Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: USAHA TANI MUHAMAD SARLAN SARLAN
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 8 No. 2 (2020): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah, merupakan salah satu tanaman yang banyak dikembangkan di Kecamatan Pringgabaya. Akan tetapi setiap tahunnya selalu terjadi penurunan jumlah produksi, dengan luas lahan yang cenderung meningkat, namun rata-rata produksi cenderung berfluktuatif. Penyebab dari fluktuasi rata-rata produksi bawang merah ini dimungkinkan disebabkan oleh penggunaan faktor-faktor produksi yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi bawang merah, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi dalam usahatani bawang merah di Kecamatan Pringgabaya. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa tidak semua varibel yang secara signifikan mempengaruhi produksi bawang merah yaitu variabel luas lahan (X1), bibit (X2) dan pestisida (X4) tidak signifikan dalam mempengaruhi produksi bawang merah. Nilai rata-rata efisiensi petani bawang merah adalah 5,18. Nilai efisiensi tidak sama dengan satu, artinya belum efisien sehingga perlu penambahan penggunaan faktor produksi. Selain itu dengan adanya kondisi usahatani yang menunjukkan skala hasil yang meningkat maka dapat dikatakan bahwa kondisi usahatani bawang merah di daerah penelitian ini layak untuk dikembangkan atau dilanjutkan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Tanaman Kubis di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur”. H. Muhamad Sarlan; Wire Hendri
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 9 No. 1 (2021): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui (1) besarnya biaya dalam usahatani tanaman kubis di Kecamatan Sembalun (2) Mengetahui tingkat pendapatan usahatani tanaman kubis di Kecamatan Sembalun (3) Mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat produksi usahatani tanaman kubis di Kecamatan Sembalun. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1). Biaya pada usahatani kubis di Kecamatan Sembalun yaitu sebesar Rp. 8.130.789 per LLG (2) Pendapatan petani pada usaha petani kubis di kecamatan sembalun adalah sebesar Rp. 317,014per LLG (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kubis di kecamatan sembalun terdiri dari: luas lahan, pestisida, benih, dan tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi usahatani kubis, sedangkan untuk penggunaan pupuk tidak signifikan. Berdasarkan kesimpulan dan hasil penelitian, di sarankan kepada petani Untuk mencapai produksi dan pendapatan yang maksimal hendaknya petani menggunakan Faktor-faktor produksi dengan mengurangi faktor produksi yang tidak signifikan, sehingga upaya peningkatan produksi dan pendapatanya dapat dioptimalkan.
TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM KELOMPOK TANI PADA PROGRAM UPAYA KHUSUS PADI JAGUNG KEDELE (UPSUS PAJALE) DI KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR M Syariful Azhar; Husnul Basri; Muhamad Sarlan; Elwani Hidayati
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 3 No. 1 (2023): Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jar.v3i1.119

Abstract

Upsus Pajale adalah upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi komoditas padi, jagung, kedelai (PAJALE) melalui penerapan teknologi untuk mendukung larangan swasembada pangan dengan 3 tahap yaitu: perencanaan, penerapan dan evaluasi. UPSUS PAJALE diusung langsung oleh Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk mensukseskan kecukupan pangan pada 3 komoditas utama yaitu: padi, jagung dan dilakukan dengan kegiatan yang berbasis pemberdayaan kelompok tani. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat partisipsi petani terhadap program UPSUS PAJALE di Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel pada peneltian ini adalah anggota kelompok Tani Bangkit Bersama, Kelompok Tani Swasembada II, Kelompok Tani Suka Darma, Kelompok Tani Karya Gora,tidak disengaja . Estimasi terhadap partisipasi petani menggunakan skala likert dengan skala 1 sampai dengan 5. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil pelaksanaan UPSUS PAJALE pada tahap perencanan sebesar 847 dengan kriteria Tinggi, tahap pelaksanaan sebesar 1464 dengan kriteria Tinggi dan nilai pada tahap evaluasi sebesar 380 dengan kriteria kriteria sehingga diperoleh skor gabungan dengan nilai sebesar 2691 dengan tingkat partisi yang tergolong tinggi. Kelompok tani dan penyuluh selalu bersinergi sehingga masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan program Upsus Pajale yang dihadapi petani cepat mendapatkan solusi sehingga petani mendapatkan hasil produksi yang maksimal dan target pemerintah dalam swasembada pangan khususnya padi, jagung, dan penyelesaian tercapai.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGI ALTERNATIF PEMBUATAN MIKROGANISME LOKAL DEKOMPOSER PADA KUBE PEMUDA GUBUK TIMUK Rizal Ahmadi; Muhamad Sarlan; Ikhwan Wadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember [Dalam Proses]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19260

