Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter pada sekolah dasar negeri ujung menteng 01 pagi Jakarta Mohamad Arief; Rusman Rusman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.924 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i1.20121

Abstract

Degradasi moralitas kehidupan berbangsa dan bernegara pada kalangan anak-anak remaja (peserta didik) berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan. Tergambarkan dari begitu banyaknya permasalahan anak-anak remaja saat ini, yang tergambar baik secara langsung maupun dari berbagai media. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali, menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter diimplementasikan di sekolah. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selain itu peneliti juga bertindak langsung sebagai key instrument untuk mendapatkan data yang jauh lebih mendalam dan bermakna saat di lapangan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi dari manajemen kurikulum berperan besar dalam keberhasilan sekolah mencapai visi, misi, tujuan, dan program-program sekolah yang dicanangkan. Salah satu faktor penunjang manajemen kurikulum tersebut adalah sikap dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai ujung tombak dalam manajemen kurikulum, kepala sekolah mengambil peran yang luar biasa sebagai inspirator, motivator, figur keteladanan, supervisi akademik, dan manajerial bagi segenap elemen yang ada di sekolah.Character building based curriculum management at SD negeri ujung menteng 01 pagi JakartaThe degradation of the morality of nation and state life among children (learners) is in a fairly apprehensive condition. It has been described by so many problems among children, either directly or from various media. From this background, this research aims to analyze, explore and describe how character-based curriculum management is implemented in schools. The research method used is descriptive with qualitative approach of case study. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation studies. In addition, researcher also acts directly as a key instrument when in the field to obtain data which is much more profound and meaningful from various relevant sources. The results show that the functions of curriculum management play major roles in the success of the school to achieve the vision, mission, goals and programs of the school that proclaimed. One of the factors supporting the management of the curriculum is the attitude and style of leadership of the principal. As a spearhead in curriculum management, the principal takes extraordinary roles either as an inspirator, a motivator, an exemplary figure, an academic supervisor, or manager for all elements of the school.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMK Rusman Rusman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.98 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.464

Abstract

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) kondisi pembelajaran matematika di SMK yang dijadikan lokasi penelitian secara umum sudah berjalan baik, sebagaimana dapat dilihat dari: pemahaman guru matematika terhadap tujuan pembelajaran matematika, metode yang digunakan guru cukup bervariasi, meskipun materi pembelajaran matematika yang dikembangkan guru masih terlalu banyak, sumber yang digunakan guru masih menggunakan buku paket, peran siswa dalam kegiatan pembelajaran cenderung masih kurang optimal, (2) pembelajaran berbasis komputer model tutorial dan drill and practice dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran berbasis komputer. (3) faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan model pembelajaran berbasis komputer adalah adanya laboratorium komputer yang sudah terpasang jaringan (LAN), sehingga mempermudah pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer, sedangkan faktor yang menghambat pelaksanaan model pembelajaran berbasis komputer adalah budaya mengajar konvensional yang merasa cukup puas dengan menggunakan metode ceramah; (4). pembelajaran berbasis komputer model tutorial ternyata lebih efektif jika dibandingkan dengan model drill and practice pada mata pelajaran matematikat. Begitu juga jika dibandingkan antara pembelajaran berbasis komputer dengan pembelajaran konvensional yang berupa tatap muka, ternyata siswa terlihat lebih antusias dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan CBI, dibandingkan tatap muka di kelas.
Efektifitas Pembinaan Agama Islam Bagi Lansia Dalam Meningkatkan Ibadah Shalat Di Panti Werdha Hargodedali Surabaya Sri Susanti; Rusman Rusman
TADARUS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.173 KB) | DOI: 10.30651/td.v7i1.1637

