Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SANITASI KANDANG, JARAK KANDANG, KEPADATAN LALAT, JARAK SUMBER AIR BERSIH, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE (Studi Pada Peternak Ayam di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang) Selviana, Selviana; Arfan, Iskandar; Purwati, Evi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 2 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.15 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i2.363

Abstract

Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang consists of three villages. Predominantly, the people in these villages work as chicken farmers. As chicken farmers, they are required to directly contact with an environment that has the potential for exposure to the disease, such as diarrhea. Diarrheal diseases are environment-linked diseases that are affected by environmental sanitation, the presence of vectors, and human behavior. A preliminary survey showed that 20% chicken farmers suffered from diarrhea in the last three monts. Factors related to the diarrhea are coop sanitation, coop spacing, fly density, clean water resources, personal hygiene.This study aimed at finding out the correlation of correlation of coop sanitation, coop spacing, fly-density, clean water resources, personal hygiene, and diarrhea case. Using analytic observation, as many as 61 respondents participated in thins study. The statistical test used was chi square test (a=5%)The study revealed that there was correlation of clean water resources and diarrhea cases (p = 0,02, PR=1,480). The variables that didn’t correlate with diarrhea cases were coop sanitation, coop spacing, fly-density, and personal hygiene.From the findings, the chicken farmers in Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang need to pay more attention on factors deal with diarrhea such as livestock barns environmental management, house cleanliness, personal hygiene, and the selection of healthy drinking water for consumption. Keywords : coop, sanitation, fly-density, water resources, personal hygiene, diarrhea cases
STUDI HIGIENE DAN SANITASI USAHA PANGKAS RAMBUT DI KOTA PONTIANAK Saleh, Ismael; Selviana, Selviana; Putra, Putra
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 5, No 2 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.772 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v5i2.1284

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEMAM TYPHOID PADA PASIENN YANG DIRAWAT DI RSU.DR.SOEDARSO PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Nurlaila, Syarifah; Trisnawati, Elly; Selviana, Selviana
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 1 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.223 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i1.154

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enteritica, khususnya serotype Salmonella typhi. Di Kota Pontianak jumlah penderita demam tifoid setiap tahunnya terus meningkat. Berdasarkan laporan tahunan RSU. Dr.Soedarso Pontianak, pada tahun 2010 jumlah kasus baru rawat jalan dan rawat inap ada sebanyak 1.180 penderita dengan 4(0,33%) orang meninggal dunia, tahun 2011 berjumlah 842 penderita dengan 5 (0,59%) orang meninggal dunia, tahun 2012 berjumlah 922 penderita dengan 2 (0,21) orang meninggal dunia. Sebagian besar penderita demam tifoid berumur 5 – 15 tahun dengan jumlah kasus sebanyak 539 penderita. Total jumlah kasus demam tifoid pada tahun 2012 menempati urutan kedua setelah diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan demam tifoid pada pasien rawat inap di RSU dr.Soedarso Pontianak Kalimantan Barat Tahun 2014. Desain dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control kemudian dilakukan analisis dengan uji chi square dengan α = 5% (0,05). Tehnik pengambilan sampel Stratified random samplingdengan jumlah responden sebanyak 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Kualitas air bersih keluarga (p = 0,000), hygiene perorangan (p = 0.041), dengan kejadian demam typhoid. sedangkan keberadaan Salmonella Typhi pada alat makan (p = 0,610) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian demam typhoid. Teknik pencucian alat makan dan minum (p = 1,000) menunjukkan tidak ada hubungan dengan keberadaan salmonella typhi pada alat makan. Diharapkan RSU.Dr.Soedarso meningkatkan peran dalam memberikan penyuluhan kesehatan tentang kualitas air bersih keluarga yang memenuhi syarat, pengolahan air bersih secara mandiri yang murah dan efisien.Bagi masyarakat sebaiknya perlunya peningkatan hygiene perorangan.
STUDI PRAKTIK HIGIENE PENJAMAH DAN KEBERADAAN KUMAN COLIFORM PADA CINCAU HITAM KOTA PONTIANAK 2017 Yulianto, Didi; Rochmawati, Rochmawati; Selviana, Selviana
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 5, No 1 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.081 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v4i2.1267