Abstract

Abstrak: Mikro organisme lokal berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman dan menjadi pembenah tanah. Selain itu MOL juga sebagai bahan dekomposer pengganti EM-4 ataupun MA-11. Pembuatan MOL sangat mudah didapatkan dari limbah rumah tangga seperti sayuran, buaha-buahan dan nasi yang tidak dimamfaatkan.Sebagai upaya menjaga lingkungan yang berkelanjutan dan mengurangi biaya produksi pembuatan pupuk organik. Sistem evaluasi yang digunakan dalam pembuatan mol adalah dengan menyiapkan media-media dan di campur aduk dengan campuran EM-4 dan didiamkan selama satu bulan. Selain itu penguatan kelembagaan pada KUBE Pemuda Gubuk Timuk juga menjadi perhatian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu: pemamfaatan limbah rumah tangga sebagai alternatif pembuatan MOL sebagai dekomposer dan pelatihan manajmen keuangan sederhana pada KUBE Pemuda Gubuk Timuk, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Timur. Metode pengabdian menggunakan rekayasa sosial dimana, seluruh peserta kegiatan berpartisipasi aktif bersamatim pengabdian dan kelompok KUBE. Hasil pengabdian menunjukkan sebanyak 80 persen KUBE telah memahami dengan baik proses pembuatan Mol. Indikator keberhasilan yang dicapai oleh mitra dalam pembuatan MOL adalah dari segi hasil produksi, masyarakat merasa puas dengan produk yang dibuat sehingga banyaknya pesanan dari masyarakat, sebagian besar anggota kelompok pemuda gubuk timuk memhami cara produksi MOL dengan baik, adanya produksi MOL yang sudah di dilakukan. Bahwa petani merasa puas dengan hasil yang di dapatkan sehingga para petani ingin terus melakukan pemesanan produk MOL. Dengan demikian program pembuatan MOL pada pemuda gubuk timuk Desa Sukadana memiliki andil yang cukup besar dalam merubah paradigma masyarakat tentang sampah rumah tangga.Abstract: Local microorganisms function as nutrients for plants and become soil improvers. In addition, MOL is also a decomposer material to replace EM-4 or MA-11. Making MOL is very easy to obtain from household waste such as vegetables, fruits and rice that are not utilised as an effort to maintain a sustainable environment and reduce the production costs of making organic fertiliser. The evaluation system used in making MOL is to prepare the media and mix it with EM-4 mixture and let it sit for one month. In addition, institutional strengthening of the Gubuk Timuk Youth KUBE is also a concern. The objectives of this service activity are: Utilisation of household waste as an alternative to making MOL as a decomposer and training in simple financial management at the Gubuk Timuk Youth KUBE, Sukadana Village, East Lombok Regency. The service method uses social engineering where all activity participants actively participate with the service team and the KUBE group. The results of the service showed that 80 per cent of KUBE had a good understanding of the process of making moles. Indicators of success achieved by partners in making MOL are in terms of production results, the community is satisfied with the products made so that many orders from the community, most members of the youth group gubuk timuk understand how to produce MOL well, the existence of MOL production that has been done. That farmers feel satisfied with the results obtained so that farmers want to continue to order MOL products. Thus the MOL production programme for the youth of gubuk timuk Sukadana Village has a significant contribution in changing the community paradigm about household waste.