Abstract

Abstrak Efektifitas Pembinaan Agama Islam Bagi Lansia Dalam Meningkatkan Ibadah Shalat Di Panti Werdha Hargo Dedali Surabaya. Skripsi. Sri Susanti, NIM : 20131550026 Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden adalah sekertaris 1, pembina, lansia dan pengawas. Data dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan agama Islam bagi lansia dalam meningkatkan kualitas ibadah shalat di panti werdha hargo dedali surabaya, berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Materi yang disampaikan ditekankan pada materi akhlak dan fiqih dengan bobot materi lebih ringan dengan menggunakan metode kelompok, tanya jawab, praktek dan metode individu, yang melatar belakangi adanya pembinaan agama islam di panti ini karena sebagai penghormatan dan penghargaan kepada lansia maka diberikan hak untuk meningkatkan kesejahteraan sosialnya. Hasil pembinaan agama islam menunjukkan bahwa pembinaan agama islam efektif dilakukan karena dilihat dari keseharian lansia yang dulunya malas mengerjakan shalat sekarang semakin hari semakin giat melaksanakn shalat wajib maupun sunnah. Kata Kunci : Metode Pembinaan Agama Islam, Lansia, Ibadah Shalat.
Pengaruh Metode Edutainment Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Pelajaran Al-Islam Kelas VII Di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Nazilatur Rohmah; Rusman Rusman
TADARUS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.062 KB) | DOI: 10.30651/td.v7i2.2223

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pelaksanaanmetodeEdutainment di SMP Muhammadiyah7 Surabaya. Hasil belajar siswa mata pelajaran Al-Islam. Pengaruh pelaksanaan Metode Edutainment terhadap hasil belajar siswaPenelitian ini menggunakan metode edutainmentdengan desain penelitian kuantitatif one-group pretes-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angkettes dengan soal. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2017 hingga juni 2017. Uji validitas angket pendapat siswa menggunakan rumus korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode edutainment dalam meningkatkan hasil belajar pada materi shalat jamaah, shalat munfarid, shalat jama’ dan qhashar dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan materi al-islam kemudian guru menyiapkan permainan (game) dengan media kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban, setelah itu setiap siswa membacakan kartu yang didapat berupa pertanyaan kemudian mencari pasangan atau jawabnnya, siswa yang sudah menemukan jawaban yang cocok akan menempelkan di media yang telah disediakan guru, guru memberi reward bagi siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode edutainmentmeningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 7 surabaya, pada pelajaran Al-Islam materi shalat jamaah, shalat munfarid, shalat jama’ dan qhashar dari hasil angket pendapatan siswa melalui pretest sebanyak 78,16 dan posttest sebanyak 85,66.Adanya pengaruh metode edutainment dalam meningkatkan hasil pembebelajaran siswa pada pelajaran al-islam kelas vii di SMP Muhamamdiyah 7 Surabaya. Berdasarkananalisis data statistic denganproduct moment hasilnya 0,73tergolongtinggi/kuat. dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang menggunakan metode edutainment, itu artinya metode edutainment dapat member pengaruh pada hasil belajar siswa. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam
Ketahanan Asam Lemak Tidak Jenuh dalam Crude Palm Oil Terproteksi terhadap Aktivitas Mikrob Rumen Domba in Vitro N C Tiven; L M Yusiati; Rusman Rusman; U Santoso
Media Peternakan Vol. 34 No. 1 (2011): Media Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.885 KB) | DOI: 10.5398/medpet.2011.34.1.42