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN WADAH STYROFOAM SEBAGAI KEMASAN MAKANAN PADA PENJUAL MAKANAN JAJANAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 Ela, Ela; Rochmawati, Rochmawati; Selviana, Selviana
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 1 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.778 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i1.352

Abstract

Styrofoam is a syntheticaromatic polymer made from the monomer styrene. The use of improper food containers can result in the migration of monomer styrene into the food so that it can pose a significant risk of diseases such as headache, fatigue, depression, and anemia. The migration caused by the temperature, the duration of use, and the type of food. This study aimed at analyzing the factors related to the use of foam food containers among food-sellers in Kota Pontianak.Using analytic descriptive method and cross sectional design, as many as 52 samples participated in this study.The study revealed that as many as 51.9% food-sellers used Styrofoam as the food containers. There were no correlation of heat resistant, obtainability, affordability and the use of food foam containers.From the findings, the foo-sellers need to pay attention on the packaging feassibility. They are encouraged to find out the health standard of the foam food container as it contains of cmemical substances that easily and quickly switch to food in hot conditions.Keywords : Styrofoam, heat resistant, obtainability, affordability.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI TEMPAT DAGANG DENGAN ANGKA KUMAN PADA SATE AYAM DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2015 Supyansyah, Supyansyah; Rochmawati, Rochmawati; Selviana, Selviana
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 4, No 2 (2017): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.339 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v4i2.861

Abstract

Keamanan pangan merupakan hal yang penting dari ilmu sanitasi. Banyaknya lingkungan kita yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suplay makanan manusia. Masalah keamanan pangan biasanya terjadi karena produk terpapar dengan lingkungan yang kotor, sehingga pangan menjadi tercemar oleh bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan sanitasi tempat dagang dengan angka kuman pada sate ayam di Kota Pontianak. Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Sample dalam penelitian ini adalah pedagang sate ayam di Kota Pontianak sebanyak 45 tempat dagang. Pada penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan wawancara. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square dan uji alternatif menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara personal hygiene (p value = 0,029), PR = 3,143 95% C1 (0,887 – 11,141) dengan angka kuman pada sate ayam di kota Pontianak, tidak ada hubungan antara sanitasi makanan dengan angka kuman pada sate ayam di kota Pontianak (p value = 0,345) dan tidak ada hubungan antara sumber air bersih dengan angka kuman pada sate ayam di kota Pontianak (p value = 0,751).Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada seluruh pedagang sate untuk melakukan pencucian tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir sebelum dan sesudah menangani makanan, kuku dalam keadaan pendek, menggunakan sumber air bersih seperti air hujan dan PDAM dalam mencuci dan mengolah bahan makanan.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI TEMPAT DAGANG DENGAN ANGKA KUMAN PADA SATE AYAM DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2015 Supyansyah, Supyansyah; Rochmawati, Rochmawati; Selviana, Selviana
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 2 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.514 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i2.330

