Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Praktik Kuliah Lapangan Terhadap Pembentukan Kompetensi Kepribadian Calon Guru Eka Nurdiana; Muhammad Zid; Aris Munandar
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.12397

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Praktik Kuliah Lapangan terhadap Pembentukan Kompetensi Kepribadian Calon Guru di Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga November 2018. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di tiga (3) lokasi, lokasi 1 geografi fisik di Desa Candirenggo-Kebumen, lokasi 2 geografi dan pemetaan sosial ekonomi di Desa Candi-Semarang, dan lokasi 3 Terpadu di Desa Plajan-Jepara. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk 2017, 2016, dan 2015 dengan total 60 siswa sebagai responden. Hasil penelitian ini, yaitu, korelasi antara variabel penilaian pada PKL meliputi: penilaian sikap, kinerja alat, kinerja presentasi, proyek, dan portofolio dengan variabel kompetensi kepribadian, (1) variabel penilaian proyek memiliki kekuatan hubungan yang lebih besar dengan variabel kompetensi kepribadian daripada penilaian orang lain; (2) ada hubungan terbalik antara penilaian sikap dan penilaian portofolio dengan kompetensi kepribadian. Dengan demikian, ini menyatakan bahwa penilaian sikap tidak digunakan karena dibentuk sebagai efek samping dari setiap kegiatan secara tidak langsung dan penilaian portofolio direvisi karena masing-masing kekuatan menghasilkan produk dari hasil yang berbeda.Kata Kunci: Praktik Kuliah Lapangan, Kompetensi Kepribadian, Calon GuruThis study aims to determine the contribution of Praktik Kuliah Lapangan   to the Formation of Personality Prospective Teacher Competencies in Geography Education Study Program, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University. This research was conducted from July to November 2018. The sampling method was purposive sampling. This research was conducted in three (3) locations, location 1 physical geography in Desa Candirenggo-Kebumen, location 2 social economic geography and mapping in Desa Candi-Semarang, and location 3 Integrated in Desa Plajan-Jepara. The population and sample in this study were students Geography Education Study Program for 2017, 2016, and 2015 with a total of 60 students as respondents. The results of this study, namely, the correlation between the assessment variables on street vendors include: assessment of attitudes, tool performance, presentation performance, projects, and portfolios with personality competency variables, (1) project appraisal variables have greater relationship strength with personality competency variables than assessment others; (2) there is an inverse relationship between attitude assessment and portfolio assessment with personality competencies. Thus, this states that the attitude assessment is not used because it is formed as a side effect of each activity indirectly and the assessment of the portfolio is revised because each force produces products of different results.    Keywords: Praktik Kuliah Lapangan, Personality Competence, Teacher Candidates
The Implementation of Teacher Strategies in Maintaining Sundanese Culture in the Senior High School Region I West Java Puspitasari, Yola; Zid, Muhammad; Hardi, Ode Sofyan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v21i1.32059

Abstract

This research aims to analyze the implementation of teacher strategies in maintaining Sundanese Culture in West Java, at Senior High Schools in Region I West Java. The research method used was descriptive-qualitative with literature study. Data collection techniques were done through interviews, documentation, and examining secondary data as complementary data. The results showed that territory that were further away from the Priangan/Bandung area such as Depok City, and parts of Bogor Regency which bordered by Banten and Depok, has cultural acculturation and it was difficult to maintain Sundanese language, so that this region places great emphasis on Sundanese arts and traditional clothes. To instill a love “nyaah” or love of Sundanese culture, namely by implementing Sundanese art activity program strategies and competitions on Sundanese culture in schools by adjusting the language used in the area, namely Indonesian with the Betawinese dialect. Meanwhile for territory of closer Priangan/Bandung like the Sukabumi City, Bogor City, Cianjur Regency, Sukabumi Regency, and parts of Bogor Regency which border Cianjur-Sukabumi, there is no difficulty that the maintenance of Sundanese culture, because the majority of students in this region is the original Sundanese people. Yet these areas implement strategy in the use of language in accordance undak-usuk or origin of Sundanese language through a lesson and outside of a lesson, and focused on aspects art and Sundanese traditional clothes, with an implement strategy through activity program pasanggirikasundaan (competition on Sundanese) and art Sundanese at school.
Pendidikan Warga Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Wulandari, Mega; Azhari, Shafa Anggitari; Rachmawati, Yaashinta Ayu; Zid, Muhammad
UNM Geographic Journal Volume 3 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ugj.v3i1.8013

Abstract

This research was motivated by the curiosity of the condition of education of the people in the village who are still bound by adat, both in terms of aspects of community participation and from aspects of government assistance in the advancement of education. This study aims to determine the educational conditions of the people of Kampung Naga, and the participation of the people of Kampung Naga towards education, as well as subsistence assistance in education from the government for the people of Kampung Naga. In this study using qualitative methods and descriptive approaches. By using interview techniques and observations on 30 November - 2 December 2018. The results of this study indicate that the level of the economy and government subsidy assistance greatly impact on community participation in implementing education.Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya keingintahuan akan kondisi pendidikan  warga di Desa yang masih terikat adat, baik dari segi aspek partisipasi masyarakatnya maupun dari aspek bantuan pemerintah dalam kemajuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pendidikan masyarakat Kampung Naga, dan partisipasi masyarakat Kampung Naga terhadap pendidikan, serta bantuan subsisdi pendidikan dari pemerintah untuk masyarakat Kampung Naga. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tanggal 30 November- 2 Desember 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perekonomian  serta bantuan subsidi pemerintah sangat berdampak pada partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pendidikan.
INTERAKSI DAN PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT BADUY DI ERA MODERN muhammad zid
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 17 No 1 (2017): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 17 Nomor 1, Ma
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.346 KB) | DOI: 10.21009/spatial.171.03