Abstract

The experiment was aimed to study the composition of unsaturated fatty acid, fermentation parameter and microbial activity in the rumen-buffer mixture when protected CPO with casein and formaldehyde was incubated in the in vitro fermentation. CPO and milk powder (1:2) were mixed, added technical formaldehyde 0%, 1%, 2%, and 3% by weight of blend, mixed again to form CCPO. The amount of 0% (0 mg), 1.5% (4.5 mg), 3% (9 mg), 4.5% (13.5 mg) and 6% (18 mg) CCPO was inserted into fermenter bottles containing napier grass and rice bran (60:40), was tested in vitro. The data were analyzed by completely randomized design with factorial pattern 4 x 5 (level of formaldehyde as factor A and level of CPO as factor B). The different of treatments were tested by Duncan's new multiple range test.  Result shows that the increase of formaldehyde level could increase unsaturated fatty acids content, CMC-ase activity, microbial protein and number of protozoa, but decreased NH3, VFA, and pH of rumen fluid. The increase of CPO level also increased fatty acid composition and microbial protein, but decreased NH3, VFA, and pH, CMC-ase activity and number of protozoa in rumen fluid. It can be concluded that encapsulated CPO with formaldehyde increased unsaturated fatty acid composition and microbial activity, but decreased fermentation parameters.
Implementasi Metode Savi (Somatic, Audiotori, Visual, Intelektual) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pai Siswa Slow Learner Di Smp Negeri 29 Surabaya Daimmatul Nikmah; Rusman Rusman
TADARUS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.139 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i2.4284

Abstract

Abstrak Anak slow learner atau lamban belajar adalah anak yang memiliki potensiintelektual dibawah anak normal. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, lambanartinya tidak tangkas, tidak cekatan dalam bekerja.  Sedangkan pengertian slowlearner adalah siswa yang mengalami kelambatan dalam menangkap danmemahami materi dalam proses kegiatan belajar mengajar, penelitian ini mengkajitentang bagaimana implementasi metode SAVI (somatic, audiotori, visual,intelektual) pada anak slow learner di SMPN 29 Surabaya. Metodologi penelitian menggunakan penelitian kualitatif, dengan teknikpengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisadata dilakukan mulai dari mereduksi data, penyajian data dan menarikkesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1)metode SAVI (somatic,audiotori, visual, intelektual) memberikan hasil yang positif dalam meningkatkanprestasi belajar siswa slow learner. Hal ini dilihat berdasarkan nilai ulanganharian dan nilai ujian tengah semester yang semua siswa slow learner kelas VII,nilainya telah mencapai KKM, bahkan di atas KKM. 2) Dalam implementasimetode SAVI (somatic, audiotori, visual, intelektual) guru sudah merencanakandengan rapi dan terstruktur susunan pengajaran, dan bahan-bahan yang diperlukanketika mengajar. 3) Faktor penghambat dalam metode ini membutuhkan waktuyang cukup lama, dan guru harus pandai berkreasi dalam menciptkan mediapengajaran dan permainan-permainan yang menarik serta menyenangkan bagisiswa. Sedangkan faktor pendukung dari metode ini, dalam satu pengajaran bisamenyangkup semua gaya belajar anak yang berbeda-beda, dan dapat menciptkansuasana belajar yang menyenangkan.  Kata Kunci: SAVI, Prestasi Belajar, PAI, Slow Learner
Implementasi pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013 Yusuf Andrian; Rusman Rusman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.83 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i1.20116

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang dilakukan pada 39 SMA Rujukan yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran abad 21 dalam Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Fisika di SMA Rujukan Provinsi DKI Jakarta. Fokus penelitian diarahkan pada empat sub variabel yaitu; 1) perencanaan pembelajaran; 2) pelaksanaan pembelajaran; 3) penilaian pembelajaran; dan 4) pengawasan pembelajaran. Responden yang dilibatkan dalam penelitian adalah guru mata pelajaran Fisika. Pada penelitian ini digunakan angket untuk mengumpulkan data dan menggunakan skala Likert dengan skor 1 sampai 4. Selanjutnya, data tersebut diolah dengan menggunakan teknis analisis deskriptif persentase. Perencanaan pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013 termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai antara 23-27. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran juga pada kategori baik dengan rentang nilai antara 46-55. Adapun penilaian pembelajaran dalam kategori baik dengan rentang nilai antara 29-34. Dan pengawasan pembelajaran berada pada kategori baik dengan rentang nilai 23-27. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya bagi Direktorat Pembinaan SMA, mengenai kondisi riil di lapangan berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013 SMA sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. Implementation of 21st century learning in curriculum 2013This research is a description research conducted from 39 SMA Rujukan in Province of DKI Jakarta. This study aims to describe the implementation of 21st century learning in Curriculum 2013 in the subject matter of physics at SMA Rujukan in Province of DKI Jakarta. The focus research is directed to four sub variables namely; (1) planning of learning; (2) implementing of learning; (3) assessment of learning; (4) monitoring of learning. Respondents in this research are teacher of Physics subject. This study used questionnaires to collect data and use Likert scale with a score of 1 to 4. Furthermore, the data is processed by using technical analysis descriptive percentage. 1st century learning planning in the 2013 curriculum is included in the good category with a range of values 23-27. While the implementation of learning is also in the good category with a range of values 46-55. While learning assessment is in a good category with a range of values 29-34. And supervision of learning is placed in a good category with a range of values 23-27. The results of this study are expected to be an input or recommendation for the Ministry of Education and Culture, especially for the Directorate of High School Development, regarding with the real conditions in the school related to the implementation of Curriculum 2013 so it can be taken into consideration for the next policy making.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh guru di sekolah penerima universal service obligation (USO) Rica Yanuarti; Rusman Rusman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.678 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i2.19441

