Aji Winarso
Laboratorium Parasitologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KAJIAN VETERINER

RESISTENSI ANTHELMINTIKA: PERSPEKTIF PETERNAKAN LAHAN KERING NUSA TENGGARA TIMUR Aji Winarso
JURNAL KAJIAN VETERINER PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-7
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v0i0.1594

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit kronis yang sangat merugikan pada peternakan. Penggunaan anthelmintika adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pengendalian parasit. Penggunaan anthelmintika yang benar perlu diperhatikan untuk menghindari resistensi cacing target terhadap anthelmintika yang digunakan. Makalah ini bertujuan untuk mengulas berkembangnya resistensi anthelmintika, mengulas risiko cepatnya kemunculan resistnsi anthelmintika di lahan kering Nusa Tenggara Timur, terutama dalam peternakan ruminansia, dan mengutarakan strategi manajemen guna memperlambat kemunculan resistensi. Resistensi itu muncul ketika suatu jenis/golongan cacing yang biasanya dapat dibasmi dengan anthelmintika tertentu, didapati menyintas dari terapi obat tersebut. Pendapat umum ahli menyatakan bahwa resistensi adalah sifat yang diwariskan secara genetik. Karena diwariskan secara genetik, maka cacing penyintas akan menurunkan sifat resisten kepada generasi selanjutnya. Gen resisten tersebut dimiliki oleh sebagian kecil dari populasi cacing, yang kemudian secara bertahap jumlah kelompok resisten bertambah dalam populasi cacing. Resistensi anthelmintika merupakan ancaman serius yang bisa datang kapan saja, dan akan lebih cepat datang tanpa manajemen yang baik. Upaya untuk memperlambat atau menunda datangnya resistensi adalah mempertahankan proporsi cacing dengan gen resisten tetap rendah dalam populasi.
PREVALENSI DAN DERAJAT INFEKSI NEMATODOSIS PADA KAMBING KACANG DI KOTA KUPANG Meity Marviana Laut; Dede Rival Novian; Aji Winarso
JURNAL KAJIAN VETERINER PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-7
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v0i0.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat prevalensi dan derajat infeksi nematoda gastrointestinal pada kambing kacang di Kota Kupang selama musim kemarau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 di peternakan kambing tradisional di Kota Kupang. Sebanyak 30 ekor kambing dari delapan peternakan diambil sampel fecesnya. Pengamatan parasit di dalam feses dilakukan melalui metode kuantitatif McMaster dengan larutan pengapung gula jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan statsitik deskriptif. Kambing kacang di Kota Kupang terinfeksi nematoda kelompok strongil, genus Strongyloides, dan genus Trichuris. Prevalensi infeksi strongil 33.33% dengan derajat infeksi ringan hingga sedang, prevalensi strongyloidosis sebesar 63.33% dengan derajat infeksi ringan hingga berat, dan prevalensi trichurosis sebesar 30.00%.dengan derajat infeksi ringan hingga sedang. Faktor musim berpengaruh pada tingkat prevalensi dan derajat infeksi masing-masing kelompok cacing.
LANDING SITE PREDILEKSI LALAT SUMBA (Hippobosca sp.) PADA SAPI BALI Julianty Almet; Lidya Emmanuela Ngefak; Aji Winarso
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v5i1.1662

Abstract

The development of cattle farming in East Nusa Tenggara is one of the potential contributors to support local demands. In order to achive this goal, cattle have to be free from the disease and parasites. One of the most common ecto- parasites that also serve as disease vector is bitting flies. Hippobosca sp. is bitting flies that commonly breed in the semi-arid tropics area with low rate of rainfall and high temperature such as East Nusa Tenggara Province. The aims of this research are to observe and determine the landing site of Hippobosca sp. in certain area of the cattle and to identify the predilection of Hippobosca sp. in Bali cattle. This research conducted in two different Bali cattle farms, Agricultural High School of Kupang in Kupang District and Neotnana Farmers Group in Kupang City. The observation was conducted to measure flies landing activity on five cows of each farm. The activity of the flies were observed in 5 major body regio, head area, neck area, thoraco-abdominal area, extremity area and perineal area. Landing flies was collected every 2 hours from 06:00 till 18:00 local time, and pooled based on body area they collected from. This procedure repeated 8 times in 4 weeks in each farm. The result showed that neck area is as the major landing site predilection of Hippobosca sp. in Bali Cattle. Neck area showed the highest density of landing flies, with total 3313 flies observed, followed by thoraco-abdominal, perineal, extremity and head area, with total amount of 2811, 1689, 1037, and 172 flies, respectively.