Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sistem Penilaian Otentik dalam Implementasi Kurikulum 2013 Lia Yuliana
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 3, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v16i3.2957

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti halnya pengembangan dan penyempurnaan kurikulum, pengembangan materi pembelajaran, perbaikan sistem evaluasi,  pengadaan buku dan alat-alat pelajaran, perbaikan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan mutu pimpinan sekolah (Depdiknas, 2001: 3). Namun demikian, upaya tersebut belum menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kualitas pendidikan dipengaruhi beberapa faktor, seperti: guru, siswa, pengelola sekolah (Kepala Sekolah, karyawan dan Dewan/Komite Sekolah), lingkungan (orangtua, masyarakat, sekolah), kualitas pembelajaran, dan kurikulum.
Peran Komite Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Efektif Lia Yuliana
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVIII Nomor 2, Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5835.423 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v18i2.10003

Abstract

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang pendidikan formal yang terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, (UU No. 20 Tahun 2003).Peran penting stakeholders yaitu untuk mendukung program sekolah. Salah satu stakeholeders yang dapat mengembangkan sekolah yaitukomite sekolah. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yangberanggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, sertatokoh masyarakat yang peduli pendidikan. (PP. No.17 Tahun 2010). Keberadaan komite sekolah mempunyai peran strategis karenadukungan dari masyarakat yang ada dalam komite sekolah akanmensukseskan program-program yang direncanakan sekolah, sebagaiwadah atau organisasi diharapkan dapat mengembangkan sekolah salahsatunya dalam mewujudkan sekolah efektif.
Effectiveness of social problem solving model in improving social skills of transvestites in the special regions Yogyakarta Aman Aman; Ajat Sudrajat; Lia Yuliana
Journal of Social Studies (JSS) Vol 14, No 1 (2018): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v14i1.21159

Abstract

This study aims to find out: the effectiveness of character education models in improving social skills for transvestites in Yogyakarta Special Region. This research uses Research and Development method which consists of four stages, namely: (1) preliminary stage, (2) the planning stage of character education models for transgender as the development of the initial product form, (3) the testing, evaluation and revision stages through practical learning improvement of social skills, and (4) implementation phase. The number of transsexuals who were sampled in the one-on-one trial in 2015 was 5 transvestites selected by purposive sampling. In the second year the trial was expanded to 1 management of Kebaya Shelter house and involved 22 transvestites. Whereas field operational trials were conducted on 32 transvestites in Kebaya and Iwayo. Data collection techniques use FGD techniques, questionnaires, interviews, observation, and documentation techniques. Data validity uses expert validation, while the validity of qualitative data with source triangulation techniques, theory and methods. Quantitative data analysis with descriptive analysis techniques and qualitative data with interactive models. The results showed that: Field operational trials of 32 transvestites, it can be seen that there was an increase in transvestites' social skills after training the character education model of SPS models for waria. The pretest results showed a good average classification with a mean of 3.20. While the posttest results indicate an increase to a good classification with a mean of 3.58. Based on these data shows that all aspects that are considered good regarding social skills show a good and good classification.  Keywords: Problem Solving, social skills, of transvestites
KETRAMPILAN BERTANYA GURU DALAM MENGELOLA PROSES BELAJAR MENGAJAR LIA YULIANA
FOUNDASIA Vol 2, No 10 (2010): FONDASIA
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i10.5841

Abstract

Keterampilan bertanya adalah keterampilan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar, karena metode apapun, tujuan pengajaran apapun yang ingin dicapai clan bagaimana keadaan siswa yang dihadapi, maka bertanya kepada siswa mcrupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan. Mengajukan pertanyaan kepada siswa tidaklah mudah, perlu adanya latihan sehingga guru dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat. Mcmberi pertanyaan secara efektif dan efisien akan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku, baik pada guru maupun dari siswa. Perubahan terjadi ketika guru yang sebelumnya selalu aktif memberi informasi justru menjadi guru yang banyak mcngundang interaksi siswa, sedangkan dari siswa yang sebelumnya secara pasif mendengarkan keterangan guru akan bcrubah menjadi banyak berpartisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Hal ini akan menimbulkan adanya cara belajar siswa aktif yang berkadar tinggi. Untuk lebih memudahkan guru dalam menggunakan keterampilan bertanya, hendaknya seorang guru mengetahui kegunaan dari penggunaan keterampilan bertanya. Dengan demikian siswa menjadi aktif dalam proses belajar mengajar clan hal tersebut akan berdampak positif pada prestasi belajar siswa.
The emergence and development history of Demak Bintoro Kingdom M Nur Rokhman; Lia Yuliana; Zulkarnain Zulkarnain
Journal of Social Studies (JSS) Vol 12, No 2 (2016): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v12i2.11637

Abstract

This research is aimed to find the emergence and development of Demak kingdom. This research used the five stages historical research method according to Kuntowijoyo, which are topic selection, heuristic, verification, interpretation and writing. Kasultanan Demak is the first Islamic kasultanan in Java which was founded by Raden Patah in 1478. Demak area covers Jepara, Semarang, Tegal, Lembang, Jambi, islands among Kalimantan and Sumatera and some areas in Kalimantan islands. The glory era was in Sultan Trenggana administration who ruled from 1521-1546 M. After the death of Sultan Trenggana, there was power seizure in Demak Kingdom. This seizure occured between the Prince of Sekar Seda ing Lepen and Sunan Prawata who was the only son of Sultan Trenggana. Thus, there was murder conducted by Sunan Prawata towards the Prince of Sekar Seda ing Lepen. The son of Prince of Sekar Seda ing Lepen whose name was Arya Panangsang from Jipang avenged his father’s death by murdering Sunan Prawoto. One of dukes who fighted againts Arya Panangsang was Joko Tingkir. He was one of Sultan Trenggono’s son-in-law and ruled in Pajang. Reputedly, Joko Tingkir had purebred line of Majapahit that is Brawijaya V who was expelled by Girindrawardhana and subserved in Demak Kingdom.   Keywords: maket, administration, and Islam Mataram