Abstract

Di Indonesia terdapat 122 kabupaten yang termasuk kategori wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Wilayah tersebut harus dipastikan mendapat akses pendidikan yang setara dengan wilayah lainnya. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam program Universal Service Obligation (USO) untuk pendidikan di wilayah 3T. Meskipun paradigma pendidikan saat ini fokus pada peserta didik, namun kualitas guru selaku sumber daya utama pendidikan harus terjamin. Penelitian bertujuan untuk menginvestigasi sejauh mana pemanfaatan TIK dan akses internet, oleh guru di sekolah penerima USO. Metode yang digunakan adalah survei penyebaran angket kepada guru di sekolah USO, ditambah studi dokumentasi. Data dihasilkan dari 141 orang guru responden kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas responden guru (82.9%) sudah menggunakan alat bantu mengajar berbasis TIK. Walaupun sebagian besar bahan ajar responden belum berbasis internet. Pemanfaatan internet untuk pembelajaran semakin diminati, termasuk penggunaan media sosial. Kompetensi TIK yang dimiliki guru sangat mempengaruhi persepsi dan praktek pemanfaatan internet untuk pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah perlunya fasilitasi dan sinergi secara sistemik agar pemanfaatan TIK di sekolah USO semakin meluas. Rekomendasi untuk riset selanjutnya adalah disarankan mengambil responden dan korelasi data yang lebih besar agar hasil penelitian dapat digeneralisasi. Utilization of information and communication (ICT) by teachers in universal service obligation (USO) schoolsThere are 122 regencies in Indonesia that belonging to the category of disadvantaged, frontier, remoted (3T) regions. Those regions should be accessed to education equivalent to other regions. One of the government's efforts is to integrate information and communication technology (ICT) within education in 3T regions named Universal Service Obligation (USO) programme. Although the current educational paradigm focuses on learners, the quality of teachers as the primary resource of education should be assured. The study attempt to investigate the effectiveness of ICT and internet access utilization, by teachers at USO schools. The method used was distributing questionnaires to survey teachers in USO schools, supplemented by documentary studies. Data generated from 141 respondent and analyzed descriptively. The results show that the majority of the respondent (82.9%) have used ICT-based teaching aids. Although most of the teaching materials have not been internet based. Utilization of the internet for learning increasingly in demand, including the use of social media. ICT competencies of teachers greatly affect the perception and practice of internet utilization for learning. The result of this research is the need for systemic facilitation and synergy to widespread the ICT utilization in USO schools. Recommendation for further research, it is advisable to take the more respondent and correlate the bigger data so that the research result can be generalized.
RANCANG BANGUN SISTIM PENGISIAN BATERAI OTOMATIS GENSET TIPE RIDER DI KAMPUS KEMARITIMAN POLNES SAMARINDA Rusman Rusman; Shanty Shanty
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.304 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.15

