Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh) Yusuf, Namira; Wahyuni, Sri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.486 KB) | DOI: 10.32672/makma.v1i2.823

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Jumlah kematian ibu di Provinsi Aceh yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum sebanyak 1 orang (0,5%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2015 jumlah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 57 orang (6,8%), tahun 2016 sebanyak 73 orang (9,1%) dan tahun 2017 sebanyak 71 orang (9,8%). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan pendekatan Retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 201 orang ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 201 responden sebagian besar mengalami hiperemesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 89 responden (44,2%), tidak primigravida sebanyak 67 responden (63,2%), tidak kehamilan ganda sebanyak 155 responden (77,1%) dan tidak molahidatidosa sebanyak 166 responden (82,6%) dimana primigravida dengan nilai P Value (0,006), kehamilan ganda nilai P Value (0,001) dan molahidatidosa nilai P Value (0,03). Kesimpulan terdapat pengaruh antara primigravida, kehamilan ganda dan molahidatidosa terhadap kejadian hiperemesis garvidarum. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dengan hiperemesis garvidaru m.Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Ganda, Molahidatidosa, Primigravida.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh) Yusuf, Namira; Wahyuni, Sri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.823

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Jumlah kematian ibu di Provinsi Aceh yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum sebanyak 1 orang (0,5%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2015 jumlah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 57 orang (6,8%), tahun 2016 sebanyak 73 orang (9,1%) dan tahun 2017 sebanyak 71 orang (9,8%). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan pendekatan Retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 201 orang ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 201 responden sebagian besar mengalami hiperemesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 89 responden (44,2%), tidak primigravida sebanyak 67 responden (63,2%), tidak kehamilan ganda sebanyak 155 responden (77,1%) dan tidak molahidatidosa sebanyak 166 responden (82,6%) dimana primigravida dengan nilai P Value (0,006), kehamilan ganda nilai P Value (0,001) dan molahidatidosa nilai P Value (0,03). Kesimpulan terdapat pengaruh antara primigravida, kehamilan ganda dan molahidatidosa terhadap kejadian hiperemesis garvidarum. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dengan hiperemesis garvidaru m.Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Ganda, Molahidatidosa, Primigravida.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST PARTUM NORMAL TENTANG TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DI KLINIK SUNGGAL Namira Yusuf
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v4i2.735

Abstract

The correct breastfeeding technique is how to give milk to the baby by attaching and positioning the mother and baby properly. How to breastfeed greatly affect the comfort of a baby sucking milk. Midwives or nurses need to provide guidance to the mother in the first week after delivery (post partum), about the actual ways of breastfeeding so as not to cause problems. The objective of the research was know the knowledge and attitudes of normal post partum mothers about breastfeeding techniques that are correct at Klinik Sunggal Medan. The research is done by using descriptive approach of 16 samples and use primary and secondary data by distributing questionnaires. The result of the research showed that the majority of respondents have good knowledge as many as 8 people (50%), and lack of knowledge are 2 people (12.5%) and data has been obtained that the majority of positive mother attitudes are 10 people (62.5%) and the minority of respondents have negative knowledge namely 6 people (37.5%). Based on this study it was concluded that the majority of post partum mothers' knowledge of breastfeeding techniques is well-informed, and the majority of mothers have positive attitudes. Respondents are expected to seek information and ask lots of people who have done breastfeeding techniques correctly in adapting during the post partum period
Determinan Health Literacy pada Ibu Menyusui di RSUD Dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh Namira Yusuf; Sri Rahayu Sanusi; Defriman Djafri
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i1.652

Abstract

Latar Belakang: Capaian pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Provinsi Aceh pada tahun 2013 adalah 49,6% yang menunjukkan belum mencapai angka yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Hal ini berkaitan dengan health literacy yang rendah sehingga berpengaruh buruk pada perilaku kesehatan. Penelitian ini akan mengkaji determinan Health literacy pada ibu menyusui di Ruang Serunee 3 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu post partum di ruang Serune 3 RSUDZA. Jumlah sampel sebanyak 70 orang pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil: Hasil uji statistik tidak ada hubungan usia dengan health literacy (P-value = 0,425), ada pengaruh pendidikan (P-value = 0,029), pekerjaan (P-value = 0,034), pendapatan (P-value = 0,007), wilayah tempat tinggal (p-value= 0,000), peran keluarga (P-value = 0,024), peran petugas kesehatan (P-value = 0,019), informasi dari media (P-value = 0,001) terhadap health litercy pada ibu menyusui. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini pendidikan, wilayah tempat tinggal dan media merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan health literacy pada ibu menyusui di Ruang Serunee 3 RSUDZA Banda Aceh.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh) Namira Yusuf; Sri Wahyuni
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.823

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Jumlah kematian ibu di Provinsi Aceh yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum sebanyak 1 orang (0,5%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2015 jumlah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 57 orang (6,8%), tahun 2016 sebanyak 73 orang (9,1%) dan tahun 2017 sebanyak 71 orang (9,8%). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan pendekatan Retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 201 orang ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 201 responden sebagian besar mengalami hiperemesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 89 responden (44,2%), tidak primigravida sebanyak 67 responden (63,2%), tidak kehamilan ganda sebanyak 155 responden (77,1%) dan tidak molahidatidosa sebanyak 166 responden (82,6%) dimana primigravida dengan nilai P Value (0,006), kehamilan ganda nilai P Value (0,001) dan molahidatidosa nilai P Value (0,03). Kesimpulan terdapat pengaruh antara primigravida, kehamilan ganda dan molahidatidosa terhadap kejadian hiperemesis garvidarum. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dengan hiperemesis garvidaru m.Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Ganda, Molahidatidosa, Primigravida.