This Author published in this journals
All Journal MAKES
Ramlia Ramlia
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI PERAIRAN WILAYAH PESISIR PAREPARE Ramlia Ramlia; Rahmi; Abidin Djalla
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.298 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i3.111

Abstract

Perairan Parepare merupakan kawasan andalan yang sejauh ini berperan dan berfungsi sebagai pusat pelayanan jasa pelabuhan. Aktivitas pelabuhan dapat menjadi salah satu sumber pencemaran logam berat. Adanya logam berat di perairan sangat berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, ataupun terhadap kesehatan manusia. Salah satu pencemaran logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia adalah timbal, karena bersifat toksis yang dapat menimbulkan efek kesehatan seperti gangguan sistem reproduksi, sistem syaraf, jantung dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran logam berat timbal di perairan wilayah pesisir Parepare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Peneliti mengidentifikasi melalui observasional dan dengan melakukan uji laboraturium, sampel dalam penelitian ini sebanyak 5 lokasi . Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan dengan standar baku mutu air laut dalam bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pencemaran logam berat timbal di perairan wilayah pesisir Parepare pada 5 lokasi pengambilan sampel, dimana pada Lumpue di peroleh nilai (0,66 mg/L), Sumpang minangae (0,34 mg/L), Mattirotasi (0,70 mg/L), pelabuhan Nusantara (0,56 mg/L), dan Lakessi diperoleh nilai (0,58 mg/L). Hal ini telah melebihi standar baku mutu air laut, sehingga pemerintah perlu melakukan pengawasan terhadap kebersihan pesisir secara berkala dan melakukan penanaman vegetasi magrove.