Abstract

Sekarang ini, sering terjadi pemadaman listrik oleh PLN yang banyak mengganngu kegiatan masyarakat khususnya kampus. Penyediaan sumber tenaga listrik memegang peranan penting dalam bernagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu, pasokan tenaga listrik diharapkan dapat tersedia terus-menerus (kontinyu). Saat ini di kampus Kemaritiman Politeknik Negeri Samarinda terdapat pembangkit cadangan yang biasa disebut generator set. Apabila suplai PLN padam maka genset dioperasikan sebagai sumber tenaga listrik sehingga tidak mengganngu aktivitas yang sedang berlangsung. Pada saat ini, genset tidak hanya digunakan di industri saja, melainkan telah dipakai di kampus serta instalasi rumah tinggal. Dalam pengoperasian sebuah genset, jarang ditemukan pengontrolan genset secara otomatis yang mana dalam hal ini untuk genset yang ada di kampus Kemaritiman Politeknik Negeri Samarinda, bagaimana merancang dan membuat sistem pengisian aki genset secara otomatis sehingga pada saat PLN padam maka genset bisa distarter. Kenyataan yang ada dilapangan sekarang pada saat PLN padam aki genset kondisinya soak (tegangannya berkurang ) sehingga tidak bisa menyalakan genset sehingga semua aktivitas terhenti. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menerapkan sistem pengisian otomatis pada aki genset sehingga pada saat ada pemadaman listrik dari PLN, genset tetap bisa dinyalakan karena aki genset selalu penuh dan siap dioperasikan setiap saat.
PEMAHAMAN MASYARAKAT BUGIS BONE TERHADAP MAHAR TANAH DAN KEDUDUKANNYA DALAM PERKAWINAN Rusman Rusman; M. Thahir Maloko; Muh. Saleh Ridwan
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7097

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan pemahaman masyarakat Bugis Bone dalam perkawinan dengan mahar tanah. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemhaman masyarakat Bugis Bone terhadap mahar tanah dalam sebuah pernikahan. Lokasi penelitian ini di Kab. Bone Sulawesi Selatan. Sumber data diambil dari pengamatan atau observasi langsung terhadap tokoh masyarakat setempat yang dianggap memahami dan menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam bentuk peneliti sebagai instrumen utama, panduan observasi, panduan wawancara, dan cek list dokumen serta alat pendukung lainnya seperti kamera dan alat tulis. Teknik pengolahan data mulai pengumpulan data, reduksi data, mengatur data, dan memverifikasi data. Data dalam bentuk kuantitatif akan diolah terlebih dahulu dengan rumus prosentase agar dapat dideskripsikan, sementara data dalam bentuk kualitatif akan dideskripsikan. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Bugis Bone sudah sejak lama menjalankan tradisi dalam perkawinan yaitu menjadikan sebidang tanah sebagai mahar di dalamnya. Hal tersebut adalah merupakan upaya untuk melestarikan tradisi atau adat istiadat secara turun-temurun. Menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan adat Bugis Bone karena menganggap bahwa tanahla yang paling baik untuk dijadikansebagai mahar dibanding dengan jenis barang atau benda-benda lain. Bahkan ada unkapan yang menggambarkan kelebihan ini yaitu “na mauni siallakkuang tedong” artinya, meskipun ukuran luasnya hanya relatif sempit hanya seukurang dengan kubangan lumpur kerbau jika itu adalah tanah maka itulah yang terbaik. Disamping itu pula, tanah tersebut dipahami bahwa secara filosofis tanah merupakan sebagai sumber kehidupan. Di sisi lain adanya sifat khusu tanah yang padat dan mampu merekatkan dan menyatukan beberapa unsur yang berbeda di dalamnya diibaratkan dengan penyatuan dua jenis kelamin yang berbeda antara laki-laki dengan perempun dan adanya sifa-safat bawan yang tentunya juga berbeda antara satu dengan yang lainnya direkatkan dan dipersatukan dengan adanya rasa cinta dan kasih-sayang serta niat baik dan tulus untuk membangun rumah tangga.