Abstract

Suku Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Suku ini memiliki dua wilayah, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Kedua wilayah ini memiliki adat istiadat yang cukup ketat, salah aturan yang cukup terkenal adalah tidak diperkenankan untuk menggunakan dan memiliki teknologi, mengatur tata cara berpakaian dan tata cara hidup. Namun, pada Baduy Dalam memiliki aturan yang cukup ketat untuk menjalankannya dibandingkan dengan Baduy Luar. Seiring dengan bertambah nya pengunjung wisata budaya di Baduy membuat masyarakat Baduy semakin intensif berinteraksi dengan masyarakat luar Baduy dan hal ini akan mendorong terjadinya suatu perubahan sosial pada tatanan masyarakat Baduy. Hasil dari penelitian yang dilakukan langsung di Baduy dengan menggunakan teknik wawancara mendalam mengindikasikan bahwa telah terjadi perubahan sosial pada masyarakat Baduy, baik pada Baduy Luar ataupun Baduy Dalam, terutama perubahan tata cara berpakaian pada warga Baudy Luar dan Penggunaan Teknologi. Namun, perubahan sosial lebih besar terjadi pada masyarakat Baduy Luar. Kemudian, perubahan sosial tidak begitu terlihat pada Baduy Dalam karena hanya terjadi perubahan sosial dalam aspek penggunaan bahasa. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Perubahan Sosial, Masyarakat Baduy
Analisis Pengaruh PJBL dan PBL Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Aspek Fisik Pembelajaran Geografi Zaitun Mukaromah; Muhammad Zid; Ahman Sya
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.425 KB) | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2857

Abstract

Penulisan artikel ini adalah untuk mengutarakan mengenai pengaruh dari penerapan Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada aspek fisik dalam pembelajaran geografi ke SMA kelas X. Dimana PjBL dan PBL sejalan dengan kurikulum 2013 yang menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Aspek fisik geografi yang dipelajari oleh siswa di SMA kelas X ada litosfer, atmosfer dan hidrosfer. Studi literatur menjadi metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan bersumber dari berbagai artikel melalui pencarian di internet dan didukung dengan buku-buku terkait. Penulisan ini memperoleh hasil bahwa PjBL dan PBL mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Jadi, PjBL dan PBL dapat diterapkan dalam pembelajaran aspek fisik dalam pembelajaran geografi di SMA kelas X. Oleh karena itu, guru sangat berperan dalam pelaksanaan PjBL dan PBL sebagai fasilitator belajar siswa. Kata Kunci: PjBL, PBL, Hasil Belajar, Aspek Fisik
Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Waste untuk Kelestarian SDA Lingkungan pada Siswa Bimbel Quantum Research Dewi Mutiarawati Suwarjo; Muhammad Zid; Ahman Sya
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2764

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan manusia. Setiap kegiatan manusia dipastikan menghasilkan sampah. Pengelolaan sampah perlu ditangani dengan serius agar kelestarian sumber daya lingkungan dapat terjaga. Salah satu upaya yang dilakuakan adalah dengan pengelolaan sampah menggunakan pendekatan Zero Waste. Pengelolaan sampah ini adalah mengupayakan agar sampah yang dihasilkan dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Keberhasilan program ini dimulai dengan pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat. Bimbingan belajar Quantum Research terletak di RW.03 Kayu Putih, Jakarta Timur yang merupakan wilayah percontohan pengelolaan sampah dengan pendekatan Zero Waste. Pemahaman warga bimbingan belajar Quantum research mengenai pemilahan sampah juga berperan dalam keberhasilan program ini. Hasil survei menunjukan bahwa siswa bimbel Quantum Research sudah memahami mengenai apa itu sampah dan kategori sampah. Untuk pemahaman sampah organik, siswa sudah memahami dengan baik. Namun, pemahaman siswa masih tergolong sedang pada pemilahan sampah anorganik bernilai ekonomis rendah dan tinggi.
Population Policy in Government Politics from The Utstman Time to The Recep Tayyib Erdogan Period in Raising Turkey Islamism Ihwan Ihwan; Muzani Jalaludin; Muhammad Zid
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August: In Progress
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.5825

Abstract

Population policy in government politics is dynamic from time to time. This study was conducted to answer the question of how the population policy in the political field of government in Turkey from the Ottoman period to the time of Recep Tayyib Erdogan built Turkey as a country with an Islamic pattern. This research uses descriptive qualitative methods and secondary data from books, journals, articles, and the internet to answer this question. Turkey stands on the ruins of the Ottoman Empire, which ruled for nearly six centuries (1342-1924 AD). The Ottoman Empire reached its peak during the reign of Suleiman Akanuni. The Ottoman Empire was utterly ruined at the end of the early 19th century. During 1924-1928, the government of Mustafa Kemal tried to abolish all institutions and symbols that referred to traditional Islam, which are considered to hinder the modernization of Turkey. In 1983, democracy in Turkey was restored. Erdogan's domestic political policies include: (a) Freeing education fees and (b) Erdoan reinstating the old habit of teaching the Koran and Hadith in public schools. (c) The policy requires Islamic religious education from primary and secondary school to 12 levels. This is the new face of Turkey under Erdogan's political management