Abstract

Food safety is an important thing in Sanitary Science. This is because our environment is always associated with the human food supply. Food problems are usually occurred due to the food exposure to dirty surroundings, causing foods contamination than can harm human health. This study aimed at discovering the correlation of personal hygiene, sanitation of food stall area and the number of germs in chicken satay in Pontianak. Using observational analytic and cross sectional design, this study employed 45 food stalls. The data collecting tools used were questionnaire, observation and interview. The data were statistically tested by using Chi-square test and alternative test of Fisher’s Exact. The Results of bivariate test indicated that there was correlation of personal hygiene (p value = 0.029), PR = 3,143 95% CI (0887-11,141) and the number of germs in chicken satay in Pontianak. The variables that didn’t correlate with the number of germs in chicken satay were food sanitation (p value = 0.345) and clean water source (p value = 0,751). From the findings, the satay sellers are encouraged to wash their hands with clean and running water before and after handling food, cut their nails and use clean water to wash and cook the food. Keywords :Personal Hygiene, Sanitation, The Number of Germs, Chicken Satay
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 BIROMARU Selviana, Selviana; Darmadi, I Wayan; Muslimin, Muslimin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 2, No 3 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.075 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran AIR dengan model pembelajaran konvensional. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu the non equivalen, Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Biromaru, dengan sampel penelitian kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 25 orang. Hasil analisa data yang diperoleh adalah hasil belajar fisika, pada kelas eksperimen skor rata-ratanya adalah 12,46 dengan standar deviasi 2,56 dan kelas kontrol skor rata-ratanya adalah 9,44 dengan standar deviasi 2,34. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung = 1,78 sedangkan untuk t tabel = 1,67. Hal ini berarti bahwa hasil pengujian hipotesis berada diluar kriteria penerimaan Ho. Terima Ho jika  -1,67 < t < 1,67 dan tolak Ho dalam hal lainnya. Jelas bahwa t hitung = 1,78 berada diluar Ho. Jadi dengan demikian Ho ditolak dengan taraf nyata α = 0,05 dengan dk= 49. Sehingga H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran AIR dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model pembelajaran AIR, Model pembelajaran konvensional, hasil belajar fisika.
IDENTIFIKASI BAHAN PEWARNA DAN PENGAWET PADA SAOS TOMAT YANG BEREDAR DI KOTA JEMBER Setyorini, Dyah; Subiantoro, Sonny; selviana, selviana
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomato sauce is product of fresh tomato cultivation becoming tomato paste conducted through some processes. Tomato sauce distributed in Jember Regency uses additional food ingredients i.e colouring agent and preservative. The use of additional food ingredient has been ruled in the decree of Health Minister of Indonesia No. 722/Menkes/Per/IX/1988. According to the decree, the use of colouring agent and preservative may not exceed than 300 ppm, while for preservative i.e Natrium Benzoat may not be more than 1000 ppm. Since the excessive use of these materials may promote toxicity for the consumers. The data resulted were subsequently confronted to the Decree of Health Minister of Indonesia No. 722/Menkes/Per/IX/1988. The result showed that 30% of samples with colouring agent more than theits limit of use, and 30% with preservative more than its limit.Colouring agent degree of tomatoe sauce exceeding its limit i.e 300 ppm may allow it stored in body and cause liver disturbance. Histophatologically, degeneration of fat, pyknotic, hyperchromatism of nucleus and citolisis of plasma. The use of preservative more than its limit in tomatoe sauce i.e 1000 ppm may raise systemic effect such as urticaria, rhinitis, or anaphylactique shock. It was concluded that sample A brand showed that its colouring agent degree did not exceed its limitwhile its preservative did. While in sample B, C, D, E, F dan J, the degree of both colouring agent and preservative did not exceed their limit. Sample H showed that the degree of its colouring agent exceeded the limit of use while its preservative did not.
Daya Hambat Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus) Selviana, Selviana; Shamdas, Gamar; Kundera, Nengah
e-JIP BIOL Vol 4, No 2 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun nangka dalam  menghambat  pertumbuhan  bakteri  S.  aureus,  dan  menentukan  konsentrasi ekstrak terbaik terhadap penghambatan pertumbuhan serta daya bunuh bakteri S aureus. Metode   penelitian   yang   digunakan   adalah   metode eksperimen  laboratorium  dengan  teknik  sumur,  teknik  pengenceran  dan  teknik  hitung  koloni, dengan  parameter  amatan  daerah  zona  hambat  serta  jumlah  koloni  bakteri.  Penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dengan 6 perlakuan (0%, 6,25%, 12,5%. 25%, 50%, dan 75%) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nangka dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dengan daya hambat terbaik terdapat pada konsentrasi 50%. MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 75%. Kata Kunci: Antimikroba, Ekstrak, Daun Nangka, Staphylococcus aureus. ABSTRACTThis research aimed to be known the inhibition of jackfruit leaf extract to inhibiting the growing of bacteria S. aureus, and select the best concentration of extract as well as potency eradicate of them. The research using laboratory experiment method by pitting technique, deluting technique, and colony counting. The colony counting parameter was view area of inhibited zone and the number of colony. The research using randomized completely design by 6 treatment (0%, 6,25%. 12,5%, 25%, 50%, and 75%) and 4 replications. The result showed that the extract of jackfruit leaf could inhibit the growing of bacteria Staphylococcus aureus with the best potency was concentration 50% Minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC)  75%.Keywords: Antimicrobial, Jackfruit Leaf Extract, Staphylococcus aureus.