberikan perhatian pada pasien dan tidak menjelaskan informasi terkait pelayanan kesehatan gigi serta tidak menjelaskan prosedur pemeriksaan, berdasarkan tampilan fisik belum puas ruangan poliklinik gigi dan mulut terlalu kecil dan tidak nyaman serta kurang terjaga privasinya. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini yaitu selain dimensi jaminan informan belum puas terhadap pelayanan yang berkunjung ke Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli. Diharapkan  kepada rumah sakit agar dapat mempertahankan kepuasan pasien dengan meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan memperhatikan berbagai dimensi, yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan tampilan fisik. Kata Kunci : Kepuasaan, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati Dan Tampilan Fisik.
ANALISIS MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI POLI GIGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN ABDUL AZIZ SYAH PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR Nurul Hikmah Rangkuti; Umar Zein; Tri Ningsih Utami
Jurnal Akrab Juara Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien dengan kualitas layanan kesehatan gigi dan mulut adalah perbandingan antara persepsi layanan yang diterima dan harapan mereka sebelum mendapatkan layanan. Pasien mengharapkan layanan yang baik, cepat, responsif dan nyaman. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis hubungan mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien di poli gigi Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke poliklinik gigi RSUD Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur sebanyak 219 orang. Jumlah sampel sebanyak100 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien sebesar 85% dan sebesar 15 % pasien menyatakan kurang puas. Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan aspek fisik (p = 0,000), reliabilitas (p = 0,000), interaksi personal (p = 0,000), pemecahan masalah (p = 0,000) dan kebijakan (p = 0,000) pada kepuasan pasien di poliklinik gigi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak.