Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTERRELASI SPASIAL BENTUKLAHAN DENGAN VEGETASI PADA LERENG TENGGARA VULKAN CIREMAI: TINJAUAN STUDI BIOGEOMORFOLOGI Arif Ashari; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Deni Permana; Nor Rohmad Safarudin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13816

Abstract

AbstrakVulkan Ciremai merupakan vulkan soliter pada zona utara Jawa Barat. Sebagai vulkan strato aktif, Vulkan Ciremai memiliki kondisi geomorfologi yang kompleks. Pengaruh iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan tinggi menghasilkan kekayaan biodiversitas vulkan ini, khususnya jenis vegetasi. Dalam dinamika lingkungan fisik, terdapat hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan vegetasi dimana karakteristik bentuklahan mempengaruhi distribusi spasial dan kondisi vegetasi, sebaliknya vegetasi juga mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh faktor geomorfologis terhadap distribusi vegetasi, (2) pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi, pada lereng tenggara Vulkan Ciremai, dengan tinjauan biogeomorfologi khususnya pada tema ecological topology dan ecological memory. Data dikumpulkan melalui interpretasi citra penginderaan jauh, observasi, serta studi pustaka. Faktor geomorfologis berupa bentuklahan dan proses geomorfologi diketahui berpengaruh terhadap distribusi dan karakteristik vegetasi yang ditunjukkan oleh zonasi vegetasi yang linier terhadap bentuklahan. Pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi terutama nampak pada variasi kemampuan vegetasi dalam mengendalikan laju erosi dan gerakan massa. Kata kunci: Biogeomorfologi, bentuklahan, vegetasi, Vulkan Ciremai
POLA LORONG GUA DAN SPELEOGENESIS PADA SISTEM PERGUAAN GESING-JLAMPRONG-SINDEN KARST GUNUNGSEWU Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3452

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada sistem perguaan Gesing-Jlamprong-Sinden yangberada di kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul dengan tujuan untuk: (1)mengetahui pola lorong dan kenampakan speleogen-speleothem dalam gua, (2)mengetahui faktor-faktor yang mengendalikan speleogenesis, (3) merekonstruksi prosesperkembangan gua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkandengan cara observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam observasi dilakukanpengamatan dan pengukuran variabel lorong gua. Analisis dilakukan secara deskriptifdengan memperhatikan aspek-aspek geomorfologi, didukung dengan penalaran sebabakibat. Hasil penelitian menunjukkan Gua Gesing-Jlamprong-Sinden memiliki lorongutama tunggal dengan tipe lorong rectangular, eliptical, cayon, initial canyon, dan jointpassage. Kenampakan dalam gua didominasi oleh speleogen. Karakteristik lorong dankenampakan dalam gua tidak terlepas dari pengaruh faktor pengontrol speleogenesis,antara lain struktur geologi, topografi, litologi, dan hidrologi. Perkembangan Gua GesingJlamprong-Sinden dapat dirangkum dalam tiga tahap sejak akhir pleistosen masingmasing ditandai oleh pengangkatan disertai pembentukan kekar batugamping,perkembangan lorong oleh aliran freatik, serta perkembangan teras gua dan runtuhanlangit-langit gua.Kata kunci: speleogenesis, gua karst, lorong gua, perkembangan gua
KAJIAN TINGKAT ERODIBILITAS BEBERAPA JENIS TANAH DI PEGUNUNGAN BATURAGUNG DESA PUTAT DAN NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL Arif Ashari
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4624.782 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4441

Abstract

Erosi sebagai salah satu proses dalam geomorfologi dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah kepekaan erosi tanah (erodibilitas tanah). Antara satu jenis tanah dengan jenis tanah lainnya memiliki kepekaan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh kondisi masing-masing jenis tanah selama perkembangannya. Erodibilitas tanah dan laju erosi berkaitan erat dengan kondisi geomorfologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat erodibilitas beberapa jenis tanah di lereng Pegunungan Baturagung, Desa Putat dan Nglanggeran, (2) membuat model prediksi besarnya erosi permukaan pada beberapa jenis tanah tersebut dengan menggunakan metode USLE, (3) menganalisis keterkaitan tingkat erodibilitas tanah dengan kondisi geomorfologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengumpulan data melalui survei dengan melakukan pengukuran dan pengamatan variabel erosi pada setiap satuan lahan. Selain data primer yang diperoleh dari survei juga digunakan data sekunder. Tingkat erodibilitas tanah dan prediksi erosi ditentukan dengan perhitungan formula USLE, selanjutnya hasil yang diperoleh dideskripsikan dengan sudut pandang geomorfologi-tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) erodibilitas beberapa jenis tanah di di lereng Pegunungan Baturagung, Desa Putat dan Nglanggeran bervariasi dari tingkat rendah hingga sangat tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi dan memberikan variasi keruangan erodibilitas tanah adalah tekstur tanah. (2) erodibilitas tanah berpengaruh signifikan terhadap laju erosi permukaan. Semakin tinggi nilai erodibilitas semakin besar erosi permukaan. Laju erosi di daerah penelitian juga dikendalikan oleh faktor lain terutama lereng dan metode konservasi lahan, (3) Keterkaitan antara kondisi geomorfologi dengan erodibilitas tanah dijumpai melalui peristiwa pembentukan dan perkembangan tanah.   Kata Kunci: erodibilitas, erosi, tanah
KAJIAN GEOMORFOLOGI KOMPLEKS GUA SEPLAWAN KAWASAN KARST JONGGRANGAN Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.709 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3568

Abstract

This research aims to study the geomorphology of Seplawan cave in Karst region Jonggrangan. This includes : (1) the type of cave and landform around the cave, (2) the type of cave tunnel, and (3) the existence of speleothem and speleogen in the cave. The geomorphologic study of caves provides useful information to demonstrate a track record of karst development as well as to guide the development of cave tourism. The method employed in this research is a geomorphologic survey by focusing on morphology and morfogenesa. The data was collected through observation, documentation, and literary study. The data analysis was performed using descriptive-morphologic and spatial analysis. The findings show that seplawan cave belongs to the category of pit cave, formed by the widening of the ponor hole in the doline base. The tunnel in the cave have different forms namely, passage eliptical, rectangular passage, canyon, and joint passage. Speleothem in the form of stalactites, stalagmites, and drappery is found near the mouth of the cave. Moreover, the speleogen in the form of a notch solution, solution pocket, pothole, scallops, and Karren anastomoses is found in all parts of the cave.Keywords: karst geomorphology, karst caves, speleothem, speleogen
KONSERVASI BUKIT KARST SEBAGAI TINDAKAN MITIGASI KEKERINGAN DI DAERAH TANGKAPAN HUJAN SUB SISTEM GEOHIDROLOGI BRIBIN-BARON-SEROPAN KARST GUNUNGSEWU Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.035 KB) | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3599

Abstract

Karst selama ini dipandang sebagai kawasan yang gersang, berbatu, dan selalu menghadapi permasalahan kesulitan sumberdaya air (Haryono, 2001). Potensi sumberdaya air di kawasan karst ini sebenarnya cukup baik yang dipengauhi oleh input curah hujan yang besar, batugamping yang telah terkarstifikasi, serta morfologi perbukitan karst. Permasalahan selama ini adalah kesulitan akses sumberdaya air, yang sedikit banyak telah teratasi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kerekayasaan untuk mengakses sumberdaya air tersebut.Permasalahan yang paling mengancam adalah bencana kekeringan, yaitu ketika kuantitas sumberdaya air menurun akibat berkurangnya input sumberdaya air dari hujan. Untuk menghadapi kekeringan pada saat kemarau panjang salah satu tindakan yang dapat diupayakan adalah menahan sumberdaya air selama mungkin di kawsan karst, yang secara alami dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi penyimpanan air bukit karst.Bukit karst memiliki peran yang sangat besar dalam siklus hidrologi di kawasan karst. Input sumberdaya air dari curah hujan di kawasan karst sebagian besar akan masuk ke retakan-retakan (epikarst) yang terdapat di permukaan kemudian tersimpan dalam rongga-rongga hasil pelarutan. Bukit karst umumnya mampu menyimpan air tiga hingga empat bulan setelah berakhirnya musim penghujan, yaitu dengan mengeluarkan air secara perlahan-lahan ke sistem sungai bawah tanah. Dengan adanya fungsi tersebut, bukit karst harus dilindungi untuk menghadapi kekeringan pada musim kemarau. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan antara lain menjaga dan mengelola bukit karst sesuai peruntukannya dengan mengacu pada tipe kawasan karst mengatur pertambangan batugamping, rehabilitasi lahan bekas tambang, mengelola zona epikarst dan ponor/luweng, serta melakukan pemberdayaan masyarakat kawasan karst.KataKunci: Kawasan Karst, Konservasi, Bukit Karst, Kekeringan
GEOMORFOLOGI LERENG BARATDAYA GUNUNGAPI MERAPI KAITANNYA DENGAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN KEBENCANAAN Sriadi Setyawati; Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.739 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16235

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan pada wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi dengan tujuan: (1) menganalisis kondisi geomorfologi dengan teknik survei geomorfologikal analitikal, (2) mengembangkan model pengelolaan lingkungan dan kebencanaan berdasakan informasi geomorfologis. Metode yang digunakan adalah eksploratif-survei, dengan pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling pada setiap satuan morfologi. Analisis menggunakan cara deskriptif kualitatif dilandasi aspek dan konsep dasar geomorfologi. Analisis ini didukung dengan analisis pengharkatan untuk menilai potensi sumberdaya alam pada masing-masing satuan bentuklahan. Hasil penelitian: (1) geomorfologi lereng baratdaya Gunungapi Merapi terdiri dari berbagai bentuklahan yang memiliki perbedaan relief, batuan, stuktur, dan proses geomorfologi. Perbedaan tersebut mempengaruhi variasi potensi sumberdaya dan jenis bahaya. (2) pengelolaan lingkungan dan kebencanaan dilakukan dengan identifikasi potensi sumberdaya berdasarkan kondisi geomorfologis dan bentuk pengelolaan yang dapat dilakukan, serta mengidentifikasi jenis bahaya pada setiap bentuklahan dan melakukan penataan ruang berbasis mitigasi bencana. Kata kunci: Geomorfologi, Merapi, Pengelolaan Lingkungan, Pengelolaan Kebencanaan